NovelToon NovelToon
Cinta Yang Menunggu Waktu

Cinta Yang Menunggu Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Single Mom
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: Amoreiza Aneta

Andira merupakan seorang wanita yang di tinggal oleh suaminya ketika pernikahan mereka memasuki usia 6 tahun. suaminya meninggalkannya karena meninggal pada saat kecelakaan. Andira terpukul dan sedih karna harus merelakan suaminya pergi untuk selamanya. menjelang 4 bulan kepergian suaminya banyak cinta yang datang kepadanya tetapi dia tidak terlalu menanggapinya sampai akhirnya ada yang muncul dan itu cinta pertama nya, akhirnua dia menerima tapi banyak cobaan dan godaan yang dialamin mereka tapi pada akhirnya mereka bisa sampai pada jenjang pernikahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amoreiza Aneta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reaksi Imel

Kabar itu nyebar lebih cepet dari api.

"Katanya si janda udah resmi pacaran sama laki-laki itu."

"Loh bukannya baru setahun ditinggal mati?"

"Diantar jemput tiap hari sekarang. Pantesan arisan kemarin berani banget."

Jam 9 pagi, Imel denger semua itu dari Bu Yati pas lagi di salon.

Gunting di tangan Imel berhenti.

"Maksudnya gimana, Bu?" tanya Imel. Senyumnya masih dipaksa.

"Iya, Mel. Tadi pagi aku liat sendiri. Andira diboncengin laki-laki itu ke pasar. Mesra banget. Beli sayur bareng," jawab Bu Yati sambil pilih-pilih cat kuku.

Imel bayar, terus langsung pulang. Banting pintu mobil.

Di rumah dia lempar tas ke sofa. "SIALAN!"

Ikbal baru pulang kerja. Liat istrinya emosi. "Kenapa lagi, Mel?"

Imel ceritain semua. Nada suaranya tinggi. "Mas liat kan? Aku udah bilang dari dulu! Janda itu nggak bener! Baru setahun udah keluyuran sama laki-laki!"

Ikbal duduk. Capek. "Mel... itu urusan dia."

"Urusan dia?! Dia itu adik ipar aku, Mas! Nama keluarga kita dibawa-bawa!" Imel teriak.

Anak-anak langsung diem di kamar. Takut.

Ikbal narik napas. "Terus kamu mau apa? Mau datengin lagi? Mau teriak-teriak lagi?"

"Aku mau dia malu! Aku mau semua orang tau dia nggak tau diri!"

_Sore jam 4, pasar Karang Teduh_

Andira lagi pilih tomat sama Aditia. Jarak mereka nggak jauh. Nggak pegangan tangan. Tapi keliatan akrab.

Aditia yang bayar. Andira yang bawa kantong.

Tiba-tiba ada suara nyaring dari belakang.

"ANDIRA!"

Andira noleh. Imel. Pake baju branded, kacamata hitam, bibir merah.

Ibu-ibu di pasar langsung berhenti. Nonton.

"Kak Imel," sapa Andira pelan.

Imel maju. "Kamu nggak malu ya? Suami kamu baru setahun meninggal. Udah keluyuran sama laki-laki lain?"

Aditia langsung maju setengah langkah. Nahan Andira di belakangnya. "Kak, ngomong yang sopan. Ini tempat umum."

"Oh kamu yang belain ya? Kamu tau nggak Renaldi itu adik aku?! Dia pasti nyesel dari kubur liat istrinya kayak gini!" Imel makin keras.

Andira gemetar. Tapi dia tahan.

"Kak, aku nggak selingkuh. Aku nggak ngapa-ngapain. Aku cuma... mau coba jalan lagi," kata Andira. Suaranya pelan tapi jelas.

"Jalan?! Jalan sama dia?! Gila kamu!" Imel nunjuk Aditia.

Bu Yati dan ibu-ibu lain udah ngeluarin HP. Ada yang rekam.

Aditia narik napas. "Cukup, Kak. Kalau Kakak mau marah, marah ke saya aja. Jangan ke Andira. Dia nggak salah."

"SIAPA KAMU?!" Imel nunjuk dada Aditia.

"Saya orang yang mau tanggung jawab," jawab Aditia datar. "Kalau Kakak nggak suka, silakan. Tapi jangan permalukan dia di depan umum lagi."

Imel ketawa sinis. "Tanggung jawab? Hah! Paling juga nanti ditinggal juga kayak Renaldi!"

"Imel!"

Suara itu bikin semua orang nengok.

Ikbal.

Dia jalan cepet ke tengah. Narik tangan Imel. "Udah, Mel. Pulang."

"Lepasin aku, Mas! Dia harus tau malu!" Imel meronta.

Ikbal berbisik di telinga Imel. "Cukup. Anak-anak nonton dari mobil. Mau mereka liat mamanya teriak-teriak di pasar?"

Imel langsung diem. Mukanya merah.

Ikbal noleh ke Andira. Nadanya lelah. "Ndir... maaf ya. Adik kamu khilaf."

Andira cuma geleng. Air matanya udah jatuh.

"Yuk, Dit. Pulang," bisik Andira ke Aditia.

Mereka pergi. Ninggalin Imel yang masih berdiri kaku.

_Malemnya, jam 9_

Video itu udah viral di grup WA RT.

Judulnya: "Janda kurang ajar dilabrak kakak ipar di pasar."

Komennya rame. Ada yang belain Andira, ada yang nyalahin.

Andira liat 3 detik langsung nutup HP. Nangis di kamar.

Tok tok.

Aditia. Bawa bubur.

"Aku liat videonya, Ndir," kata Aditia pelan. "Kamu nggak apa-apa?"

Andira geleng. "Aku capek, Dit. Kapan berhentinya orang ngejudge aku?"

Aditia duduk di lantai. Nggak masuk. Jaga jarak. "Aku nggak bisa bikin mereka diem, Ndir. Tapi aku bisa bikin kamu kuat."

Andira nyender di kusen pintu. "Gimana caranya?"

"Dengan kita jalan terus. Dengan kepala tegak. Biar mereka capek sendiri ngomongin kita," jawab Aditia.

Andira ketawa kecil di sela tangis. "Gampang banget ngomongnya."

"Iya. Karena yang jalanin kamu. Aku cuma nemenin," kata Aditia jujur.

Hening.

Terus HP Andira bunyi. Nomor Ikbal.

_Ikbal:_ _"Ndir, maaf ya. Aku udah marahin Imel. Dia emosi. Aku minta maaf atas nama keluarga. Kamu kuat ya. Aku tau kamu perempuan baik."_

Andira baca 2 kali. Terus dia balas.

_Andira:_ _"Makasih, Mas Ikbal. Saya nggak dendam. Saya cuma mau hidup tenang."_

_Ikbal:_ _"Aku doain. Jaga diri baik-baik ya."_

Andira letak HP. Noleh ke Aditia yang masih duduk di luar.

"Dit..."

"Ya?"

"Makasih udah belain aku tadi. Di depan banyak orang."

Aditia senyum. "Aku nggak belain. Aku cuma bilang yang bener."

Andira manggut. "Aku mau tidur, Dit."

"Iya. Tidur ya. Besok aku anterin kerja. Jam 6 aku di depan."

Andira masuk. Nutup pintu.

Dia sujud. Lama.

"Ya Allah... kalau ini ujian, kuatkan aku. Kalau ini jalan, lancarkan."

Di luar, Aditia masih duduk 10 menit. Baru pulang.

Karena janji dia: jagain.

_Besok paginya_

Imel nggak keluar rumah. Grup WA RT sepi.

Bu RT posting: _"Mohon ibu-ibu jaga lisan. Jangan mudah menghakimi. Hidup orang, urusan orang."_

Andira baca itu sambil sarapan. Ayam goreng kiriman Aditia masih anget.

Dia senyum tipis.

Mungkin luka masih ada.

Mungkin gosip masih akan datang lagi.

Tapi kali ini dia nggak sendirian.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!