Takdir itu lucu.. kamu dan aku hanya akan menjadi kita entah sekarang besok tau kapan pun itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Senna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KAMU
Krystal terbangung dengan Kai yang masih memeluk pinggang nya, berlahan Krystal membalik tubuh nya hingga wajah nya berhadapan dengan wajah Kai
Krystal teringat bagaimana dia memohon agar pria itu tak meninggalkan nya. Saat di lukai dan di sakiti pria ini Krystal terus berfikir untuk pergi dari pria ini tapi tak bisa Krystal tak sendirian lagi ada anak nya yang terus bersama dengan diri nya
Krystal tak mau anak nya menderita sama seperti nya, jika bertahan disisi Kai walaupun dia menderita paling tidak anak nya akan berada di sisi ayah yang sangat mencintai nya. Krystal tau betul bagaimana Kai begitu mencintai anak nya
Tak peduli sesakit apapun semenderita apapun Krystal akan terus bertahan untuk berada di sisi Kai
"Sudah puas menatap ku?" tanya Kai yang tiba-tiba membuka mata nya
Krystal hanya mematung saat melihat senyuman Kai yang terlihat begitu menawan di mata nya
"Mata mu bengkak karena menangis semalaman" kata Kai sambil mengelus mata Krystal yang terlihat sembap itu
"Maaf..," kata Krystal
"Berhenti mengatakan itu" kata Kai menempelkan jari nya ke bibir Krystal
"Boleh aku pergi hari ini? Aku harus ke kampung halaman ku" kata Krystal
"Untuk apa?" tanya Kai
"Hari ini peringatan wafat nya orang tua ku" kata Krystal
Kai hanya diam karena terkejut
"Kalau begitu ayo bersiap" ajak Kai
Setelah bersiap Krystal menyiapkan sarapN untuk Kai tak lupa menyiapkan jas nya untuk ke kantor, tapi saat keluar dari kamar Kai tak memakai jas nya malah hanya menggunakan kaos yang di lengkapi dengan jaket denim itu
"Tuan tak ke kantor?" tanya Krystal
"Aku akan menemani mu kesana" jawab Kai
"Tidak, tak perlu.. kau pasti banyak pekerjaan" kata Krystal
"Tak ada, aku tak punya pekerjaan" kata Kai
Setelah selesai sarapan dan membereskan semua nya Kai dan Krystal bergegas berangkat, butuh waktu 3 jam untuk sampai ke temap yang di maksut Krystal
Kai mengendari mobil nya dengan kecepatan standar, sambil menggunakan sebelah tangan nya untuk mengelus perut Krystal sementara yang satu nya sibuk memegang stris mobil
Jujur saja Krystal merasa begitu malu setelah apa yang di lakukan nya semalam. Bagaimana dia menangis dan memohon pada pria itu untuk tak meninggalkan nya
"Apa posisi duduk mu tak nyaman?" tanya Kai saat melihat gelagak tak nyaman dari Krystal
"Tidak, aku baik-baik saja..," Kata Krystal dan di sambut dengan senyuman manis oleh Kai
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam mereka memasuki pemukiman warga dan berhenti di pinggir sungai
"Aaakk..," Jerit Krystal saat merasakan kram pada kaki nya
"Ada apa?" tanya Kai terkejut
"Uhh, kaki ku kram..," adu Krystal dengan cepat Kai memijat kaki istri nya itu hingga merasa jauh lebih baik
Mereka menysuri pinggir sungai yang dengan tangan Kai yang terus memegangi Krystal takut ibu hamil itu terpeleset atau sebagainya
"Ibu.. Ayah.. aku datang..," Teriak Krystal menatap.lurus kearah sungai
"Abu ayah dan ibu ku di sebar di sini" cerita Kryatal sambil terseyum kearah Kai untuk menutupi kesedihan nya
Kai merangkul bahu Krystal lalu mengelus nya lembut
"Tak masalah.. menangis lah jika ingin menangis" kata Kai, mendengar itu sontak air mata Krystal tak terbendung lagi
Kai melepas jaket nya lalu di bentangkan ketanah untuk alas kedua nya duduk, Kai terus mengelus pundak Krystal yang masih terus menangis. Kai sungguh tak mengerti betapa menderita nya Krystal, bahkan Kai tak bisa membayangkan jika itu terjadi pada nya
"Aku kehilangan kedua nya di waktu yang bersamaan" cerita Krystal, Kai tak merespon hanya terus menatap wajah sedih itu
"Mereka kecelakaan?" tanya Kai
"Emm.. mereka kecelakaan setelah mengantar ku, harus nya aku ikut mati bersama mereka" lirih Krystal dengan cepat Kai membawa wanita itu kedalam pelukan nya
"Apa yang kau katakan..," kata Kai mengecup punca kepala Krystal
"Kau wanita yang begitu luar biasa, ayah dan iby mu bangga punya putri hebat seperti mu..," kata Kai sambil menghapus air mata Krystal
"Ayah.. Ibu..," teriak Kai dan membuat Krystal begitu terkejut
"Maaf baru menyapa sekarang, Aku Kai.. menantu kalian..," kata Kai sambil tersenyum
"Ibu.. terima kasih sudah melahirkan putri hebat seperti istri ku yang cantik ini..," sambung Kai sambil merangkul Krystal
"Terima Kasih banyak ayah.. karena sudah punya putri luar biasa seperti ibu anak ku ini..," kata Kai dengan mata yang berkaca
"Aku terus membuat nya menangis, tapi aku berjanji akan terus menjaga dan melindungi nya..," tukas Kai sambil tersenyum kearah Kryatal
Krystal hanya tertawa pelan saat melihat Kai melakukan itu tapi bagaimana pun hati nya terenyuh saat mendengar Kai mengucapkan janji itu
"Ayah dan ibu akan menajdi kakek dan nenek..," Teriak Kai lagi, lalu menoleh pada Kryatal yang sedang tertawa
"Kau sangat cantik saat tertawa..," goda Kai
Kai mengarahkan kepala Krystal untuk menyender di pundak nya sama-sama memandang ke tengah sungai dengan fikirab mereka masing-masing
"Dunia ku terasa terbalik di hari itu..," kata Krystal tiba-tiba
"Dalam sehari aku kehilangan semua nya, bahkan tak ada satupun yang bisa ku jadikan tempat bersandar saar itu..," sambung Krystal pilu
"Nasib ku begitu malang..," tukas nya
Kai mengenggam tangan Krystal lalu mengecup tangan itu
"Kau sangat luar biasa..," kata Kai sambil tersenyam pada Krystal
"Dia pasti sangat bangga punya ibu hebat seperti mu" kata Kai sambil mengelus perut Krystal
"Iya kan dek..," kata Kai sambil menatap perut Krystal
Setelah selesai Kai dan Krystal duduk di salah satu tempat makan untuk makan siang, mereka hampir menyelesaikan makan siang mereka
"Terima kasih..," kata Krystal
"Untik apa?" tanya Kai
"Sudah menemani ku, dan mengatakan hal manis di depan ayah dan ibu ku..," kata Krystal
"Paling tidak mereka akan berfikir bahwa putri mereka akan aman karena tak sendiri lagi..," sambung Krystal
"Itu tak hanya sekedar omongan, Aku berseungguh-sungguh..," batin Kai
reader wajib baca ini.