NovelToon NovelToon
Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Dipecat Dan Dicampakkan Aku Jadi Juragan Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dipecat dari pekerjaan kota dan dicampakkan oleh kekasihnya dalam satu hari membuat Aditya Pratama, seorang pemuda yatim piatu, tidak punya pilihan selain pulang ke desa untuk mengolah tanah warisan orang tuanya yang sangat luas. Namun, usaha perkebunan dan peternakannya berujung kegagalan total hingga uang tabungannya ludes tak bersisa. Di tengah rasa putus asa dan kebingungan menghadapi masa depan, sebuah fenomena gaib memberinya pencerahan berupa Sistem Perkebunan dan Peternakan yang mengubah tanah gersangnya menjadi ladang emas serta menarik perhatian wanita-wanita cantik di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Adit langsung menoleh cepat ke arah stan Nusantara Group yang berada tepat di seberang mereka.

Stan raksasa itu tetap terang benderang tanpa kendala sedikit pun.

Lampu neon dan layar etalase mereka menyala dengan normal.

Adit kemudian menyapu pandangannya ke seluruh lorong.

Bahkan seluruh blok VIP lainnya tidak mengalami pemadaman sama sekali.

Hanya stan milik Adit seorang yang listriknya mati total layaknya terisolasi.

"Sialan. Ini pasti ulah kotor mereka." batin Adit sambil mengepalkan kedua tangannya erat-erat.

"Adit, ini gawat. Kalau pendingin etalase ini mati lebih dari satu jam, kesegaran daging ayam kita akan menurun drastis!" panik Riana sambil memegang kaca etalase yang mulai menghangat.

Maya segera berlari ke arah panel listrik kecil yang ada di dinding belakang stan mereka.

Klak klak klak.

Terdengar suara Maya mencoba menaikkan saklar berkali-kali namun tidak ada hasil.

"Tidak bisa dinyalakan sama sekali, Dit. Sepertinya aliran listrik ke blok kita sengaja diputus langsung dari ruang kendali utama panitia." lapor Maya dengan wajah tegang.

"Aku akan melapor ke panitia pusat sekarang juga. Ini jelas tindakan sabotase!" tambah Maya bersiap berlari ke luar aula.

Namun Adit langsung mengulurkan tangan dan menahan bahu Maya.

​"Percuma saja, May. Jangan buang tenagamu untuk melapor ke mereka." ucap Adit dengan nada sangat tenang.

​"Kalau pihak mereka bisa mematikan listrik kita semudah ini, berarti mereka pasti sudah menyuap orang dalam dari pihak panitia." jelas Adit memberikan analisanya.

​"Lalu kita harus bagaimana sekarang, Bos? Sayuran kita bisa mulai layu karena kepanasan di ruangan yang tertutup ini." keluh Bang Jarwo sambil mengipasi sayurannya.

​Udara di dalam gedung pameran memang terasa agak pengap karena kipas pendingin ruangan khusus di area stan mereka ikut mati.

​Beberapa pengunjung mulai meninggalkan stan Adit karena merasa tidak nyaman dengan kegelapan dan suhu yang memanas.

​Dari seberang lorong, beberapa pegawai Nusantara Group tampak menunjuk-nunjuk stan Adit sambil tertawa lepas.

​"Kasihan sekali orang kampung itu. Belum juga setengah hari buka, sudah gulung tikar duluan." ejek salah satu pegawai Nusantara Group dengan suara lantang.

​Adit menatap tajam ke arah kerumunan pegawai yang menertawakannya itu.

​Wajah pemuda itu tetap datar, namun sorot matanya sedingin bongkahan es di kutub.

​"Riana, kumpulkan semua sayuran dan daging ayam ke bagian tengah meja sekarang. Jangan biarkan letaknya menyebar." perintah Adit tiba-tiba.

​"Kamu mau melakukan apa, Dit? Tanpa aliran listrik, kita tidak bisa memajang barang jualan kita dengan layak." tanya Riana bingung sambil tetap menuruti perintah Adit.

​"Aku sama sekali tidak butuh listrik murahan milik mereka untuk membuat daganganku bersinar terang di tempat ini." jawab Adit dengan nada angkuh.

​Pemuda itu memejamkan matanya sejenak untuk memusatkan pikirannya.

​"Sistem, buka Toko Sistem Area Elit sekarang juga." batin Adit memanggil antarmuka gaibnya.

​[Membuka Toko Sistem Area Elit.]

​Sebuah layar biru transparan yang hanya bisa dilihat oleh Adit muncul melayang di depan pandangannya.

​"Cari item yang bisa memanipulasi suhu dan pencahayaan tanpa sumber listrik fisik." perintah Adit di dalam kepalanya.

​Layar transparan itu bergulir cepat ke bawah menampilkan puluhan barang aneh.

​[Menampilkan hasil pencarian yang sesuai...]

​[Item Ditemukan: Mutiara Kristal Es Abadi.]

[Fungsi: Memancarkan hawa dingin yang bisa diatur radiusnya secara konstan tanpa meleleh.]

[Harga: 200 Poin Pengalaman.]

​[Item Ditemukan: Batu Luminositas Alam.]

[Fungsi: Memancarkan cahaya terang seperti lampu sorot studio yang ditenagai oleh energi alam sekitar.]

[Harga: 150 Poin Pengalaman.]

​Senyum tipis dan penuh perhitungan terbentuk di sudut bibir Adit.

​"Beli tiga Mutiara Kristal Es Abadi dan dua Batu Luminositas Alam." batin Adit mengkonfirmasi pembeliannya.

​[Transaksi Berhasil. Total Poin Pengalaman dikurangi 900 Poin.]

[Item telah dimasukkan ke dalam inventaris ruang penyimpanan.]

​Adit pura-pura merogoh ke dalam kantong jaket tebalnya.

​Saat ia menarik tangannya keluar, genggamannya sudah dipenuhi oleh beberapa butir batu seukuran kelereng yang bercahaya.

​"Bang Jarwo, Bang Sopo. Letakkan batu putih ini di sudut-sudut etalase sayuran." perintah Adit sambil menyerahkan Batu Luminositas.

​"Lalu letakkan batu biru es ini di dalam etalase daging bersama es batu biasa." lanjutnya menyerahkan Mutiara Kristal Es.

​Kedua pekerja itu saling bertatapan bingung namun tetap menerima batu aneh tersebut.

​"Batu apa ini, Bos? Kok bisa nyala sendiri begini?" tanya Bang Sopo heran.

​"Jangan banyak tanya sekarang, Bang. Lakukan saja perintahku dengan cepat." tegur Adit.

​Begitu Batu Luminositas diletakkan di sudut meja, seberkas cahaya putih terang benderang langsung menyorot sayuran Adit.

​Cahayanya jauh lebih indah dan alami dibandingkan lampu neon pameran.

​Warna merah tomat dan hijau bayam seakan menyala hidup di bawah sorotan batu tersebut.

​Selanjutnya, saat Mutiara Kristal Es diletakkan di dalam etalase, suhu di sekitar meja mendadak anjlok drastis.

​Wush.

​Asap dingin tipis mengepul pelan dari etalase, menciptakan efek panggung yang sangat mewah dan eksklusif.

​Daging ayam di dalamnya langsung terselimuti lapisan embun dingin yang membuat kesegarannya kembali sempurna.

​Riana dan Maya mundur selangkah karena terkejut melihat keajaiban yang terjadi di depan mata mereka.

​"Astaga, Dit. Bagaimana kamu bisa membuat pencahayaan dan pendingin tanpa kabel seperti ini?" tanya Maya dengan mulut sedikit terbuka.

​"Aku punya kenalan beberapa teknisi ahli dari luar negeri yang membuatkan alat canggih mini ini." bohong Adit dengan wajah santai.

​Pancaran cahaya dan asap dingin yang keluar dari stan Adit di tengah kegelapan langsung mencuri perhatian seluruh pengunjung pameran.

​Perpaduan kegelapan ruangan dan cahaya fokus di satu titik membuat stan Adit kini terlihat seperti panggung teater yang sangat megah.

​"Wow, lihat stan yang gelap itu! Efek visualnya luar biasa sekali!" seru seorang pengunjung dari kejauhan.

​"Cahaya dan asap esnya membuat bahan makanan itu terlihat seperti harta karun. Ayo kita lihat ke sana!" ajak pengunjung lainnya.

​Hanya dalam hitungan menit, gelombang pengunjung yang jauh lebih besar dari sebelumnya berbondong-bondong berlari mendekati stan Adit.

​Trik sabotase mematikan listrik dari Nusantara Group justru menjadi bumerang yang membuat stan Adit menjadi pusat perhatian utama.

​Dari seberang lorong, tawa para pegawai Nusantara Group langsung terhenti total.

​Mulut mereka ternganga lebar melihat fenomena yang tidak masuk akal di depan mata mereka.

​Salah satu manajer stan Nusantara Group segera berlari masuk ke ruang staf dengan wajah panik untuk menelepon seseorang.

​Adit menatap ke arah stan raksasa di seberangnya sambil menyilangkan tangan di depan dada.

​"Kalian salah memilih lawan bermain, Hendra." batin Adit penuh kemenangan.

​Pameran kuliner hari ini baru saja dimulai, dan Adit telah memenangkan ronde pertamanya dengan telak.

1
Astiana 💕
cerita mu sungguh keren Thor, walaupun aku lagi sibuk nulis juga, tapi nyempetin banget baca cerita mu yang ini.😁
kiyoe: heheh harus semangat terus pokoknya kak
total 3 replies
adib
saran dikiit...

hasil panen terlalu OP..
harga terlalu enggak bgt.. pace cepet.

sy jadi agak kurang menikmati..
utk nextnya bs dipertimbangkan saran supaya lebih bisa dinikmati
kiyoe: terimakasih kak adib untuk saran nya ☺️🙏
total 1 replies
adib
beneran udah bucin ma riana..ayam grade SS cm dihargai 150rb.. telur jg cm segitu.. hadeehh
kiyoe: heheh iyaa kak soalnya dia yang membantu Adit dari 0 hingga menjadi sangat sukses 😂
total 1 replies
Astiana 💕
mampir Thor,
😁 jadi keinget film sopo Jarwo baca nama nya.
kiyoe: hehehe makasih kak udah mau mampir hehe 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!