Arlinda seorang detektif kepolisian yang sedang menjalankan tugasnya tiba-tiba di culik oleh seorang miliarder karena kesalahan seseorang di masa lalu. Dia tidak memiliki seorang pun kecuali kakak dan partner kerjanya, mereka bekerja sama untuk menemukan Arlinda namun hasilnya nihil. Sang kakak yang bernama Ariel, tidak pernah menyerah dalam pencarian adik tersayangnya bersama dengan Melinda dan Bagas. Hingga Ariel berhasil membobol kode villa mewah tersebut dengan bantuan si hacker, Alvin. Mereka masuk dan menemukan....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vy1107, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dipertemukan Kembali
" Lyuda, kau salah, kita salah- tidak, maksudku aku yang salah, jangan bersamaku, letnan.. "
" Aku tak peduli apa kata mereka, Alex. " Jelas helaan nafas terdengar di sana, terlihat seorang lelaki yang lebih muda darinya ini pasrah, lebih tepatnya frustasi dengan tingkah wanita di depannya, sangat keras kepala.
" Aku, aku butuh pendamping.. ku mohon dampingi aku, Lex... " Suaranya yang sendu memecah keheningan yang tercipta, matanya menatap sang lelaki dengan sayu, menunjukkan betapa cintanya ia kepadanya, begitu juga dengan sang junior yang sangat mencintainya, lebih tepatnya mencintai dalam diam sebelum sang letnan tahu perasaannya.
" Jangan pendam lagi perasaan itu, hiduplah bersamaku, bawa aku pergi dari sini, menjauh dari pemuda Jerman itu, ku mohon.. "
" Aku tahu, Yuda, aku tahu semuanya, pemuda itu, perasaanku, kekacauan yang sekarang terjadi, juga keinginanmu untuk pergi dari sini, aku tahu semuanya, " sang lelaki menatap wanitanya dengan lembut, membelai pipi putihnya, menatap lekat matanya, " A- "
" Ssttt, diamlah, aku sedang membuat keputusan. " Sang wanita yang bernama Lyuda hanya terdiam melihat perilaku juniornya ini.
" Aku tidak akan membawamu pergi dari tempat ini, tapi aku akan menghalangi pemuda itu untuk mendekatimu, kita akan menetap di sini, kita akan menikah, dan aku akan bersumpah untuk melindungi, menjaga, mengasihi, menyayangi, dan mencintaimu sampai ajalku datang, Lyuda. "
" Mari berjanji, kita akan saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi dalam keadaan apapun, baik suka maupun duka, juga saat perang masih berjalan saat ini. Aku berharap di kehidupan selanjutnya, aku akan kembali bertemu denganmu, saling mencintai lagi, lagi, dan lagi, berjanjilah Lex... "
" Iya aku berjanji, kita akan terus bersama, itu takdir Tuhan untuk kita, aku akan selalu mencintaimu saat mata kita bertemu, entah di masa depan ataupun sekarang. Kau begitu cantik hingga aku ingin menikahimu sekarang juga, hahaha. "
Kedua makhluk Tuhan itu tertawa bahagia hingga malam semakin larut, tak ada yang mengetahui keberadaan mereka sekarang, cinta mereka terlarang, cinta antara prajurit biasa dengan seorang letnan bisa di kecam oleh masyarakat, maka dari itu pertemuan mereka malam ini terjadi dan bersaksikan cahaya rembulan, mereka melakukannya di sebuah gubuk kecil yang jauh dari pemukiman warga.
Mereka melakukannya hingga pagi menjelang, suara ayam berkokok menuntaskan kegiatan mereka, " Istirahatlah sebentar, aku tahu kau sangat lelah sekarang, beri aku pelukan sebelum mengantar kau pulang. "
" Kau sangat kasar, lain kali jangan begini, aku tak suka.. " Sang wanita merengut tak suka yang akhirnya menjatuhkan dirinya ke dalam pelukan sang lelaki.
" Maafkan aku, Lyuda. Apa aku harus memohon kepada kapten untuk meliburkanmu hari ini? " Tampak yang di tanya sedang berpikir, kemudian ia menggelengkan kepalanya, membuat Alex menghela nafasnya dengan kasar, ia sudah tahu jika respon kekasihnya akan begini, keras kepala, sama seperti dirinya.
" Selalu seperti ini, baiklah, tidak apa, aku akan mengurus pernikahan kita dan kau kekasihku, hanya harus bersiap, berdandan dengan cantik pada harinya, bagaimana cantik? " Ia akan selalu seperti ini jika Lyuda sedang merajuk kepadanya, sungguh lucu sepasang manusia ini.
" Ya.. " Suaranya begitu pelan membuat orang yang memeluknya kini tertawa, " Hmm? Aku tak mendengarnya, bisa lebih keras? "
Selepas itu, oknum yang bernama Lyudmila itu berdiri, melepas pelukan sang kekasih, lalu berjalan menjauhinya dan berbalik, mengangkat kedua tangannya ke langit dan berteriak seakan dunia hanya milik mereka berdua.
" Ya, Alexey, aku setuju, mari menikah denganku, AKU MENCINTAIMU ALEXEY.. "
Senyum itu terpatri dengan indah di bibir bengkaknya, seakan ia tak pernah mengalami hari seperti ini dalam hari-harinya.
" AKU JUGA MENCINTAIMU LYUDAA. " Tak mau kalah, ia juga berdiri lalu berlari menuju sang kekasih dan memeluknya dengan erat, cuaca yang bagus menambah suasana romantis mereka, biarkanlah kedua anak manusia itu berpelukan sebelum rindu melanda mereka.
" Aku mencintaimu, Alex.. "
BRAKK..
" NONA BANGUN!! PANGGIL DOKTER DAN SEGERA HUBUNGI TUAN SEKARANG! "
Sejenak ia terdiam, menyerap apa yang terjadi di sekitarnya. Matanya berusaha terbuka, mulutnya masih menyebut nama itu, tangannya meraba sekitar, mencari tumpuan untuk bangun.
" Alex, Alexey, kau di mana? " Perlahan matanya menangkap seorang lelaki di depan pintu dengan nafas yang memburu, lelaku itu mendekatinya, duduk di samping ranjangnya, menarik tangannya, menggosok telapak tangannya, berusaha memberi kehangatan di sana.
" Kau.. siapa? " Lelaki itu tak lekas menjawabnya, ia masih terus menggosok telapak tangannya hingga seorang dokter wanita dengan beberapa suster di belakangnya datang menghampirinya.
" Tenanglah, aku tak akan menyakitimu jika kau menurut kepadaku. " Suaranya yang berat memberi perintah kepada Linda dan entah mengapa ia langsung menurut, seperti di hipnotis.
Pemeriksaan berlangsung tak lama, orang-orang dengan pakaian putih itu berlalu, keluar dari ruangannya setelah berbincang dengan lelaki di sampingnya.
Perlahan otaknya mulai mengingat apa yang tengah terjadi sekarang, siapa lelaki ini, di mana ia berada sekarang, mengapa ia ada di sini, namun ia masih belum mengerti siapa orang yang namanya ia sebut saat ia sadar tadi.
" Hei, apa yang kau lakukan, ku bilang tenanglah, aku tak akan menyakitimu, kemarilah, jangan menjauhiku, itu menyakitkan. " Pandangannya tertunduk setelah kata terakhir, memang itu kebenarannyakan?
" Aaric.. "
Tubuhnya kian menegang ketika Linda menyebut nama itu, terus termenung menatap lantai di bawahnya, tangannya berpindah yang tadinya meremat besi ranjang, sekarang meremat celana bahannya.
Kepalanya sekarang tak menunduk lagi, menatap wanita yang ketakutan di depannya dengan amarah yang memuncak.
Grep..
" Ya, aku Aaric, pemuda Jerman yang menyukai seorang sniper wanita sepertimu, Lyuda. " Tangan kekarnya meraih bahu kecil itu untuk di remat, terlihat kilatan kebencian di matanya, jangan di tanya seperti apa keadaan wanita kurus itu, ia ketakutan, lidahnya kelu, mulutnya hanya mampu mendesis kesakitan.
" Sakit.. " Tak sesuai harapannya, pemuda bernama Rendy alias Aaric itu malah mengeratkan rematannya membuat yang di semat menangis kesakitan.
" Jangan harap aku melepasmu, kau itu takdirku, bukan milik prajurit biasa itu, " buru-buru sang wanita menggelengkan kepalanya dengan takut, " Teruslah memohon, aku akan mendapatkanmu, bagaimanapun caranya, apapun itu.. "
Bruk..
Bahunya dihempaskan dengan kasar, bertubrukan dengan tembok dibelakangnya, air matanya masih mengalir dengan deras sembari mengusap bahunya yang memerah.
" Alex, tolong.. aku... hiks.. " Gumamnya dengan pelan, namun tetap terdengar oleh telinganya, langkahnya semakin cepat, meninggalkan wanita itu seorang diri dengan tangisannya.
BRAKK!
" Aku mohon, terimalah aku sekali ini saja, Lyuda.. "
Hai readerskuu, terima kasih atas kesabaran kalian selama ini, terima kasih udah dukung aku dengan komen dan like setiap chapternya, terima kasih banget, aku gaakan berhenti buat cerita tapi mungkin imajinasiku berhenti dan ga update selama beberapa hari atau mungkin bulan, aku minta maaf atas sifatku yang itu, selamat membaca