NovelToon NovelToon
Di Buang Keluarga,Di Pungut Tuan Mafia

Di Buang Keluarga,Di Pungut Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

Suara tangisan bayi di ruang bersalin malam itu tidak membawa kebahagiaan bagi Husein. Bagi pria itu, jeritan napas pertama putri kecilnya adalah detik terakhir dari hembusan napas wanita yang paling dicintainya. Istrinya mengembuskan napas terakhir tepat setelah merenggang nyawa demi melahirkan sang buah hati.

​"Namanya... Kirana Husein..." bisik Husein dengan suara bergetar, memeluk tubuh istrinya yang telah mendingin tanpa sedikit pun menatap bayi di dalam boks bayi.

​Sejak hari itu, Kirana tumbuh bukan sebagai lambang cinta, melainkan sebagai bayangan duka yang teramat dalam bagi Husein. Setiap kali melihat wajah polos Kirana, yang terbayang di benak Husein hanyalah penderitaan dan kepergian istrinya. Rasa benci yang tidak adil mulai mengakar di dada Husein. Bagi Husein, kehadiran Kirana adalah alasan utama mengapa belahan jiwanya telah tiada.

​Demi menjauhkan Kirana dari pandangannya, Husein mengirim putri tunggalnya itu ke sekolah asrama di tempat yang sangat jauh sejak usia K

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Isyarat Rahasia Di Kafetaria

Jam menunjukkan pukul satu siang, menandakan waktu istirahat makan siang telah usai. Para karyawan di lantai 12 mulai kembali ke meja kerja mereka masing-masing. Kirana yang baru saja merapikan berkas-berkas tugas awalnya mendadak dihampiri oleh Siska.

​Dengan langkah teratur yang sengaja dibuat kentara dan dagu terangkat angkuh, Siska berdiri di samping meja Kirana seraya melipat kedua tangannya di dada.

​"Hei, Anak Magang," panggil Siska dengan suara agak keras agar terdengar oleh seluruh ruangan. "Di divisi ini ada tradisi unik. Setiap ada anggota baru yang masuk, dia wajib mentraktir kopi dan cemilan untuk seluruh staf di lantai ini sebagai bentuk salam kenal. Jadi, sekarang tugasmu turun ke kafetaria lantai bawah dan belikan kami semua pesanan ini."

​Siska melempar selembar kertas berisi belasan daftar pesanan kopi dan kue yang rumit tepat ke atas meja Kirana.

​Beberapa karyawan lain tampak saling berbisik canggung, tahu betul bahwa 'tradisi' itu hanyalah akal-akalan Siska untuk mengerjai dan memeras anak baru. Namun, tidak ada yang berani melawan Siska yang dikenal bermulut tajam.

​Kirana menatap daftar pesanan itu sejenak. Alih-alih panik atau marah, wajahnya tetap tenang. Bagi Kirana, ini adalah ujian kecil yang sangat mudah dilalui. Apalagi, ia punya 'senjata rahasia' di dalam dompetnya.

​"Baik, Mbak Siska. Saya akan ambilkan pesanannya sekarang," jawab Kirana ramah seraya mengambil kertas itu dan berdiri.

​Siska menyunggingkan senyum kemenangan, membayangkan anak magang miskin itu akan kebingungan dan kehabisan uang untuk membayar belasan pesanan mahal tersebut.

​Kirana melangkah masuk ke kafetaria utama yang luas dan berdesain mewah di lantai dasar. Saat ia sedang berdiri di depan konter memesan belasan cangkir kopi specialty dan kue-kue premium, suasana kafetaria mendadak berubah menjadi sangat hening dan tegang.

​Area pintu masuk privat terbuka. Devan melangkah masuk dikawal oleh asisten dan beberapa pengawalnya. Kehadiran sang CEO yang sangat jarang menampakkan diri di kafetaria umum langsung menyita perhatian seluruh staf yang ada di sana. Semua orang membungkuk hormat dengan rasa sungkan dan takut yang luar biasa.

​Devan menyapu pandangannya ke sekeliling ruangan hingga mata elangnya yang tajam secara tidak sengaja menangkap sosok istrinya yang sedang berdiri memegang daftar pesanan panjang di depan konter.

​Alis Devan terangkat tipis. Raut wajahnya mendadak mengeras, memancarkan aura dingin yang mengintimidasi. Mengapa istrinya yang seharusnya menjadi Nyonya Besar di perusahaan ini justru berdiri memegang daftar pesanan seperti seorang pelayan? Devan hendak melangkah mendekat untuk mempertanyakan hal itu.

​Namun, Kirana yang sadar akan perubahan aura suaminya langsung menoleh. Mata mereka saling beradu di udara.

​Sebelum Devan sempat bertindak atau membuka suara, Kirana menyunggingkan senyum manis yang sangat tipis, lalu memberikan satu kedipan mata yang menggemaskan secara sekilas ke arah Devan—sebuah isyarat rahasia yang seolah berkata: "Aku bisa menghadapinya sendiri, semuanya baik-baik saja."

​Melihat kedipan mata dan senyuman polos istrinya, langkah tegap Devan terhenti. Ketegangan di rahangnya melunak secara drastis, berganti dengan kilatan geli dan rasa kagum di dalam matanya.

​Devan berdeham pelan, menyembunyikan simpul senyum yang hampir terukir di bibirnya. Pria berkuasa itu akhirnya mengurungkan niatnya untuk maju, memilih membiarkan sang istri memainkan perannya, meski mata elangnya tetap tak lepas mengawasi dari kejauhan.

1
Ariany Sudjana
puji Tuhan, hubungan Kirana dan Husein sudah membaik
Ariany Sudjana
hahaha Nara mana mau hidup susah? pasti ga beda sama murni, jadi pelacur murahan buat laki-laki kaya raya 🤣🤣😂😂
Waaaaaa_
😍😍😍😍
Ariany Sudjana
puji Tuhan, hubungan Kirana dan Husein juga dipulihkan
Ariany Sudjana
bagus Kirana, jangan ragu dan takut, Devan mendukung semua keputusan kamu, sekarang tinggal tunggu apakah Husein berkomitmen untuk memenuhi syarat itu
Ariany Sudjana
hahahaha mampus kamu murni, karena kesombongan kamu, perusahaan suami kamu bangkrut dan kalian siap-siap jadi gembel 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Devan and Kirana 😄🙏
Waaaaaa_: Makasih kak suport nya dari awal😍
total 1 replies
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Kirana dan Devan
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Kirana 😄🙏
Ariany Sudjana
ah ga seru, kirain si pelacur murahan dan preman itu akan diselesaikan dengan cara dunia bawah, malah dikasih ke aparat hukum
Ariany Sudjana
ga seru ini, kok Kirana dengan bodohnya langsung minum begitu saja, tanpa curiga sedikitpun. tadinya sih berharap Kirana membongkar kejahatan Siska di depan dewan direksi, tapi malah Siska yang menjebak Kirana, dan bodohnya Kirana masuk dalam jebakan itu. katanya Devan mengawasi, tapi masak Siska bisa menjalankan rencana tersebut, tanpa hambatan?
Ariany Sudjana
hah? Kirana kok langsung minum begitu saja? tanpa curiga sama sekali? bodoh sekali ya
Ariany Sudjana
semangat yah Kirana, dengan dukungan suami kamu, tunjukkan kamu itu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri, dan kamu tunjukkan kamu jauh lebih berkelas daripada si pelacur murahan Siska itu
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
tunjukkan pd keluarga mu klo kamu bisa berdiri di atas kakimu sendiri...semangat kirana
Ariany Sudjana
semangat yah Kirana untuk memulai hari baru, bekerja di Devan corp. tunjukkan kamu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri
Ariany Sudjana
bagus Devan, kamu tidak salah memilih istri, Kirana itu perempuan tangguh dan mandiri, dan tugas kamu melindungi Kirana dan menghancurkan keluarganya yang ga tahu diri itu
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kamu gk boleh lemah di depan mereka, kamu harus jd wanita tangguh dan balas perbuatan mereka
Ariany Sudjana
jangan takut Kirana, kamu harus bangkit dan kalahkan orang-orang yang ga tahu diri itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!