NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Dokter Anton

Mengejar Cinta Dokter Anton

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Dokter Genius / Harem / Cinta Murni / Dokter / Tamat
Popularitas:64.6k
Nilai: 5
Nama Author: Indaria_ria

Disarannkan sebelum baca cerita ini baca dulu karya saya Gadis Miskin Kesayangan CEO ya, agar tidak gagal fokus, disana cerita Tania dan Dokter Anton bermula.....#

Anton adalah seorang Dokter Umum yang melanjutkan studinya untuk meraih gelar sebagai Dokter spesialis kejiwaan, dalam tugasnya Dokter Anton bertemu dengan seorang pasien yang bernama Dinda yang sedang mengalami depresi berat atas meninggalnya kekasih yang ia cintai dalam kecelakaan.

Lambat laut kedekatan mereka membuat Dinda menemukan kekasihnya dalam diri Dokter Anton. Tapi saat ini Anton belum bisa membuka hatinya untuk siapa pun, dihatinya masih ada Tania yang susah sekali ia lupakan.

Berjalannya Waktu Tania tiba-tiba datang setelah Anton sudah sedikit melupakannya dan ingin melanjutkan hidupnya siapakah nanti yang akan mengejar cinta Anton?? Apakah Tania atau Dinda??

Karya ini hanya sekedar hayalan Author ya 🤭 semoga kalian suka ceritanya...!!

Happy reading!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indaria_ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Kepulangan Dinda

"Baiklah kalau begitu, lain waktu kita berbincang lagi Tania. Boleh saya meminta nomor ponselmu?'' Belum sempat Tania menjawab Alex langsung saja ikut menyela.

"Maaf Pak Bima apa kita bisa langsung menandatangani surat perjanjian kita?"

"Ya, silahkan Pak Alex!" Dengan sedikit tidak suka Bima menjawab.

"Tania apa kamu sudah selesai membuat surat perjanjiannya?"

"Sudah, semua sudah siap. Ini Pak!'' Dengan cepat Tania segera menyerahkan sebuah Map yang tadi berada di tangannya.

Sementara itu di tempat duduknya Bima masih saja memperhatikan Tania, sebenarnya Alex juga mulai melirik kearah Bima bahkan dengan sengaja kini Alex sedikit lebih mendekat kearah Tania agar mengalihkan pandangan Bima terhadap Tania.

Sebenarnya Tania merasa heran dengan sikap Alex yang sengaja semakin mendekat kearahnya, Bima disana nampak mulai tidak menyukai keberadaan Alex yang semakin dekat sekali di sebelah Tania.

"Pak Adrian, Pak Alex bisa kita mulai sekarang?"

"Silahkan!" Jawab Pak Adrian tapi berbeda dengan Bima disana matanya masih saja melihat kearah Tania yang berada di sebelah Alex. Dia seperti terhipnotis dengan kecantikan Tania sampai-sampai di tidak mendengarkan pertanyaan Alex.

"Pak Bima apa anda sudah siap?" Tanya Pak Adrian di sebelahnya, disana Bima langsung terkejut saat orang disebelahnya bertanya pada dirinya.

Sebenarnya Tania mulai risih dengan tatapan Bima terhadapnya, dia merasa tatapan itu tidak pantas di lakukan di tempat kerjanya. Disana Tania dengan terpaksa mulai menyibukkan dirinya membaca kembali surat perjanjian yang sudah ia buat.

"Ya, saya! Bagaimana Pak!"

"Wah sepertinya Pak Bima sedang tidak konsentrasi rupanya.'' ucap Pak Adrian disana, gelak tawa akhirnya tidak bisa dihindarkan semua orang tertawa disana kecuali Alex dan juga Tania.

"Ya Pak, saya sedikit kurang konsentrasi karena ada sesuatu hal yang membuat saya hampir lupa segalanya!" Ucap Bima sambil melirik kearah Tania, tapi disana Tania tidak mau mendengar ucapan Bima dia malah sibuk dengan kertas-kertas di depannya.

Alex hanya tersenyum saat Tania ternyata tak melihat kearah Bima saat Bima sedang membicarakan dirinya, dia merasa bahagia sepertinya Tania tidak tertarik sama sekali terhadap Bima.

"Baiklah kita mulai sekarang ya Bapak-bapak yang saya hormati?"

"Silahkan Pak Alex!"

Akhirnya surat perjanjian itu di sepakati bersama oleh ketiga belah pihak, mereka saling menandatangani surat perjanjian masing-masing. Disisi lain Alex merasa senang dengan kerja sama ini, dia bisa menunjukan pada kedua orang tuanya kalau dirinya bisa memajukan perusahaan kecil yang mereka anggap remeh untuk di kelola putranya.

Acara penanda tanganan pun selesai sudah, kini mereka sudah mulai bisa bekerja sama dalam berbisnis, kini para tamu-tamu penting pun satu demi satu mulai berpamitan untuk kembali kekantor mereka masing-masing tapi tidak dengan Bima dia enggan meninggalkan kantor milik Alex.

"Tania bisa kita bicara sebentar!"

"Maaf Bima, apa ada masalah? kalau ada masalah tentang kerjasama, kamu bisa tanyakan langsung pada Pak Alex. Maaf sekali bukannya saya tidak sopan tapi disini saya pekerja, dan saya harus kembali bekerja, maaf ya?"

Disana Bima langsung tercengang dengan jawaban Tania, dia merasa Tania sangatlah sombong terhadapnya, sepertinya Tania tidak mau didekati oleh dirinya.

"Lihat saja Tania sebentar lagi akan ku buat kamu bertekuk lutut terhadapku!" Umpat Bima dalam hati, disana nampak Alex tersenyum puas atas penolakan Tania pada Bima. Dipastikan kalau Bima bukanlah saingan dia untuk mendapatkan Tania.

Dengan terpaksa Bima langsung berpamitan untuk segera pergi dari kantor Alex, dengan rasa kecewa yang ia bawa dia harus merelakan Tania menolaknya dia marah untuk saat ini, tapi tidak untuk esok hari dia berjanji akan membuat Tania bisa bertekuk lutut di hadapannya.

Semua para tamu sudah pergi meninggalkan kantor milik Alex, disana Alex segera bergegas meninggalkan ruang pertemuan dan akan kembali keruangannya sendiri. Tapi di persimpangan jalan menuju keruangannya kini dia sedang melintasi meja kerja milik Tania.

"Tania, apa hari ini kamu baik- baik saja?"

"Ya saya baik-baik saja, apa ada sesuatu yang aneh pada diriku?"

"Tidak ada aku hanya bertanya saja pada dirimu! Ya sudah lanjutkan saja kerjamu!" Alex segera melanjutkan langkahnya menuju keruangannya.

"Dasar Alex aneh! Ada apa dia bertanya seperti itu?" Gumam Tania sambil masih saja menatap kepergian Alex dari meja kerjanya.

**

Sementara itu Dinda dan kedua orang tuanya sudah memasuki mobil dan akan segera pergi meninggalkan tempat yang selama ini Dinda telah dirawat, disana nampak wajah sedih Dinda menghiasai raut wajahnya dia sebenarnya berat meninggalkan tempat itu, tapi bagaimanapun dia harus melanjutkan hidupnya di tempatnya berasal.

Sedikit kekecewaan yang Dinda bawa, sampai Dinda mau pulang Dokter Anton tak sedikitpun menemui dirinya, padahal dia ingin sekali mendapat jawaban atas ungkapan cintanya untuk dia bawa pulang sepahit apapun itu dia ingin mendengar jawaban langsung dari Dokter Anton.

Dengan segera mobil yang mereka tumpangi pelan-pelan meninggalkan Rumah Sakit itu, "Selamat tinggal semua  kenangan, aku tidak akan melupakan tempat ini." ucap Dinda disana.

Sementara itu Bu Sinta dan Pak Bagas sama-sama saling pandang, disisi lain mereka senang melihat putrinya bisa kembali dalam pelukan mereka tapi disisi lain mereka sedih melihat putrinya mungkin sedang bersedih sudah banyak kenangan yang putrinya lalui selama di Rumah Sakit itu.

Sementara itu disebuah ruangan milik Dokter Anton, disana nampak Anton sedang berdiri di samping jendela sambil melihat kepergian Dinda dari jauh. Sebenarnya dalam hati kecilnya dia merasa tak tega melakukan semua itu pada Dinda.

"Maafkan akun Din, bukan maksud aku tidak mau memberikan jawaban sebelum kamu pulang, mungkin sikapku akan membuatmu berfikir yang tidak-tidak. Tapi, itu lebih baik untukmu sebentar lagi mungkin kamu akan membenciku dan pasti cepat lambat kamu juga akan melupakanku. Kamu harus kembali kedunia dimana awal kamu menemukan jati dirimu."

"Maafkan aku, bukan aku tidak menyukaimu dalam hati kecilku aku juga sebenarnya menyukaimu, tapi aku tidak mau terjebak dengan cinta yang salah. Awalnya aku juga menginginkanmu, tapi saat kamu bilang kalau kamu menemukan Andreasmu ada pada diriku disaat itu juga aku merasa aku hanya sebagai pelampiasan mu."

"Selamat tinggal, lanjutkan lah hidupmu tanpa diriku, semoga kamu akan menemukan kebahagiaanmu di tempat lain, selamat tinggal!" Ucap Dokter Anton setelah matanya sudah tidak melihat lagi mobil yang di tumpangi Dinda.

Sementara itu tiba-tiba hati Dinda merasa tidak nyaman dia merasa ada sesuatu yang sudah mengusik hatinya, dia gelisah saat ini. Bu Sinta sedikit panik melihat putrinya nampak tidak nyaman di kursi tempat duduknya.

"Sayang apa kamu merasakan kegelisahan lagi? Apa kamu mau meminum obatmu dulu?" Tanya Bu Sinta yang sedikit panik takut kalau putrinya kambuh lagi depresinya.

"Iya Bu, sepertinya aku butuh obat untuk menenangkan fikiranku." dengan cepat Bu Sinta segera mengambilkan obat itu dan dengan segera memberikannya pada Dinda beserta satu botol air minum untuk Dinda.

Disana Dinda langsung meminum obat itu, lambat laun obat itu mulai bereaksi kini matanya sangat berat untuk terbuka, dia mengantuk dan akhirnya dia tertidur di sandaran bahu Ibunya.

Bersambung ..

Terimakasih Author ucapkan untuk para readers yang masih mengikuti cerita ini ...maaf Author kadang Up kadang tidak karena kesibukan Author di dunia nyata🤭 semoga kalian masih stay di cerita ini ya! 🙏🙏

1
Saidi anton
tetap semangat dan terus berkarya 💪
Tiek
kamu menjengkelkan lek
Tiek
Alex ga punya aklak
Tiek
pasti laki" gila itu Damian
Emy Angga
pasti it damian.tpi bukan kah Dy bunuh diri kemarin di penjara thor
Saidi anton: semangat selalu untuk penulis salam sehat dan selalu membuat karya karya cerita
total 2 replies
Emy Angga
astaga baru sjh di bab pertama SDH senewen ini🤧🤧
Indaria_ria: Othor terharu sampai lanjut karya berikutnya terimakasih kak Emy/Scowl/
total 1 replies
Chris Antono
nanggung sekali
Chris Antono: cobalah bikin season ke 2 nya kak
total 2 replies
Chris Antono
Luar biasa
Indaria_ria: Trimakasih ulasan bintang 5nya kak Cris Antono/Pray/
total 1 replies
Chris Antono
Lumayan
Indaria_ria: Trimakasih ulasanya kak Chris Antono/Smile//Pray/
total 1 replies
reza indrayana
Lanjutan kisah Evan & Alena nich .. to apa eoesode berikutnya ada kisah Evan -Alana sekeluarga yg bikin penasaran ...
Indaria_ria: lanjutannya hanya di Tania dan Dokter Anton kak....soalnya dulu ada yang minta di lanjut...kalau Evan dan Elena belum ada kelanjutannya/Grin/maafkanlah
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Ayo dr Anton sembuhkan Dinda dgn kemampuan mu.....kasian klo ga disembuhkan bisa depresi akut dan bunuh diri lagi ....masa depan nya mdh panjang kasian ortu nya.... sakit iahhh terpisah Krn takdir 😔😔🙈🙈
Indaria_ria: Semoga saja ya kak.../Grin/
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Astaghfirullah Dinda depresi dan bunuh diri smoga msh bisa dislmtkan....gelooo thorrr awal cerita udh tegang maen bunuh diri 😅😅😅🙈🙈🙈
Indaria_ria: /Grin//Grin//Pray//Pray/
total 1 replies
Nunik Wahyuni
Baru baca tiba tiba ada tokoh baru Dinda 😅😅😅thorrr aku hadir iahh 💃💃😍😍
Indaria_ria: Wah...silahkan kak Nunik Wahyuni/Heart/ semoga suka dengan ceritanya....
total 1 replies
Sri Wardoyo
saya pribadi sangat terkesan. kayaknya penulis seorang yang sangat mendalami masalah kejiwaan
Indaria_ria: Terimakasih kak saya sangat terharu/Cry/
total 1 replies
Sri Wardoyo
saya sangat suka gaya penulisannya yg tdk bertele tele, semangat semoga selalu sukses
Indaria_ria: Aamiiin....terimakasih kak Sri Wardoyo semoga kakak sehat selalu/Pray//Smile//Heart/
total 1 replies
Asyatun 1
keren
Indaria_ria: Terimakasih kak Asyatun 1 sudah mau mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir, terimaksih sudah meninggalkan jejak like nya juga. Sehat selalu ya /Pray//Smile//Heart/
total 1 replies
Nita Puspita
kok gak sampek menikah
Indaria_ria: Maafkan Author ya kak Nita puspita ceritanya cukup sampai disini karena sesuatu hal harus saya tamat kan semoga kakak tidak kecewa ya/Facepalm/ boleh baca cerita karya Author yang lain...kalau kakak suka ya😊 Terimakasih sudah mengikuti cerita dari awal sampai akhir sehat selalu buat kakak
total 1 replies
Nita Puspita
lanjut
Indaria_ria: Terimakasih sudah sejauh ini mengikuti ceritanya ini kak/Smile/
total 1 replies
Nita Puspita
jangan sampai tania diapa"in
Indaria_ria: hehe....semoga saja ya
total 1 replies
Nita Puspita
selamatkan tania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!