NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Asura

Kebangkitan Kaisar Asura

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Seorang pemuda dari Klan Lin, Lin Huang mencoba mencari jalannya sendiri di tengah keputusannya. Hingga suatu hari, kejadian tak terduga yang dia alami justru menjadi titik balik baginya untuk hidup di tempat yang hanya peduli pada kekuatan ini... Apa yang sebenarnya terjadi padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lembah Dewa Jatuh

Kemenangan mutlak Lin Huang di Lantai Lima Puluh Menara Empat Jagat mengirimkan gelombang kejut yang dahsyat ke seluruh penjuru akademi. Dalam semalam, statusnya berubah dari seorang murid baru yang kontroversial menjadi figur yang paling ditakuti sekaligus disegani di kalangan Murid Dalam.

Faksi Gagak Hitam dan para sekutunya dari Ras Iblis Benua Barat mendadak bungkam; kehilangan Mo Rong dan tumbangnya Yin Kuang merupakan pukulan telak yang menghancurkan taring politik mereka di area luar menara.

Namun, di balik dinding-dinding megah akademi, riak-riak badai yang lebih besar justru baru saja dimulai.

Keesokan paginya, di bawah langit cerah Puncak Arak.

Huang duduk bersila di tepi tebing, memulihkan sisa-sisa kelelahan dari pertarungan sengit kemarin. Kitab Pembalik Surga Sembilan Putaran kini mengalir dengan sangat lancar. Setelah menelan Pil Kristal Bumi dan melewati batas pertempuran hidup-mati melawan Yin Kuang, basis kultivasinya di Ranah Formasi Inti Tingkat Awal kini telah mencapai titik jenuh yang sangat kokoh.

TAP.

Langkah kaki yang halus memecah keheningan. Huang membuka matanya dan mendapati Penatua Jiu berjalan mendekat. Pria tua itu tidak membawa kendi araknya seperti biasa. Wajahnya yang biasa malas kini terlihat agak serius.

"Kau membuat keributan yang terlalu besar, Bocah," ujar Penatua Jiu, menatap Huang dengan tangan terlipat di belakang punggung.

"Mengalahkan Yin Kuang dengan menyusupkan energi Asura ke dalam teknik fisik murni... itu langkah yang cerdas, tapi kau tidak bisa mengelabui semua orang. Beberapa tetua agung dari Ras Iblis di Dewan Tertinggi akademi mulai menaruh curiga pada asal-usul kekuatanmu."

Huang berdiri, memberikan hormat. "Murid mengerti, Guru. Namun dalam situasi kemarin, jika murid menahan diri, muridlah yang akan hancur."

Penatua Jiu menghela napas, lalu seulas senyum bangga kembali muncul di wajah keriputnya. "Aku tidak menyalahkanmu. Memukul jatuh pangeran Tanduk Hitam itu memang sangat memuaskan. Tapi, akademi tidak lagi aman bagimu untuk sekadar berdiam diri dan bermeditasi. Kau butuh alasan legal untuk meninggalkan area inti sampai riak kecurigaan ini mereda."

Penatua Jiu melemparkan sebuah token emas khusus ke arah Huang. Token itu berukir lambang empat jagat dengan segel merah bertuliskan: Misi Tetua Agung.

"Ada laporan dari jaringan intelijen kaum Peri," lanjut Penatua Jiu, suaranya merendah. "Di Reruntuhan Kuno Lembah Dewa Jatuh, yang terletak di perbatasan antara Benua Pusat dan Benua Barat, telah mendeteksi adanya fluktuasi energi purba yang sangat mirip dengan energi di dalam tubuhmu. Jenderal Gorgon dan sekte-sekte hitam sudah mengirimkan tim ekspedisi rahasia ke sana."

Jantung Huang berdegup kencang. Lembah Dewa Jatuh. Tempat itu dirumorkan sebagai lokasi pertempuran terakhir para dewa dan iblis kuno ribuan tahun lalu. Jika ada fluktuasi energi Asura di sana, itu adalah kunci jawaban atas asal-usul garis keturunan terlarang yang bersemayam di Dantiannya.

"Misi resmimu dari akademi adalah menyelidiki tempat itu dan mencegah faksi hitam menguasai pusaka kuno yang ada di dalamnya," kata Penatua Jiu. "Putri Elysa dan pengawalnya, Mu, juga akan ikut dalam tim ini sebagai perwakilan resmi dari Ras Peri. Kalian akan berangkat dalam tiga hari."

Huang mengepalkan tangannya, token emas di genggamannya terasa dingin namun membakar tekadnya. "Murid menerima misi ini, Guru."

Tiga hari kemudian berlalu dengan cepat. Di gerbang teleportasi rahasia Akademi Empat Jagat, Huang bertemu dengan Elysa dan Mu. Elysa mengenakan zirah ringan perak bersulam daun emas, sementara Mu membawa pedang raksasanya dengan ekspresi waspada.

"Lin Huang," Elysa menyapa dengan anggukan hangat. "Lembah Dewa Jatuh bukanlah tempat yang ramah. Selain medan magnet magis yang bisa mengacaukan navigasi spiritual, tempat itu kini menjadi zona merah karena faksi Gagak Hitam dipastikan mengirim para tetua ranah Jiwa Nascent setengah langkah untuk mengawal tim mereka."

"Kita tidak boleh lengah," Mu menimpali, suaranya berat. "Di dalam lembah, basis kultivasi semua orang akan ditekan oleh hukum alam kuno hingga maksimal hanya mencapai Ranah Formasi Inti Lingkaran Sempurna. Itu adalah keuntungan bagi kita, tapi juga berarti pertempuran fisik akan menjadi sangat brutal."

Huang tersenyum tipis, sepasang matanya berkilat penuh antisipasi. Di bawah penekanan hukum alam yang membatasi kultivasi tinggi, fisik perunggu Asura miliknya justru akan menjadi senjata paling mematikan.

"Kalau begitu, mari kita berangkat," ujar Huang tenang.

HUMMM!

Formasi teleportasi kuno di bawah kaki mereka menyala terang, memancarkan pilar cahaya putih yang membubung ke langit, menelan ketiga sosok itu dalam sekejap.

Perjalanan menuju Reruntuhan Lembah Dewa Jatuh telah dimulai. Di tempat di mana rahasia masa lalu terkubur dan hukum modern tidak lagi berlaku, Lin Huang siap menembus batas dirinya, memburu jawaban atas takdir Asura yang mengalir di dalam darahnya, dan menghancurkan siapa pun yang berani menghalangi jalannya.

 

WUSH!

Sensasi dingin dan hantaman tekanan ruang yang hebat menyambut mereka begitu kaki mereka menapak di tanah yang baru. Udara di tempat ini sangat tipis, dipenuhi aroma belerang dan debu kuno yang menyesakkan dada.

Ketika pilar cahaya teleportasi memudar, Huang, Elysa, dan Mu mendapati diri mereka berdiri di tepi sebuah tebing raksasa. Di hadapan mereka, membentang Lembah Dewa Jatuh—sebuah celah bumi mahaluas yang seolah-olah terbentuk dari tebasan pedang dewa raksasa. Tanah di dasar lembah berwarna hitam legam dengan sungai-sungai magma kecil yang mengalir bagai urat darah bumi, sementara di langit atas, awan badai berwarna merah berputar tanpa henti, memancarkan petir-petir statis tanpa suara.

Ugh!

Mu mendengus pelan, tubuh kekarnya tampak sedikit membungkuk. Di sampingnya, Elysa juga memegangi dadanya, napasnya memburu.

"Hukum penekanan di tempat ini... jauh lebih mengerikan dari yang tertulis di catatan kuno," bisik Elysa sembari berusaha menstabilkan napasnya.

Huang memejamkan mata, merasakan kondisi di dalam tubuhnya. Seperti yang dikatakan Mu sebelum berangkat, hukum alam kuno di lembah ini langsung menekan basis kultivasi mereka. Mu yang aslinya berada di ranah tinggi kini merasakan energinya mandek di Ranah Formasi Inti Lingkaran Sempurna.

Namun, bagi Huang, penekanan ini justru memicu reaksi yang luar biasa. Di dalam Dantiannya, inti abu-abu keemasan berputar dengan sangat nyaman. Karena fisik murninya didasarkan pada kekuatan Asura yang memang lahir dari era kuno, tubuh Huang sama sekali tidak merasakan beban penekanan tersebut. Malahan, otot-otot perunggunya terasa lebih ringan dan responsif.

"Junior Lin, kau... tidak terpengaruh?" Mu menatap Huang dengan pandangan tak percaya saat melihat pemuda itu tetap berdiri tegak tanpa riak energi yang goyah.

"Fisikku sedikit berbeda, Senior Mu," jawab Huang diplomatis, menyembunyikan senyumnya. "Ayo, kita harus bergerak sebelum tim dari faksi Gagak Hitam mengamankan area inti."

Mereka bertiga bergerak cepat menyusuri jalan setapak tebing yang curam menuju dasar lembah. Berkat indra tajam Elysa sebagai seorang Peri, mereka berhasil menghindari beberapa wilayah yang dipenuhi oleh Badai Spasial—retakan ruang tak kasat mata yang bisa memotong tubuh kultivator menjadi serpihan dalam sekejap.

Setelah dua jam perjalanan, mereka tiba di sebuah reruntuhan kuil kuno yang terbuat dari balok-balok batu hitam raksasa. Di tengah kuil tersebut, terdapat sebuah gerbang batu yang telah hancur, memancarkan fluktuasi energi ungu pekat yang sangat akrab di indra batin Huang. Itulah energi Asura murni, namun dalam skala yang jauh lebih masif daripada yang ada di tubuhnya. Energi itu seolah memanggil-manggil darah di dalam tubuh Huang, membuat jantungnya berdegup kencang.

Namun, langkah mereka terhenti ketika hidung Huang menangkap aroma anyir darah yang masih segar.

"Ada pertempuran di depan," bisik Huang, memberi isyarat tangan agar Elysa dan Mu merendahkan tubuh di balik reruntuhan pilar batu.

1
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
Libz Adoel
👍👍👍👍👍
Libz Adoel
Mantappp 👍👍😍
Yann_Story: makasih😇
total 1 replies
yos helmi
🤭🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
bagus.. lebih bagus kalao sampe tamat n up minimal 3 bab / hari.. sy ng sayang kasih dukungan..
Yann_Story: siapp😇
total 1 replies
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!