Cerita mengandung ***** ******, kisah diambil dari kisah nyata, hanya unsur peran yang sedikit diubah, bukan plagiat ya kakak 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kitty demplon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari pertama kekantor
sesampai di kantor pun wajah vivi masih saja di tekuk.
tidak ada gurat senyum sama sekali.
Semua karyawan memandang terkejut, melihat alex, istri dan selingkuhan nya jalan bersama.
mereka saling berbisik satu sama lain.
banyak yang memuji, banyak pula yang mencemooh.
alex pun menjadi sangat gugup, takut jika ada karyawan yang sampai berani melapor kepada arini.
"emmm, dek. kamu langsung keruangan saja ya? ayok aku antar. takut nanti kamu tidak tahu di mana ruangan mu" ucap alex cepat untuk menghindari gosip yang tidak tidak.
"baik lah, mas. ayok" arini tersenyum manja sambil menggandeng lengan alex.
Vivi yang berjalan di belakang mereka hanya bisa mengepal tangan.
"lihat tuh, pasti bu vivi sudah kebakaran jenggot ya, melihat pak alex bersama istri nya" ucap salah satu karyawan.
"iya loh! dengar dengar mereka itu saudara ipar. tapi kok sampai hati ya mereka selingkuh" ucap salah satu karyawan lagi.
mereka pun terus saling ber bisik satu sama lain.
Vivi pun langsung memutar badan untuk kembali keruangan nya sendiri.
vivi benar benar tidak tahan melihat kemesraan alex dan arini.
"mas, ini ruangan ku?" ucap arini sesampai di dalam.
"iya, dek. tapi tunggu dek, memang kamu di sini juga mau bekerja?"
"pertanyaan mu ini aneh sekali, mas. kan aku sudah di kantor, lantas untuk apa kalau aku tidak bekerja? aku juga cukup berpengalaman kok di dunia kantor."
"oh ya, mas. ruangan mbak vivi di mana ya" sambung nya lagi.
"emmm anu, dek. ada di sebelah mas" jawab nya dengan begitu gugup.
"loh kok bisa pas banget begitu, mas. memang jabatan nya apa?"
"em itu, dek. mbak vivi mengganti kan asisten mas untuk sementara. karena asisten mas sedang ambil cuti nikah, jadi mas pikir dari pada orang lain, mending mbak vivi. dia juga cukup menguasai menjadi asisten."
arini pun hanya manggut, dalam hati dia terus berpikir, bukan karena mahir melainkan mereka ingin bebas selalu berdua.
"dek, ya sudah. mas tinggal ke ruangan mas dulu ya."
"mas tunggu....." ucap arini sebelum alex melangkah jauh, alex pun membalik kan badan.
"ya, dek. ada apa?"
"tugas ku di sini ngapain mas, kalau aku tidak di kasih pekerjaan aku akan bingung."
"nanti mas tanyakan ke bagian kepala manager dulu ya, dek."
arini pun mengacungkan kedua jempol, tanda mengerti.
setelah alex benar benar pergi, arini pun keluar dari ruangan dan berkeliling.
Semua karyawan hanya bisa menyapa sambil tertunduk.
"selamat pagi, buk!" ucap karyawan saling bersahutan.
"pagi....." jawab arini dengan ramah.
Tak jauh arini melihat seseorang yang tak asing, ya arini pun sangat mengenal nya.
risma!, kamu risma kan?"sapa arini menegur wanita yang sedang mengeprint dokumen.
wanita itu pun langsung menoleh dan menatap arini.
"ya aku risma" jawab nya masih dengan wajah datar.
"hey, kamu tidak mengenal ku? aku arini, teman sebangku kuliahmu."
seketika bola mata nya membulat dengan mulut menganga.
"a....arini issabela?" ucap nya terbata.
arini mengangguk kan kepala "ya benar! kamu masih mengingat ku kan?"
"ya ampun arini!" risma pun langsung memeluk dengan erat.
"kamu apa kabar? tapi kenapa penampilan mu seperti ini sekarang?" ucap nya lagi sambil menelisik penampilan arini.
arini memejam kan mata "panjang cerita nya ris, nanti deh kalau ada waktu kita ngobrol ya."
"hmm baik lah. eh ngomong ngomong kamu baru masuk ke kantor ini ya?"
Arini tertawa ringan.
"ini kan perusahaan punya ku ris! jadi kapan saja aku mau ya tinggal datang."
"hah! bukankah pemilik perusahaan ini pak alex rin?" risma benar benar kaget dengan pengakuan arini, benar benar masih tidak percaya.
"iya ris, mas alex itu suami ku."
"apa! pak a.....alex suami mu?" kini risma benar benar di buat kaget, jantung nya berasa berdetak sangat kencang.
"iya, kenapa ris? kok kamu kaget gitu mendengar nya."
"bukankah pak alex......" risma pun tak kuasa berucap lagi, dia menggantung ucapan nya begitu saja.
"apa ada sesuatu ris?" tanya arini penuh tanda tanya, meski pun arini sendiri sudah sangat yakin dan tahu, jika semua karyawan sudah tahu hubungan alex dengan vivi.
"ah ti.....dak rin! tidak apa apa. emm aku kembali ke ruangan ku dulu ya, dokumen ini akan segera di pakai untuk meeting" risma seperti tengah menghindar dari arini.
Saat risma akan berlalu, secepat mungkin arini memegang pergelangan tangan itu.
"aku sudah tahu semua ris, jadi tidak perlu sungkan kamu menceritakan kepada ku. masalah mas alex dan vivi kan?"
risma pun langsung membulatkan mata dan menatap tajam ke arah risma. dia benar benar tidak menyangka, masih ada wanita sekuat dan setegar arini seperti sekarang. dengan sangat santai nya arini mempertanyakan hal itu kepada dia.
"maafkan aku, rin." ucap nya dengan wajah tertunduk.
"tidak perlu meminta maaf, kamu tidak salah kok. nanti kalau ada waktu kita makan siang bareng ya! ada banyak hal yang ingin aku ceritakan kepada mu" ucap arini tersenyum tipis.
risma pun membalas, dia pun sekali lagi berpamit kepada arini.
Dirasa sudah cukup menjauh, risma membalik kan badan dan menatap arini.
Ada apa sebenar nya dengan rumah tangga mu rin? bahkan aku melihat perubahan mu yang begitu drastis. dulu kamu seorang primadona di kampus, tapi sekarang..... ucap nya seorang diri dengan wajah sendu menatap arini.
Alex kini tengah berjalan menuju keruangan vivi. sebelum itu, dia telah memberi tahu security agar tidak mengizinkan siapa pun itu bisa masuk ke ruangan nya dan juga ruangan vivi tanpa seizin nya. padahal tujuan nya hanya untuk arini tetapi karena tidak ingin security itu curiga, maka peraturan itu di buat untuk umum. awal nya sang security pun menolak, tetapi setelah alex memberi beberapa lembar uang berwana merah, security itu meng iya kan.
tak di sangka, ternyata semua itu telah terpantau oleh arini. setelah kepergian alex arini pun mendekati security itu.
"maaf, buk. mau bertemu siapa? ucap security itu.
" mau bertemu pak alex, pak."
"tapi maaf, buk. pak alex saat ini sedang tidak mau di ganggu."
arini pun tersenyum sinis.
"saya tahu, pak. bukan karena dia tengah sibuk, tetapi pak alex melarang siapa pun untuk masuk keruangan nya, betul begitu?"
security itu pun di buat gugup, dia juga tidak mengenali jika wanita di depan nya ini adalah istri dari atasan nya sendiri.
"bapak tidak tahu siapa saya?" ucap arini lagi.
"Saya adalah satu satu nya pemilik perusahaan ini, lebih tepat nya, saya adalah istri sah dari pak alex" sambung arini menjelaskan.
"ja.....jadi ibu ini, bu arini" jawab nya terbata.
"yaps, betul sekali. saya sudah tahu semua kok pak, kalau bapak telah di suruh mas alex untuk tidak mengizinkan siapapun masuk keruangan nya. bapak tahu kalau saya punya hak bisa memecat bapak dari perusahaan saya jika tetap melarang saya masuk."
"ja....jangan, buk. kalau sampai saya di pecat, bagaimana anak dan istri saya" ucapa nya memohon.
"kalau begitu izinkan saya masukbya pak! l" arini pun masih berbicara dengan sopan.
"ta....tapi, buk. bagaimana jika pak alex marah sama saya."
"saya yang punya kuasa di sini, pak. jadi tidak akan ada yang bisa mengeluarkan bapak dari sini tanpa persetujuan saya. karena mulai hari ini saya akan selalu ada di kantor."
dengan berat hati, akhir nya security itu pun memberi izin.
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪