NovelToon NovelToon
King'S Regrets S²

King'S Regrets S²

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:510.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: xialin12

Sebelum membaca cerita ini, di mohon untuk membaca cerita sebelumnya yang berjudul "King's Regrets" agar lebih memudahkan dan memahami alur saat membaca cerita ini. Terima kasih.

Jangan lupa untuk Subs, Like dan meninggalkan jejak kalian di kolom komentar ya 🙏😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon xialin12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KRS² #31

Hari ini semua orang yang ada di dalam istana negara Ming dibuat khawatir dan juga takut oleh permaisuri.

Para tabib istana keluar masuk istana putra mahkota, karena mereka harus memeriksa keadaan permaisuri secara bergantian.

"Kalian harus bisa menyelamatkan permaisuri dan kedua cucuku." Ucap kaisar kepada para tabib.

"Kami akan berusaha sebisa kami yang mulia. Mohon untuk bersabar dan tenangkan diri yang mulia." Ucap salah satu tabib.

Pagi ini setelah Xiao Wei membantu permaisuri Jing mandi, entah kenapa tiba-tiba permaisuri merasakan sakit di perutnya sehingga Xiao Wei berlari dengan cepat, untuk memberitahu putra mahkota yang ada di ruang baca.

Setelah putra mahkota tahu, dia meminta para tabib untuk datang ke istananya. Dia juga memerintahkan pelayan pribadinya untuk memberitahu ratu dan juga kaisar.

Saat ini di dalam kamar permaisuri ada tiga tabib yang sedang memeriksa keadaan permaisuri. Di dalam kamar juga ada kaisar dan ratu yang menunggu para tabib dengan khawatir.

"Sebenarnya apa yang sudah terjadi pada permaisuri?" Tanya putra mahkota pada Xiao Wei di luar kamar.

"Ampuni hamba yang mulia, hamba juga tidak tahu. Setelah hamba membantu yang mulai permaisuri mandi dan mengganti pakaian, tiba-tiba permaisuri merasakan sakit di perutnya." Ucap Xiao Wei dengan takut.

"Ini baru bulan ke-8 belum waktunya untuk permaisuri melahirkan."

"Benar yang mulia."

"Apa kau melihat permaisuri makan atau minum sesuatu kemarin?"

Xiao Wei diam, dia mencoba mengingat-ingat apa saja yang permaisuri lakukan dan makan kemarin.

"Yang mulia permaisuri tidak memakan apa-apa yang mulia, kecuali makanan yang biasa permaisuri makan."

"Yang mulia! yang mulia!"

Suara salah satu tabib terdengar begitu mengkhawatirkan, putra mahkota yang mendengar itu segera masuk ke dalam kamarnya. Begitu juga dengan Xiao Wei.

"Apa yang terjadi dengan permaisuriku?" Tanya putra mahkota kepada para tabib itu.

"Ampuni kami yang mulia, yang mulia permaisuri sepertinya akan melahirkan." Ucap salah satu tabib.

"Melahirkan?"

"Benar yang mulia, permaisuri akan melahirkan."

"Baik, jika memang permaisuri akan melahirkan, kalian harus melakukannya dengan baik dan tidak boleh melakukan kesalahan sedikitpun."

"Kami mengerti, yang mulia. Mohon kepada yang mulia kaisar, yang mulia ratu dan yang mulia putra mahkota, untuk keluar terlebih dahulu. Tabib Xue akan membantu permaisuri melahirkan."

Kaisar, ratu dan putra mahkota terpaksa keluar dari kamar, hanya ada Xiao Wei dan tabib Xue beserta asistennya di dalam kamar.

"Salam kepada yang mulia, maaf hamba baru mendengar berita tentang permaisuri." Ucap Min'er yang baru saja sampai bersama dengan Yun Xiao.

"Permaisuri sedang berada di dalam, tabib Xue tengah membantu permaisuri melahirkan." Ucap putra mahkota Zhang.

Semua orang menunggu di luar kamar, mereka sangat mengkhawatirkan permaisuri dan juga kedua bayinya yang ada di dalam perut.

Ini karena permaisuri Jing akan melahirkan satu bulan lebih cepat dari waktu yang seharusnya, dan ini pun baru pertama kali terjadi di negara Ming.

Semua menunggu dengan cemas karena tidak ada pergerakan dari dalam kamar, juga tidak ada suara apapun yang terdengar dari luar.

"Sebenarnya apa yang sedang mereka lakukan di dalam, kenapa sangat sunyi sekali?" Tanya putra mahkota dengan khawatir.

"Ampun yang mulia, mohon yang mulia menunggu dengan tenang, kita semua sama-sama ingin melihat permaisuri, dan kedua anak putra mahkota serta permaisuri baik-baik saja." Ucap salah seorang tabib yang turut menunggu di luar kamar.

Putra mahkota berjalan ke sana kemari, dia benar-benar merasa khawatir kepada permaisuri dan kedua anaknya.

Oweek oweek oweek

Suara tangisan bayi yang begitu keras terdengar dari luar kamar, semua orang yang berada di luar kamar terkejut serta bahagia setelah mendengar tangis bayi yang begitu keras dari dalam kamar.

"Anakku. itu suara anakku, benarkan?" Ucap putra mahkota dengan bahagia.

"Benar, kau benar putra mahkota. Itu adalah suara anakmu, suara cucuku. " Ucap ratu yang tidak kalah bahagia.

Oweek oweek oweek

Lagi, mereka mendengar suara bayi yang berbeda dari luar kamar.

"Hamba merasa kedua keponakan hamba lahir dengan selamat, yang mulia. Ini sungguh berkah yang sangat luar biasa." Ucap Min'er dengan penuh bahagia dan haru.

"Kau benar." ucap ratu seraya menganggukan kepalanya.

15 menit kemudian setelah suara kedua bayi itu terdengar, pintu kamar terbuka. Xiao Wei dan asisten tabib istana Xue keluar sambil menggendong kedua bayi permaisuri dan putra mahkota.

"Yang mulia, selamat untuk yang mulia. Kedua bayi lahir dengan selamat dan tidak kurang sedikitpun." Ucap Xiao Wei dengan penuh bahagia.

"Biarkan aku menggendongnya, aku ingin melihat cucuku." Ucap ratu.

"Silahkan yang mulia." Xiao Wei memberikan bayi yang digendongnya kepada ratu.

"Bayi yang sangat lucu, dia sangat mirip sekali dengan putra mahkota ketika dia masih kecil dulu." Ucap ratu.

"Bagaimana dengan permaisuri? Katakan padaku keadaan permaisuri sekarang." Ucap putra mahkota Zhang dengan penuh khawatir.

"Mohon tenang yang mulia, yang mulia permaisuri baik-baik saja. Saat ini tabib Xue sedang membersihkan semua darah yang ada pada permaisuri." Ucap Xiao Wei.

Mendengar hal itu putra mahkota bernafas dengan lega, dia sungguh tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu terhadap permaisuri.

"Katakan padaku, apakah kedua cucuku ini laki-laki dan perempuan atau semuanya adalah laki-laki? Tanya kaisar.

"Menjawab yang mulia kaisar, yang ada dalam gendongan yang mulia ratu adalah pangeran dan yang sedang digendong oleh asisten tabib Xue adalah putri." Ucap Xiao Wei.

"Itu artinya kita mempunyai cucu laki-laki dan juga perempuan?" Tanya ratu pada kaisar.

Kaisar mengangguk "Benar m, kita mempunyai keduanya."

"Biarkan saya menggendong putri." Ucap Yun Xiao.

Asisten tabib Xue mengangguk, dia lalu menyerahkan bayi yang ada dalam gendongannya kepada Yun Xiao dengan hati-hati.

"Lihatlah hidung dan pipi ini, dia mempunyai pipi dan hidung seperti ibunya benar-benar sangat lucu dan cantik." ucap Xiao'er setelah dia menggendong salah satu bayi permaisuri.

"Iya kau benar, putri mirip dengan yang mulia permaisuri." ucap Min'er membenarkan.

Semua orang nampak bahagia atas kelahiran putri dan pangeran di tengah-tengah keluarga kerajaan negara Ming itu.

"Yang mulia ini adalah sebuah berkah yang begitu langka." Ucap salah seorang tabib istana.

Kaisar mengangguk "Kau benar, aku akan mengadakan perayaan untuk kelahiran sang pangeran dan putri."

"Terima kasih atas kebaikan yang mulia, semoga yang mulia panjang umur dan selalu sejahtera, dan semoga pangeran juga putri selalu berbahagia." Ucap kedua tabib yang berdiri di depan pintu.

Tak berselang lama tabib Xue membuka pintu kamar, dia terlihat cukup kelelahan setelah membantu permaisuri melahirkan dua buah hatinya.

"Tabib Xue bagaimana keadaan permaisuri?" Tanya putra mahkota yang melihat tabib Xue keluar dari kamar.

"Yang mulia, saat ini yang mulia permaisuri sedang beristirahat. Yang mulai permaisuri adalah wanita yang kuat dia tidak menyerah, meskipun dia mengeluarkan cukup banyak darah namun dia berhasil melahirkan pangeran dan putri dengan kekuatannya." Ucap tabib Xue.

"Permaisuri memang wanita yang kuat, dia tidak akan menyerah begitu saja, aku tahu itu. Terima kasih terima kasih tabib, kau telah menyelamatkan ketiga orang yang paling berarti dalam hidupku." Putra mahkota memberi hormat kepada tabib Xue.

"Yang mulia, mohon jangan lakukan itu. Ini adalah tugas hamba, sebuah kebahagiaan dan kehormatan tersendiri bagi hamba membantu yang mulia dan permaisuri, mohon jangan melakukan ini kepada hamba yang mulia."

"Baiklah untuk semua tabib yang telah membantu permaisuri melahirkan, kalian akan diberi hadiah dari kerajaan dan juga untuk asisten tabib juga Xiao Wei, yang membantu juga akan menerima hadiah." ucap kaisar.

"Terima kasih atas kebaikan yang mulia, semoga yang mulia selalu berbahagia dan sejahtera." Ucap semua tabib, Xiao Wei dan asisten tabib Xue.

Semua tabib pergi dari istana putra mahkota setelah memberi hormat.

1
Andrea
/Rose//Rose//Rose/
💜 OT7 💜
ok
Atoen Bumz Bums
A
Atoen Bumz Bums
harimaunya dikasih obat tidur jadi gimana mau nyerang aneh pangeran lho ini
Atoen Bumz Bums
kata orang-orang yang pernah keguguran memang gitu lebih sakit keguguran rasanya dibanding waktu melahirkan
😭😭😭
Atoen Bumz Bums
apakah permaisuri akan berdandan jadi helek
Atoen Bumz Bums
sukur aja gak jadi Kun fayakun😂
Atoen Bumz Bums
perlu dimata-matain medusa
Atoen Bumz Bums
🤩😍
Nana Niez
dia di rasuki katanya😆😆😆😆😆
Andrea: alasan yg membagong kan🤣🤣🤣
total 1 replies
Ana Rusliana
Luar biasa
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
bahagianya, akhirnya sang baby twins telah lahir dengan selamat dan sepasang lagi 😍
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
bener bener salut sama permaisuri jing, bukan hanya cantik di wajah tapi cantik hati dan budi pekerti nya juga
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
gak ada tegas² nya ini kaisar sableng, masih aja dengerin omongan mentri yang menjerumuskan
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
lahhh, kenapa baru sekarang kaisar ini bertindak setelah lian'er dan keluarga nya keluar dari negara qin
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
ya elah bu bu, hanya karna si sulung si bungsu terusir dari keluarga sendiri
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
semoga aja lian'er cepat hamil dan mengandung baby triplet
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kirain disini lian'er udah hamidun /Facepalm/
RusNa ANtox DEwi
baguss
tudehun
/Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!