Hana Yori putri dari pengusaha Yori. dia sudah tak memiliki ibu dan ayah, dia hanya hidup berdua dengan Gege yang sudah memiliki istri dan putra. saat itu Hana melihat mobil yang melaju kencang ke arah keponakan yang berumur 7 tahun
"Yosa...." teriak Hana dan mendorong tubuh keponakan nya agar tak tertabrak tapi sayang mobil itu menabrak tubuh Hana Yori dan terlempar sekitar 10 meter
"HANA......" teriak histeris Gege nya yang bernama Yohan. dia terkejut saat mendengar teriakkan sang adik yang menyebutkan nama Putranya istri Yohan segera mendekati Yosa putra nya sedang kan Yohan berlari mengejar tubuh adiknya yang sudah terkapar di tengah jalan raya. sedangkan mobil yang menabrak dia sudah di hentikan para warga
"Ha Hana.. Gege mohon bangun dik, jangan buat Gege takut" tangis Yohan sambil memeluk tubuh adik nya yang sudah tak sadarkan diri
Saat tangan nya memegang tangan untuk memastikan nadi sang adik dia tertegun
"TIDAK..
Cie penasaran ya 🤣 yuk mampir kecerita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
여덟 번째 장
"Chyen'er kau bicara dengan siapa?" tanya Nyonya Sum Yun. dia sengaja datang ke istana untuk mengunjungi ketujuh cucunya itu. Chyen Ming pun langsung berdiri dan melihat kearah nenek dan kakeknya, Chyen Ming pun langsung memberi hormat pada keduanya.
"Chyen'er tadi kau berbicara dengan siapa? disini hanya ada adik mu yang kecil ini" tanya Nyonya Sum Yun. sambil mendekati cucu perempuan nya, Chyen Ming tergelagap.
"Gege jangan bilang talau tita cedang belgocip tentang ayah... nanti Gege di anggap gila cama tatet dan nenet" ucap Mei Hui Ming. Chyen Ming menatap kesal kepada adiknya itu, jadi nenek dan kakek nya tidak bisa mendengar suara adiknya. oh tidak, ini dia harus mencari alasan.
"Begini nenek... tadi aku hanya menceritakan tentang ibu dan ayah, Oya karena nenek dan kakek sudah ada disini. bagaimana kalau mei mei dengan kalian dulu? aku harus membereskan pekerjaan ku Nenek" ucap Chyen Ming. Mei Hui Ming yang mendengar Gegenya akan pergi pun cemberut, dia melipatkan bibirnya. Nyonya Sum Yun melihat tingkah cucu perempuan nya itu langsung mengangkat tubuh mungil itu.
"Cup... cup.... cucu nenek kenapa melipatkan bibir seperti ini? apa Mei'er haus? mau minum cucu ya?" tanya Nyonya Sum Yun, sedangkan Chyen Ming yang dengar teriak kan adik nya menahan tawanya.
"Tidat.... ih Gege bilang pada nenet, Atu ngga mau minum cucu,... ih lacanya aneh Gege" teriak Mei Hui Ming. dan membuat Mei Hui Ming menangis kencang, Nyonya Sum Yun pun terkejut dengan tangisan cucu perempuan nya yang begitu kencang.
"Aduh... cucu nenek jangan nangis, baik-baik nenek panggil bibi Mung ya" ucap Nyonya Sum Yun. Mei Hui Ming semakin kencang menangis, Chyen Ming yang tidak tega pun langsung memberhentikan neneknya.
"Nenek seperti nya mei mei merindukan ayah... karena dari tadi ayah belum kembali" ucap Chyen Ming. Nyonya Sum Yun menatap Chyen Ming,
"Benarkah? jadi adik mu begitu dekat dengan ayah kalian? hais.... kalian ini kenapa sih tidak betah kalau jauh dari ayah kalian? baiklah pangil ayah kalian, bilang putri kecilnya ini begitu manja dan tak mau jauh dari nya" ucap kesal Nyonya Sum Yun. Chyen Ming yang mendengar itu pun langsung berlari meninggalkan kamar adiknya, Mei Hui Ming yang melihat itu pun langsung berteriak.
"Gege... tita belum celecai belgocip Lia nya ih" teriak Mei Hui Ming.
...----------------...
Hari terus berlalu kekaisaran Ming banyak diminati oleh para kekaisaran lain, dari para pangeran yang semakin tampan. dan panen yang melimpah, banyak orang-orang luar Kekaisaran Ming penasaran.
"Mei mei....Gege harus ke desa Ciun. desa itu semakin buruk, kekeringan di sana semakin parah. banyak para anak kecil yang kelaparan, banyak orang tua yang menjual anak-anaknya untuk dijadikan budak. walau pun desa itu bukan masuk wilayah kita! tapi kita tidak mungkin tutup mata bukan? apa yang harus Gege lakukan? kebun dan sawah mereka benar-benar tak bisa di selamat" adu putra mahkota Chyen Ming. ya memang Benar kekaisaran Ming bisa semakin melimpah panennya, karena Mei Hui Ming. Mei Hui Ming selalu memberi ide yang baik dan bagus, Chyen Ming yang mendengar ide itu pun langsung mengikuti instruksi dari adiknya itu.
"Gege tenapa tidat tanam ubi? atau tentang? dua tanaman itu tidat pelu banyat ail, talau ail bagaimana talau Gege cali mata ail? nah Gege bica membuat cumul, atau tolam mata Ail" ucap Mei Hui Ming. putra mahkota Chyen Ming tersenyum bangga, adik perempuannya ini tidak pernah gagal kalau diminta ide.
"Mei mei Gege yang cantik ini, memang yang terbaik... baiklah dua hari lagi gege akan berangkat ke desa ciun, jadi Mei Mei jangan nakal ya selama tidak ada Gege di sisimu? ingat kalau kelima gegemu itu membuat mei mei tidak nyaman... mei mei bisa minta ikut ayah ke aula atau ruang kerja ya" ucap Chyen Ming. Mei Hui Ming mendengus,
"Atu itu udah becal loh ya.... maca iya atu halus itut-itut ayah teluc? apa tata Olang lain nantinya" ucap Mei Hui Ming. tapi dia pasti akan mengikuti ayahnya, apa lagi Kaisar Ming di buat ketar ketir oleh putra keempat dan putra bungsu nya.
Pernah kejadian satu hari pangeran ke empat menjaga Mei Hui Ming. Kaisar Ming menatap nanar putri cantiknya di buat seperti boneka hantu oleh si jahil, dari situ Kaisar Ming dan putra mahkota Chyen Ming selalu membawa Mei Hui Ming kemana pun. kalau tidak dengan dia pasti dengan ayahnya.
"Gege Chen Ming itu memang menyebaltan... ya cudah Hui'el nanti itut ayah caja" jawab Mei Hui Ming. putra mahkota Chyen Ming terkekeh, Chen Ming itu membuat adik nya trauma dekat-dekat dengan nya. setiap Chen Ming mendekati Mei Hui Ming pasti menangis keras, makanya Kaisar Ming tak ingin putri nya dekat-dekat dengan putra ke empat nya. tangan jahil nya tak pernah bisa diam bila dengan si bungsu.
"Yuhuuuuu.... mei mei Gege mu yang tampan ini datang" teriak Chen Ming. Mei Hui Ming merinding mendengar teriakkan Gege kelima nya, Chyen Ming menatap tajam kearah adik lelaki nya itu. Chen Ming yang ditatap tajam oleh Gege nya pun hanya bisa meringis, dia pun langsung diam.
"Gege disini? emang Gege ngga ikut ayah untuk diskusi?" tanya Chen Ming.
"Gege mau ngajak mei mei keluar istana, kebetulan Gege mau membuat perhiasan untuk mei mei" jawab Chyen Ming. Chen Ming berbinar, saat mendengar ucapan sang Gege.
"Boleh aku ikut? aku janji tidak akan merusak acara ini, boleh ya Gege aku ikut" bujuk Chen Ming.
"Pacti itu mau minta tlattil... Gege Chen Ming mana mau telual uang" ledek Mei Hui Ming. Chyen Ming melipatkan bibirnya, untung Chen Ming tak bisa mendengar ucapan sang adik bungsu. jadi dia tidak akan meronta-ronta tidak jelas.
"Boleh... tapi kau harus membawa uang sendiri, Gege mau membeli apa pun yang mei mei kita mau" jawab Chyen Ming. Chen Ming memiringkan kepalanya, dia melihat Gege dan adiknya. dia sering tidak sengaja melihat gegenya itu berbicara kepada sang adik, Chen Ming pun menatap Mei Hui Ming penuh tanda tanya. Mei Hui Ming yang merasa ditatap pun menatap Chen Ming balik, Chen Ming melotot melihat mata indah adiknya itu memutar.
"Gege lihat.... mata mei mei memutar seperti ini" ucap Chen Ming. sambil memeragakan saat mata Mei Hui Ming memutar, Chyen Ming tertawa lucu melihat kejahilan adik bungsu nya itu. sedangkan adik ke empatnya malah mengikuti gaya adik bungsu nya, Chen Ming langsung mendekati Mei Hui Ming melihat mata adiknya lebih dekat lagi.
"Mei mei cepat putar lagi matamu.... agar Gege Chyen melihat nya" ucap Chen Ming. Mei Hui Ming hanya mendengus, Chen Ming mendengar dengusan adiknya pun semakin yakin adiknya mengerti ucap nya.
"Mei mei kalau mengerti ucapan Gege ayo putar matanya lagi" seru Chen Ming.
HACIM
Semburan air liur Mei Hui Ming ke wajah Chen Ming membuatnya mematung, Chen Ming yang mencintai kebersihan pun tak bisa menghindari air liur itu.
"Huaaaaa Gege... mei mei membuang air liur nya ke wajah ku" teriak Chen Ming. Mei Hui Ming malah tertawa, Chen Ming mendengar adik nya tertawa pun langsung berhenti mengusap wajah nya.
"Eh... kamu bisa tertawa pada Gege mu ini? oh.... akhirnya aku bisa melihat mei mei tertawa, tidak apa-apa kalau mei mei mau siram Gege pakai air atau minta Gege manjat pohon bunga mawar pun akan Gege lakukan" ucap senang Chen Ming. Mei Hui Ming yang mendengar ucapan Chen Ming malah menatap kesal.
"Ehhh... kok cemberut lagi? ayo tertawa kaya tadi, mei mei terlihat mengemaskan" ucap Chen Ming. Mei Hui Ming langsung cemberut, Kaisar Ming yang baru masuk pun tersenyum bahagia melihat anak-anaknya begitu akur.
"Gege Ming Hui.... kenapa tidak menunggu ku?
BERSAMBUNG.....