🌸 Sequel dari "Meminjam Rahim Adikku" 🌸
Terlambat menyadari perasaan nya membuat Ardan Kusuma Wijaya harus kehilangan gadis yang sebenarnya dia cintai karena sudah terlanjut dinikahkan dengan pria pilihan keluarganya.
Ayana Azahra harus rela menikah dengan pilihan keluarga nya,saat tidak dapat memenuhi syarat dari sang Ayah untuk membawa calon suami pilihan nya sendiri diwaktu yang sudah ditentukan.
Namun apa jadinya jika baru satu hari menikah Ayana sudah ditinggal pergi oleh sang suami yang kabur bersama kekasihnya??
Bagaimana juga dengan Ardan yang sudah berniat melupakan Ayana,namun sehari sebelum kepulangan nya mengetahui fakta tentang pernikahan gadis itu??
Akankah Ardan melupakan Ayana dan kembali kenegaranya??
Atau berjuang untuk membawa Ayana kedalam mahligai pernikahan bersama dengan nya??
yukkk simak kisahnya disini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30.Meminta Rujuk
Tangis Nasya semakin pecah saat Ardan pergi bahkan tidak peduli jika dirinya akan melakukan hal nekad seperti tadi pagi.
Sang Mamah yang tidak tega melihat putrinya menangis histeris pun langsung memeluk erat tubuh gadis cantik itu
Sementara Pak Hendra hanya diam terpaku,mencerna semua perkataan Ardan tadi.Pria paruh baya itu membenarkan apa yang Ardan ucapkan.
Mana mungkin dirinya menikahkan putri kesayangan nya hanya untuk di abaikan oleh suaminya yang jelas jelas mencintai wanita lain.
Pak Hendra pun hanya bisa menghela nafas panjang dan berat lalu beranjak dari kamar putrinya.
"Tidak bisakah Ayah mengancamnya dengan membatalkan semua proyek kerja sama diantara kalian,agar Kak Ardan mau menikah dengaku?"
Langkah Pak Hendra menghentikan langkahnya diambang pintu saat mendengar penuturan putrinya barusan.
Jujur saat ini dirinya begitu marah dan kecewa pada putri satu satunya itu.Belum cukup aksinya saat ini yang sudah membuatnya malu dihadapan Ardan.
Lalu,apa lagi ini?mengancamnya?yang benar saja.Bahkan untuk menunjukan mukanya didepan pemuda itu rasanya Pak Hendra belum sanggup.Batin Pak Hendra.
"Kamu pikir semua pria bisa dengan rela melepaskan wanita yang dia cintai dan dia perjuangakan hanya demi satu gepok uang?berhenti berbuat konyol jika kamu masih mau melihat Ayahmu ini sehat dan hidup."jawab Pak Hendra yang langsung pergi mengabaikan tangis Nasya yang semakin menjadi.
Sementara itu,Ardan langsung memutuskan untuk pulang saat itu juga.Pertemuan penting hari ini pun Ardan serahkan dan percayakan pada Haris sepenuhnya.
Ardan memutuskan untuk langsung pulang dan segera memutuskan untuk langsung melamar Ayana saat kedua orang tuanya tiba esok hari.
Sungguh rasanya tidak sanggup lagi menunda hal penting yang sudah dia tunggu selama satu tahun ini.
Ditambah dengan kejadian hari ini,Ardan berpikir.Mungkin juga hal ini terjadi pada Ayana.Tidak,Ardan tidak bisa hanya sekedar membayangkan nya saja dada Ardan sudah begitu sesak.
Sementara dirumah sakit,tampak Ayana saat ini tengah duduk berhadapan dengan mantan suami satu harinya.
Entah ada angin apa yang membawa pria itu datang kembali untuk menemuinya.Ayana sempat menolak bertemu dan bicara saat pagi tadi Fathan menemuinya.
Ayana tidak menyangka jika pria itu akan datang kembali.Rasanya masih terlalu menyesakkan dada jika mengingat kejadian dimasa lalu.
Sakit bukan karena mencintai pria itu,namun sakit karena merasa tidak berguna dan tidak berharga.Harga dirinya hancur saat Fathan menceraikan nya hanya lewat selembar surat.
"Apa yang ingin Bang Fathan katakan?aku harus segera pulang,Ayah pasti akan mencemaskan ku jika terlambat pulang."tanya Ayana setelah keduanya sama sama terdiam cukup lama.
"Mmm,maaf jika kedatangnku yang tiba tiba ini membuatmu terkejut.Ada yang ingin aku sampaikan,"
"Apa?cepat katakan saja,aku tidak punya banyak waktu."
"Baiklah,pertama tama,aku ingin minta maaf atas semua yang aku lakukan dulu.Sungguh aku tidak bermaksud pergi hanya saja waktu itu keadaan yang memaksa aku untuk pergi."ucap Fathan penuh dengan penyesalan.
"Aku sudah memaafkan Bang Fathan,lalu,apa ada lagi?"tanya Ayana masih dengan nada dingin dan datarnya.
"Ay,bisakah kita rujuk?aku ingin kita memulai kembali semuanya dari awal."
Deg...
Seketika,Ayana pun langsung mendongakan kepalanya saat mendengar ucapan terakhir dari pria yang sudah menorehkan luka dan rasa trauma dalam hidupnya.
"Ma_maksud Bang Fathan apa?"
"Mari kita rujuk,aku ingin menembus dan memperbaiki semua kesalahan yang aku buat dulu.Jadi,bisakah kamu memberikan ku satu kesempatan lagi untuk menjadi imammu."ucap Fathan lagi yang membuat Ayana membulatkan matanya.
Ayana pun mencoba menghela nafas demi menekan rasa amarahnya.Entahlah,kenapa rasanya begitu kesal saat pria itu meminta kesempatan kedua padanya.
Padahal hal itu adalah hal yang wajar,namun rasanya masih terlalu sakit jika ingat malam dimana dirinya ditinggalkan dan diceraikan masih dalam keadaan memakai pakaian pengntin nya.
"Maaf Bang ta___"
"Sayang,kamu disini,dari tadi aku mencarimu."
Ucapan Ayana terpotong saat seseorang datang dan menghampirinya.Dan hal tak terduga pun terjadi.
Ayana membulatkan matanya saat pria itu datang dan langsung memeluk erat tubuh Ayana,mengabaikan semua mata yang kini tertuju pada mereka berdua,termasuk Fathan.
...****************...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...
lanjut extra part nya Thor 🙏🙏🙏
mantap Ardan..aq suka caramu membasmi ulat bulu..
, jodoh kt tdk tahu akan berlabu kepada siapa.tp klu sdh menetapkan suatu pilihan memang harus tegas.