NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Ini adalah buku lanjutan dari buku sebelumnya, mengisahkan perjalanan seorang Nova Arvena untuk menjadi seorang kultivator muda terkuat dan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk hidup yang ada.

Bagaimana kisahnya, silahkan simak cerita lanjutan ini, semoga teman-teman suka!

kali ini season ke 2 akan menggunakan alur cepat, dan banyak harem.

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA TEMAN-TEMAN😇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Apakah itu Zira?

Langkah Nova seolah membeku di tengah jalan. Hiruk-pikuk Kota Yunfeng yang sejak tadi memenuhi telinganya perlahan menghilang, tergantikan oleh debaran jantungnya sendiri yang semakin jelas terdengar. Tatapannya tidak pernah lepas dari sosok berjubah putih yang baru saja berhenti di depan gerbang Paviliun Seribu Ramalan.

Meskipun hanya melihat siluet dari kejauhan, ada sesuatu yang terasa begitu akrab, begitu dekat dengan ingatannya, hingga membuat napasnya tanpa sadar menjadi sedikit lebih berat.

"Nova?"

Suara Yan Mei terdengar dari sampingnya, namun pemuda itu sama sekali tidak memberikan tanggapan. Fokusnya sepenuhnya tertuju kepada sosok wanita tersebut.

Di dalam lautan jiwa, Tian Long juga memasang ekspresi serius. Kesadaran spiritualnya segera menyelimuti area di sekitar Paviliun Seribu Ramalan, tetapi baru beberapa saat dilepaskan, naga suci itu langsung menariknya kembali.

"Hm?"

Nova segera menangkap perubahan itu.

"Ada apa?"

Tian Long menggeleng pelan.

"Paviliun itu..."

"Dilindungi oleh formasi yang sangat kuat."

"Bahkan kesadaranku tidak dapat menembus bagian dalamnya tanpa memancing perhatian orang yang mengendalikannya."

Nova sedikit mengernyit. Mampu menghalangi kesadaran Tian Long...

Itu berarti kekuatan yang menjaga tempat tersebut jelas bukan sesuatu yang sederhana.

Sementara itu, wanita berjubah putih yang berdiri di depan gerbang perlahan mengangkat kepalanya. Sesaat kemudian, ia menoleh ke arah jalan utama, seolah merasakan ada seseorang yang sedang memperhatikannya.

Jarak di antara mereka memang cukup jauh, namun pada momen singkat itu...

Pandangan keduanya hampir bertemu. Nova dapat melihat sekilas sebagian wajah wanita tersebut yang tertutup kerudung tipis berwarna putih. Ia tidak dapat memastikan identitasnya, tetapi entah mengapa, ada perasaan yang sangat sulit dijelaskan memenuhi dadanya.

Perasaan yang sama ketika ia pertama kali bertemu Zira.

Namun sebelum Nova sempat bergerak... Seorang pelayan Paviliun Seribu Ramalan membungkukkan badan dengan hormat kepada wanita itu, kemudian mempersilahkannya masuk ke dalam.

Perlahan, sosok berjubah putih itu melangkah melewati gerbang.

Sesaat kemudian... Formasi di pintu masuk berkilau lembut.

Tubuh wanita itu menghilang dari pandangan.

"Nova!"

Kali ini suara Lin Xue terdengar lebih jelas.

Pemuda itu akhirnya tersadar dari lamunannya.

"Ada apa?" tanya Lin Xue sambil memperhatikan wajah Nova.

Nova masih memandang ke arah paviliun itu beberapa saat sebelum menjawab pelan.

"Tidak... hanya merasa seperti melihat seseorang yang kukenal."

Lin Xue mengikuti arah pandang Nova.

"Paviliun Seribu Ramalan?"

Nova mengangguk. "Tempat apa itu?"

Mendengar pertanyaan tersebut, bahkan Qin Yu yang biasanya santai langsung menutup kipas gioknya.

"Itu bukan tempat sembarangan."

Yan Mei juga mengangguk pelan, kali ini tanpa senyum seperti biasanya.

"Paviliun Seribu Ramalan adalah salah satu kekuatan paling misterius di Planet Galastos."

"Mereka tidak berada di bawah sekte mana pun, juga tidak tunduk kepada kerajaan mana pun."

"Konon..." lanjut Qin Yu, "mereka mampu membaca jejak takdir seseorang, memperkirakan masa depan, bahkan menemukan keberadaan orang yang hilang... selama harga yang dibayarkan cukup."

Mata Nova sedikit berbinar.

"Menemukan orang yang hilang?"

"Itu hanya rumor," sahut Lin Xue dengan tenang.

"Tidak ada yang tahu seberapa jauh kemampuan mereka."

"Namun satu hal yang pasti..."

"Tidak sembarang orang dapat memasuki Paviliun Seribu Ramalan."

Nova kembali memandang bangunan megah tersebut. Kalau benar mereka memiliki kemampuan seperti yang dikatakan Qin Yu...

Mungkin... Mereka bisa membantunya menemukan Zira.

Pikiran itu langsung muncul di benaknya. Namun sebelum ia sempat mengutarakannya, Tian Long tiba-tiba berbicara dengan nada yang jauh lebih serius dibanding sebelumnya.

"Jangan gegabah."

Nova sedikit terkejut. "Kenapa?"

"Aku merasakan sesuatu yang aneh dari paviliun itu."

"Aneh bagaimana?"

Tian Long terdiam cukup lama sebelum akhirnya berkata perlahan.

"Di dalam sana..."

"...ada seseorang."

"Seseorang yang bahkan membuat jiwaku merasa tidak nyaman."

Ucapan itu membuat langkah Nova kembali terhenti.

Selama mengenal Tian Long, hampir tidak pernah naga suci tersebut menunjukkan kewaspadaan seperti itu.

Kalau sampai Tian Long berkata demikian... Berarti keberadaan di dalam Paviliun Seribu Ramalan jelas bukan ahli biasa.

Sementara Nova masih tenggelam dalam pikirannya, jauh di dalam aula terdalam Paviliun Seribu Ramalan, seorang lelaki tua yang duduk bersila di depan papan catur perlahan membuka kedua matanya.

Di hadapannya, puluhan keping catur hitam dan putih tiba-tiba bergetar tanpa ada yang menyentuhnya.

Tatapan lelaki tua itu perlahan beralih ke arah pintu masuk paviliun.

Senyum tipis muncul di sudut bibirnya.

"Akhirnya..."

"Orang yang membawa perubahan pada takdir Semesta Orion..."

"...telah tiba di Kota Yunfeng."

***

Nova mengalihkan kembali pandangannya dari Paviliun Seribu Ramalan. Meskipun rasa penasarannya semakin besar, ia memahami bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk bertindak gegabah. Dunia yang baru saja ia pijak masih dipenuhi oleh terlalu banyak hal yang belum ia pahami. Memasuki sebuah kekuatan misterius hanya karena dorongan perasaan dapat berakhir menjadi kesalahan yang fatal.

Ia menarik napas panjang sebelum menggelengkan kepala pelan.

"Ayo kita lanjutkan."

Lin Xue yang sejak tadi memperhatikan perubahan ekspresi Nova akhirnya mengangguk tipis. Ia tidak bertanya lebih jauh mengenai sosok yang sempat menarik perhatian pemuda itu. Pengalamannya selama bertahun-tahun sebagai seorang pengembara mengajarkannya bahwa setiap kultivator menyimpan rahasia yang tidak layak dipaksa untuk diceritakan.

Rombongan itu pun kembali melanjutkan perjalanan menyusuri jalan utama Kota Yunfeng.

Semakin jauh mereka memasuki kawasan pusat kota, suasana di sekitar menjadi semakin ramai. Bangunan-bangunan megah berdiri berjajar di kedua sisi jalan, masing-masing memancarkan aura spiritual yang berbeda-beda.

Beberapa di antaranya merupakan paviliun perdagangan yang menjual senjata dan artefak, sementara yang lain merupakan aula alkimia, rumah lelang, hingga kantor cabang berbagai sekte besar yang memiliki pengaruh di wilayah barat Planet Galastos.

Nova berjalan sambil terus mengamati segala sesuatu di sekelilingnya. Matanya sesekali berhenti pada para kultivator yang melintas menggunakan jubah dengan lambang sekte berbeda, pada pedagang yang menawarkan berbagai tanaman spiritual berusia ratusan tahun, hingga pada para pandai besi yang menempa logam langka dengan api spiritual berwarna biru tua.

Di Bumi, pemandangan seperti ini hanya dapat ditemukan di dalam novel atau permainan fantasi.

Namun kini... Ia benar-benar berada di tengah-tengah dunia tersebut. Yan Mei yang berjalan di sampingnya tertawa kecil melihat Nova terus menoleh ke berbagai arah.

"Masih belum bosan melihat-lihat?"

Nova tersenyum tipis. "Kalau seseorang baru pertama kali datang ke tempat seperti ini, kurasa wajar kalau dia merasa kagum."

"Tentu saja wajar," sahut Yan Mei sambil menganggukkan kepala. "Dulu saat pertama kali Ayah membawaku ke Kota Yunfeng, aku bahkan tersesat karena terlalu sibuk melihat-lihat."

Ucapan itu membuat Gu Shen tertawa keras.

"Bukan tersesat."

"Kau malah mengikuti rombongan pedagang sampai keluar gerbang timur."

"Waktu itu kami mencarimu hampir setengah hari."

Wajah Yan Mei langsung memerah.

"Itu... itu sudah lama sekali!"

Melihat gadis yang biasanya cerewet kini justru menjadi malu, bahkan Luo Bing yang terkenal dingin pun tidak mampu menahan senyum tipis di wajahnya.

Nova ikut tertawa pelan. Suasana seperti ini terasa hangat. Jauh berbeda dengan kehidupan keras yang ia jalani selama berlatih di ruang dimensi bersama Zira.

Di dalam lautan jiwa, Tian Long juga tersenyum kecil.

"Kadang-kadang..."

"Memiliki teman seperjalanan bukanlah hal yang buruk."

Nova tidak membantah, meskipun baru mengenal mereka selama beberapa hari, ia dapat merasakan bahwa Lin Xue dan rombongannya bukan orang-orang yang licik. Mereka memang tetap menjaga kewaspadaan, tetapi juga tidak pernah memperlakukannya dengan buruk.

Setelah berjalan hampir setengah jam, langkah Lin Xue akhirnya berhenti di depan sebuah bangunan megah berbentuk delapan sisi yang menjulang tinggi hingga belasan lantai. Dindingnya terbuat dari batu giok putih, sementara di bagian atas berkibar sebuah bendera berwarna emas dengan lambang gulungan kitab dan seekor naga yang saling melilit.

Di atas gerbang utama, sebuah papan besar bertuliskan tiga huruf kuno memancarkan cahaya lembut.

Aula Informasi Langit.

Lin Xue menoleh kepada Nova. "Inilah tempat yang kau cari."

"Hampir seluruh informasi mengenai Planet Galastos dapat diperoleh di sini."

"Tentu saja..."

"Selama kau mampu membayar harganya."

Nova mengangkat kepalanya, menatap bangunan megah itu dengan sorot mata yang perlahan berubah serius.

Ia tahu...

Begitu melangkah masuk ke dalam Aula Informasi Langit, perjalanan sebenarnya di Planet Galastos akan benar-benar dimulai.

Karena di balik pintu bangunan itu, mungkin terdapat petunjuk pertama... yang akan membawanya menuju keberadaan Zira.

1
Raden Mamad
yg suka fantasi pria ini ada novel bagus di jamin pokoknya judul JALAN MENUJU KEILAHIAN'
Muhammad Irdham
mantap thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!