NovelToon NovelToon
Archiles Heels

Archiles Heels

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Iblis / Romansa / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi
Popularitas:11.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Shamrock

Nadine adalah seorang wartawan yang gigih dan nekat meskipun dia memiliki fisik yang lemah. Kenekatan itu membawanya untuk meliput sebuah kasus besar dan berbahaya yang naasnya keberadaan gadis itu dicium oleh para penjahat yang dia liput. Dalam keadaan terdesak, Nadine memutar otaknya agar tidak ketahuan, yaitu dengan cara mencium sosok lelaki yang tiba-tiba muncul di depannya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Raja Iblis yang tengah menjalankan misi di dunia manusia.

Nadine pikir pertemuannya akan berakhir setelah Elliot, si Raja Iblis pergi, namun takdir berkata lain Raja Iblis yang anti manusia itu terus mendekati Nadine. Pertemuan mereka seperti benang merah yang terhubung di antara benang-benang kusut, berkesinambungan dengan cara yang tidak biasa.

Apa yang dimiliki Nadine hingga sang Raja Iblis terus mendekatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shamrock, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB XXXI RITUAL

Sepanjang hidup Nadine dia sudah menulis jutaan kata dalam kamusnya, tapi kata menyerah tak pernah sekalipun tergores di sana. Baginya menyerah itu adalah satu hal yang memalukan dan akan melukai ego serta harga dirinya. Lucunya, Elliot yang baru mengenal Nadine beberapa minggu hafal tabiat Nadine sehingga kini iblis itu lagi-lagi memenjarakan Nadine dan menungguinya.

"Apa kau tau kesalahanmu?"

"Aku tak salah." Elliot menyugar rambut hitam tebalnya dengan frustasi. Dia ingin sekali membungkam Nadine yang tampak percaya diri atas ucapannya. Nadine begitu keras kepala, gadis itu seperti gadis tangguh dan celakanya Elliot menyukai gadis tangguh sehingga apapun yang dilakukan Nadine tak mampu menggerakkan tangannya untuk mematahkan leher gadis itu.

"Kau pergi ke tempat Dream dan membuat keributan ke sana. Kau keluar saat si Chaos ada dan dia hampir saja menangkapmu. Dan sekarang kau ingin menggali masalah--"

"Untuk yang pertama aku salah, tapi aku sama sekali tak menyeretmu. Kau yang datang sendiri."

"ITU KARENA AKU MENGKHAWATIRKANMU?" Elliot meninggikan nada bicaranya agar Nadine mulai mendengarkan dirinya bukan hanya mendengarkan hal-hal bodoh yang berkeliaran di kepalanya.

"Elliot, aku baik-baik saja. Aku hanya ingin membantu. Membantu Aileen, dan sekarang aku ingin membantumu." Nadine memegang kedua tangan Elliot.

"Kau tak mengerti Nadine, kau tak mengerti." Elliot frustasi pada reaksi Nadine yang terus saja ingin mematikan argumennya.

"Dua orang bisa membuat masalahmu menjadi lebih ringan. Elliot aku bisa membantu."

"Dengan apa? Mengubahmu menjadi Shamrock?"

"Iya, dengan begitu kau bisa keluar dari masalah ini."

"Lalu bagaimana denganmu?" tanya Elliot dengan wajah sendu, baru kali ini Nadine melihat Elliot tampak seterpukul itu. "Tak akan ada lagi Nadine begitu kau menjadi Shamrock. Lalu aku harus bagaimana?"

"Elliot yang terpenting adalah tak ada yang menghukummu," ujar Nadine lirih sembari mendekat ke arah Elliot, menyentuh kedua pipi tegas milik iblis itu memberikan kehangatan yang selalu Elliot harapkan.

Tangan Elliot melepaskan tangan Nadine dari pipinya, menggenggamnya erat seolah jika ia melepaskannya Nadine juga akan ikut pergi. "Aku tak ingin kau pergi. Kenapa kau tak pernah mau mengerti maksudku? Kenapa kau selalu mengikuti maumu sendiri?" Nadine terdiam dia tak memiliki olahan kata yang bisa dia gunakan untuk membalas lirihan Elliot.

"Elliot," panggil Nadine akhirnya, tapi panggilan itu tak diteruskan dengan untaian vokal lain ketika Elliot menariknya untuk mengikis jarak antar keduanya. "Sttt, jangan katakan apa pun. Diamlah di sini," katanya dengan tangan yang mulai merengkuh Nadine.

"Tetaplah di sini. Jangan pergi ke tempat di mana aku tak bisa memelukmu lagi. Kumohon." Ini kali pertama Elliot memohon dan itu untuk seorang anak manusia.

"Aku di sini, aku akan selalu di sisimu." Nadine membalas rengkuhan Elliot tanpa ragu.

Kediaman mengunci mereka dalam perasaan yang campur aduk. Dalam pelukannya Elliot terus berpikir bagaimana dia bisa menyelesaikan masalahnya tanpa membuat Nadine terluka, sedangkan Nadine yang terlalu nyaman dengan pelukan Elliot mulai tertidur.

"Aku tak ingin mengganggu, tapi sepertinya kau harus melakukan sesuatu." Cassandra tiba-tiba masuk ke dalam kamar Nadine.

"Tidak dengan mengubahnya menjadi Shamrock."

"Sejak awal dia Shamrock, Ellliot! Kau jatuh cinta pada senjatamu sendiri! Kau gila."

"Jangan berteriak, kita bicara di luar." Elliot membaringkan Nadine ke ranjangnya kemudian tangannya mulai bergerak membuat perisai perlindungan untuk Nadine, tak hanya satu lapis melainkan 7 lapis.

"Elliot!"

"Aku akan mencari cara agar Nadine tak terlibat. Sampai saat itu jaga Nadine. Aku harus pergi."

...****************...

Menjaga Nadine tak menjadi sulit ketika Nadine sendiri dalam perisai dan tak bisa keluar apalagi itu adalah perisai 7 lapis yang bahkan Cassandra sendiri tak bisa menembusnya. Namun, apa yang Cassandra pikirkan itu salah. Di pagi yang cerah ketika iblis takdir itu sedang mengamati danau dia dikagetkan dengan keberadaan Nadine yang duduk di sampingnya. Dalam sekejap dia berpikir itu adalah salah satu saudaranya yang tenagh menyamar menjadi Nadine, tapi dia tak menemukan aura iblis ataupun makhluk immortal lainnya.

"Nadine?" panggil Cassandra penuh dengan nada kebingungan yang terdengar jelas.

"Di mana Elliot? Apa dia pergi semalam saat aku tertidur?" tanya Nadine yang makin membuat Cassandra yakin bahwa ini bukan Nadine palsu.

"Kau keluar dari kamar? Kau bisa keluar?" tanyanya lagi masih tak percaya dengan apa yang baru dilihatnya.

"Iya, kalian memasang pintu agar bisa keluar masuk kan?" tanyanya kemudian melanjutkan, "Aku sudah menjawab pertanyaanmu, sekarang jawab di mana Elliot?"

"Aku tak menyangka Shamrock sekuat ini," gumam Cassandra. "Elliot pergi mencari cara untuk keluar dari masalah ini."

Nadine menghela napas bingung kenapa Elliot harus sangat bekerja keras tak melibatkannya. Dia tahu bahwa Elliot tak ingin dia pergi, tapi begitu dia menjadi shamrock bukankah dia juga akan berada di sisi Elliot? Lagi pula Nadine tak masalah karena di dunia mortal dia sudah tak punya siapa-siapa. Orang tuanya sudah tak ada, dan Aileen sudah pergi darinya. Jadi, kepergiannya tak akan mempengaruhi banyak orang.

"Kenapa dia harus susah-susah keluar ketika dia sudah menemukan jawabannya di sini?"

Alis Cassandra naik sebelah bingung … ah tidak Cassandra paham hanya saja dia takut salah mengartikan ucapan Nadine. "Apa maksudmu?"

"Kau tau maksudku, Sandra." Cassandra tak percaya Nadine masih kekeh dengan keinginannya di awal setelah pembicaraan panjangan antara gadis itu dan Elliot. Entah Nadine bodoh atau nekad, Cassandra tak bisa menentukan atau gadis itu keduanya.

"Kau masih ingin melakukannya setelah tahu konsekuensinya? Kau dengar semua yang dikatakan elliot semalam kan?" tanya Cassandra.

"Aku mendengarnya, dia memang ingin aku berada di sisinya. Tapi, bukankah aku juga akan pergi dari sisinya jika dia dihukum." Mulut Cassandra terbuka ingin menyampaikan pendapat yang sayangnya logika Nadine benar.

"Saat ini untuk mencegah dia dihukum adalah mengubahku kembali menjadi Shamrock."

"Elliot akan marah."

"Aku tahu dia akan marah, tapi aku menepati janjiku padanya Sandra. Aku tetap ada di sisinya sekalipun aku tak lagi sebagai Nadine tetapi sebagai Shamrock." Nadine menjeda kemudian melanjutkan, "Sekarang pilihan ada di depanmu Sandra, apa kau akan menuruti saudaramu dan membuatnya dihukum atau mengikuti permintaanku. Semua tergantung padamu."

...****************...

Bulan terlihat menyala benderang menjadi syarat utama untuk kembali menjadikan Nadine shamrock sebagaimana yang sudah dicantumkan dalam buku yang ditemukan oleh Nadine dan Cassandra tadi siang. Keduanya menjadi penghuni perpustakaan di istana Elliot hanya untuk menemukan cara mengubah Nadine menjadi Shamrock karena jelas keduanya sadar bahwa menunggu Elliot melakukan itu tak akan pernah terjadi.

"Kau yakin gambarnya seperti itu?" tanya Nadine pada Cassandra yang tengah menggambar garis menggunakan kapur putih yang entah dia dapatkan dari mana.

"Tentu saja, aku tidak bodoh ini persis seperti yang ada di buku."

"Benarkah? Kenapa yang kuingat di buku itu tak seperti itu?" tanya Nadine yang lagi-lagi tak yakin pada gambar dari Cassandra.

"Kau meminta bantuanku, jadi kau harus percaya padaku." Oke Nadine diam, dia tak ingin saudara Elliot itu berubah pikiran dan menggagalkan rencananya untuk menyelamatkan Elliot.

Cassandra kini membuat lingkaran besar untuk mengelilingi bintang 6 yang sudah dia gambar, kemudian menambahkan aksara-aksara yang sering Nadine lihat di film horor tentang pemujaan iblis yang jelas sekali tak akan bisa Nadine mengerti.

"Bantu aku menyalakan lilin," perintah Cassandra pada Nadine.

“Bukankah kau hanya perlu menjentikkan jari dan api akan menyala? Seperti yang dilakukan Elliot.” Cassandra berdecak, Elliot pasti sangat memanjakan Nadine hingga gadis itu tak punya rasa takut padanya.

“Ya kau benar, aku bisa tapi aku harus menghemat tenagaku yang akan mengubahmu menjadi shamrock.” Cassandra melemparkan korek yang lagi-lagi Nadine tak tahu dari mana iblis itu mendapatkannya, kantungnya bak kantung doraemon yang muat banyak hal.

Nadine mulai menyalakan lilin itu satu persatu membiarkan dirinya menjadi pesuruh Cassandra. Lagi pula menghidupkan lilin tak akan memakan banyak tenaga.

“Duduklah di tengah.” Komando Cassandra kembali diikuti oleh Nadine.

“Aku akan memulainya jika kau siap. Apa kau sudah siap?” tanya Cassandra sebelum mulutnya merapal mantra untuk mengubah Nadine.

“Siap.”

“Baiklah aku akan memulai.” Cassandra mulai komat kamit merapalkan mantra dengan tangan yang dia arahkan kepada Nadine yang duduk di tengah lingkaran. Mata Cassandra perlahan berubah memerah, telapak tangannya mulai berpedar dan dalam waktu singkat cahaya itu hampir mengenai Nadine jika saja Elliot tak cepat menarik Nadine dari sana.

Nadine yang ditarik paksa oleh Elliot mulai memberontak dan ingin kembali ke lingkaran itu, tapi bukannya melapaskan Elliot malah melempar kalung Nadine ke arah lingkaran itu. Nadine berhenti memberontak tatkala matanya menyaksikan kalung itu berubah menjadi babi.

“Upps.”

“Upps? Cepat hentikan ritual bodoh dan tololmu itu!” Elliot meminta Cassandra untuk berhenti dan dia benar melakukannya.

“Shamrock itu babi?” tanya Nadine sementra Cassandra terdiam berharap saudaranya tak akan menghukumnya.

...****************...

1
Shamrock
terimakasih sudah mampirr
seruu uyy
owowowowowo
Aish
lanjut Thor,,,semangat upnya🤩🤩
Shamrock: thaknyouu 😁😁😁😁
total 1 replies
Aish
aku suka karyamu thor
Aish
lanjut Thor,,tambah seru
Aish
semangat Thor💪💪,,,sy suka karyamu Thor🌹🌹
Sindi Koldiyah
agak kesel si ya sama nadine, ke apa* tuh engga dipikirin dulu secara matang.
Shamrock: Wkwkw iya, dia emang agak impulsif jadi orang
total 1 replies
Erlina
menarik cerita nya
Shamrock: terimakasih
total 1 replies
Yunita Widiastuti
smangat kakak
Shamrock: wahhh terimakasihh
total 1 replies
Nijino Yume
ayo lanjutkan Athor ✨✨🐈
Shamrock: siaappp terimakasih
total 1 replies
Angeldust
Next semangat, kakk! ceritanya menarik 🔥
Shamrock: terimakasih banyakkk, mampur terus yaaa 🪸
total 1 replies
DegiFiras
Wihh, ditunggu lanjutan critanya 🙏🙏 jangan lama2 bikin penasarannya 🙏🙏
DegiFiras
Mulai memanas 👍👍
DegiFiras
Wihh mantap mantap buat kelanjutan ceritanya ..
DegiFiras
Semangat terus dalam melanjutkan ceritanya 💪💪
DegiFiras
Wih wih wih
DegiFiras
Nice, untuk lanjutan caranya
DegiFiras
"Karna aku lebih suka memelukmu dari pada miminjamkanmu jasku" ucapan yang romantis banget
DegiFiras
Nice, untuk kelanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!