NovelToon NovelToon
I'M A Villain

I'M A Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:844
Nilai: 5
Nama Author: Usu dedek

Seorang gadis 14th merelakan masa remajanya demi bisa masuk ke organisasi Phantom agar bisa membalas dendam kematian kakaknya. Misi pertama mendekati empat cucu Alexander Starling Gruop.

Demi keberhasilan misi Irish menggunakan apa saja termasuk mempermainkan perasaan targetnya.

Dendam nomer satu, perasaan nomer sekian!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Usu dedek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengidentifikasi jenazah

Westwood Lost Angeles, California.

Ronald Reagan Medical Center UCLA.

Sesampainya di rumah sakit ternama di Los Angeles, aku langsung di sambut oleh seorang pria paruh baya yang tampak gagah dan kekar dengan pakaian rapi di depan pintu RS. Pria itu berkacamata hitam, wajahnya lugas dan dingin. Di kupingnya mengenakan earphones portable yang tampak sangat canggih.

 Aku langsung diantar menuju kamar mayat. Setiap langkahku gemetar gugup. Aku bernafas cepat, begitu sampai di sana aku seakan tak berani melangkahkan kakiku masuk lebih dalam ke kamar tersebut. Langkahku terhenti di depan pintu. Seolah tubuhku tak ingin bergerak, kakiku terpaku di depan pintu yang sudah terbuka lebar menyambutku.

Jantungku tiba-tiba berdebar tak karuan, detaknya lebih kencang dari sebelumnya, tubuhku rasanya mulai menggigil, apa yang aku hadapi, rasanya aku tak ingin menyaksikan sesuatu yang ada di dalam sana. Isi hatiku ingin menolak, otakku ingin berpaling dari ini semua, namun jiwa ini masih penasaran. Siapakah gerangan di balik sosok kain putih yang terbaring di atas tempat tidur besi itu.

Setiap langkah kakiku gemetar mendekati tubuh yang tak bernyawa di hadapanku. Aku tak berani membuka kain penutupnya, rasanya aku tak siap untuk menerima kenyataan. Tanganku tarik ulur hendak menggapai kain tersebut. Gigiku tiba-tiba merapat. Mataku menyipit. Nafasku seakan sesak.

"Nona, segera identifikasi! Apakah benar ini adalah Isha Vanderick? jika setelah memverifikasi, harap tanda tangani surat pernyataan dan jenazah bisa dibawa pulang."

Kata-kata tersebut seolah menyambar dadaku, aku tak bisa menjawab. Air mataku terus mengalir, raut wajahku berubah menjadi pucat pasi. Aku tak berani bersuara, gigiku merapat menahan tangis. Aku sudah pernah mengalami hal ini sebelumnya, saat kedua orang tuaku meninggal, hingga butuh waktu lama untukku menghilangkan rasa trauma.

Lalu kini aku harus dihadapi dengan kenyataan yang lebih pahit lagi, rasanya aku tidak sanggup. Tapi aku harus melakukannya untuk mengenali siapa sosok di balik kain putih ini. Perlahan kakiku melangkah mendekati jenazah tersebut. Aku memberanikan diri untuk menggapai ujung kain dan membuka penutupnya, dan begitu kain terbuka.

Aaaaaaarrrrrrggghh..... Aaaaaaaa. Aku menjerit dan berteriak sejadi-jadinya. Aku terhuyung hingga menabrak dinding lemari es tempat penyimpanan mayat.

"Tidak ... tidak! Bagaimana mungkin, tidak mungkin! ini bukan Kak Isa, ini pasti orang lain."

Aku langsung menjerit histeris. Nafasku sesak, seolah ada benda padat yang menyumbat di batang leherku. Aku kesulitan bernafas. Mataku liar. Aku tak percaya apa yang ku lihat. Aku tak ingin mengakui apa yang menimpaku ini.

Aku menangis terisak. Raunganku memecah kesunyian di dalam kamar mayat. Pilu suaraku, tak tertahan. Aku tak sanggup lagi menahan tangis.

 Sesosok mayat di balik kain putih itu tampak bukan seperti saudaraku. Aku tak mengenalinya, tapi kenyataan pahit memukulku sadar. Bagaimana mungkin aku tak mengenali saudaraku sendiri?

Tanda lahir di bawah telinganya itu jelas kak Isha. Anting-anting yang dia gunakan, itu adalah kado ultahnya empat tahun lalu yang aku berikan.

"Aaaarrrhhhgggg.... kakak ... kakak ... kenapa ... kenapa ini bisa menimpa kakakku, apa salah kak Isha ... kenapa dia harus mati mengenaskan seperi ini?"

 Aku tersungkur ke lantai, aku benar-benar syok. Aku menutup kedua telingaku. Aku tak ingin mendengar apa yang dikatakan oleh dokter dan juga laki-laki yang membawaku tadi. Aku tak mendengar jelas apa ucapan mereka, tiba-tiba kepalaku pusing, tubuhku seperti mengambang di tengah lautan. Aku hampir kehilangan kesadaran.

Aku tidak tahu apa yang kulihat ini, ini tampak seperti permainan perasaan. Egoku menolak kenyataan, tapi hati tak bisa bohong.

Seorang mayat perempuan dengan keadaan yang sangat mengenaskan dan mereka mengatakan itu adalah saudaraku. Bagaimana mungkin? Aku tak ingin percaya kenyataan.

"Nona ... jika kau tidak kuat silakan keluar! tapi kau harus mengidentifikasi mayat ini agar prosedurnya bisa kami lakukan dengan cepat." Tegas pria tadi sembari memberikan sebuah catatan kematian padaku.

 Aku menyeka air mataku, perlahan aku mengatur nafas. Aku menepis berkas yang di serahkan sambil maju beberapa langkah.

Setelah menenangkan diri beberapa detik. Aku memberanikan diri lagi mendekati mayat tersebut. Air mataku tak henti mengalir. Aku sesegukan sesekali.

 Benar saja, dia adalah kakakku, aku menggapai tangan mayat yang menjuntai sambil memegangi gelang favoritnya. Aku masih tak percaya, bagaimana bisa seorang kakak berusia 33 tahun yang katanya pergi ke Los Angeles untuk menjadi seorang konsultan tapi kini dia terbaring tanpa nyawa bahkan dengan keadaan yang sangat mengenaskan.

Pria tadi membukakan seluruh kain penutup, dan dokter visum membacakan hasil autopsi dengan jelas. Aku hanya bisa menangis mendengarnya, sambil menahan rasa geram yang tak tertahan. Aku mengepalkan tanganku dengan kuat. Gigiku mengertak. Telingaku hampir tak mampu mendengar penjelasan dokter. Tapi aku harus kuat, aku ingin tau dengan jelas, penyebab kematian kakaku.

 Tubuhnya dipenuhi luka tusuk, menurut keterangan dokter, hasil visum menunjukan terdapat 40 tusukan serius di seluruh tubuhnya, hingga mengalami pendarahan hebat. Ia bahkan mengalami pelecehan seksual berat secara berulang.

Di perkirakan kakak sudah berhari-hari di sekap dan di lecehkan. Mendengar hal tersebut aku mengerang menahan suara jeritanku. Aku menatap tajam ke arah tubuhnya yang membiru pucat. Tubuhku menggigil hebat menahan emosi. Aku menggigit bibirku agar tak bersuara. Pandangan mataku tak fokus. Aku tak ingin menatap ke arah luka-luka itu.

 Lehernya mengalami tujuh sayatan persisi sehingga memutus saluran nafasnya. Jelas saja itu adalah sayatan seorang ahli. Lidahnya terpotong, wajahnya memar bengkak seperti dipukul oleh benda tumpul berulang kali, sebagian rambutnya hilang, mungkin bekas dijambak oleh seseorang secara paksa hingga tercabut, dan matanya telah hilang satu.

"Ya Tuhan .... apa ini dokter ...kenapa???"

Aku terkulai lemas, tak sanggup aku mendengar lebih lanjut. Air mataku seketika kering. Nafasku tersengal.

"Dari hasil visum, tampaknya mata korban di tusuk dengan besi panas. Karena daging di pinggiran bola matanya tampak hangus terbakar."

"Cukup ... cukup dokter ... aku tak ingin mendegar lebih lanjut. Bagaimana bisa sekejam itu?"

 Bagaimana mungkin kematian tersebut bisa didapati oleh seorang konsultan? Aku benar-benar tidak percaya, apa yang kulihat ini? Tangisku semakin pecah, aku menarik kakiku yg terasa berat, aku memeluk mayat kakak dengan sekuat tenaga.

 Aku meraung, menangis sejadi-jadinya memeluk mayat yang hampir tak di kenali itu. Dokter dan pria yang membawaku tadi mencoba memisahkan aku dan mayat kakakku. Mereka menarik pinggang dan tanganku agar melepaskan mayat tersebut. Tapi aku tak ingin melepasnya.

 "Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau bisa seperti ini? siapa yang tega melakukan ini?"

 Aku terus-menerus mempertanyakan hal tersebut, aku bertanya kepada lelaki yang membawaku tadi sambil terus memukulnya.

"Apa yang sebenarnya terjadi kepada kakakku? Kenapa dia bisa mati seperti ini? jelas ini bukan kecelakaan kerja, ini adalah pembunuhan!! Pembunuhan yang benar-benar terencana dan biadaaab!!"

"Apa tidak ada yang bisa menjelaskan??!!" suaraku menggelegar menggetar di ruang mayat tersebut.

 Seketika keadaan hening. Hanya kehampaan suara orang-orang yang tersirat. Tidak ada jawaban. Hanya bisu. Aku terduduk lemah tanpa daya.

"Apa kalian tidak akan bicara ...??"

1
sinnox
berani bgt ni cewe bjir😭
sinnox
10 juta dollar lenyap nih? 😭
sinnox
Jangan mau irish, kmu di jadiin bahan taruhan doang😭
sinnox
Weh baru juga ketemu, Zane sat set bgt 🤣
sinnox
Siapa ituuu🫣
sinnox
Alamak🫣
azza Binury: 🤭🤭🤭 tq
total 1 replies
sinnox
bahaya mbak masuk Phantom😰
sinnox
Di bunbun😰
sinnox
Yang sabar irish😭
azza Binury: terimakasih udah mampir kak. jangan lewatkan update terbaru
total 1 replies
𝜚⍣⃝𝄞®™Maxime😈
semangat 💪
azza Binury: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!