NovelToon NovelToon
Sistem Kaisar Abadi

Sistem Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: fareva

Tiga tahun jadi sampah!

Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.

Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.

Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!

Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.

Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.

Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.

Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.

Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: Dua Bidadari Berebut di Puncak Embun

Jarak antara Arya Langit dan Luna Maheswari saat itu hanya tinggal setengah meter.

Di bawah cahaya bulan purnama yang terang benderang di atas Puncak Embun yang bersalju, Luna Maheswari terlihat seperti seorang dewi teratai yang turun dari langit. Wajahnya yang cantik sempurna, matanya yang berbinar penuh godaan, bibirnya yang merah muda yang sedikit terbuka, dan aroma harum bunga teratai suci yang lembut dari tubuhnya membuat siapa pun pria normal pasti akan langsung kehilangan akal sehat dan berlutut di bawah gaunnya.

Ujung jari Luna yang putih dan halus masih menempel di dada Arya. Sentuhannya dingin namun lembut, dan melalui sentuhan itu Arya bisa merasakan aliran energi Teratai Suci yang sangat murni dan menenangkan di dalam tubuh gadis itu, tapi di dalam kemurnian itu ada sedikit noda hitam yang sangat samar yang berdenyut pelan, seperti racun yang sedang tertidur.

Itu adalah tanda awal dari racun Iblis Hati yang akan membunuhnya dalam satu bulan nanti sesuai dengan yang ditampilkan oleh sistem.

"Bagaimana? Penawaran yang sangat menguntungkan, bukan?" bisik Luna lagi dengan suara yang manja dan menggoda, wajahnya semakin dekat ke telinga Arya hingga napas hangatnya menerpa leher Arya. "Tinggalkan gunung es kecil ini dan ikut aku ke Istana Teratai Suci. Di sana kamu akan mendapatkan segalanya. Kekuatan, kekayaan, wanita... bahkan aku..."

Jika ini adalah Arya yang tiga tahun lalu, yang masih menjadi jenius arogan yang haus akan pengakuan, mungkin dia akan langsung setuju tanpa berpikir panjang. Putri Suci dari Istana Teratai Suci, calon pemimpin dari salah satu dari tiga kekuatan terbesar di wilayah ini, menawarkan diri untuk menjadi tunangannya. Itu adalah kehormatan yang bahkan tidak berani diimpikan oleh putra mahkota kekaisaran.

Tapi Arya yang sekarang bukan lagi Arya yang dulu.

Dia adalah Arya yang sudah mati sekali secara sosial dan bangkit kembali dengan Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi. Dia adalah murid dari Sekar Embun, wanita yang baru saja melindunginya di depan umum dan rela berbagi rasa sakitnya dengannya. Dan yang paling penting, dia bisa melihat takdir tragis gadis cantik di depannya ini.

Jika dia menerima Luna hanya karena nafsu dan sumber daya, dan membiarkan gadis ini mati mengenaskan dalam satu bulan karena racun Iblis Hati, maka dia tidak pantas disebut sebagai Kaisar Abadi.

Arya menarik napas dalam dalam. Dengan gerakan yang sangat lembut namun tegas, dia mengangkat tangannya dan melepaskan jari Luna yang menempel di dadanya.

"Luna Maheswari, Putri Suci," suara Arya tenang, jernih, dan tidak ada sedikit pun getaran nafsu di dalamnya, hanya ada ketulusan. "Terima kasih atas penawaran baik Anda. Saya Arya Langit sangat menghargai Anda datang jauh jauh ke Puncak Embun yang terpencil ini hanya untuk menemui sampah seperti saya. Tapi saya harus menolak penawaran Anda."

Senyum menggoda di wajah Luna Maheswari langsung membeku.

Menolak? Pria ini menolaknya?

Sejak dia dinobatkan sebagai Putri Suci pada usia lima belas tahun, tidak pernah ada satu pun pria yang menolak penawarannya, apalagi menolaknya setelah dia sendiri yang menawarkan diri untuk menjadi tunangannya! Bahkan pangeran dari Kekaisaran Langit pun berlutut dan menangis hanya untuk bisa berbicara dengannya selama satu menit!

"Kamu... kamu menolakku?" Luna menatap Arya dengan mata membelalak tidak percaya. "Kenapa? Apakah penawaranku kurang? Apakah seribu Batu Roh kelas menengah dan posisi pengikut pribadiku masih kurang? Aku bisa memberimu sepuluh ribu! Aku bisa membuatmu menjadi Tetua Luar di Istana Teratai Suci!"

"Bukan karena Batu Roh, Putri Suci," Arya menggelengkan kepalanya pelan. Dia menatap mata Luna yang indah itu dengan tatapan yang dalam dan sedikit kasihan. "Batu Roh bisa dicari, kekuasaan bisa direbut, tapi hati yang tulus tidak bisa dibeli. Guru saya, Sekar Embun, menerima saya saat semua orang di dunia ini menganggap saya sampah dan menginjak saya. Dia melindungi saya saat semua orang ingin saya mati. Bagi saya, hutang budi itu lebih berharga dari sepuluh ribu Batu Roh, bahkan lebih berharga dari posisi Tetua di Istana Teratai Suci."

Arya menoleh dan menatap pondok bambu di belakangnya yang pintunya sedikit terbuka, seolah dia tahu bahwa pemilik pondok itu sedang mengintip dari dalam.

"Dan lagi, Guru saya jauh lebih cantik dari Anda, Putri Suci. Jadi saya tidak tertarik."

Kalimat terakhir itu dia ucapkan dengan suara yang sedikit lebih keras, sengaja agar orang di dalam pondok itu bisa mendengarnya dengan jelas.

Di dalam pondok bambu, Sekar Embun yang sejak tadi berdiri di balik pintu dengan tangan mengepal erat karena rasa cemburu yang membara dan tidak dia mengerti kenapa bisa muncul, mendengar kalimat terakhir dari Arya itu.

Wajahnya yang tadi dingin seperti gunung es yang akan meledak karena cemburu itu langsung memerah seperti kepiting rebus.

"Siapa... siapa yang lebih cantik... mulut manis..." bisik Sekar Embun dengan suara kecil yang malu, tapi sudut bibirnya yang biasanya tidak pernah tersenyum itu kini tidak bisa menahan untuk terangkat membentuk senyuman bahagia yang sangat indah. Rasa cemburu yang membara di dalam dadanya tadi langsung hilang, digantikan oleh rasa hangat dan rasa manis yang aneh yang menyebar ke seluruh tubuhnya.

Di luar, Luna Maheswari menatap Arya dengan tatapan yang sangat rumit. Ada kaget, ada marah karena ditolak dan dibandingkan, tapi lebih banyak rasa tertarik yang semakin dalam.

Pria yang tidak tergoda oleh kecantikan dan kekuasaan? Pria yang setia pada gurunya yang baru dikenal satu hari? Pria yang berani berkata bahwa gurunya lebih cantik dari Putri Suci di depan Putri Suci itu sendiri?

Selama delapan belas tahun hidupnya, ini adalah pertama kalinya Luna bertemu dengan pria seperti ini.

"Menarik... kamu semakin menarik saja, Arya Langit," Luna akhirnya tersenyum lagi, tapi kali ini senyumnya bukan senyum menggoda yang dibuat buat, tapi senyum tulus yang penuh dengan rasa penasaran. "Tidak heran Sekar Embun yang dijuluki Gunung Es Abadi yang tidak pernah membiarkan pria mendekat itu bisa begitu melindungimu di Balai Utama tadi. Kamu memang punya sesuatu yang berbeda."

Luna mundur selangkah, menjaga jarak yang sopan. Aura menggoda di sekitarnya hilang, digantikan oleh aura suci dan mulia seorang Putri Suci yang sebenarnya.

"Baiklah, karena kamu sudah menolak menjadi pengikut pribadiku, aku tidak akan memaksamu. Tapi aku tidak akan menyerah semudah itu," kata Luna dengan mata berbinar penuh tantangan. "Aku akan tetap di Perguruan Langit Biru selama satu bulan ini sebagai utusan pertukaran dari Istana Teratai Suci untuk mengamati Kompetisi Puncak Langit. Selama satu bulan ini, aku akan membuktikan padamu bahwa aku tidak kalah dari gurumu itu. Dan satu bulan lagi, saat kamu berdiri di puncak Kompetisi Puncak Langit seperti yang kamu janjikan tadi, aku akan datang lagi dan menanyakan penawaran yang sama. Saat itu, kamu tidak boleh menolakku lagi."

Setelah berkata begitu, Luna membalikkan badannya dengan anggun. Gaun teratai emasnya berkibar indah di bawah cahaya bulan. Dia berjalan beberapa langkah, lalu tiba tiba berhenti dan menoleh lagi.

"Oh ya, satu peringatan untukmu sebagai teman, Arya Langit," suara Luna tiba tiba menjadi serius dan pelan. "Hati hati dengan Kezia Adinegara dan Tetua Lotus. Mereka tidak sesederhana yang terlihat. Tetua Lotus sudah lama bekerja sama dengan orang orang dari Sekte Darah Hitam. Dan Kezia... gadis itu memiliki hati yang jauh lebih kejam dari yang kamu kira. Dia tidak akan membiarkanmu hidup tenang sampai Kompetisi Puncak Langit nanti. Dia pasti akan melakukan sesuatu."

Setelah memberikan peringatan itu, tubuh Luna diselimuti oleh cahaya teratai emas dan menghilang di tengah salju seperti kelopak bunga yang tertiup angin, tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.

Arya berdiri diam di tempatnya, menatap ke arah Luna menghilang dengan kening berkerut.

Peringatan Luna itu sama persis dengan takdir tragis yang dilihat oleh sistem. Kezia Adinegara dan Tetua Lotus akan mengkhianati Luna dan memberikannya sebagai tungku kultivasi kepada Tetua Iblis dari Sekte Darah Hitam saat ritual Pemurnian Jiwa Teratai Suci dalam satu bulan lagi.

Sekte Darah Hitam! Itu adalah sekte iblis yang paling kejam dan paling dibenci di seluruh wilayah ini, terkenal karena menggunakan wanita dengan tubuh khusus sebagai tungku kultivasi untuk meningkatkan kekuatan mereka.

"Jadi itu rencana mereka..." gumam Arya dengan mata yang berkilat dingin. Tinjunya mengepal erat.

Di dalam kepalanya, suara sistem berbunyi.

[DING! Target Takdir Kaisar Legendaris Luna Maheswari telah memberikan rasa tertarik awal pada Tuan Rumah! Kepercayaan Luna Maheswari +10%!]

[Kepercayaan Luna Maheswari saat ini: 10%!]

[Misi Sampingan aktif: Selamatkan Putri Suci! Cegah pengkhianatan Kezia dan Tetua Lotus dalam ritual Pemurnian Jiwa Teratai Suci 1 bulan lagi!]

[Hadiah Misi: 1000 Poin Takdir, Tubuh Teratai Suci Pemurnian Jiwa, dan hati Luna Maheswari terbuka 50%!]

[PERINGATAN: Tubuh target sudah mulai terkontaminasi racun Iblis Hati tingkat rendah! Dibutuhkan Pil Pemurni Jiwa kelas tinggi untuk menunda racun sebelum ritual!]

Arya menarik napas dalam dalam. Satu masalah belum selesai, masalah lain sudah datang. Sekar Embun masih butuh lima sesi penyembuhan lagi, dan sekarang Luna Maheswari juga butuh pil untuk menunda racunnya.

Dia butuh Poin Takdir dan dia butuh kekuatan lebih banyak lagi.

Pada saat itu, suara pintu pondok bambu yang terbuka terdengar dari belakangnya.

Sekar Embun berjalan keluar dari pondok. Dia sudah berganti kembali dengan gaun putihnya yang biasa, wajahnya kembali dingin seperti es, tapi pipinya masih sedikit merona merah.

Dia berjalan mendekati Arya dan berhenti tepat di depannya, menatapnya dengan mata indahnya yang dalam.

"Tadi... tadi kamu bilang apa di depan Putri Suci itu?" tanya Sekar Embun dengan suara yang terdengar tenang tapi sedikit gugup.

Arya sedikit tertegun, lalu tersenyum jahil. Dia tahu gurunya yang dingin ini pasti sudah mendengar semuanya dari dalam pondok tadi.

"Guru, yang mana? Yang bilang Guru lebih cantik dari Putri Suci? Itu kan memang kenyataan. Guru memang jauh lebih cantik dari Putri Suci manapun di dunia ini," jawab Arya dengan wajah tulus.

Wajah Sekar Embun langsung memerah lagi. Dia memukul pelan dada Arya dengan tangannya yang dingin.

"Mulut manismu itu... siapa yang mengajarimu bicara seperti itu pada gurumu!" gerutu Sekar Embun dengan suara yang malu malu, sama sekali tidak ada wibawa seorang guru.

Tapi pukulannya itu sangat pelan, seperti pijatan.

Arya tertawa kecil dan menangkap tangan dingin Sekar Embun yang memukulnya itu dengan lembut.

"Guru, jangan marah. Tadi saya menolak Putri Suci itu karena saya sudah punya guru yang paling cantik dan paling baik di dunia ini. Saya tidak butuh Putri Suci lain."

Sekar Embun ingin menarik tangannya, tapi genggaman Arya yang hangat itu membuatnya tidak punya tenaga. Jantungnya kembali berdegup kencang seperti genderang.

Di dalam kepala Arya, Fitur Intim aktif lagi.

[Isi hati Sekar Embun: "Bodoh... bodoh... kenapa dia selalu berkata hal yang membuat jantungku tidak karuan seperti ini... Tapi... aku senang dia menolak Putri Suci itu... Apakah ini namanya cemburu? Aku... aku cemburu?"]

Mata Arya berbinar membaca isi hati gurunya itu.

Malam di Puncak Embun yang dingin itu tiba tiba terasa sangat hangat.

Tapi di kaki gunung, di dalam sebuah ruangan rahasia yang gelap, Kezia Adinegara dan Tetua Lotus sedang berbicara dengan seorang pria berjubah hitam dengan aura darah yang sangat pekat dan bau anyir yang menusuk hidung.

"Rencana berjalan lancar, Tetua Darah," kata Tetua Lotus dengan suara menjilat. "Putri Suci Luna sudah mulai lengah. Dalam satu bulan saat ritual Pemurnian Jiwa, kita bisa bergerak dan memberikannya kepada Tetua Darah sebagai tungku kultivasi. Tapi... ada satu penghalang baru. Seorang sampah bernama Arya Langit..."

Pria berjubah hitam yang dipanggil Tetua Darah itu tertawa dengan suara serak yang mengerikan.

"Sampah? Bunuh saja sampah itu. Tidak ada yang boleh menghalangi Sekte Darah Hitam mendapatkan Tubuh Teratai Suci Pemurnian Jiwa. Kirim pembunuh bayaran besok malam ke Puncak Embun. Buat seolah olah dia mati karena kecelakaan saat berlatih. Mengerti?"

"Mengerti, Tetua Darah!" jawab Kezia dan Tetua Lotus bersamaan dengan senyum kejam di wajah mereka.

Malam di Perguruan Langit Biru baru saja dimulai, tapi konspirasi berdarah yang akan menyeret Arya, Sekar, dan Luna ke dalam pusaran bahaya yang mematikan sudah mulai bergerak dalam kegelapan.

1
Hadi Hadi
mantap😍😍
fareva: lanjut 🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
iwik iwik😍😍
Hadi Hadi
mantap😍😍
Hadi Hadi
semangat💪💪
fareva: makasih bang
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
fareva: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up😍😍
Hadi Hadi
lanjut
fareva: Siap. tolong bantu koreksi kalau ada yang kureng
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
good💪💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!