NovelToon NovelToon
Rumah Warisan

Rumah Warisan

Status: tamat
Genre:Spiritual / Horor / Tamat
Popularitas:27.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mufid Kurniawan

Serangkaian konflik, cinta, sisi gelap, konfrontasi, ego dan di bumbui dengan beberapa misteri yang pelan tapi pasti terkelupas perlahan dengan balutan horor kejawen (jawa kuno) yang cukup kental. semua berpadu dalam satu mahakarya.

Sinopsis :

Di suatu desa..hiduplah seorang nenek tua yang cukup kaya raya. Ia mempunyai 6 orang anak. Anak yang di besarkan olehnya seorang diri sebagai seorang janda. Enam orang anak yang di besarkan olehnya dengan penuh kasih sayang. Enam anak itulah yang juga memulai konflik antara sesama saudaranya sendiri. Puncaknya adalah ketika sang nenek tiba-tiba meninggal dunia.

Disini semua tragedi itu berawal. Teror kasat mata dan yang tak kasat mata mulai menghantui semua yang sedang tinggal di rumah peninggalannya. Satu...persatu.... Mereka semua punya satu tujuan yang sama! 6 orang iblis bertopeng manusia!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mufid Kurniawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karma?

"gimana mbah? Apakah persalinan istri saya tidak bisa di tunda?" Tanya sastro pada sang dukun bayi yang sedang memeriksa perut istrinya.

"Di tunda gundulmu! Itu malah akan berbahaya bagi istrimu sendiri. Salah-salah bisa bablas semua tro." Ketus nenek yang sudah menjadi dukun persalinan yang turun temurun itu.

Wajah lelaki tua itu terlihat semakin gusar. Dirinya di hadapkan pada dua pilihan yang sulit. Disisi lain ia juga sangat mengharapkan buah cintanya dengan sang istri selama 12 tahun penantian itu juga bisa sehat dan selamat. Bukan rahasia umum lagi jika bayi yang lahir di desa ini tidak akan mempunyai kulit atau bisa di bilang terlahir cacat genetik. Bahkan jika beruntung pun pasti tak lama kulit bayi itu akan mengelupas sendiri beberapa hari kemudian. Kondisi genetik langka itu pula yang masih menjadi misteri bagi dunia medis. Banyak dokter dari kota-kota besar bahkan sudah menyerah karena selalu mengalami kebuntuan tatkala mencoba meneliti kasus di desa ini.

Kembali ke sastro yang sudah nampak berpasrah. Ia menatap sayu wajah istrinya. Ingin sekali rasanya ia membawa sang jabang bayi dan istri tercinta pindah dari desa terkutuk ini. Namun apalah daya, ekonomi keluarganya yang masih terkadang kesulitan menambah buruk keadaan. Lelaki paruh baya itu hanya menahan isak tangis di samping istrinya yang tengah berjuang hidup dan mati dalam proses persalinan.

Sesaat kemudian budhe partiyah dan putri datang ke rumah sastro yang memang tak begitu jauh berjarak. Dengan sigap dan tanggap, budhe sedikit membantu menyiapkan air hangat, kain dan apapun yang di butuhkan oleh si dukun yang nampak sudah kewalahan itu. Sementara itu putri hanya bisa membantu budhe partiyah seadanya. Ia masih memendam rasa penasaran yang begitu kuat. Banyak rahasia yang belum ia ketahui.

"Besok pagi lebih baik budhe antarkan kamu pulang saja ya nduk." Ucap budhe sembari membawa baskom penuh dengan air.

"Kenapa budhe? Lalu bagaimana dengan mas Ikhwan? aku nggak mungkin ninggalin suamiku gitu aja kan budhe.." Jawab putri agak keberatan.

"Disini terlalu berbahaya buat kamu dan anakmu nisa nduk. Nanti suamimu biar budhe yang urus. Kamu percaya sama budhe nduk." Tutur budhe partiyah lirih.

"Tapi budhe.."

"Sudahlah nduk manut saja sama budhe." Ujar budhe agak setengah memaksa.

...****************...

Di sisi lain, iman tengah di rawat di rumah sakit setempat. Ia di temukan pagi kemarin tengah krisis di pematang sawah dengan posisi tanpa busana. Para penduduk sekitar lantas membawanya ke puskesmas hingga tak berapa lama ia pun kembali pulang ke rumahnya dengan keadaan yang seperti biasanya. Meninggalkan banyak pertanyaan dari keluarga dan juga warga sekitar yang turut mengantarkannya.

"Heh... ssstttt... jo, menurutmu aneh nggak sih pak iman itu?" Tanya Samsudin pada Bejo. Keduanya tengah menikmati kopi di sebuah angkringan di siang itu. Disana terlihat juga Edi yang ikut nimbrung bersama kedua pemuda pengangguran itu. jadilah mereka bertiga duduk sembari menikmati kopi mereka masing masing.

"Aneh gimana din? Aku denger-denger sih, kalo pak iman itu suka ngelakuin ritual-ritual lho din. Jangan-jangan ini ada hubungannya sama..." Ucap Edi berbisik. ia sudah seperti biasa melakukan cocoklogi seperti itu.

"Masak di? Emang kamu pernah lihat sendiri?" Tanya Bejo mulai tertarik.

"Hushh..jangan fitnah di. Kita nggak punya bukti lho jo, di." Ujar Samsudin menengahi.

"Denger ya, aku pernah lho sekali lewat depan rumah pak iman waktu itu pas malem-malem. Aku nyium bau dupa dari dalam rumahnya pak iman din. Waktu aku mau nyari tau darimana dupa itu berasal, aku ngintip ke dalam rumahnya oak iman. tiba-tiba saja aku lihat ada sosok wanita nyengir din tepat di depan pak iman yang udah nggak pake baju lagi semedi. Wanita itu mukanya pucet banget din. Hiiii...jadi merinding disko aku din." Ujar Edi bersungguh-sungguh.

"Ah masak di.. tapi kalau di pikir-pikir aneh juga ya jo, pak iman itu kan dulunya cuma petani biasa kaya yang lain. Terus dalam semalam kok yo bisa gitu lho. Tiba-tiba jadi kaya raya. Bisa beli mobil, bangun rumah, sampai bisa beli tanah dimana-mana. Kan aneh ya jo?" Ucap Samsudin berangan-angan.

"Iya juga sih din, tapi...." Jawab Bejo terhenti karena di sikut oleh Samsudin dan Edi yang melihat pak iman sedang berjalan menuju angkringan. Tak berapa lama pak iman pun duduk tepat di seberang mereka bertiga. Terlihat wajahnya sedang tidak bersahabat hari ini.

"diem!" gertak Samsudin sembari sedikit menahan suaranya.

"Ehemm.. owalah...orang kaya ternyata masih doyan ya kopi sachetan. Tak kira sudah nggak level minum yang beginian. Hehehe." Sindir Bejo asal ceplas-ceplos.

"Apa maksudmu heh?! Ssstttt..." Ujar Samsudin mencoba mengerem mulut sahabatnya itu. Nampak pak iman hanya melirik sinis Bejo. Ia sepertinya tak ingin menanggapi mulut pedas dari warga sekitar pada dirinya.

"Humppphh.. jo kamu kentut ya? Gila makan apa sih jo kowe?! Baunya kaya bangkai gini." Protes Samsudin sembari menutup hidungnya rapat dengan tangan.

"Eladalah, seng kentut ki yo siapa to din. Tapi kok bener kamu din. Jangan-jangan Edi ini yang cepirit?!" Ujar Bejo menanggapi. Ketiganya malah saling tuduh menuduh.

"Bener Bejo itu di, dulu kan kamu juga sering cepirit waktu sekolah SD dulu. Hahaha." Tutur mbok surti sang pemilik angkringan kopi ikut mengimbuhi.

"Enak aja mbok! Itu kan dulu waktu masih kecil. Kalau sekarang ya beda lah mbok!" Sanggah Edi tidak terima.

Pak iman sendiri merasa tak nyaman dengan obrolan orang-orang yang tengah meributkan perihal bau tak sedap yang tak sengaja tertangkap hidung mereka. Tak berapa lama ia memilih beranjak dari warung tersebut dan membayar beberapa gorengan yang ia sempat santap. Ia tetap pergi kendati pesanan kopinya belum datang.

"Ssstttt.. din, di, mbok, itu kenapa pak iman tiba-tiba pergi gitu aja?" Ucap Bejo menengahi tawa mereka berempat. Menatap aneh punggung laki-laki paruh baya yang sedang berjalan dengan kuyu itu.

"Alah biarin aja jo, orang itu memang aneh! toh yang penting kan dia tetap bayar jo." Ucap mbok surti memunguti beberapa lembar uang yang di tinggalkan pak iman barusan saja.

"Hmmmppphh..eh..eh..sek..sek... baunya kok tiba-tiba hilang ya din."

"Mosok jo??" Tutur Samsudin.

Sementara itu..

"Duh kenapa sih dengan tubuhku ini. Padahal aku sudah mandi sudah pakai sabun banyak. Tapi kenapa masih bau busuk gini sih. Malu-maluin aja! Mosok orang kaya badannya bau!! Huffftttt!" Decak pak iman merasa kesal.

1
💞
apa yg bkin bulu kuduk putri merinding Thor.
gmana penampakan rumah nenek nyaa, huhuhu.
lnjut dong thorrrr
💞
cerita nya keren loh, di bkin penasaran banget sama jalan ceritanya 😱😱😱
Sekar Sekar
author nya lgi nyari inspirasi 😁👍..
lnjut thor .. bnyak yg nggu nih
ttp semangattt💪💪💪
ghina amd
authornya kemana sih?
Yuli Eka Puji R
ini sebenernya novel ceritanya smo di sni apa msh lanjut ya
Yuli Eka Puji R
klo pke daster model saringan tahu mbok ya di saat sm suami dong put bukan malah buat keluar pintu klo dah kaya begitu mau nyalahin siapa
Ciaaaaa_sasaa🌻
Kak author knpa gk up lagi??? gntung bngt kak☺
Yuli Eka Puji R
walahh hamil sampe tahunan anak jin apa anak menungso 😳😳
Yuli Eka Puji R
judulnya rumah warisan tp isinya kaya sinetron azab wes ga nyambung blas
Yuli Eka Puji R
bulu matanya yg lentik bukan matanya
Yuli Eka Puji R
menantu durhaka kali ya kok mertua durhaka
Yuli Eka Puji R
weehhhh.... di baab sebelumnya usia pernikahan 1,5thn masa anaknya juga 1,5thn juga emang pas nikah hbs lahiran apa gimana thor tlong di koreksi biar cerita fiksinya biar kaya nyata biar lebih bagus lg
Yuli Eka Puji R
keren amat tu bayi bs di atas plafon🤣😂
Yuli Eka Puji R
orang susah aja sok sokan di pempesin anaknya aq yg punya penghasilan aja klo ga mau pergi ga sy pempesin anakku🤧🤧
Mafisa Slowrock
lama sekali up nya Thor....sudah penasaran nih
Nur Yanah
ko lama banget author up ny???
Rahma Amma
KK author,kapan up nya???
Tety Novianty
thor ko llllaaammmaa
Tety Novianty: hmm pantas, smoga cepet up ya
total 2 replies
Tety Novianty
kirain udah up, akh kacau
Ciaaaaa_sasaa🌻
Knpa gk up lgi kak😥 Semangat kak Author❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!