Terlahir dari Keluarga yang sangat religius serta kedua orang tua nya ahli dalam agama dan di hormati oleh para warga, sungguh berbeda jauh dengan anaknya.
Jaya Jaeludin pemuda lajang berusia 23 tahun yang hobinya berpetualang ke tempat tempa seram dan penuh dengan ke mistikan. Selain Ia suka berpetualang Jaya pun bergaul dengan para preman yang hobinya mabuk mabukan dan berjudi... Sampai titik dimana Ia membantu seorang wanita yang berstatus sebagai wanita yang di tinggalkan oleh suaminya, memasang kan sebuah susuk ilmu Hitam. Ia di kampung nya sampai tingkat desa di cap sebagai Dukun Cabul.
Ikuti kisah nya Novel Aku Bukan Dukun Cabul
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kang Haji RIS', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejiwaan Agus Belum pulih
Malam itu ketika di kampung tempat keluarga kecil Agus untuk sementara waktu tinggal di rumah Muhtar kakak' iparnya. Meskipun Ritual yang di lakukan oleh Agus itu gagal karna Abah Dewa. Tapi Kontrak sudah terlanjur terikat. Karena pada saat Agus bersedia menyanggupi syarat yang di minta oleh kuncen maka sejak saat itu lah kontrak sudah terikat dan sah di mata hukum alam ghaib.
Setelah pulang dari acara rutinan pengajian yang setiap malam Kamis di lakukan di rumah kepala desa. Mereka bertiga lalu menemui pemuda itu yang kembali ke rumah nya Eyang Guru Abah Atang seusai membantu membawa Fani kembali ke alam manusia.
Sebenarnya Abah Dewa sudah mempunyai firasat malam ini akan ada penyerangan terhadap Fani dan Ruslan. Tapi Ia juga mempunyai janji yang tidak bisa di langgar begitu saja dengan jadwal khusus yaitu acara pengajian rutinan.
Abah Dewa bersama dua temannya sesama waktu belajar di pondok pesantren itu, mereka menanyakan rasa penasaran dalam hatinya setelah mengetahui dan mendengarkan pengakuan dari Agus bahwa ritual pesugihan nya tidak berhasil, tetapi kenapa bangsa siluman monyet terus menerus memburu Ruslan dan sekarang Ibu nya ikut terseret dalam permasalahan yang di lakukan oleh suaminya..
Tak lama kemudian kini mereka bertiga sudah berada di rumah nya Abah Atang lelaki berjanggut putih dengan panjang sampai ke dada nya.. Kini Abah Dewa bersama dengan ustadz Kosim dan Ustadz Abas sudah berada di ruangan khusus tempat Abah Atang biasa menerima tamu.
"Dewa..!! Pemuda gila itu sedang bersemedi di puncak Gunung Mananggel, tepat di Sanghyang tapak." Tegur lelaki paruh baya baru masuk ke ruangan khusus itu.
Tiga lelaki seumuran pun langsung bangkit dan mencium tangan yang menjadi guru spiritual nya itu. Di antara mereka bertiga yang secara khusus di berikan ilmu kebatinan hanya Abah Dewa saja.
"Mungkin akan lama ya Eyang guru Kang Jaya semedi nya.?" Tanya Abah Dewa setelah usai mencium tangan nya dan duduk kembali.!!
"Tidak hanya malam ini. Subuh juga sudah turun lagi. Emang ada hal penting apa ingin menemui Jaya.? Tanya Abah Atang.!!
"Itu Eyang Guru.... Agus sudah mengakui persugihan yang di lakukan waktu itu. Katanya ritual tersebut gagal tetapi para siluman itu terus memburu Ruslan." Kata Abah Dewa memberi tahukan.!!
"Ohk..... Iya karna kontrak sudah terikat dan perjanjian sudah sah di mata hukum alam ghaib.!!
"Jadi kita harus bagaimana cara menyelesaikan dan melepaskan perjanjian itu dengan bangsa siluman. Tidak sederhana mungkin harus ada salah satu dari pihak bangsa kita atau bangsa mereka yang akan mati.? Tanya ustadz Kosim.
"Hmmmmmmmmm''.!! Apa yang di katakan oleh si Kosim itu memang benar. Bila terus menerus kita menghadapi nya juga pasti akan kalah." Gumam Ustadz Abas.
Tenanglah....... Kalian tidak usah khawatir dan cemas... Sebaiknya pulang... Di rumah Muhtar sudah aman terkendali. Dewa sebaiknya istri dan anak Agus di pindahkan dulu di rumah mu. Esok secara khusus Jaya akan ke rumah Muhtar untuk mengobati Agus yang pikiran nya masih kosong dan mudah di rasuki oleh mahluk siluman. Abah tidak mau bila istri nya Agus mengetahui bahwa teror semua ini akibat ulah suami nya. Kita sebagai manusia yang mempunyai ilmu kebatinan selain menolong Agus dalam permasalahan dengan bangsa lain. Kita juga harus bisa menjaga dan jangan sampai memisahkan kehidupan rumah tangga nya." Kata Abah Atang mengusir dengan halus mereka bertiga.!!
Apa yang di katakan oleh Eyang guru memang bijak dalam menanggapi permasalahan Agus. Hal yang pertama yang harus di lakukan oleh Abah Dewa dan lainnya yaitu mengobati Agus terlebih dahulu dengan membersihkan seluruh lahiriah yang ada di badan nya. Ia mengetahui bahwa Agus sepulang dari ritual itu kejiwaan Agus belumlah sepenuhnya normal. Tatapan matanya kosong dan seringkali melamun tetapi tidak ada yang di angankan dalam lamunan nya. Terkadang tingkah nya tidak wajar jauh dari biasanya, terlihat di luar nalar.
Muhtar dan Abah Dewa serta yang lainnya mengetahui bahwa Agus tidak suka dengan buah yang nama nya pisang, tetapi setelah pulang dari perjalanan jauh nya. Ia selalu ingin makan pisang dan suka mengamuk bila permintaan nya tidak di laksanakan. Agus sendiri merasakan jiwa nya tidak tenang, gundah gulana bahkan ketakutan dan bingung, bahkan tidak tahu harus apa yang di lakukan nya.
Sudah hari ke empat Jaya menyuruh nya untuk menemui istrinya. Di saat itu teror kembali datang ke rumah Muhtar untuk menjemput Ruslan dan memperdayai Fani dengan bujuk rayu kemegahan duniawi. Untung nya Abah Dewa dan beberapa warga lain sanggup menggagalkan semua nya itu.
Tadinya Fani dan Agus bersama anaknya tinggal di kampung sebelah kakak ipar nya, mengontrak satu rumah petak berukuran kecil.. Tapi ketika kejadian itu Abah Dewa pun langsung menyuruh untuk mengungsi dan tinggal di rumah Fina untuk sementara waktu, karna rumah yang di tempati oleh keluarga Agus sudah menjadi titik target bangsa siluman monyet.
Kejadian demi kejadian aneh di alami oleh Agus setelah keluar dari rumah kayu kuncen Gunung Kong, sepanjang perjalanan pulang untuk menemui Abah Dewa atas saran dari pengemudi supir truk yang ikut menumpang.
Semua kejadian aneh itu selalu berkaitan dengan kemunculan monyet monyet. Akan tetapi Agus sama sekali tidak menyadari bahwa monyet monyet yang di lihatnya itu bukanlah monyet biasa. Monyet itu merupakan jelmaan siluman monyet yang selalu mengikuti setiap langkah Agus kemana Ia akan menetap untuk mengambil tumbal yang sudah terikat dalam perjanjian persugihan tersebut.
Untung nya bagi diri Agus bertemu dengan supir truk waktu itu, untuk menemui Abah Dewa dan meminta menemui nya, karna supir truk kemungkinan terbesar mengetahui Agus sedang dalam pantauan siluman monyet, hanya satu untuk menyelamatkan nya yaitu dengan menyuruh Agus untuk bertemu terlebih dahulu dengan sosok Abah Dewa sebelum menemui istri dan anaknya.!!
Setelah menemui Agus menemui Abah Dewa, Abah Dewa sendiri langsung membawa nya ke Guru nya yang ada di kampung kaki bukit Gunung Mananggel, atas pesan malam itu.
##############
Hari Kamis siang ini cuaca begitu panas terik dan menyengat. Di rumah Muhtar masih terasa di liputi rasa cemas dan kekawatiran akibat teror yang datang silih berganti menerpa Fani dan Ruslan.
Kini Mereka berdua Ibu dan anak maupun Agus selalu dalam pengawasan Muhtar dan para tetangga semenjak peristiwa hilang nya Fani yang di bawa kabur ke alam ghaib oleh Indra Purnama. Pemimpin pasukan monyet siluman yang di tugaskan untuk penjemputan tumbal.
Walaupun Pimpinan pasukan monyet itu sudah di penjara oleh Wa Kulik yang kerasukan Eyang Jagaraksa, tapi Raja dan siluman siluman monyet lain tidak akan kendor untuk melancarkan serangan kepada Agus dan kemungkinan terbesar Muhtar bersama para tetangga nya akan mendapatkan serangan balas dendam dari bangsa dedemit itu.
Bersambung.