NovelToon NovelToon
Kata Mereka, Aku Pelakor

Kata Mereka, Aku Pelakor

Status: tamat
Genre:Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:295.7k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Asviana

Pelakor, adalah kata yang mereka sematkan padaku. Karena aku hadir, sebagai wanita kedua, bagi pernikahan Mas Ivan dan Mba Evelyn— sepasang manusia yang saling mencintai.

Aku, Qeiza Hikaru. Kata mereka, aku pelakor!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Asviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Spekulasi

Selama satu bulan, Ivander terus berada di sisi Qeiza. Izin dari Evelyn sudah didapatnya. Wanita yang sudah dinikahinya selama hampir sebelas tahun itu, berlapang dada membiarkan dirinya tinggal bersama Qeiza selama masa bulan madu. Dan bagi Ivander, walaupun sudah menikah selama satu bulan, rasanya dia belum puas menghabiskan waktu bersama Qeiza. Padahal mereka selalu bersama selama dua puluh empat jam penuh. Di rumah dirinya bertemu dengan Qeiza, pun dengan di kantor. Mereka benar-benar tak pernah berjauhan selama dua puluh empat jam.

Qeiza yang selalu malu-malu saat mereka melakukan aktivitas ranjang, membuat Ivander selalu gemas terhadap wanita itu. Walau pada malam hari Ivander sudah memberikan nafkah batin pada Qeiza, saat terbangun di pagi hari pun, Ivander menuntut kembali. Rasanya pria itu tak pernah puas menyatukan tubuhnya dengan Qeiza.

Apalagi Qeiza selalu melayaninya keperluannya dengan baik.

Qeiza selalu menyiapkan pakaian untuk dipakainya bekerja, bahkan menyediakan sarapan setiap hari. Qeiza membuatnya bagai seorang raja. Wanita itu melayaninya dengan tulus.

Baru satu bulan menikah, Ivander sudah merasa sangat bahagia. Rasa bahagia yang tak pernah didapatkannya dari Evelyn. Beruntung dirinya mengikuti saran sang ayah untuk mengenal Qeiza lebih dekat, hingga akhirnya jatuh cinta dan menikahi wanita itu. Jika tidak, Ivander tak akan mungkin bisa merasakan dilayani dengan tulus seperti Qeiza memperlakukan dirinya.

Qeiza benar-benar mengurusinya, mulai dari ujung kepala hingga kaki. Dari pagi hingga kembali pagi.

Melihat Qeiza mengurusi Qiana juga merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Ivander. Qeiza begitu keibuan. Semakin hari, rasa cintanya pada Qeiza semakin bertambah.

Jika dirinya tak ingat harus berlaku adil pada kedua istri, Ivander tak mau kembali ke kediaman lamanya. Rasanya dia berat sekali tanpa Qeiza walau hanya satu malam.

Saat Evelyn datang ke kantornya, saat itulah Ivander tersadar dia telah cukup lama mengabaikan istri pertamanya itu.

***

Siang itu, Evelyn datang ke kantor sang suami. Rencananya, wanita itu akan mengajak Ivander dan Qeiza untuk santap makan siang bersama.

Seluruh staff Bratajaya Corporation menatap lekat Evelyn. Mereka merasa iba akan nasib Evelyn yang dimadu oleh Ivander. Bagaimana mungkin wanita secantik dan selembut Evelyn bisa dikhianati? Terlebih yang menjadi istri kedua Ivander tak lebih baik dari Evelyn.

Begitulah pikir para staff Bratajaya Corporation. Melihat Evelyn berlenggak lenggok, para staff seketika melempar tersenyum ramah pada istri pertama Ivander Bratajaya itu. Berbanding terbalik dengan cara mereka melihat Qeiza.

Evelyn berjalan dengan menunjukkan senyum sumringahnya pada semua orang. Seolah dirinya tau jika para karyawan menatap kagum padanya.

Sepertinya umpan yang dia berikan berhasil. Foto kemesraan Ivander dan Qeiza berhasil membuat para karyawan membenci Qeiza dan mengidolakan dirinya.

“Suami saya ada di dalam?” tanya Evelyn pada team sekretaris. Rini dan beberapa team sekretaris saling pandang. Sejak pagi, Qeiza masih belum keluar dari ruangan CEO Bratajaya Corporation.

Bahkan sejak pernikahan Ivander dan Qeiza diumumkan oleh Andreas, wanita itu bekerja di ruangan yang sama dengan sang suami.

“Apa suami saya sudah pergi makan siang di luar?”

“Pak Ivan ada di dalam kok, Bu. Belakangan, Pak Ivan jarang pergi makan siang di luar,” ujar Rini.

“Ruang kerja Qeiza juga pindah di ruangan Pak Ivan, Bu,” adu salah satu sekretaris. Beberapa sekretaris yang lain saling sikut. Seolah menyatakan jika apa yang dilaporkan temannya terlalu berlebihan.

“Oh, soal itu saya sudah tau, kok. Malah saya yang menyarankan seperti itu. Biar Ivan lebih dekat dengan Qeiza. Masa sudah menikah tapi tidak saling mencintai. Kasihan kan Qeiza kalau Ivan selalu memikirkan saya dan mengabaikan perasaan Qeiza.”

Ucapan Evelyn membuat semua wanita yang berkumpul di sana saling pandang. Apa maksud ucapan nyonya pertama Bratajaya itu?

Tidak saling mencintai? Ivander Bratajaya tak pernah mencintai Qeiza? Lantas kenapa mereka menikah? Apa CEO Bratajaya Corporation itu benar-benar dijebak?

Sengaja membuat spekulasi, Evelyn pun berpamitan. Wanita yang memiliki tubuh bak model itu, melenggang menuju ruangan CEO Bratajaya Corporation. Ada rasa kesal di hatinya saat mengetahui jika ruang kerja Qeiza kini berpindah ke ruang kerja sang suami.

Sejak lama Evelyn sudah kesal. Sang suami tak pernah sekalipun menghubunginya sejak pria itu menikah dengan Qeiza. Terakhir mereka bertemu tepat beberapa Minggu yang lalu, saat Andreas mengenalkan Qeiza kepada seluruh staff dan rekan bisnis Bratajaya Corporation.

Sejak dirinya membiarkan Ivander menghabiskan waktu bersama Qeiza, pria itu benar-benar tak pernah mendatanginya.

Dan Evelyn bertambah kesal saat menyaksikan adegan di ruang kerja Ivander. Qeiza tengah berada di pangkuan Ivander, dan pria itu tengah membenamkan wajahnya pada ceruk dada Qeiza.

Apa Qeiza memberikan pelayanan ranjang lebih hebat darinya? Sehingga Ivander terlihat begitu menggilai wanita itu. Ivander benar-benar menyantap puncak dada Qeiza dengan rakus. Sepasang suami istri itu bahkan tak mendengar pintu ruangan itu terbuka.

“Duh ... Pengantin baru, hot sekali ya.”

Mendengar pernyataan dari seorang wanita, Qeiza seketika menjauhkan kepala Ivander dari dadanya yang setengah terbuka, lalu kembali merapikan pakaiannya. Sementara Ivander menoleh ke asal suara. Namun pria itu masih tak melepaskan tangannya yang masih memeluk erat pinggang Qeiza.

“Tumben kamu ke kantor,” ujar Ivander.

“Kelihatannya aku mengganggu,” lirih Evelyn. Walau seolah merasa sebagai pengganggu, tapi Evelyn malah masuk ke ruangan itu, menutup pintu dengan elegan dan melangkahkan kakinya menuju sofa— tempat di mana Ivander dan Qeiza berada.

“Ti-tidak kok, Bu,” ucap Qeiza sembari menepuk-nepuk lengan Ivander, agar pria itu segera melepaskan pelukan di pinggangnya. Tapi Ivander seolah tak mau melepaskan wanita itu dari dekapannya. Pria itu masih belum merasa puas.

“Mas,” lirih Qeiza. Wanita itu bahkan mencubit lengan Ivander agar pria itu segera sadar dan tak terus menerus menatap dadanya yang sudah terbungkus.

Dengan malas, Ivander melepaskan Qeiza. Wanita itu pun beringsut dari pangkuan Ivander.

“Kamu panggil saya mba atau kakak saja Qei. Jangan panggil saya ibu. Saya kan kakak madumu bukan ibumu.”

Qeiza mengangguk sungkan, “i-iya Mba.”

Evelyn tersenyum. Wanita itu lantas bergelayut manja di lengan sang suami. “Aku kangen, Hon,” ucap Evelyn. Ivander benar-benar merasa tak nyaman dengan perlakuan Evelyn. Terlebih wanita itu melakukannya di hadapan Qeiza.

Sementara Qeiza hanya berani melirik sekilas. Wanita itu sadar, dirinyalah yang hadir di tengah-tengah sepasang manusia yang saling mencintai itu. Tak seharusnya dirinya merasa sakit hati ataupun cemburu. Walau tak bisa dipungkiri jika hatinya berdenyut nyeri menyaksikan Evelyn bergelayut manja di lengan suaminya— suami mereka.

Qeiza hendak beranjak dari sana, namun Ivander menggenggam jemari wanita itu.

“Aku ingin kita makan siang bersama di luar.”

“Qei sudah membawa bekal makan siang untuk kami berdua,” balas Ivander. Hari ini Qeiza sengaja menyiapkan makan siang dengan menu masakan kesukaannya. Rasanya pria itu tak ingin melewatkan menyantap bekas makanan yang dibawa oleh Qeiza.

Seketika Evelyn menegakkan tubuhnya, menatap Ivander dan Qeiza bergantian.

“Kita sudah lama tak bertemu. Kamu terus menghabiskan waktu bersama istri keduamu. Apa aku tidak berhak menuntut walau hanya sekadar makan siang bersama?”

1
Dewa Nara
ada puluhan kali anda mengulang kalimat janda beranak satu, Thor
Dewa Nara
udah Thor jangan diulang terus janda beranak satu
Dewa Nara
jangan keseringan ngulang "janda beranak satu" Thor, gak nyaman bacanya kalau selalu diulang
Dewa Nara
ternyata ada laki2 sebodoh Ivan 😃😃
Dewa Nara
siapa ya
Dewa Nara
cari tau apa yg dilakukan istrimu di luar rumah, Ivan...
Dewa Nara
proses sidang itu cukup lama loh Thor, masak hukumannya langsung jatuh
Dewa Nara
berat resiko menjanda
Dewa Nara
udah tua masih ngambek 😃😃
Dewa Nara
disini saya setuju dg pelakor 😃
Dewa Nara
jangan gitu qei...nanti jatuh cinta...
Dewa Nara
ada ya istri kayak Evelyn
Dewa Nara
berapa pastinya umur ivander Thor, 36 apa 37?
Dewa Nara
kasian ivander, terlalu cinta jadi oon
Dewa Nara
ceritanya bagus tapi kok sedikit yg baca
Dewa Nara
bahasanya rapi Thor
Dewa Nara
baru mulai baca, mudah2an bagus ceritanya
asya yussi
Luar biasa
Soraya
mampir thor
Lila
Seperti di film Bollywood Khabi Khusi Khabi Gham😀
Mamak_A: Film Bollywood favorite 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!