NovelToon NovelToon
Yan Kai

Yan Kai

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: DANTE-KUN

Sejak berusia sepuluh tahun, Yan Kai hidup sebagai pelayan di Sekte Hutan Bambu setelah kehilangan kedua orang tuanya. Karena memiliki akar spiritual yang sangat lemah, ia tidak pernah diterima sebagai murid dan selama delapan tahun hanya menjadi sasaran penghinaan, perundungan, serta siksaan dari para murid sekte. Hidupnya dipenuhi penderitaan, hingga suatu hari sebuah tugas sederhana membersihkan perpustakaan kuno mengubah takdirnya selamanya.

Sebuah buku misterius membawanya ke Dimensi Tak Berujung, tempat seekor Naga Kegelapan kuno disegel sejak ribuan tahun lalu akibat perang besar antara ras naga dan para dewa. Yan Kai mendapatkan secuil kekuatan naga itu hingga mengubah akar spiritualnya yang sebelumnya cacat menjadi fondasi yang luar biasa. Tanpa mengetahui rahasia besar yang kini tersembunyi dalam dirinya, Yan Kai memulai perjalanan kultivasinya menuju puncak kekuatan sejati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DANTE-KUN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Malam perlahan menyelimuti Sekte Hutan Bambu. Suasana yang sejak siang dipenuhi hiruk pikuk latihan kini berubah menjadi tenang. Satu per satu lentera mulai dinyalakan di setiap bangunan sekte, sementara sebagian besar murid telah kembali ke kediaman masing-masing untuk beristirahat atau berkultivasi.

Di sudut paling terpencil sekte, di sebuah kamar kayu sederhana yang nyaris tak memiliki perabotan, Yan Kai duduk bersila di atas ranjang bambunya.

Pintu dan jendela telah ia tutup rapat, namun sebuah celah kecil di dekat jendela masih memperlihatkan langit malam. Malam itu adalah malam bulan purnama, dan cahaya rembulan yang lembut menyelinap masuk ke dalam kamar, menerangi ruangan yang sederhana itu.

Yan Kai menarik napas panjang. Pikirannya masih dipenuhi berbagai kejadian yang dialaminya sore tadj—Dimensi Tak Berujung, Naga Kegelapan, buah misterius, perubahan tubuhnya, dan kitab Teknik Kultivasi Bulan Purnama yang sempat ia baca di perpustakaan.

"Aku hanya menghafal sebagian isi kitabnya. Tapi... tidak ada salahnya mencoba." Kalau gagal, ia tidak kehilangan apa pun. Namun kalau berhasil, mungkin hidupnya benar-benar akan berubah.

Yan Kai perlahan memejamkan kedua matanya, mengingat kembali setiap kalimat yang dibacanya sore tadi: kosongkan pikiran, tenangkan napas, rasakan energi spiritual yang memenuhi langit dan bumi, biarkan tubuh menjadi wadah, jangan memaksa.

Ia mulai mengatur napas. Tarik... hembuskan... tarik... hembuskan...

Pada awalnya tidak terjadi apa pun. Namun beberapa saat kemudian, Yan Kai tiba-tiba merasakan sesuatu. Ada hawa dingin yang perlahan turun bersama cahaya bulan—sangat lembut, sangat murni.

"Ini... apakah ini energi spiritual?"

Ia mencoba mengikuti petunjuk dalam kitab, membiarkan energi itu memasuki tubuhnya secara alami. Namun detik berikutnya—

Wuuuuung!

Seluruh tubuh Yan Kai mendadak bergetar hebat. Energi spiritual yang semula mengalir perlahan tiba-tiba berubah seperti air bah yang menemukan muaranya. Dari segala arah, energi langit dan bumi berbondong-bondong berkumpul menuju kamar kecil Yan Kai.

Angin malam tiba-tiba berembus semakin kencang, daun-daun bambu bergesekan menghasilkan suara gemerisik yang terus-menerus, dan cahaya bulan yang menyinari kamar Yan Kai seolah menjadi semakin terang. Energi spiritual yang bercampur dengan Yin malam langsung tersedot ke dalam tubuhnya tanpa henti.

Di dalam tubuh Yan Kai, setitik energi kegelapan yang diwariskan Naga Kegelapan mulai berdenyut—bagaikan seorang raja yang memanggil seluruh energi kegelapan alami yang tersebar di bawah cahaya bulan.

Akibatnya, kecepatan penyerapan Yan Kai menjadi sesuatu yang mengerikan. Jika seorang murid biasa menyerap setetes energi spiritual dalam satu tarikan napas, maka Yan Kai menyerap puluhan bahkan ratusan kali lipatnya.

Seluruh meridiannya mulai dipenuhi energi spiritual. Namun energi itu tidak berhenti.

Bumm! Meridian pertama terbuka.

Bumm! Meridian kedua.

Bumm! Meridian ketiga.

Yan Kai menggertakkan giginya. Rasa sakit luar biasa menjalar ke seluruh tubuh, seolah ada sesuatu yang sedang memaksa membuka jalur-jalur energi yang selama ini tertutup rapat. Namun energi kegelapan di dalam dirinya justru terus menghancurkan penghalang-penghalang tersebut.

Bumm! Meridian keempat. Kelima. Keenam. Ketujuh.

Dan—bumm!!—meridian kedelapan.

Dalam satu malam, kedelapan meridian utama Yan Kai berhasil terbuka seluruhnya. Begitu meridian terakhir terbuka, seluruh energi spiritual yang memenuhi tubuhnya akhirnya menemukan tempat berputar.

Wuuuuung!

Energi spiritual mulai mengalir tanpa hambatan melalui seluruh meridian, membentuk satu siklus yang sempurna. Pada saat itulah Yan Kai akhirnya benar-benar melangkahkan kaki ke jalan kultivasi: Ranah Pengumpulan Qi Tahap Awal.

Di dunia kultivasi, perjalanan seorang kultivator dimulai dari Ranah Pengumpulan Qi, yaitu tahap di mana seseorang mulai menyerap energi spiritual langit dan bumi untuk membangun fondasi tubuhnya.

Ranah ini terbagi menjadi tiga tahap: Awal, Menengah, dan Puncak. Setelah berhasil melewati Pengumpulan Qi, seorang kultivator akan memasuki Ranah Pembangunan Fondasi, kemudian Ranah Pemurnian Qi, Ranah Inti Emas, Ranah Raja, Ranah Kaisar, Ranah Penguasa, Ranah Setengah Dewa, dan puncak tertinggi, Ranah Dewa.

Bagi sebagian besar murid Sekte Hutan Bambu, membuka seluruh meridian dan mencapai Pengumpulan Qi Tahap Awal membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Namun Yan Kai baru pertama kali berkultivasi, dan ia telah berhasil melakukannya hanya dalam satu malam.

Akan tetapi, perubahan itu belum berakhir. Energi spiritual yang mengalir dari langit masih terus memasuki tubuhnya. Fondasi yang telah diperbarui oleh secuil kekuatan Naga Kegelapan seolah tidak pernah merasa puas—energi demi energi terus diserap, dipadatkan, dimurnikan, lalu dialirkan kembali.

Tak lama kemudian, terdengar suara retakan halus dari dalam dantian Yan Kai.

Krek...

Energi spiritual yang semula memenuhi seluruh tubuhnya mendadak mengalami perubahan kualitas. Aura Yan Kai meningkat tajam.

Bumm!

Tanpa hambatan sedikit pun, ia menembus Ranah Pengumpulan Qi Tahap Menengah.

Yan Kai perlahan membuka kedua matanya. Di balik pupil hitamnya, sekilas terlihat kilatan gelap yang segera menghilang. Ia menatap kedua telapak tangannya dengan napas yang masih sedikit memburu.

"Aku... berhasil..."

Ia belum mengetahui seberapa besar perubahan yang telah terjadi. Namun satu hal yang sangat jelas ia rasakan: tubuhnya tidak lagi selemah dulu.

Dan untuk pertama kalinya sejak delapan tahun menginjakkan kaki di Sekte Hutan Bambu, Yan Kai akhirnya resmi menjadi seorang kultivator.

1
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Anna
aku suka cerita nya mudahan ada lanjutannya
kay
semangat rhor💪 izin promosi🙏saya buat novel juga kalo tertarik mampir aja
Dante-Kun
👍🤲
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
Riski Kurniawan
Very Nice Thor..
BOIEL-POINT .........
very very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very very very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
yos helmi
💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!