NovelToon NovelToon
Akhir Dari Perpisahan

Akhir Dari Perpisahan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Angst / Tamat
Popularitas:141.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anjana

Berawal dari berteman sejak kecil, kini harus berpisah karena sesuatu hal. Tidak bisa menolak, perpisahan tetaplah perpisahan.

Anin yang hanya hidup sendirian setelah ditinggal ibunya, tak membuatnya menyerah untuk menjalani kehidupannya walaupun harus tertatih tatih.


Sesuai janji yang sudah disepakati bersama, Anin dan Andika untuk saling menjaga hatinya satu sama lain.

Tapi kenyataan tak seperti yang diharapkan, Anin harus menerima kenyataan pahit. Cinta yang sudah sekian lamanya dipertahankan, harus menghadapi ujian yang begitu berat.

Apakah Anin dan Dika mampu menjaga kesetiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merindukan

Di rumah yang bangunannya cukup besar dan juga terlihat megah, Anin dan adiknya tengah disibukkan dengan pekerjaannya masing-masing.

Didit yang sedari tadi memperhatikan kakaknya, ada rasa kasihan saat melihat sang kakak yang terlihat kecapean.

"Kak Anin." Panggil Didit dengan suaranya yang lirih.

Takut, diketahui oleh asisten yang lainnya. Anin menoleh, dan dilihatnya sang adik yang tengah berjalan mendekatinya.

"Didit, ada apa?"

"Dari tadi aku memperhatikan Kakak, sepertinya Kakak Anin kecapean. Bagaimana kalau Kakak istirahat aja dulu, nanti Kakak sakit."

"Tidak kok, Dit. Kakak hanya tidak bersemangat, Kakak pingin pulang aja, Dit. Kakak sudah pasrah, mungkin Kakak sudah tidak mempunyai harapan lagi untuk berharap." Kata Anin dengan lesu dan tidak bersemangat.

"Kakak yakin, Kakak mau pulang ke kampung?" tanya Didit memastikan.

"Ya, Dit. Kakak tidak mempunyai semangat apapun, Kakak menyerah." Jawab Anin dengan lesu.

"Ya udah, kita tuntaskan dulu sampai satu minggu lamanya. Setelah itu, kita pamit untuk pulang. Tidak baik jika kita langsung pulang, kita sudah di tolong." Ucap Didit meminta waktu pada kakaknya.

"Ya, Kakak nurut saja sama kamu." Jawab Anin, tanpa disadari keduanya tengah diperhatikan oleh pemilik rumah.

"Ya udah, Kakak lanjutkan kerjaannya. Aku mau juga mau menyelesaikan tugasku, semangat ya, Kak." Ucap Didit menyemangati kakaknya.

Sedangkan di sudut ruangan, pemilik rumah masih memperhatikan Anin dan Didit yang begitu dekat hubungannya.

'Andai saja kedua anakku seperti mereka berdua keakrabannya, aku sangat bahagia. Tian dan Lara, mereka berdua sulit sekali untuk baikan. Selalu aja ada yang merasa iri, dan maunya lebih dan lebih. Apalagi Tian, sikapnya begitu kasar pada siapapun. Sama sekali tidak ada cerminan dari ayahnya.' Batinnya saat memperhatikan Anin dan Didit yang begitu akrab.

Tidak terasa waktu begitu cepat, ternyata sudah waktunya untuk makan siang. Semua asisten rumah dan juga yang lainnya, tengah sibuk untuk menyiapkan makan siang.

Anin begitu telaten saat membantu memasak di dapur, meski hanya mengerjakan kerjaan yang mudah.

"Nin, kamu serius nih belum nikah?" tanya salah satu asiten rumah yang tengah sibuk membantu memasak.

"Belum, aku masih ingin mengejar cita-cita dulu." Jawab Anin, yang sebenarnya tidak tahu cita-cita seperti apa yang akan digapai.

Pasalnya, semua berkas telah hilang bersama jambret, sampai-sampai tidak ada yang tertinggal satu lembar kertas berharga miliknya.

"Bagus itu, Nin. Kamu masih kelihatan muda, dan masih banyak waktu untuk mengejar impian kamu. Tapi, kalau kamu hanya jadi asisten rumah, kapan sampainya, Nin. Cita-cita itu jauh loh, kamu harus mempersiapkan segalanya." Timpal asisten yang satunya.

Anin hanya bisa melempar senyumannya, meski sebenarnya terasa sangat pahit.

"Ya, Mbak. Nanti akan saya pikirkan lagi untuk mengejar cita-cita saya, terimakasih sudah mengingatkan saya." Jawab Anin yang berusaha tetap tenang dan tidak menunjukkan kesedihannya.

"Ngobrolnya nanti lagi, kita selesaikan dulu pekerjaan kita. Ingat, nanti malam kita akan disibukkan dengan acara lamaran. Jadi, persiapkan dimulai dari sekarang." Ucap salah satunya.

"Ya, ya." Jawab yang lainnya dengan serempak.

Tidak terasa setelah menikmati makan siang, masih dilanjut dengan tugasnya masing-masing hingga sore hari.

"Mama ... Lara pulang ...."

"Anak Mama, sudah pulang? Mama sudah sangat merindukanmu, sayang."

"Nggak rindu sama Papa juga nih ceritanya."

"Papa ih, itu lain lagi. Oh ya, Papa mendingan langsung masuk ke kamar aja, ya. Mama pingin banyak ngobrol bareng Lara dulu, soalnya nanti malam acaranya."

"Ya, ya, ya. Papa juga capek, pingin istirahat dulu, biar nanti malam badan agak enakan dikit." Jawab sang suami dan langsung masuk ke kamarnya.

Dan kini, Lara masuk ke kamarnya bersama sang ibu.

'Andai saja aku masih punya Ibu Ami, aku tidak akan mendapatkan pemandangan yang menyedihkan ini.' Batin Anin saat melihat seorang ibu yang begitu sayang pada putrinya.

"Kak Anin, kangen ya sama Ibu. Aku juga kangen, pingin banget rasanya seperti dulu." Ucap Didit yang rupanya sudah berdiri didekat kakaknya.

Anin langsung menoleh.

"Berdoa aja, semoga kedua orang tua kita masih hidup ya, Kak. Apa salahnya kita meminta, karena permintaan kita bagian dari doa. Apa yang tidak mungkin, jika Sang Pencipta sudah berkehendak." Ucap Didit.

"Sudah lah, Kakak mau melanjutkan pekerjaan Kakak. Kamu juga, lanjutkan pekerjaan kamu." Jawab Anin.

"Ya, Kak." Kata Didit, dan kembali melanjutkan pekerjaannya masing-masing.

Sedangkan didalam kamar, ibunya Lara tengah menyiapkan pakaian yang akan di kenakan untuk acara lamaran putrinya.

"Sayang, kamu suka kan, dengan bajunya?" tanya sang ibu sambil menunjukkannya pada putrinya.

Lara tersenyum bahagia saat melihat baju yang begitu bagus untuk dikenakan.

"Mama dapat baju darimana bajunya? Lara sangat menyukainya, Ma." Jawab Lara yang langsung meraih baju ditangan ibunya, dan menempelkan pada tubuhnya sambil berkaca.

"Itu yang membelikan calon ibu mertua kamu, bagus 'kan? kamu sangat cocok dengan pasanganmu. Mama sudah tidak sabar menunggu hari bahagia-mu, yaitu hari pernikahan kamu, sayang."

Ucap ibunya sambil memperhatikan putrinya yang sedang mencoba pakaian yang akan dikenakan nanti malam.

Lara langsung memutar balikkan badannya.

"Lara juga sudah tidak sabar, Ma. Pingin banget bertemu dengan hari pernikahan, dan tidak ada yang bisa memilikinya selain Lara, Ma." Kata Lara yang begitu bersemangat.

"Ya sudah, lebih baik kamu istirahat. Nanti malam, kamu harus terlihat segar. Agar kecantikan kamu bertambah cantik, calon suami kamu akan terpesona dengan kamu."

"Ya, Ma. Lara akan terus dekati calon suami Lara, siapapun tidak ada yang boleh memilikinya, kecuali Lara." Jawab Lara penuh yakin.

"Ingat, kamu harus bisa membuat calon kamu takut kehilangan kamu. Dan satu lagi, beri perhatian penuh padanya, ok."

"Mama tegang aja, Lara jagonya kalau untuk membuat orang jatuh cinta. Sudah ya, Ma, Lara capek, mau tidur." Jawab Lara yang merasa kecapean.

"Ya, istirahat aja kamu-nya. Mama tinggal dulu ya, sayang."

"Ya, Ma." Jawab Lara, sang ibu segera keluar dari kamar putrinya.

Sampai di kamar, ibunya Lara ikut duduk di tepi ranjang bersebelahan dengan suaminya.

"Kok Papa gak istirahat, kenapa?" tanya sang istri.

"Kamu yakin, kalau putri kita akan bahagia dengan pernikahannya?"

Bukannya menjawab, suaminya justru balik bertanya.

"Kok Papa bicara seperti itu, memangnya kenapa? tentu saja Lara akan bahagia dengan pernikahannya. Papa gimana sih, kenapa jadi pesimis gitu? sudah lah, lebih baik Papa istirahat aja."

"Bukan begitu, Ma. Pasalnya, calon suami Lara menentang pernikahan."

"Papa serius?"

"Ya, kebetulan aku melihatnya langsung dan mendengarkannya juga. Tentu saja, aku tahu itu." Jawab sang suami menjelaskan, sang istri langsung terkejut mendengarnya.

1
Surati
bagus
Dwi Purwati
Aku mampir..
bening
yah Thor sdh tamat aja kirain msh panjang cerita nya.
Novie Tanjung Novie Tanjung
lnjut thorr....
💪 trus buat up na 👌👌👌🌹🌹🌹
bening
seru,lanjut thor
Novie Tanjung Novie Tanjung
udah lama nggak up...
sekali up cma 1 bab...
dkit x lah thorr...

lnjut thorr...
d'tgu up slanjut nya... 👌👌👌
Rina sidik
kenapa sedikit Kk... padahal dah lama ngk up..
Anjana: nanti dilanjut lagi kak... maaf kak.. 🙏
total 1 replies
bening
Thor kok sdh lama g pernah up
Anjana: lagi belum ada waktu kak...🙏
total 1 replies
Eli Nurlaely
lanjutannya Thor?
Novie Tanjung Novie Tanjung
lnjut thorr....
ksih faham tu s'dinda....
biar tau rasa dia....

💪trus buat up na 👌👌👌🌹🌹
bening
lanjut thor
Aah meimei96
semangat Ka up ny
Novie Tanjung Novie Tanjung
duuhh ksihan s'dinda....😔
ingin blas dendam mlah msuk k' kandang Harimau.... 🤭🤭🤭
ksih faham s'dinda thorr...
buat tabur tuai...

lnjut thorr...
d'tgu up slanjut na.... 👌👌👌🌹
bening
lanjut thor
Novie Tanjung Novie Tanjung
biar saja s'dinda masuk k'lbang buaya...
biar tau rasa dia....
ni jakarta bro... ya nggak lara.... 🤣🤣🤣

jngan lpa bri plajaran s'dinda ya lara...
biar kpok dia...

lnjut thorr...

💪 trus buat up na.... 👌👌👌🌹
Ananda Muthaharoh
itu pling anknya si ular viton, aduh dinda mau aja dikibuli, udah badan rusak, km jga ga bkal dpetin elang, setelah km dimanfaatin, km jga akan ditendang, bisa jdi nyawa km melayang, km mau ya hamil diluar nikah,percuma km cantik, km ank kuliah, tp otak km minim, dibohongi, dikibuli, diperalat, mau aja, biar hidup km kaya ya, mau kaya ya kerja mbak dinda, jngan cari jln instan.
bening
parah bngt dinda...dilenyapin aja tuh dinda nya
Jumi Saddah
wah,,si tian toh,,
Jumi Saddah
ini siapa xnk bersama dinda,,,si ular vitton atau ada xnk laen lgi,,,
bening
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!