NovelToon NovelToon
Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Aku Terbangun Menjadi Istri Bosku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Kelahiran kembali menjadi kuat / Transmigrasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: waya520

Sebuah kecelakaan mengubah hidup Nara Anindya selamanya. Saat membuka mata, dia terbangun di tubuh Bianca Ardhana, istri CEO tempatnya bekerja, sementara tubuhnya sendiri telah dimakamkan. Di balik rumah tangga yang tampak sempurna, tersimpan pengkhianatan, ancaman, dan rahasia yang belum terungkap. Mampukah Nara mengembalikan kebahagiaan keluarga itu tanpa kehilangan hatinya sendiri?

Jangan lupa like dan votenya ya. terimakasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria Dari Masa Lalu Bianca

Nara menatap layar ponselnya yang kembali gelap. Dadanya bergemuruh tidak tenang.

Nomor itu sudah menghubunginya tiga kali sejak sore tadi. Meski tidak ada nama yang tersimpan, dia tahu betul siapa pemilik suara dingin di seberang telepon.

Damian. Bagaimana dia tahu, dia tadi tidak sengaja menemukan buku catatan kecil milik Bianca, dan ada satu buah foto yang tertempel di sana. Tertulis Bianca ❤️ Damian.

Jangan-jangan pria itu yang selama ini mengancam Bianca.

Nara mengembuskan napas panjang. "Aku harus datang." putusnya dengan berat hati.

Dia tidak mengenal Damian. Dia juga tidak tahu apa hubungan pria itu dengan Bianca. Namun satu hal yang pasti, ancaman yang tertulis di secarik kertas yang tidak sengaja dia temukan di kamar ini itu terus menghantuinya.

"Kalau kau berhenti menurutiku, suamimu yang akan mati lebih dulu."

Kalimat itu cukup membuatnya mengambil keputusan. Dia tidak bisa membiarkan Elvano berada dalam bahaya. Kalaupun mati, itu lebih baik dirinya.

.....

Keesokan paginya, suasana ruang makan jauh lebih hangat dibanding hari-hari sebelumnya. Elora sibuk memainkan sendoknya sambil sesekali menyuapkan potongan buah ke mulut Nara.

"Mama... aaaa."

Nara tertawa kecil. "Iya mama makan."

Elvano yang duduk di seberang mereka hanya memperhatikan tanpa bersuara. Entah sejak kapan suara tawa kembali terdengar di rumah ini.

Dulu, ruang makan hanya dipenuhi keheningan. Karena Bianca yang selalu sibuk dengan ponselnya.

Namun sekarang. Wanita itu justru lebih sibuk menemani putrinya.

"Papa." panggil Elora sembari menoleh pada ayahnya.

"Hari ini Papa pulang cepat ya." pinta anak itu dengan wajahnya yang lucu.

Elvano mengusap kepala putrinya sayang. "Iya, papa usahakan ya sampai pekerjaan papa selesai." dia tidak bisa berjanji banyak hal. Namun apapun permintaan Elora, dia akan mengusahakan nya.

"Hore!" seru Elora sambil bertepuk tangan.

Nara menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Dia jadi ingin mencubit pipi anak itu.

Senyum Bianca kembali tertangkap oleh Elvano. Dia kembali memperhatikan istrinya, anehnya, semakin dia amati, dia merasa wanita di hadapannya itu bukan seperti Bianca yang dia kenal.

Elvano menggelengkan kepalanya, dia mencoba mengusir pemikiran buruknya. Dia bahkan hampir berpikir jika didepannya itu bukan istrinya.

Setelah selesai sarapan. Elvano berpamitan sebelum berangkat bekerja, Bianca kembali membuatnya terkejut karena wanita itu tiba-tiba menyalami nya. satu hal yang mustahil wanita itu lakukan dulu.

Nara kembali ke kamar. Dia membuka lemari pakaian Bianca. Semua gaun yang tergantung terlihat mewah. Ini tidak biasa.

Dia yang terbiasa mengenakan kemeja kantor dan celana kain sederhana. Agak ragu memakai gaun didepannya. Sementara dia mencari pakaian lain milik wanita itu tapi tidak ada. "Bagaimana bisa seorang wanita tidak memiliki celana sama sekali." gerutunya.

Sebenarnya ada. Tapi itu celana tidur, tidak mungkin kan dia memakai celana itu untuk keluar.

Lagi, setelah mendapatkan gaun yang menurutnya simple, dia beralih pada rak sepatu milik Bianca. Lagi-lagi, dia terkejut.

"Bagaimana bisa Bianca berjalan memakai sepatu setinggi ini?" bahkan tidak ada sepatu atau flatshoes di rak sepatu milik wanita itu.

Nara menghela nafas panjang lalu dengan terpaksa mengambil sepasang high heels yang hak nya tidak terlalu tinggi seperti lainya.

Dengan ragu dia mencoba memakainya. Tapi saat dia mencoba melangkah, bahkan hanya. dua langkah.

Bruk.....

Tubuhnya seketika ambruk diatas lantai.

"Aduh!"

Seorang pelayan yang kebetulan lewat menutup mulutnya agar tidak tertawa. Lalu masuk dan membantu Nara untuk berdiri.

"Maaf Bu, apa ibu tidak apa-apa?" tanya pelayan itu memeriksa kondisi bosnya.

Nara tersenyum canggung. "Aku tidak apa-apa, terimakasih."

Pelayan itu terdiam. Untuk pertama kalinya dia bekerja disini, bosnya itu mengatakan kata terimakasih.

Wah, dia harus segera memberitahukan hal ini pada rekan kerjanya yang lain.

"Sama-sama Bu, jangan sungkan." ucap pelayan itu sedikit kaku, dia segera pergi meninggalkan Nara yang mendengus sambil menatap high heels yang masih tertempel di kakinya.

Dalam hati dia mengeluh. "Kalau begini terus, cepat atau lambat semua orang bakal sadar aku bukan Bianca."

.....

Menjelang sore.

Nara berdiri di depan cermin. Dia memutuskan mengenakan gaun berwarna krem sederhana, agar tidak mencolok.

Dia menatap bayangan Bianca di cermin cukup lama. "Aku hanya ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi."

"Bagaimana bisa kau memberikanku hidupmu yang penuh teka-teki ini." keluh Nara yang pusing dengan masalah Bianca.

Dia segera mengambil tasnya lalu turun ke lantai bawah. "Katakan pada Pak Elvano kalau aku keluar sebentar." ucapnya pada salah satu pelayan di sana.

"Baik Bu."

.....

Mobil keluarga Ardhana segera membawanya menuju alamat yang dikirim Damian. Semakin dekat ke tujuan, jantung Nara semakin berdebar.

Sebuah kafe rooftop yang cukup sepi. Begitu turun dari mobil, seorang pria bertubuh tinggi langsung berdiri dari kursinya.

Wajahnya tampan. Tapi sorot matanya tajam dan sepertinya pria ini licik.

"Akhirnya kau datang." ucap seorang pria yang sepertinya ini Damian.

Nara menarik napas pelan. Dia berusaha tetap tenang. "Ada apa?" tanyanya ragu.

Damian tertawa kecil. "Biasanya kau langsung memelukku, kenapa sekarang malah menjaga jarak."

Nara tersentak mendengarnya. Jangan bilang Bianca benar-benar selingkuh di belakang Elvano?. Yang benar saja. pria ini bahkan lebih jelek di bandingkan Elvano.

"Aku masih pusing karena kecelakaan." ucapnya beralasan.

Damian mengangguk pelan. "Pantas. Tapi kau terlihat jauh lebih cantik." goda nya.

Ucapan itu membuat Nara bergidik. Dia benar-benar tidak menyukai cara pria itu menatap Bianca.

Damian kemudian duduk di kursi. "Duduklah."

Nara menurut. Pelayan datang membawa dua cangkir kopi. "Aku sudah memesankan makanan favoritmu."

Nara melirik cangkir itu. Dia sama sekali tidak tahu minuman kesukaan Bianca. Kebetulan sekali dia tidak suka kopi.

Damian memperhatikan setiap gerak-geriknya. "Kau tidak ingin meminumnya?"

"Tidak ingin."

Tatapan Damian berubah semakin tajam. "Bianca. Kau benar-benar berubah."

Nara memaksa tersenyum. "Iya, ada beberapa hal yang sepertinya ku lupakan semenjak kecelakaan itu."

Damian menyandarkan tubuhnya. "Aku merasa sedang berbicara dengan orang yang berbeda."

Kalimat itu membuat jantung Nara nyaris berhenti berdetak.

Damian mulai curiga. Dia harus segera mengalihkan pembicaraan. "Kau memintaku datang hanya untuk mengatakan itu?"

Damian mengeluarkan sebuah flashdisk dari sakunya. "Minggu depan. Aku ingin data proyek terbaru Ardhana Group."

Nara mengernyit. "Apa?" tanyanya memastikan.

"Jangan pura-pura lupa. Kau sudah beberapa kali memberiku data perusahaan."

Nara mengepalkan kedua tangannya di bawah meja.

Jadi Bianca benar-benar dipaksa mencuri data perusahaan suaminya selama ini.

Damian tersenyum tipis. "Kalau gagal Kau tahu akibatnya." ancamnya seperti biasa.

"Suamimu tidak akan selamat." Kalimat itu membuat wajah Nara memucat.

Dia kini semakin yakin bahwa semua ancaman yang diterima Bianca selama ini bukanlah kebohongan.

Tanpa mereka sadari, di seberang jalan, sebuah mobil hitam baru saja berhenti. Seseorang di dalam mobil menatap ke arah rooftop melalui dinding kaca.

Tatapannya mengeras saat melihat Bianca duduk berhadapan dengan seorang pria asing.

Siapa dia.....

1
falea sezi
lanjut
waya520: siapppp
total 1 replies
meowww
baru bab belasan tp aku sdh kepo sm endingnya. jangan lama up nya thor semangat
waya520: hahahaha sabar yaa. pokoknya ikuti terus ceritaku 🤭
total 1 replies
meowww
konfliknya jangan lama2 thor
waya520: siapp
total 1 replies
meowww
good
meowww
ya Allah mau suami seperti Vano 🙏
waya520: samaaa 😩
total 1 replies
meowww
la iya. mw kmn mlm"
meowww
tolong buat happy birthday min🤭
waya520: hmmmmmmm🤭
total 1 replies
meowww
aaaaaa sukaaa
meowww
cepet up yhor seru
meowww
woy bianca. punya anak pny suami malah selingkuh
meowww
bianca berarti gk sayang anaknya selama in?
meowww
kasian nara. dia liat jasadnya sendiri
meowww
thor akhirnya ada cerita transmigrasi lagi
Wawasan Ilmu NgertiYuk
wahhhh cerita baruuuuu💪
Dinda Putri
up
waya520: siappp
total 1 replies
Dinda Putri
lanjut💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!