Reyhan adalah seorang pekerja Serabutan yang bekerja untuk yang bekerja pada sebuah restoran memiliki pacarnya, suatu Hari dimana hari itu adalah hari dia perayaan tiga tahun mereka berpacaran.
Bukanya mendapatkan perasaan yang berbunga bunga ia mendapatkan kabar buruk, karena saat itu malah memutuskan hubungan mereka berdua dengan alan ia sudah mendapatkan laki-laki lain yang lebih baik darinya.
Tidak haya putus hari itu juga menjadi hari terakhir ia bekerja di restoran miliki pacarnya, yang membuatnya sedikit emosi ia mendapatkan berbagai hal ini karena pacar bertemu dengan laki-laki itu di sebuah game virtual reality yang saat itu memang sedang ngetren di seluruh dunia.
Saat remaja hidup nya di hancurkan oleh Game, sekarang Pacarnya direbut oleh Game yang belakangan ini sangat ia hindari.
Ini membuatnya sangat marah sehingga ia kembali dalam permainan yang dari dulu sudah berusaha ia hindari dapatkan ia berhasil dalam game tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kholiq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
peralatan baru
“Ding!”
Selamat datang kembali di << VOF >> dan selamat bermain!
Cahaya putih menyala, dan sekali lagi Reyhan muncul di dalam game.
Tujuan utama dari Aether setelah masuk ke dalam permainan adalah menuju ke tempat Moli untuk memeriksa berbagai perkembangan pembuatan itemnya.
Berbeda saat pertama ia masuk di tempat ini, saat ia melihat bagaimana banyak orang yang sedang mengantri di luar untuk masuk ke dalam sana.
Bahkan ia mengalami kebingungan apakah ia harus menerobos masuk atau harus ikut, tapi karena ia sedang malasia mencoba menerobos masuk, tidak ada yang memprotes tindakan Aether, beberapa dari mereka bahkan menertawakan, karena mereka semua telah mengenal orang yang ada di dalam sana.
Tapi mereka semua hanya bisa menelan ludah saat melihat Aether saat diterima dengan baik oleh Moli, bahkan terlihat Kalau Moli sangat menghormati Aether, kebanyakan dari merupakan pentinggi dari beberapa guild yang berdiam diri disini, sehingga mereka yang merupakan para petinggi harus menunggu.
Saat melihat ada Seseorang yang bisa masuk dengan mudah membuatnya bertanya tentang siapa pemuda tersebut, apalagi saat Aether kesana ia hanya menggunakan peralatan pemula Sehingga mereka mulai tertarik untuk mengetahui siapa orang yang baru saja masuk dan dapat membuat Npc seperti Moli dapat memberikan penghormatan seperti itu.
Saat Aether masuk ke dalam sana ia menemukan Kalau Ale sudah ada dan sedang duduk santai sambil menikmati minumannya dengan santai.
“Dia tidak marah karena aku menggunakan namanya saat bertemu dengan Moli Kan?”
Aether sedikit khawatir karena beberapa saat yang lalu ia menggunakan nama Ale untuk menjalin sebuah hubungan dengan Moli.
“Santailah, aku sudah tahu kau menggunakan namaku dan aku juga tidak masalah akan hal itu,” ucap Ale tiba-tiba karena melihat kalau Aether terlihat sedikit gugup
“Dan aku sedikit memberikan pujian dengan kau yang berhasil membuat orang kolot itu dapat mendapatkan pencerahan kearah yang lebih baik,” lanjutnya.
Yang membuat Aether semakin santai saat mereka mulai membicarakan beberapa hal yang berhubungan tentang masalah kerajaan. menurut Ale, Aether adalah orang yang sangat pintar, sehingga beberapa pembicaraan yang ia Lontarkan termasuk beberapa keadaan dari negeri yang sedang tidak dalam keadaan yang baik saja.
“Bagaimana keadaan dari perlengkapan yang aku pesan pada saat itu?”
Aether tidak ingin pembahasan ini berlanjut dan berlarut larut, yang membuatnya mendapatkan tugas berat dari Aleta, Sehingga ia langsung menuju pembahasan yang dia inginkan.
Hingga Moli mengantarkannya menuju ke tempat penyimpanan barang- barang yang ia miliki, disana sudah ada barang-barang yang Aether telah pesan, dan salah senjata yang ia dapatkan dari membunuh goblin shaman dahulu.
Ia dapat melihat banyak perubahan dari tombaknya itu terutama di bagian pisaunya yang sekarang telah didominasi oleh warna Hijau pekat, yang paling menarik dari tompak ini antar bagian pisau dan gagang terdapat sebuah ukiran gambar sebuah phoenix.
WRAITH HOWL
Superior tombak (peralatan Langkah)
Level Req : 35
Serangan : 400
Daya tahan : 50/50
Efek : Tingkat kecepatan ayunan senjata 5%
Sebuah senyum dapat dilihat dari mulut Aether melihat senjata yang terlihat sangat baik terutama efek dari senjata itu membuatnya sangat puas jika ditambah dengan Skil Death temponya serangan-serangan yang akan dikeluarkan akan lebih cepat dan lebih berbahaya.
Salah satu perlengkapan yang sangat ia ingin dia lihat adalah topeng, yang kini malah terlihat lebih seperti topeng yang sering digunakan para Assassin di film-film, karena ia memang telah membuat sebuah permintaan untuk topeng diberikan sebuah bahan yang terlihat seperti ti hudi, atau penutup kepala.
Selain untuk menutupi muka ia berharap untuk menutupi identitasnya sebagai seorang Elf. Untuk penampilannya bentuk dari topengnya sendiri tidak banyak berubah. Masih terlihat seperti sebuah topeng polos yang hanya memperlihatkan mata penggunanya. Sedangkan hoodienya berwarna hitam pekat sehingga menimbulkan sebuah kesan yang sangat misterius bagi para penggunanya.
DAMASCUS HELM
Superior helm ( Normal)
Level req : 20
Pertahanan : 25
Daya tahan : 20/20
Efek : terdapat skil <
Tiap serangan biasa yang berhasil didaratkan akan mengurangi waktu Cooldown atau isi ulang yang tersisa selama 0,19 detik.
Ia kira tombaknya sudah menjadi yang terbaik, tapi saat ia melihat statistik dari Topeng yang ia miliki ia hanya bisa tercengang, karena menurutnya ini benar benar menjadi yang terbaik, karena ia sama sekali tidak berekspektasi kalau topengnya yang biasa akan mendapatkan efek Sepenting ini.
“Bagaimana? Karya ku sangat bagus bukan?”
Moli hanya bisa mengejek Aether saat melihat Aether yang terlihat sangat puas dengan karyanya.
Sebuah jempol ia berikan kepada Moli dengan karyanya dan memberikan berbagai pujian ia terus katakan, jika Aether boleh disuruh untuk terus memberikan pujian kepada Moli ia akan siap melakukannya pasalnya ia sangat puas apalagi dengan harga ia dikeluarkan untuk perlengkapan seperti terhitung sangat rendah.
Walaupun masih ada beberapa perlengkapan lainnya dua perlengkapan pertama masihlah yang terbaik, setelah itu mereka kembali berbincang bincang bersama. Aether tidak lagi pusing karena perlengkapannya sudah sangat siap.
“Bagaimana persiapanmu untuk membunuh para kadal yang ada di rawa?” ucap Aleta yang memulai pembicaraan.
IA tahu kalau Aether kesini untuk melakukan persiapan menuju rawa memburu para lizardman, sehingga ia telah Selesai Aether sedikit penasaran bagaimana Aether akan berangkat kesana.
“Persiapan sudah hampir 1000%” membalas ucapan dari Ale.
Ia tidak menduga kalau Ale akan memberikan tawaran untuk membantu Aether dalam perburuan yang ingin dia lakukan, tapi tanpa berpikir Aether langsung menolak hal tersebut pasalnya ia tidak ingin terlibat lebih dalam lagi dengan komplotan mereka.
Apalagi saat Aether mendengar kalau saat ini Kerjaan tengah ada masalah internal,jika para orang lain mungkin ia akan tertarik untuk bergabung dalam masalah tersebut namun bagi Aether ia sama sekali tidak tertarik.
Di luar, ia saat ini masih bergerak Sendiri, untuk urusan politik baginya adalah hal yang perluh ia hindari jika memungkinakan. Terlihat Ale sedikit kecewa melihat Aether yang tidak mau terlibat dalam masalah kerajaan.
Quest :<< lizardmen extermination.>>
Kesulitan : normal
Deskripsi : bantuan Bangsawan Ale untuk membunuh 30 lizardman rawa
Hadiah : Exp
Pada akhirnya ia menerima misi dari Ale untuk memburu para lizardman yang ada disana, dan saat melihat deskripsi pencarian, dia menemukan bahwa itu hanya sebuah pencarian normal, namun setidaknya itu dapat memberikannya Exp yang lebih Sehingga dapat membuatnya naik level dengan lebih mudah.
Ia juga mendapatkan permintaan dari Moli, walaupun itu tidak menjadi Quest, tapi Moli mengatakan kalau Aether akan menjual semua barang rampasan kepada Moli, moli mengatakan kalau ia sangat mengagumi beberapa senjata buatan para Kadal itu termasuk tombak tombak yang mereka miliki.
Setelah pembicaraan itu berakhir, Aether tidak ada kegiatan lagi Sehingga ia langsung pergi menuju tujuannya , dengan menggunakan Rangga Sebagai tunggannya.
aku kira yg buruk cm di awal.
ternyata sampai bab pertengahan juga masih buruk.
kecewa...
satu lagi thor kalau bisa revisi dulu karna masih ada beberapa kalimat yang susah dibaca atau di mengerti
bahasa yg dipakai tidak baku. pusing bacanya. tanda titik koma ny tidak dipakai dengan benar.
awak e gak popo ta?