Dewo ceo berumur dua puluh sembilan tahun belum menikah sikapnya yang dingin di jodohkan dengan Ema wanita bar bar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wanita Ngalah Sama Gue
Setelah Ane menunggu kedatangan Dewo tapi Dewo tetap tak kelihatan batang hidungnya membuat Ane meletakkan semua jas yang ada di tangannya lalu Ane mengambil handphone yang ada di saku celananya setelah handphone ada di genggaman tangannya tanpa ragu Ane mencari kontak Dewo setelah menemukan Ane langsung menelpon Dewo
Ane
"Dewo buruan kamu ke sini" ucap Ane tegas begitu telpon telah di angkat oleh Dewo sementara Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga pasalnya dirinya belum membeli kemeja yang ingin dia beli
Dewo
"Tapi mah aku belum" perkataan Dewo belum selesai sudah di potong oleh Ane
Ane
"Dewo buruan kamu ke sini atau kamu yang bayarin semua belanjaan mama" ancam Ane membuat kedua matanya Dewo terbelalak lebar dengan mulut melongo
Dewo
"Mah beri aku waktu tiga puluh menit aku janji bakalan ke situ" Dewo mencoba bernegosiasi dengan Ane sedangkan Ane menatap tajam ke depan seakan Dewo ada di depannya
Ane
"Dewo mama di sini sudah lebih dari satu jam dan mama yakin pasti belanjaan kamu sudah banyak jangan bilang kamu gunakan kesempatan karena di belikan barang barang yang kamu inginkan oleh mama malah kamu mau memborong semua kemeja yang ada di supermarket ini sampai kamu minta waktu tiga puluh menit lagi" teriak Ane dengan sangat keras sampai menaikkan ratusan juta oktaf membuat telinga Dewo hampir rusak gara gara teriakan Ane yang sangat keras melebihi toa sehingga Dewo menjauhkan ponselnya dari telinganya
Dewo
"Mah perasaan baru tadi aku ninggalin mama masa sudah satu jam lebih atau mana rindu pengin lihat wajahnya aku makanya bilang sudah satu jam lebih aku punya uang banyak mah jadi ngga bakalan" lagi dan lagi perkataan Dewo belum selesai sudah di potong lagi oleh Ane
Ane
"Dewo mata kamu masih jelas dan penglihatan kamu masih tajam kan ? kamu bisa lihat jam dinding yang menempel di dinding lagian kamu juga bawa jam tangan kamu cek jam tangan kamu mama lebih baik lihat pria lain yang jarang mama lihat kamu sudah dari kecil mama lihat kamu buat apa rindu walaupun kamu punya uang banyak tapi bisa saja gunakan kesempatan seperti ini untuk memalak mama buruan kamu ke sini" tegas Ane dengan suara yang sangat keras sementara Dewo melirik ke jam tangan yang menempel di tangannya lalu kedua matanya celingukan mencari sesuatu lalu dirinya menatap jam tangan yang menempel di dinding di supermarket
Dewo
"Iya mah mata Dewo masih jelas dan penglihatannya tajam tapi aku belum ingat pergi dari tempat jasnya jam berapa soalnya di jam tangannya aku sama jam dinding jamnya pria lain ngga mau menatap mama dong soalnya mama sudah punya anak aku dan adiknya aku ngapain memalak mama mending aku memalak papa tunggu sekitar tiga puluh" lagi dan lagi perkataannya Dewo belum selesai sudah di hajar maksudnya sudah di potong oleh Ane
Ane
"Dewo makanya kalau mau pergi kemana mana lihat jam dong walaupun mama sudah punya anak karena melahirkan kamu dan adiknya kamu mama tetap cantik yang boleh memalak papa itu cuma mama kalau kami harus bekerja keras sendiri supaya punya banyak uang mama maunya sekarang ngga mau menunggu tiga puluh menit lagi atau kamu bayar semua barang belanjaan mama termasuk semua jas yang tadi mama lihat mama beli semuanya" ancam Ane membuat Dewo tercengang mendengar perkataan Ane
Dewo
"Oke mah aku ke sana sekarang" jawab singkat Dewo lalu memasukkan handphone miliknya ke saku celananya tanpa di komando Dewo langsung berlari sangat kencang menuju ke tempat jas
Dewo berlari sekencang dan sekuat mungkin supaya cepat sampai ke tempat Ane berada soalnya Dewo ngga mau membayar semua belanjaan Ane dirinya yakin pasti total belanjaaan Ane sampai ratusan juta walaupun Dewo mampu dan sanggup membayarnya dan tidak membuat Dewo miskin namun Dewo tidak mau rugi karena awal dirinya ke supermarket itu karena mau di traktir belanjaan oleh Ane dan Dewo boleh membeli barang barang yang Dewo inginkan karena akan di bayarkan oleh Ane
"Ini semua gara gara wanita gila itu awas saja kalau ketemu lagi gue bakalan minta ganti rugi yang banyak kalau seandainya gue ngga ketemu sama wanita gila tadi pasti gue bakalan cepat selesai di tempat tas dan gue bisa puas memborong kemeja sampai ratusan kemeja mumpung di traktir oleh mama gue tadi gue ketemu sama wanita gila tadi malah rebutan tas sama dia harusnya dia wanita ngalah sama gue bukan malah nyuruh gue buat ngalah sama wanita" batin Dewo masih berlari sekencang kencangnya membuat semua orang yang melihat Dewo berlari bingung kenapa berlari di supermarket apakah masa kecil Dewo kurang bahagia sehingga menjadikan supermarket seperti taman anak anak yang bisa di gunakan buat berlarian
Ema telah sampai di tempat pakaian kedua matanya langsung mencari batang hidungnya Aya setelah beberapa detik mencari di tempat dirinya menemukan Ema sedang berada di tempat gaun membuat Ema melangkah dengan cepat menghampiri Aya setelah Ema berada di belakang Aya dengan gerakan cepat kedua tangannya Ema memeluk pinggang Aya dari belakang
"Mama mau beli apa ?" tanya Ema sambil menatap ke arah tangannya Aya yang sedang memegang sesuatu sementara Aya langsung sontak memegang dadanya sendiri karena kaget dengan kedatangan Ema
"Ema kamu ngagetin saja" jawab Aya dengan menaikkan suaranya lima oktaf sementara Ema hanya mengeluarkan cengirannya
"Bukan aku yang ngagetin mama tapi mama yang terlalu serius melihat ke arah barang yang ingin di beli" elak Ema sambil mempererat pelukannya di pinggang Aya sedangkan Aya menatap nyalang ke Ema
"Ema lepaskan mama jangan peluk di sini soalnya" perkataan Aya belum selesai sudah di potong oleh Ema
"Memangnya kenapa mama ngga mau aku peluk di sini ? oh aku tahu jangan jangan mama malu karena di lihat banyak orang mama ngga usah malu lagian yang meluk mama itu aku anaknya mama bukan pria selingkuhan mama" jelas Ema sambil tersenyum tipis sementara Aya menatap nyalang ke Ema sambil menyingkirkan tangannya Ema yang bertengger di pinggangnya Aya
"Ema mama ngga mau di peluk di sini karena mama sibuk untuk memilihkan gaun buat kamu untuk acara makan malam nanti malam mama ngga malu di lihat banyak orang malah mama senang karena mama akan jadi viral dan terkenal iya kamu anaknya mama bukan anaknya orang lain tapi kenapa kelakuan kamu beda jauh sama mama kelakuan kamu malah mirip sama temannya mama yang bar bar mama ngga punya selingkuhan jadi ngga usah bahas selingkuhan mama" tegas Aya mendelik ke Ema sementara Ema tersenyum kikuk lalu melepaskan kedua tangannya dari pinggang Aya
"Mama ngga usah beliin aku gaun soalnya nanti malam kan cuma acara makan malam masa aku pakai gaun pakai bebas saja ih mama narsis juga pengin terkenal manjat ke pohon bayam saja mah di jamin mama viral dan terkenal karena manjat ke pohon bayam mungkin kelakuan aku yang kayak gini menurun dari mama waktu masih lima tahun ke bawah atau menurun dari papa iya mah aku percaya mama setia ke papa dan mama ngga bakalan selingkuh sama pria Iain" jelas Ema sambil melipat kedua tangan di dadanya sementara Aya fokus menatap ke arah depan dan kedua tangannya mencari gaun yang cocok untuk Ema sehingga dirinya tidak mendengar ocehan Ema
"Ema mama mau memilih gaun buat kamu dulu kamu jangan berisik" kata Aya sambil tetap memilah milah gaun yang cocok untuk Ema sedangkan Ema mengerucutkan bibirnya ratusan juta centi ke depan
Setelah beberapa puluh menit Aya memilih gaun yang cocok untuk Ema dirinya menemukan satu gaun yang sangat cocok buat Ema dari mulai warnanya, ukurannya, motifnya, bahannya pokoknya semua serba cocok di tubuhnya Ema membuat Aya menarik gaun itu dari gantungan gaun lalu dirinya menatap ke Ema sambil menyodorkan gaun itu ke Ema
"Mama mau beli gaun itu ?" tanya Ema sambil mengernyitkan keningnya heran sementara Aya dengan cepat menggeleng gelengkan kepalanya mantap
"Ema ini bukan gaun buat mama tapi gaun buat" lagi dan lagi perkataan Aya belum selesai sudah buru buru di potong oleh Ema
"Mama ngga belikan gaun ini buat papa kan dia soalnya pria ngga ada yang pakai gaun kecuali kalau dalam acara mama hamil dan mengidam mungkin bisa terjadi papa pakai gaun" celoteh Ema sangat antusias sementara Aya langsung menoyor kepalanya Ema
"Ema ini gaun buat kamu dan mama ngga belikan gaun buat papa kalau mama hamil dan mengidam malah bakalan minta papa pakai baju badut lalu joged joged di jamin lucu bikin mama ngakak" jawab Aya sambil mengeluarkan senyuman lebar di wajahnya sementara Ema menatap tajam ke Aya
"Awwww mama kenapa menoyor kepalanya aku koq gaun buat aku modelnya kayak gini mah lebih baik aku memilih gaun yang lain saja atau aku ngga ikut acara makan malam saja nanti malam kirain mama beli gaun buat papa mama ada ada saja lucu juga kalau aku hamil semoga anaknya aku bakalan kerjain papa" celoteh Ema sambil memegang kepala yang habis mendapatkan toyoran dari Aya sementara Aya mengulum senyum
"Soalnya kamu asal menuduh mama pokoknya kamu harus pakai gaun ini dan kamu ngga boleh memilih gaun yang lain kalau kamu ngga ikut acara makan malam kamu ngga bakalan jadi CEO di perusahaan miliknya kamu lagi makanya kamu buruan menikah supaya kamu cepat hamil dan anaknya kamu bisa mengerjai papa buruan kamu coba gaun ini atau mama tinggal kamu di sini dan mama ngga beri pesangon ke kamu" ancam Aya sambil mendelik membuat Ema menekuk wajahnya lalu mengambil gaun yang ada di tangannya Aya lalu Ema berjalan ke ruang ganti membuat Aya tersenyum lebar