NovelToon NovelToon
Oh My Ex-Husband

Oh My Ex-Husband

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Perjodohan / Militer / Tamat
Popularitas:447.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fara Dela Sandi

WARNING : CERITA INI MENGURAS EMOSI SAMPAI TUTUP PANCI AKAN IKUT MELAYANG! BERMENTAL LEMAH HARAP JANGAN BACA. TAKUT DARAH TINGGI NAIK MENDADAK😈


Bercerai? Itulah satu permintaan Kaiden. Selama tiga tahun, mereka tidak bersinggungan. Tiba-tiba Kaiden suami kontraknya itu lontarkan. Devina Deborah, merasa tidak bisa melepaskan Kaiden Louis. Perempuan cantik itu memiliki perasan pada sang suami.

Ia memberikan persyaratan. Dalam kurun waktu 3 bulan. Jika Devina tidak mampu menggoyahkan hati Kaiden untuknya. Maka ia bersedia menandatangani surat cerai tanpa perlawanan. Mampukah Devina menaklukkan hati Kaiden. CEO angkuh yang malah jatuh cinta pada Dokter berdarah Rusia-Indonesia itu? atau malah harus terpaksa menandatangani surat perceraian. Dan pergi dengan mengibarkan bendera, pertanda menyerah.

Simak terus kisahnya di sini. Jangan lupa simpan di perpustakaan untuk mendapatkan update tiap harinya. Dan jangan follow akun Ig author di "Dhanvi Hrieya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fara Dela Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31. CINTA YANG SALAH

...Devina mundur satu langkah ke belakang. Bagaimana bisa pria ini mendatangi dirinya? Sudah sangat lama sekali Devina tidak pernah bertemu dengannya....

"Long time no see, Dev!" sapanya lembut.

"Kenapa kamu di sini?" sahut Devina tidak perduli dengan sapaan pria di depannya ini.

"Boleh aku masuk?" balasnya tanpa mengindahkan pertanyaan Devina padanya.

Devina mengeleng."Pergilah, Max!" usir Devina cepat.

Wajah ramah itu mulai berubah sesaat. Pandangan mata kelam penuh kehangatan itu terlihat ikut berubah haluan.

"Bukankah kamu terlalu kasar padaku?"

"MAX!" tekankan Devina pada nama pemuda di depannya ini.

Max diam. Kedua sisi rahangnya mengeras. Matanya menajam menyoroti wajah Devina. Kenapa perempuan ini begitu keras kepala. Ia bahkan sudah menunggu selama ini untuk Deviana.

"Dev!" panggil Max pelan.

"Tolonglah. Pergilah. Otakku sedang semerawut, Max. Aku mohon pengertianmu. Setidaknya sebagai temanku," ucap Devina penuh harap.

Devina membalikkan tubuhnya membelakangi Max. Hembusan nafas kasar keluar dari mulut Max.

"Kau selalu salah dalam memilih pria. Kau marah padaku, hanya karena aku menunjuk kebusukannya!" papar Max,"kematin Tritan tidak ada hubungan dengan dirimu. Sudah kewajiban dia menyelamatkan kamu. Karena dia, dia yang membuat kamu terluka. Bahkan sampai mati kamu masih berduka untuknya," lanjut Max.

Devina langsung membalikkan tubuhnya. Melayangkan pandangan mata marah pada Max.

"Tutup mulutmu, Max! Jika saja kamu tidak, tidak ..."

"Tidak memperlihatkan seberapa bejadnya sahabatku itu. Kamu dan dia tidak akan bertengkar? Itu maksudnya. Asal kamu tahu Devina. Yang dulu mencintaimu adalah aku. Dia tahu perasaanku. Namun tetap merebutmu dariku. Sekarang, tidak bisakah kamu melihatku?" potong Max cepat.

Kedua pupil mata Devina bergetar. Matanya berembun. Max melunak.

"Ya, aku yang salah. Semuanya salahku. Karena aku selalu mencintai pria brengsek. Puas, kau!" teriak Devina keras.

Wajah putih Devina langsung memerah padam. Sampai menjalar ke daun telinganya. Max membuka bibirnya. Namun tidak ada kata yang keluar dari bibirnya. Pemuda ini begitu lemah pada Devina. Perasan gila mana yang terus merusak dirinya.

Sudah jelas, Devina Deborah berada di depannya. Tepat di depannya. Namun tidak bisa dijangkau dengan mudahnya. Ingin rasanya kedua kaki panjang Max melangkah cepat mendekati Devina. Memeluk Devina dengan sangat erat. Mengusap air mata yang jatuh di kedua pipi Devina.

"Bu—bukan, bukan itu maksud perkataanku, Dev!" Max menjawab tergagap.

Tidak tega melihat air mata Devina mengalir deras. Namun ada pembatasan diantara mereka berdua. Bertema sejak kecil. Membuat pemuda ini memiliki hati pada teman kecilnya. Gadis yang tersenyum dengan hangat. Selalu optimis pada banyak hal yang dikerjakan.

Kisah cinta Max tidaklah mulus. Duduk di bangku SMA. Memiliki sahabat. Sialnya, kekasih hati malah direbut oleh sahabatnya sendiri. Max pikir Tristan tulus pada Devina. Pemuda ini merelakan Devina dengan Tristan. Sayangnya, Tritan bermain api di belakang Devina.

Max tidak tinggal diam. Pemuda ini memperlihatkan bagaimana tingkah Tritan yang sesungguhnya pada gadis pujaan. Bukannya mendapat kebenaran, Devina malah menyangkalnya dengan keras. Hingga pertemanan mereka sempat rusak karena ketidak percayaan Devina.

Max memutuskan ke Amerika. Meninggalkan Indonesia, hanya karena kecewa pada Devina. Kabar duka di grup chat. Membuat Max kembali ke Indonesia. Sepertinya Tuhan mempermainkan dirinya. Sesampainya di Indonesia. Max malah melihat wanita pujaan hati berdiri di atas altar. Bersumpah setia dalam ikatan pernikahan.

"Aku pergi!" lanjut Max.

Pemuda ini berpikir jika terus di depan Devina wanita ini akan semakin tertekan dengan kehadiran dirinya. Ada baiknya ia pergi meninggalkan Devina sendiri lebih dahulu. Mungkin hanya dengan cara begini ia bisa menjaga Devina.

Perempuan itu tak membalas. Max menutup pintu kamar hotel Devina kembali melangkah di lorong panjang itu dengan perasan sesak. Langkah kaki Max berhenti mendadak. Ia menoleh ke samping kiri.

"Awasi Devina. Jika terjadi sesuatu langsung hubungi aku. Dan pastikan dia dalam keadaan baik-baik saja. Katakan pada pihak hotel untuk memberikan pelayanan paling baik untuk Devina!" titah Max dengan nada berat dan serak.

"Baik, Pak!" sahut pemuda berseragam hotel itu.

Max kembali melanjutkankan langkah kakinya. Sedangkan di dalam kamar hotel. Tubuh Devina kembali merosot. Air mata kembali mengalir. Rasa sesak di dalam dada. Cinta sialan mana yang membuat hatinya terus merasa sakit.

Tritan pemuda pertama yang menawarkan hubungan lebih serius. Nyatanya malah tetap mengkhianati dirinya dengan cara yang membuat darahnya mendidih. Kedua sang suami, Kaiden Loius. Apakah pria memang seperti ini. Tidak cukup satu wanita di sisi. Atau dia yang terlalu bodoh dalam mencintai pria.

Hingga tak satupun yang busa dipercayai. Devina benar-benar lelah. Sungguh. Devina tidak lagi memiliki tenaga untuk berdebat pada banyak hal.

...***...

"Maaf, Pak Kaiden! Yang kami tahu hanya sampai sana. Nyonya Devina tidak mengatakan hal lainnya," jelas manajer villa dengan nada lugas.

"Bagaimana bisa tidak tahu dia di mana. Bukankah kalian adalah pengurus villa. Masa kemana mengantar tamu tidak tahu?" marah Kaiden dengan suara menggelar.

Wanita berusia tiga puluhan itu hanya menipiskan bibirnya. Masih memasang wajah ramah pada salah satu tamu villa VIP mereka.

"Sekali lagi mohon maaf, Pak Kaiden. Seperti yang tadi Bapak Kaiden katakan. Kami hanya pekerja saja. Yang tidak bisa mencampuri urusan tamu. Sebaliknya, Bapak Kaiden adalah suami dari Nyonya Devina. Masa tidak tahu jika istri sendiri pergi dari kamar?" balasnya tetap sopan dan tenang namun mampu memukul telak Kaiden.

Kaiden tercekat mendengar balasan wanita di depannya ini.

"Kalau tidak ada yang bisa Pak Kaiden bicarakan lagi. Saya ingin undur diri," sambungnya.

Kaiden mendesah kasar."Pergilah!"

Perempuan itu melangkah pergi meninggalkan Kaiden. Bibir tipis itu berkomat-kamit tak jelas. Bagaimana tidak? Sekali lihat saja wanita ini paham dengan kondisi sang tamu.

Karena malam itu kembetulan ia yang menjadi penanggung jawab mengecek keuangan villa. Tiba-tiba mendapat telepon dari villa VIP. Suara yang bergetar dan serak. Meskipun Devina mengatakan orang tua wanita itu sedangkan sakit. Dan malah meminta dirahasiakan jika ia diminta untuk diantarkan ke bandara.

Sebagai wanita. Putri paham, apa yang terjadi. Putri mendadak berhenti melangkah. Kepalanya menoleh ke belakang. Netra hitam itu langsung mendapati seorang wanita bertubuh aduhai sedang memeluk pria yang tadinya marah-marah padanya.

"Cih! Khawatir sama istri sendiri, huh? Rasanya tidak begitu. Sudah aku duga. Orang kaya memang nggak cukup satu istri saja. Dasar penikmat ranjang bergoyang," dumel Putri kembali mencibir melihat adegan di mana wanita itu mengecup ujung bibir Kaiden.

Sebagai wanita dan sebagai seorang istri juga. Wanita ini jijik. Sumpah, sangat jijik melihatnya. Tungkai kaki Putri kembali melangkah meninggalkan halaman villa.

Bersambung....

Hem...,😬kaiden oh kaiden... Ayo, dukung siapa nih?🤭

1
Sala Wati
rasain kaiden mkanya jgn egois 🤭
Sala Wati
aduh saya juga mau
Woro Wardani
Luar biasa
Laurentia Delimarta
dlu dia yg mau cpt2 cerai, skrng mala ga mau
Laurentia Delimarta
jgn bucin Dev nanti susah sendiri, hea tegae d dpn Kaiden
Laurentia Delimarta
jahat banget, yg 1 pelakor
KarmilaFatiyah Hudong II
aaku suka kok sma kaiden...mudhan dia mncintai jane
nuning 29
ini serius, sekelas CEO yang punya gedung tinggi, naik mobil sekelas Avanza?
hehe ...
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
cerita yg luar biasa
v_cupid
yg cerita lain ada kah yg bukan mafia
v_cupid
mw yg lain..
v_cupid
mw cerita yg lainnya.. yg sama bagusnya dgn ini thor...
v_cupid
baguslah bs bangkit dan membuat kaiden sangat sakit.. begitulah.. br menyesal saat sudah tidak memiliki
v_cupid
kaiden kok ga curiga ya knp bs semua mnm obat tidur.. siapa yg membantu Devina kabur.. secara tdk mgkn melakukan semua itu sendiri
v_cupid
gmn mw hamil.. org masih perawan sebelum ke bali
v_cupid
kalo dulu pasti akan bahagia sekali
v_cupid
..
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
bagus
v_cupid
just happy with devina kaiden.. don't get disturb with arumi
v_cupid
..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!