NovelToon NovelToon
Pacar Kecil Tuan Muda

Pacar Kecil Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Beda Usia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: mul

" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .

......

Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .

" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .

" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .

" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.

" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.


next

yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 Jangan di Blokir

"Minta maaf padanya sekali lagi karena sudah memanggil tante," ucap Sean yang mengerti betapa ilfilnya dipanggil dengan panggilan seperti itu di usia matang.

Rasanya tidak terima saja, apalagi belum menikah.

"Ara akan minta maaf lagi asal Kak Sean mau kenalan sama Ara?" ucap Ara, namun tatapannya benar-benar tidak beralih dari Sean sedetik pun.

Gadis itu benar-benar jatuh cinta!

"Kenalan?" ulang Sean sambil mengangkat sebelah alisnya.

"Dasar gadis modus, bilang aja mau deketin tuan muda, nggak mempan," senyum kecut Rose memandang gadis itu.

"Nggak mau deketin, kok," kata Ara menoleh menatap tante itu.

"Lalu, apa maumu?" pertanyaan Sean.

"Mau kecup," kata Ara dengan secepat kilat berjinjit dan mencuri satu kecupan di pipi Sean tanpa bisa dicegah oleh siapa pun, bahkan Sean sendiri tidak sempat untuk sekadar menghindar.

"Daaaa, calon pacar," kata Ara dengan tampang tanpa dosanya berlari dan menghilang di tengah keramaian, meninggalkan mereka yang masih membeku setelah apa yang Ara lakukan.

.....

"Maaf, Tuan Muda, kami benar-benar tidak memprediksi kalau gadis itu akan melakukannya," ucap seorang bodyguard yang berdiri di belakang Sean.

"Bahkan aku tidak expect gadis itu berani mengecup Tuan Muda," ucap Rose yang masih shock menyaksikannya.

Sementara Sean masih terdiam menyentuh pipi yang dikecup gadis tak dikenal itu tanpa terprediksi oleh siapa pun.

"Apa yang dia ucapkan terakhir kali?" pertanyaan Sean begitu kesadarannya kembali sepenuhnya setelah terdiam ketika dikecup tiba-tiba.

"Calon pacar," ucap mereka serempak.

"Selidiki gadis itu, takutnya dia ada motif yang lain," ucap Sean dengan perasaan aneh yang tiba-tiba menjalar di hatinya.

"Tapi, Tuan Muda, gadis itu harus dihukum karena telah mengecup pipi itu, pelecehan namanya," ucap Rose sebagai wanita yang sejak lama menyukai Sean merasa tidak terima ketika mendapati ada gadis senekat itu.

Terang-terangan sekali dia menyatakan cinta!

"Suatu saat aku akan menghukumnya, tapi untuk saat ini kita terkejar meeting," ucap Sean berjalan lebih cepat.

"Tuan, jangan baper, lain kali aku akan lebih waspada," ucap Rose yang selama ini seperti tameng yang melindungi Sean dari wanita-wanita yang selalu mencoba mendekati Sean dengan berbagai tujuan.

"Tapi kali ini kamu lengah, Rose, bahkan gadis itu telah melecehkanku," senyum kecut Sean yang tidak menyangka kalau gadis kecil itulah wanita pertama yang mengecup pipinya.

"Aku rasa gadis itu gila, bagaimana bisa ada seorang wanita yang dengan begitu berani mengecup pipi seorang pria yang baru dikenalnya bahkan mengatakan calon pacar, pede sekali dia," ucap Rose yang benar-benar tidak expect.

Malam harinya.

Sean dibuat uring-uringan bahkan tidak bisa tidur membayangkan gadis yang mengecup pipinya siang tadi.

"Apa kau tidak bisa bekerja lebih cepat," ucap Sean menelepon bodyguard dengan perasaan kesal karena belum juga mengirimkan data-data yang Sean minta.

"Datanya sudah siap, Tuan Muda, tapi karena sudah malam, saya pikir Tuan Muda sudah beristirahat," ucap bodyguard itu.

"Kirimkan sekarang," tegas Sean.

Ting.

Perlahan Sean membaca dan mempelajari semua data tentang Ara sampai wajahnya menjadi datar.

"Aku pikir dia jalang atau wanita bayaran," ucap Sean yang sempat berpikir begitu karena punya beberapa musuh.

Setelah membaca detail, Sean menyimpulkan kalau Ara berasal dari latar belakang keluarga yang jelas.

"Untuk apa putri konglomerat sepertinya mendekatiku?" pertanyaan Sean yang baru kali ini melihat gadis yang begitu nekat langsung kecup, bukan tebar-tebar pesona seperti kebanyakan wanita yang mendekatinya.

"Tapi sepertinya si centil itu memang suka mempermainkan perasaan orang lain," senyum kecut Sean membentengi dirinya agar tidak mudah terbuai dalam permainan gadis itu yang sudah membuat beberapa putra mahkota dari keluarga terkenal patah hati.

Beberapa hari kemudian.

Siang ini Sean bersama bodyguard dan beberapa stafnya menghadiri pertemuan luar perusahaan untuk meeting pergerakan saham di salah satu perusahaan terbesar di ibu kota.

Langkah kaki Sean terhenti ketika gadis pengganggu itu kini berdiri tepat di hadapannya.

"Minggir, jangan menghalangi jalanku," ucap Sean menatap Ara yang berdiri menghalangi jalannya.

"Kak Sean, kenapa memblokir akun Ara?" pertanyaan Ara komplain dengan ekspresi wajah kesalnya memangku kedua tangan.

"Kamu masih bertanya kenapa?" ucap Sean memandang Ara sebelah mata.

Bagaimana Sean tidak memblokir, Ara mengikuti akun medsosnya lalu menyukai semua foto sampai yang lima tahun lalu, memberikan komentar bahkan spam chat puluhan kali sampai Sean risih hingga berakhir memblokir Ara.

"Mmmm, baiklah, Ara bakalan blokir juga semua saham Kak Sean di perusahaan Daddy Ara," ketus Ara dengan bad mood.

"Ja, jadi ini perusahaan keluarga kamu?" gelagapan Sean.

"Lihat, logo AF di perusahaan ini artinya Arasya Ferdinand," ucap Ara menunjuk logo perusahaan Daddy-nya.

"Kak Sean jahat blokir Ara, Ara bakal blokir saham Kak Sean juga," kata Ara.

"Gadis, di dalam bisnis kamu tidak bisa bertindak seenaknya sekalipun kamu putri pemilik perusahaan, kesepakatan kedua belah pihak adalah keputusan mutlak," jelas Sean yang merasa tidak mempan dengan ancaman Ara.

"Karena itulah Daddy juga punya hak berartikan," kata Ara yang sebenarnya hanya ingin Sean kembali membuka blokir akunnya.

Ara ingin terus memandangi postingan dan aktivitas Sean di akun pribadinya.

"Baiklah, jika kamu tidak mau aku berinvestasi di perusahaan ini, aku bisa berinvestasi di perusahaan lain," ucap Sean yang tidak mempan diancam gadis itu.

"Perusahaan lain tidak menjanjikan keuntungan sebesar perusahaan Daddy, jadi, Kak Sean mau buka blokir akun Ara atau berhenti berinvestasi?" pertanyaan Ara.

Sean menarik napas berat, sebenarnya dia bisa saja menarik investasinya di perusahaan ini, tapi yang Ara katakan memang benar kalau perusahaan ini memberikan keuntungan yang cukup besar dibandingkan perusahaan lain.

Sean mengambil ponsel di saku dalam jasnya lalu membuka blokir gadis itu untuk mempermudah urusannya.

"Puas kamu?" pertanyaan Sean memperlihatkan kepada Ara akun yang sudah kembali dia pulihkan dari blokir.

"Tekan ini," kata Ara tersenyum tanpa dosa setelah menekan tombol ikuti balik sehingga menjadikan dia satu-satunya akun yang Sean ikuti karena sebelumnya dia tidak mengikuti siapa pun.

"Awas aja diblokir lagi, Ara akan meminta bodyguard menculik Kak Sean," kata Ara dengan lebih di luar galaksi.

"Permisi, Non, bapak cariin," kata seorang bodyguard menemui Ara.

"Katakan kalau dia sedang mengganggu para tamu," ucap Sean dengan sengaja pada bodyguard Ara.

Ara berjalan mendekat kepada Sean lalu berbisik, "Kak Sean mau Ara kecup lagi beraninya mendatangkan masalah, Daddy bisa marah sama Ara nanti kalau bodyguard itu mengadu," ucap Ara ke dekat telinga Sean.

"Gadis sialan, kau telah mencuri kecupan pertama di pipiku," ucap Sean yang jadi hilang ketenangan ketika teringat tempo hari Ara mengecup pipinya.

1
Linda Ayu Tong-Tong
katerlaluan gk sih thor ara ini..jgn gtu lah..kasih dia sifat dewasa dikit..
Yel
ara kapan sih bisa dewasanya 🤣 bikin salah paham trs, ksian sean
Linda Ayu Tong-Tong
akhirnya nicholas koit jg..jahat sih🤣🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
gaaaaass lanjut kak..iiih keren daddy nya ara..tuh kamu harus banyak belajar dri daddy ara sean...
Dewi kunti
semangat seaaaaann
Yel
sean sweet bet 😭
Dewi kunti
hadeeeeehhh cinta buta
Dewi kunti
melupakan kali yaaaa
Yel
chapter 100 pun gas ini mah 🤣
Arin
Kalau sampai Nicholas tau Ara di mana, berarti Irene yang bocorkan informasi nya
Linda Ayu Tong-Tong
waduh masa ara mau diculik
Adinda
Ara anaknya Alex sama lala ya Thor,berarti lala punya kakak cowok dua ya
Yel
nikah nikah nikah 🤭
Arin
Namanya perempuan.... biarpun Ara dari keluarga kaya. Kalau di belikan pacar pasti gak nolak lah..... apalagi kalau yang di belikan barang mahal yang limited edition🤭🤭🤭
Yel
jgn lupa acara nikah nya thor, udh 50an chap soalny 😍
Linda Ayu Tong-Tong
kpn mreka nikah thor..dah gk sabaaarrr
Linda Ayu Tong-Tong
iiih baguussss🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
wakakaka ara lu ngajari camermu ngambekk🤣🤣🤣🤣🤣
Yel
ihiww double date 🤭
Linda Ayu Tong-Tong
wawawawak.....nakal sih ara🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!