Mia terpaksa menikah dengan Rafi kekasih temannya ,Irene..Irene menolak menikah dan menitipkan kekasih nya kepada Mia karena obsesinya menjadi model international.
Mia tidak bisa menolak permintaan teman nya karena teman nya telah menyelamat kan bapak nya..Apakah Mia akan hidup bahagia dengan Rafi atau harus merelakan suaminya kembali kapada pemiliknya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nobie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 31
Rafi menuruni anak tangga untuk sarapan.Di meja makan sudah terlihat kakek,bu Ayu dan Mia yang sedang mengobrol hangat.
“Pagi.”sapa Rafi sambil mencium ibunya
“Rafi katanya Mia mulai hari ini dia sudah tidak ke kantor,apa begitu.?tanya kakek.
“Iya,mau di pingit biar ginclong”jawab Rafi menunggu Mia menyiapkan sarapan nya.
Ginclong emang aku apa,kenapa ga sekalian aja kasih detergen kayak yang di iklan iklan.Mia berkata dalam hati sambil memasukan beberapa lauk kedalam piring.
“ini sayang”ucap Mia dengan intonasi yang agak berat.
“makasih istriku”ucap rafi sambil tersenyum
Kakek dan bu Ayu hanya tersenyum melihat tingkah pengantin baru ini.
“kamu hubungi pihak WO kan?”Tanya kakek.
“udah kek”
Rafi telah menghabiskan sarapan nya.Rafi beranjak pergi ke kantornya.Mia ikut mengantar Rafi ke depan rumah.
“Mas,aku siang mau keluar dulu”Mia berkata dengan tersenyum
“Kan kamu udah ijin”ucap Rafi.
“siapa tahu mas lupa,nanti di sangka aku ga ijin lagi.”
“Iya kamu boleh keluar,tapi nanti kabarin aku kalo udah beres kan kita mau fitting baju!”Rafi mengingatkan.
“Oke bos.”ucap Mia sambil tangan dalan posisi hormat.
Rafi masuk ke dalam mobil,belum sempat Rafi menyalakan mobilnya Mia memanggil Rafi.
"Mas."panggil Mia
“Ada apa lagi,belum juga pergi udah kangen lagi”Ucap Rafi menggoda Mia.
“idih siapa juga yang kangen”Mia berkata sambil memicingkan matanya.
“Trus apa?oh aku tahu kamu belum dapat jatah ya?”
“Jatah apa?mana tangan mas?”ucap mia sambil meminta tangan Rafi.
“Aduh aku cuman punya 2 sayang kalo aku kasih kamu gimana dong aku?”goda Rafi walau pun Rafi tahu maksud Mia
“Ih mas Rafi ini,aku belum salam mas,”ucap Mia sambil cemberut.
“buahhahah”Rafi tertawa lepas.Rafi memberikan tangan nya untuk di cium Mia.
Mia mencium punggung tangan suaminya.Setelah itu Rafi menyalakan mobil .
“assalamualaikum”ucap Rafi sambil melajukan mobilnya.
“Waalaikumsalam”jawab Mia sambil masih terdiam melihat mobil rafi menghilang dari halaman rumah.
Wajah Mia terlihat sedih karena panggilan telepon di ponsel Rafi tadi pagi.
Kenapa dengan aku ini,bukannya dari awal aku tahu tentang ini,tapi kenapa aku merasa tidak senang Irene menghubungi Rafi.Hati ini sakit ,rasanya ingin sekali mengingatkan dia untuk tidak menghubungi suamiku.Tapi aku ga bisa…
Mia masuk ke dalm rumah dan mulai menata perasaan nya supaya orang di rumah ini tidak harus melihat hatinya yang hancur.
Mia sudah beberapa hari tinggal disini tapi dia belum pernah berkeliling sekali pun.Mia pun berkeliling menyusuri rumah mewah itu.
Didalam rumah yang memiliki 2 lantai ini fasilitas nya sangat lengkap,mulai dari kolam renang,tempat fitness dan yang paling disukai Mia adalah adanya ruang perpustakaan di sudut ruangan menuju taman.
Didalam perpustakaan buku tertata rapih,dengan sebuah sofa menghadap ke jendela besar yang langsung bisa menikmati taman yang penuh dengan bunga
*****
Didalam mobil Rafi memikirkan sikap Mia.Mia pasti tahu kalo yang menelpon nya tadi adalah Irene tapi sikap nya begitu manis.
Apa dia tidak merasa cemburu gitu melihat Irene menelponku,pikir Rafi.
Setelah 30 menit berjuang dengan kemacetan Rafi tiba di lobby gedung kantor.
Rafi masuk dan menuju ruangan nya.Di dalam ruangan Rafi telah di sambut dengan setumpuk dokumen untuk di tanda tangan.
Tok..tok..
“Masuk.”
“Pagi brother..”Sapa Vino.
“Tumben pake ketuk pintu,ada kabar apa hari ini?”
“Fi sepertinya kamu harus lihat ini”
“Apa?”
“Laporan keuangan milik Ervan”
“Ada apa ?”
Rafi melihat berkas yang di bawa Vino.Rafi hanya terdiam.
“Kamu tutup kerugian nya!”perintah Rafi kepada Vino.
“FI,lo ga bisa terus menerus nutupin kerugian perusahaan Ervan.yang ada si Ervan ga mikir-mikir”ucap Vino kesal.
“Ga apa-apa,bulan ini kan kita dapat untung cukup banyak.Kalo gue biarin kasian tante Melly,Dia kan satu satunya adik papa gue”
“Terserah lo aja”ucap Vino sambil berjalan menuju pintu.
“vin tunggu”
“Ada apa lagi?”ketus Vino yang masih kesal dengan keputusan teman nya.
“sudahlah ga jadi.”ucap Rafi
Sebenarnya apa yang diucapkan Vino memang benar,tidak mungkin perusahaan ini terus menerus menutupi kerugian perusahaan Ervan.Tapi kalo sampai perusahaan Ervan bangkrut kasian tante Melly.gumam Rafi.
vote + bunga hadiah buat kmu...😉