NovelToon NovelToon
MY BROKEN WINGS

MY BROKEN WINGS

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Ratri adalah potret perempuan sempurna: seorang istri yang berdedikasi sekaligus pilot sukses dengan jam terbang tinggi. Namun, dunianya runtuh dalam semalam ketika kejutan manis yang ia siapkan untuk suaminya, Indra, justru mengungkap pengkhianatan keji. Ratri memergoki Indra berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Imelda.
Rasa sakitnya kian menghujam ketika ia menyadari bahwa kedua anak mereka justru berpihak pada sang ayah. Diperlakukan layaknya mesin uang oleh keluarga parasit yang membodohinya, Ratri hanya bisa menangis dalam senyap di dalam lemari, sembari memahat sumpah untuk membalas setiap tetes air mata yang jatuh.
Setelah memutuskan pergi dengan hati yang hancur, Ratri jatuh pingsan di depan bandara karena guncangan hebat. Beruntung, seorang pria bernama Devandra datang menolongnya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Ratri untuk menyembuhkan luka, mengepakkan kembali sayapnya yang patah, dan memulai misi menuntut keadilan mutlak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

...Jam menunjuk pukul tiga pagi ketika jet pribadi Devandra mendarat mulus di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta....

...Tanpa membuang sedetik pun waktu, Devandra langsung meluncur ke kantor kepolisian Jakarta Selatan dengan didampingi oleh tim kuasa hukum pribadinya yang merupakan jajaran pengacara paling elit dan berpengaruh di ibu kota....

...Setibanya di ruang pemeriksaan, suasana langsung menegang....

...Kepala penyidik sempat bersikukuh bahwa Rizal terbukti bersalah karena barang bukti narkotika ditemukan di dalam tas kerjanya sendiri, enggan mendengarkan bantahan sang pemuda....

...Namun, keyakinan itu langsung runtuh saat ketua tim kuasa hukum Devandra membuka laptop dan memutar rekaman CCTV sudut ruangan klub malam secara real-time....

...Rekaman beresolusi tinggi itu dengan sangat jelas memperlihatkan komplotan orang suruhan yang menyelinap ke meja DJ dan sengaja menyelundupkan barang haram tersebut ke dalam tas Rizal saat pemuda itu lengah....

...Melihat bukti otentik yang tidak bisa dibantah itu, pihak kepolisian langsung terperanjat....

...Terjadi keheningan sejenak di ruangan tersebut sebelum para petugas saling berpandangan dengan rasa canggung....

...Tanpa perlu perdebatan panjang lagi, borgol di tangan Rizal segera dilepaskan, dan pemuda itu dikeluarkan dari sel sementara....

...Rizal yang masih syok, kebingungan, bercampur lega luar biasa langsung menangkupkan kedua tangannya....

..."Terima kasih banyak, Pak! Sumpah, saya benar-benar dijebak! Saya tidak menyangka pemerintah menyediakan pengacara sehebat kalian secara gratis..." ucap Rizal terengah-engah, mengira orang-orang berjas rapi di hadapannya adalah bantuan hukum dari negara....

...Devandra yang sejak tadi berdiri di ambang pintu dengan balutan mantel gelapnya hanya menatap datar pemuda di hadapannya itu....

...Ia maju beberapa langkah, menghentikan kelegaan prematur Rizal....

..."Tidak semudah itu, kawan. Kamu harus ikut aku," ucap Devandra dengan suara baritonnya yang tegas dan berwibawa....

...Rizal mundur selangkah, menatap pria asing berwajah dingin itu dengan penuh kecurigaan....

..."Ke mana? Aku tidak kenal kalian! Aku mau pulang!" protesnya sengit....

..."Rahasia," jawab Devandra singkat, tidak memberi ruang untuk membantah....

..."Aku tidak mau!" sergah Rizal menolak mentah-mentah sambil berbalik hendak melangkah pergi....

...Namun, sebelum Rizal sempat melangkah lebih jauh, Thomas dan dua pengawal berbadan tegap langsung bergerak cepat mengepung jalurnya....

...Atas instruksi cepat dari sang bos, Thomas mengeluarkan sehelai kain hitam dan langsung menutup mata Rizal rapat-rapat....

..."Bawa dia," perintah Devandra mutlak....

...Dalam sekejap, Rizal yang meronta-ronta protes dibopong dan digiring masuk ke dalam mobil mewah Devandra yang sudah menunggu di halaman belakang kantor polisi....

...Dari balik jendela mobil, Devandra menggelengkan kepalanya pelan sambil menghela napas panjang....

...Keras kepala, tidak sabaran, dan penuh perlawanan—sifat pemuda itu benar-benar merupakan replika hidup dari Ratri, wanita yang sangat dicintainya....

...Di dalam kabin jet pribadi yang melesat membelah langit malam menuju Bandung, suasana terasa cukup tegang, namun sesekali diwarnai oleh kepribadian Rizal yang memang terkenal slengean dan penuh percaya diri—sifat yang lagi-lagi sangat mirip dengan Ratri di masa mudanya....

...Mata Rizal masih tertutup rapat oleh sehelai kain hitam....

...Tangannya yang bebas bergerak gelisah meraba sandaran kursi mewah di sekitarnya....

...Otaknya yang berputar panik mulai mereka-reka skenario terburuk atas apa yang sedang menimpanya....

..."Hei! Kalian ini sebenarnya siapa?" seru Rizal dengan nada protes, meski suaranya sedikit bergetar....

..."Apakah kalian sindikat kartel narkoba internasional? Atau komplotan perdagangan manusia jaringan Kamboja yang mau menjual organ tubuhku?!"...

...Thomas yang duduk tidak jauh dari pemuda itu mendengus geli mendengar rentetan tuduhan ngawur tersebut....

...Ia melipat tangannya di dada. "Jangan terlalu percaya diri, anak muda. Organ tubuhmu tidak ada apa-apanya untuk kami."...

...Meskipun dalam situasi terancam dan matanya masih tertutup kain hitam, sifat narsis Rizal rupanya sama sekali tidak luntur....

...Ia menegakkan punggungnya, mendengus bangga di balik kegelapan....

..."Bukan masalah percaya diri, Pak. Tapi, aku kan memang tampan," ujar Rizal tanpa beban, seolah lupa bahwa ia baru saja keluar dari sel tahanan malam-malam berkat tuduhan kasus narkoba besar....

...Di sudut kabin, Devandra yang duduk dengan menyilangkan kaki hanya bisa menghela napas panjang....

...Pria matang itu memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut pening, lalu memejamkan matanya rapat-rapat karena kelelahan luar biasa setelah harus terbang bolak-balik Jakarta-Solo-Bandung-Jakarta demi membereskan kekacauan ini....

...Menghadapi Rizal terasa jauh lebih melelahkan daripada memimpin perusahaan multinasional miliknya sendiri....

...Sesampainya di Bandung, mobil mewah Devandra langsung melesat membelah keheningan dini hari menuju rumah sakit....

...Thomas menuntun Rizal yang matanya masih tertutup kain hitam menyusuri koridor sunyi lantai VVIP....

..."Tunggu sini," ucap Devan dengan nada rendah kepada Thomas di depan pintu kamar rawat....

...Thomas menganggukkan kepalanya patuh, tetap memegangi lengan Rizal yang mulai gelisah....

...Devandra perlahan membuka pintu kamar. Di dalam, suasana begitu tenang....

...Ia melihat Ratri yang tertidur pulas dengan posisi duduk di kursi samping ranjang, kepalanya bersandar di tepi kasur sambil tetap memegangi tangan Sandra....

...Di atas ranjang, Sandra juga tertidur sangat nyenyak akibat pengaruh obat penenang dari dokter....

...Devandra melangkah sangat pelan, lalu menyentuh pundak Ratri dengan lembut....

..."Ratri...." bisiknya....

...Ratri mengerjap, perlahan membuka matanya dan mendongak....

...Begitu mengenali sosok di hadapannya, wajahnya langsung merona lega....

..."Dev... barusan sampai?"...

..."I-iya, ayo ikut aku keluar sebentar," ucap Devandra seraya mengulurkan tangan....

..."Ke mana?" tanya Ratri bingung, namun ia tetap menyambut uluran tangan Devandra....

...Devandra menggandeng tangan Ratri dengan erat, menuntunnya keluar dari ruang perawatan menuju area yang agak sepi di dekat tangga koridor....

...Begitu sampai di sana, mata Ratri membelak. Ia melihat seorang pemuda yang berdiri dengan mata tertutup kain hitam, dikawal ketat oleh Thomas....

..."Dev, kamu menculik seseorang?" tanya Ratri dengan bisikan panik, menatap Devandra tidak percaya....

...Tanpa menjawab, Devandra memberi isyarat mata kepada asisten pribadinya....

...Thomas dengan sigap membuka penutup mata Rizal....

...Begitu kain hitam itu terlepas, Rizal mengerjapkan matanya yang silau karena lampu koridor, lalu menatap tajam wanita anggun yang sejak tadi sedang menatapnya dengan pandangan syok....

..."Ratri, ini Rizal, putra kamu. Dan Rizal, ini mama kamu," ucap Devandra tegas, memperkenalkan keduanya tanpa basa-basi lagi....

...Rizal spontan tertawa sinis. "Mama? Jangan bercanda! Pak, selera humor kalian boleh juga ya setelah menculik orang."...

...Namun, Ratri tidak mendengar ejekan Rizal. Jantungnya berdegup luar biasa kencang....

...Naluri ibunya berteriak keras. Tanpa memedulikan protes pemuda itu, Ratri melangkah mendekat dengan tangan gemetar....

...Ia meraih pergelangan tangan kiri Rizal dan menyibak lengan jaketnya yang robek....

...Di sana, sebuah tanda lahir berbentuk kupu-kupu kecil berwarna gelap tercetak dengan sangat jelas....

...Air mata Ratri langsung tumpah ruah. "K-kamu putraku...?" bisik Ratri dengan suara pecah....

...Tanpa aba-aba, Ratri langsung menghambur, memeluk erat tubuh kekar Rizal, menumpahkan seluruh rasa rindu belasan tahun yang sempat hilang....

...Rizal yang dipeluk secara mendadak menjadi sangat kaku....

...Ia mencoba melepaskan diri dengan canggung. "Nyonya, tolong lepaskan. Saya bukan putra Anda. Saya ini seorang DJ. Tahu DJ, kan? Pemain musik di klub malam. Saya tidak punya orang tua sekaya kalian."...

...Ratri tidak memedulikan penolakan itu. Ia melepaskan pelukannya, lalu dengan paksa namun lembut menggandeng tangan Rizal dan mengajaknya masuk ke dalam kamar rawat Sandra. Devandra dan Thomas mengikuti dari belakang....

...Di dalam kamar, Rizal menatap heran ke arah ranjang di mana seorang gadis pucat sedang terbaring lelap dengan selang infus....

..."Siapa lagi dia?" tanya Rizal ketus....

..."Dia adik kamu. Kalian kembar," ucap Ratri dengan suara bergetar bahagia....

..."Kalian mempunyai tanda lahir yang sama."...

...Rizal menatap wajah Sandra, lalu melihat tanda lahir kupu-kupu di pergelangan tangan kanan gadis itu yang sangat mirip dengan miliknya di tangan kiri....

...Otaknya yang sudah lelah akibat ditangkap polisi, dijebak narkoba, diculik naik jet pribadi, dan kini mendadak diberi tahu bahwa ia memiliki keluarga kaya, langsung mengalami shock berat....

..."Hahaha... ini tidak mungkin..."...

...Rizal tertawa hambar, kepalanya mendadak berputar hebat, dan sedetik kemudian, pandangannya menggelap....

...Tubuh tinggi Rizal langsung ambruk, pingsan....

...Dengan sigap, Thomas menangkap tubuh Rizal sebelum menghantam lantai, lalu mengangkatnya dengan hati-hati dan menaruhnya di atas sofa panjang yang ada di dalam ruang VVIP tersebut....

..."Biarkan dia istirahat," ucap Devan pelan, menepuk pundak Ratri yang tampak cemas melihat putranya pingsan....

...Ratri mengusap air matanya, lalu menatap Devandra dengan pandangan penuh rasa ingin tahu dan kekaguman....

..."Devan, bagaimana kamu bisa menemukan dia dalam waktu secepat ini?"...

..."Ceritanya sangat panjang, Ratri. Nanti saja aku ceritakan semuanya. Sekarang, aku mau tidur dulu. Tubuhku sudah sangat lelah," jawab Devandra sambil memijat tengkuknya....

...Ratri yang mengerti betapa besarnya perjuangan Devandra malam ini segera bergerak membersihkan dan merapikan tempat tidur khusus untuk penjaga pasien yang terletak di sudut ruangan....

...Setelah memastikan semuanya rapi, Thomas pamit dan perlahan keluar dari kamar untuk berjaga di depan, menyisakan mereka di dalam ruangan yang hening....

...Devandra berjalan mendekati tempat tidur penjaga tersebut, lalu menatap Ratri yang masih berdiri canggung....

..."Kemarilah, tidur bersamaku," ajak Devandra lembut....

..."Tapi, Dev..." Ratri ragu, melirik ke arah dua anaknya yang sedang tertidur....

...Devandra menarik tangan Ratri dengan lembut agar wanita itu mendekat....

..."Aku tidak akan melakukan apa-apa. Kita berdua sangat butuh istirahat untuk menghadapi semuanya. Kemarilah."...

...Mendengar ketulusan dan melihat gurat kelelahan yang amat sangat di wajah pria yang selalu melindunginya itu, Ratri akhirnya menganggukkan kepalanya. Ia perlahan naik ke atas tempat tidur, merebahkan tubuhnya di samping Devandra....

...Di sepertiga malam itu, di tengah keheningan rumah sakit Bandung, untuk pertama kalinya setelah belasan tahun, Ratri bisa tidur dengan hati yang utuh, didekap oleh pria yang dicintainya dan dikelilingi oleh kedua anak kandungnya....

...Baru beberapa detik setelah kepalanya menyentuh bantal, napas Ratri langsung memberat dan terdengar dengkur kecil yang halus dari bibirnya....

...Kelelahan fisik dan emosional yang mendera jiwanya selama berhari-hari ini akhirnya luruh total begitu tubuhnya merasakan rasa aman yang mutlak....

...Devandra memiringkan tubuhnya, menatap wajah lelap wanita yang sangat dicintainya itu di bawah temaram lampu kamar rawat....

...Dengan gerakan yang teramat lembut agar tidak mengusik tidurnya, tangan kekar Devandra bergerak perlahan menepuk-nepuk punggung Ratri, memberikan ritme konstan yang menenangkan layaknya menjaga sesuatu yang paling berharga di dunia....

..."Tidurlah yang tenang," bisik Devandra, suaranya berupa gumaman sangat rendah yang menyatu dengan keheningan malam....

...Mata tajamnya sekilas melirik ke arah ranjang tempat Sandra terbaring lelap, lalu beralih ke sofa tempat Rizal yang masih tak sadarkan diri karena syok....

...Sudut bibir Devandra terangkat tipis, membentuk senyuman penuh kelegaan yang jarang sekali ia tunjukkan pada siapa pun....

..."Kedua anakmu sudah aman, dan besok kita pulang ke apartemenku yang sudah aku siapkan untuk kamu. Tempat yang tidak akan bisa disentuh oleh bajingan seperti Indra," gumam Devandra lagi, mengeratkan dekapannya pada tubuh Ratri....

...Ia mengecup pucuk kepala wanita itu dengan penuh perasaan, menyalurkan janji yang terpatri mati di dalam dadanya....

..."Aku tidak mau kehilanganmu lagi, Ratri..."...

...Dengan hati yang akhirnya menemukan kedamaian, Devandra perlahan memejamkan matanya, ikut menyusul Ratri ke alam mimpi sembari terus mendekap erat masa depan baru mereka....

1
Muft Smoker
kenyataan yg gx sesuai ekspetasii begitu menyakitkan bukan ,,
Muft Smoker
nah kan ,, harus ny mempermalukan Ratri ,, malah kalian yg malu sendiri karena kebusukan kalian terbongkar
Muft Smoker
udh cukup kalian ( indra , Imelda , Tasya dan Gabriel ) senang2 ny ,,
tinggal tunggu karmaa yg menghampiri kalian ,,
Muft Smoker
indra , Imelda , Tasya dan Gabriel emnk cocok jdi 1 keluarga ,,
sama2 gx punya maluu ,, sama2 gx tau diri ,, dan sama2 haus harta yg bukan milik ny ,, 😏😏😏😏
Muft Smoker
aduuuh aduuuuh ,, cari kerja atuh broo ,,
jgn hidup ngandelin keringat orang lain ,, apa lagi istri yg sbntar lgi jd mantan ,, gx maluu tuuh ma b*lalai ,,
😒😒😒😒😒😒😒😒
Muft Smoker
formasi Ratri udh lengkap ,, tinggal nunggu pengganti sang kepala keluarga ,,
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
akhirnya Ratri bisa ketemu dg kedua ank kembar nya ,,
tp tdk memungkinkan badai yg sebenarnya baru aj di mulai ,,
Muft Smoker
dmn2 org sirik akan melakukan apa pun untuk menjatuh kan rival ny ,, meski dg cara kotor sekali pun
Muft Smoker
kdg keserakahan bisa membuta kn segalanya ,,
😒😒😒
Muft Smoker
Akhirnya mereka ketemu juga ,, tinggal menemukan si kembar laki2 niih ,,
semoga cepat bisa di temukan ,
Muft Smoker
semoga Ratri mereka bisa segera bertemuu ,, dan Ratri juga bisa ketemu ma si kembar cowo ,, duuuuh
gregeet bangeet
Muft Smoker
org punya harta dan kuasa bisa dg mudah menemukan hal2 yg begitu mustahil buat org awam ,,
Muft Smoker
semangat ratriii ,, km hrus lebih kuat buat menemukan ank2 kandung mu ,, dan memberi pelajaran kpda mereka yg udh jahat kpda mu
Muft Smoker
si indra bnr2 bi*d*p ,, ank sndrii di tuker ank selingkuhan ,, pantes si Tasya ma Gabriel kurang ajar ma Ratri wong bukan ibu ny ,, udh bnr sih mereka di usir ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
udh salah Masih aj gx sadar diri ,,
😒😒😒😒
Muft Smoker
aduuh laki2 mokondo model km ndraa byk di pasar loak ,,
😒😒😒😒
Muft Smoker
tanpa istri Dan ibu kalian bisa apa ,,
udh numpang hidup tp gx tau diri ,,
jgn2 si indra juga gx kerja ,, hidup Dr uang istriny Selama ni ,,
dasar tak tau malu ,,
skraaang masa aktif ATM berjalan kalian sudah habis ,,
waktuny kerja keras sendri buat gaya hidup kalian ,,, 😒😒😒😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!