NovelToon NovelToon
Dendam Di Balik Pernikahan

Dendam Di Balik Pernikahan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Konflik Rumah Tangga-Pembalasan dendam / Tamat
Popularitas:277.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunga ma'ruf

Bercerita tentang seorang wanita yang bernama Raya menikah dengan seorang pria bernama Dion, Raya di nikahi oleh Dion tidak lain hanya untuk balas dendam akibat dari perselingkuhan yang di lakukan Raya di masa lalu dengan sahabat Dion yang bernama Rian.

Dion memperlakukan Raya seperti hal nya seorang pembantu, bahkan untuk memenuhi hasrat balas dendamnya Dion menikahi Sekretaris nya yang bernama Maya dan menyuruh Raya untuk menonton semua adegan malam pertama nya dengan istri mudanya.

Bagaimana nasib Raya selanjutnya? apakah dia bisa bertahan dengan rumah tangganya yang penuh dengan drama itu.
Baca terus kelanjutan ceritanya ya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga ma'ruf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ungkapan hati

Di taman yang lokasinya berada tidak jauh dari apartemen yang di huni Rian, Raya dan Sophia sedang asyik berbincang dari hati ke hati, namun pembicaraan mereka harus terhenti tatkala Rian secara tiba-tiba muncul di hadapan mereka.

" Rian dari kapan kamu berada disini?" tanya Raya yang kaget melihat kemunculan Rian

" Maaf dari tadi aku sudah berada disini mendengarkan pembicaraan kalian" jawab Rian dengan rasa menyesal

" Apa? jadi kamu mendengar semua yang kami perbincangkan?" tanya Sophia memastikan

"Maaf" sambil mengangguk

" Ya ampun " Sophia menutupi mukanya dengan kedua telapak tangannya

" Lantas apa kamu juga mendengar ungkapan isi hatiku?" imbuh Sophia

" Iya, aku mendengar semua yang kalian bicarakan tanpa ada yang ketinggalan sedikitpun." jelas Rian

" Tenang Sophia" kata Raya menenangkan sahabatnya yang mulai gelisah karena malu sambil menepuk pundaknya.

" Terus apa tanggapanmu tentang itu?" tanya Raya kepada Rian.

" Entahlah aku tidak tahu, ini terlalu cepat bagiku untuk menerima seseorang masuk ke dalam hidupku." jawab Rian

" Memangnya di dalam hatimu masih ada seseorang yang belum bisa kamu lupakan?" tanya Raya lagi

" Iya ada, dia adalah mantan aku tiga tahun yang lalu." jawab Rian dengan menatap tajam ke arah Raya

Raya yang melihat tatapan Rian yang menjurus kepadanya langsung mengerti siapa seseorang yang tidak bisa Rian lupakan sampai saat ini.

" Rian kamu harus mencoba untuk move on bagaimanapun caranya, karena jika tidak kamu akan hidup di dalam kesendirian yang menyedihkan." Raya mencoba memberi saran kepada Rian

" Selama ini aku tidak hanya diam saja tapi aku sudah berusaha melupakan sampai harus pergi ke luar negeri, tapi bukannya hilang rasa yang ada di dalam hati justru rasa itu semakin kuat dan mendorong aku untuk kembali ke tanah air, aku benar-benar frustasi Raya." sambil menutup muka dengan telapak tangannya

" Maafkan aku" kata Raya dengan nada penyesalan sambil tangannya menyentuh pundak Rian, Rian merespon sentuhan Raya dengan menarik tangannya dan menggenggam kedua tangannya dengan erat.

" Raya kembalilah padaku, aku berjanji akan melindungi dan menyayangi kamu dan juga baby Atala, aku benar-benar hampa hidup sendiri tanpa kehadiranmu di sisiku." Rian terus memohon kepada Raya berharap perempuan di depannya itu bisa luluh hatinya.

" Maafkan aku Rian, kisah kita sudah lama berakhir dan sekarang aku hanya mencintai suami dan anakku, aku mohon ikhlaskan aku hidup bahagia dengan keluarga kecilku." Raya mencoba memberi pengertian kepada Rian sambil melepas genggaman tangannya.

" Kenapa Raya kenapa? kamu lebih memilih Dion? bukankah dia sangat temperamental? kamu tidak akan pernah hidup bahagia dengannya, aku sangat menyesal dulu menyarankanmu untuk menikahinya seharusnya pada saat itu aku yang menikahimu mungkin sekarang kita hidup bahagia. Aku mohon Raya kembali padaku aku mohon!" Rian terus mendesak Raya

Sophia yang melihat Rian yang terus mengemis cinta pada Raya merasa gemas di buatnya, dengan penuh keyakinan Sophia melangkah mendekati Rian sambil mengepalkan tangannya, setelah berada tepat di hadapan target tanpa basa basi lagi Sophia segera menghantam pipi mulus Rian dengan tinju mautnya.

" Woi sadar kamu itu sempurna. Sudah tampan, kaya, berpendidikan, baik lagi banyak di luaran sana perempuan yang mengharapkan cinta dari kamu, jadi kamu tidak perlu lagi mengemis cinta pada Raya, dia itu sudah bahagia dengan suami dan anaknya, please.......jangan coba-coba untuk menghancurkan rumah tangga mereka, kalau tidak kamu berurusan denganku" bentak Sophia

" Hentikan Sophia kamu tidak perlu memukul Rian seperti itu" cegah Raya sambil memegang lengan Sophia

" Tapi Raya, aku takut dia akan berbuat nekat dan memaksamu untuk menerimanya kembali" Sophia merasa cemas

" Aku tahu Rian saat ini sedang khilaf, dia hanya ingin mengungkapkan perasaan yang selama ini dia pendam biarkan dia meluapkan segalanya karena aku tahu setelah itu dia akan sadar dan kembali lagi menjadi Rian yang bijaksana seperti kita kenal selama ini." jelas Raya

Mendengar perkataan dari Raya membuat hati Rian menjadi luluh dan sadar bahwa apa yang dia lakukan sekarang hanya menyakiti orang-orang yang berada di sekitarnya.

" Raya maafkan aku, kali ini aku benar-benar sangat egois, aku terima jika setelah ini kamu tidak mau lagi bertemu denganku. Dan Sophia aku juga minta maaf karena belum bisa membuka hatiku untukmu." Rian berbicara dengan tertunduk sambil tangannya mengusap bibirnya yang berdarah akibat pukulan yang di layangkan oleh Sophia kepadanya

" Rian sudahlah apa yang terjadi biarlah terjadi, kita hidup untuk masa depan jadi jangan pernah melihat ke belakang lagi kalau itu hanya bisa membuat kita terluka." Raya berusaha menasehati Rian

" Iya Raya aku akan berusaha untuk melangkah ke depan tanpa melihat lagi ke belakang, aku sangat menyesal telah membuatmu kecewa kapadaku, aku minta maaf."

" Iya aku maafkan, sekarang aku pamit dulu karena hari semakin gelap aku harus ke rumah sakit menemani suamiku, dan kamu Sophia aku titip Rian ya! tolong di obati bibirnya kasihan anak orang di tonjok sampe berdarah." goda Raya

" Tenang saja aku pasti akan mengobatinya sebagai bentuk permohonan maafku kepadanya." sambil melirik Laki-laki yang berada di sampingnya.

" Yasudah kalau gitu aku pergi dulu, bye" sambil melambaikan tangannya

Setelah Raya pergi, atmosfer yang tercipta di antara keduanya begitu sangat dingin sehingga untuk memulai pembicaraan mereka merasa bingung di buatnya.

" Ehhmmm..... aku mau minta maaf karena sudah memukul kamu." Sophia membuka pembicaraan dengan sedikit malu-malu

" Tidak perlu minta maaf karena bagaimanapun juga kamu sudah menyadarkan aku melalui pukulanmu itu, lagipula sekarang aku sudah tahu siapa kamu sebenarnya." melirik ke arah Sophia sambil tersenyum tipis

" Ma.. maksudnya?" tanya Sophia dengan agak sedikit gagap karena gugup ketika dia mendengar ucapan dari Rian.

" Iya aku jadi tahu bahwa sebenarnya kamu itu bukan perempuan lembut yang manis dan jaim seperti yang kamu tunjukkan selama ini, benar kan?" sindir Rian

" Terus menurut pandangan kamu aku ini perempuan seperti apa? kasar, suka marah dan arogan ya?" tanya Sophia sedikit kesal sambil membuang muka

" Enggak justru aku menilai bahwa kamu itu perempuan yang pemberani, setia kawan dan berprinsipil banget, aku suka itu. Mungkin mulai sekarang aku bisa sedikit lebih bisa membuka hati buat kamu. Aku berharap kamu bersabar dan mau menunggu aku sedikit lagi, bagaimana?" sambil meraih tangan Sophia dan menggenggamnya

" Aku mau menunggu kamu sampai benar-benar bisa move on dari Raya, tapi tolong izinin aku juga buat membantu kamu untuk bisa segera move on dari Raya dengan caraku." Sophia mencoba membuat kesepakatan dengan Rian

" Ehmmm... bagaimana ya? baiklah aku setuju, aku akan mengizinkan kamu untuk membantu agar aku bisa segera move on dari Raya asalkan kamu tidak pernah melarang buat aku berbicara dengan Raya ketika kami bertemu suatu hari nanti." Rian memberi persyaratan

" Oke tidak masalah, deal" jawab Sophia sambil mengulurkan tangannya ke arah Rian dan segera di sambut oleh tangan Rian " Deal".

1
christina paya wan
raya yg bodoh..
Jue
Astaghfirullah hal Azim , Wanita yang tengah sarat hamil itu haram untuk dinikahi , Sekiranya menikah jugak tidak dibenarkan bersentuhan selagi masih hamil , Setelah lahirnya bayi harus melakukan ijab dan kabul sekali lagi bagi wanita Islam .
🌷💚SITI.R💚🌷
lanjuut
🌷💚SITI.R💚🌷
lanjuuut
🌷💚SITI.R💚🌷
smg asep sm raya tabah di tingkn nenek asih
🌷💚SITI.R💚🌷
ya.allah orang sekampung kalah sm preman dan tega mengorbakn seorang nenek
🌷💚SITI.R💚🌷
😭😭😭😭😭😭😭😭..sedih bngt kisahy raya
🌷💚SITI.R💚🌷
smg dion menyadari apa yg tlh dia perbuat
🌷💚SITI.R💚🌷
oh jd atala anaky dion yg sesungguhy
🌷💚SITI.R💚🌷
kku nurut sm dioan tambah sengsara de
🌷💚SITI.R💚🌷
smg shopia bisa bawa pergi raya
🌷💚SITI.R💚🌷
kasian raya
🌷💚SITI.R💚🌷
udahlah raya kamu minta pisah aja..buat spa kamu jd istriy dion klu cuma buat jadi pembantu
🌷💚SITI.R💚🌷
sabar ya raya..
🌷💚SITI.R💚🌷
aduh dion kamu nyari perawany raya..psling msya jg udh ga perawan kan jd kamu marah2
🌷💚SITI.R💚🌷
lanjuut
🌷💚SITI.R💚🌷
kejam banget ya dion
🌷💚SITI.R💚🌷
sebenary apa yg di pikirkn dion ya tega banget nyakitin hati raya
Widi Widurai
bodoh. raya ini terlalu buta sama dion. dia disakitin gimanapun modelnya masih bertahan sm dion. ruben jelas jelas tulus disakitin sm dia. uda tau rasanya disakitin org eh dia nyakitin org. bahkan tega sm anak sendiri
Gaby Charo
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!