CERITA PENUH PENGORBANAN,KEBERANIAN DAN CINTA
NO PLAGIAT,BIARPUN CERITA RECEH GUE GAK RELA DIPLAGIAT
YANG PLAGIAT,MATANYA BISULAN
Nagara,bocah jalanan yang diangkat anak oleh Ilham dan Reina saat dia berusia 9 tahun,kini tumbuh menjadi pria yang mandiri,kuat dan juga sangat menyayangi keluarga angkatnya.Terutama pada putri keluarga Samudera yang merupakan adik angkat sekaligus tuan putri kesayangannya.Bahkan Nagara rela melakukan apa pun untuk gadis itu.
Hingga sikap protektif serta posessife Nagara perlahan lahan membuat sang gadis salah paham dengan semua perlakuannya.
Akankah ikatan persaudaraan mereka tetap terikat kuat,Apa yang akan terjadi saat salah satu dari mereka mengungkapkan perasaannya yang selama ini dipendam.
'Mencintai namun tidak dapat memiliki' akankah kalimat itu akan menjadi kenyataan dalam hidup mereka atau malah sebaliknya.Siapa jati diri Nagara sebenarnya?mampukah dia mengungkap semuanya?
Yuk dibaca aja
SEQUEL dari cerita GEGANA SANG PENJINAK HATI
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hanya Perasaan Saja
"Sudah bangun Cinta?"
Lovy yang baru saja membuka kedua matanya dan masih dalam keadaan mengantuk sedikit terkejut dengan kehadiran Gara yang tiba tiba.
Pria itu terlihat membawa sebuah nampan yang berisikan satu mangkuk bubur,segelas air putih dan beberapa obat yang harus Lovy minum nanti.
"Jam berapa?"
Nagara tersenyum tipis melihat Lovy mengucek kedua matanya,sepertinya gadis itu masih mengantuk padahal waktu sudah menunjukan pukul 7 pagi.Mungkin karena semalam Lovy tidak bisa tidur, jadi pagi ini dia tidak bangun tidur dalam keadaan fres.
"Sudah pukul 7 pagi,Abang bawakan kamu sarapan dan obat.Setelah sarapan dan minum obat kamu mandi, supaya badan kamu terasa segar."
Lovy menganggukan kepalanya pelan,gadis itu menggeser tubuhnya kesisi tempat tidur agar dia lebih dekat dengan Gara.Kalau saja dia tidak ingin cepat sehat,malas rasanya untuk memakan bubur hambar dan obat pil yang lumayan besar itu.
"Buka mulutnya!"
Bahkan Lovy masih sempat menghela nafasnya dalam dalam sebelum dia membuka mulutnya saat Nagara menyodorkan satu sendok bubur padanya.
Dengan susah payah Lovy menelan nasi benyek itu,rasanya dia lebih baik memakan soto ayam yang pedas pagi ini dari pada harus menghabiskan nasi benyek yang disebut dengan bubur.
Hingga suapan yang ke empat,Lovy sudah tidak tahan lagi.Walaupun bukan hanya nasi benyek yang ada dimangkuk itu melainkan ada ayam dan teman temannya.Tapi Lovy tidak menyukai makanan itu,karena dia memang tidak suka dengan bubur yang terbuat dari nasi.
"Udah Bang,Vy mau muntah rasanya."
Nagara menghela nafasnya pelan saat melihat Lovyna menahan sendok yang dia sodorkan.Gara bisa melihat dengan jelas kalau gadis itu memang terlihat sudah tidak mau lagi memakan buburnya.
Dengan pelan,Gara memberikan air minum yang sudah dia bawa,Lovy menghela nafasnya lega saat merasakan kebebasan karena sudah tidak memakan nasi benyek yang sangat tidak dia sukai itu.
"Setelah minum obat,kamu mandi."
Gadis itu hanya menganggukan kepalanya patuh,tubuhnya saat ini memang sedang butuh penyegaran,dan mandi pagi adalah hal yang mampu membuat tubuhnya kembali segar dan rileks.
Bahkan Lovy memilih mandi menggunakan air dingin dari pada air hangat yang sudah dipersiapkan oleh Maminya tadi.Menurutnya mandi dengan air dingin akan lebih terasa segar dan membuat kulitnya kencang dari pada mandi menggunakan air hangat.
"Abang nunggu kamu diruang makan,kamu mandi dulu oke."
Cup...
Satu kecupan lembut Nagara berikan dikening Lovyna,gadis itu sudah terbiasa dengan kecupan sayang yang diberikan oleh Gara padanya.Menurut survei,kecupan dikening lebih mengartikan sayang dan cinta dari pada kecupan dibibir.Karena kecupan dibibir bukan hanya ada cinta,namun juga ada ***** didalamnya.
Setelah melihat Gara keluar dari kamarnya,Lovy segera bangkit dan berjalan menuju kamar mandi yang ada didalam kamarnya.Tubuhnya yang sudah tidak demam lagi membuat dia ingin segera bersentuhan dengan air dingin pagi ini.
Sementara Gara,pria itu kembali kelantai bawah sembari membawa nampan yang dia bawa kekamar Lovy tadi.
"Lovy udah bangun Bang?"
Nagara menganggukan kepalanya pelan pada Sang Mami yang terlihat tengah menata sarapan mereka dimeja.
"Sudah Mam,Cinta sedang mandi."
Reina menganggukan kepalanya sembari tersenyum tipis pada putra angkatnya itu.Perlahan dia mengingat kembali kejadian malam tadi,dimana putra sulungnya dan putri satu satunya itu terlihat sangat sangat dekat.Bahkan keduanya terlihat seperti pasangan kekasih apa bila orang lain tidak mengetahui status keduanya.
Dan Reina pun merasakan itu semua,kasih sayang mereka berdua terlihat bukan hanya karena status adik dan kakak namun lebih wanita kepada pria.
'Semoga perasaanku tidak benar.'
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
WELLCOME TO CRAZY UP TODAY
JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAHNYA
SEE YOU NEXT PART
MUUUAAACCHHH
Kayaknya sesuai kebiasaan panggilan authornya, maaf ya thor kalau komenku mengganggu.🙏🤭