NovelToon NovelToon
Trapped By The Devil

Trapped By The Devil

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: ingrid nadya

Davina pikir dia akan menjadi pengantin paling bahagia hari ini. Pernikahannya berjalan dengan baik bahkan sampai dia mengucapkan janji setianya pada lelaki impiannya.

Namun, tiba-tiba seseorang bangkit dari tempat duduknya untuk merusak segalanya.

"Calon pengantin perempuan itu milik saya, Pak Pendeta! Dia tidak boleh jadi milik orang lain!" kata Raka, tegas.

Seluruh jemaat yang hadir langsung gaduh.

Apakah Davina jadi menikah hari ini? Atau dia harus mengenyahkan terlebih dahulu si iblis yang selalu mengganggu hidupnya selama ini?

Covers obtained from pexels, free to use.
IG Author : @ingrid.nadya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingrid nadya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cuma Kamu yang Aku Mau

Setelah seminggu mendekam, akhirnya Davina memberanikan diri keluar rumah. Dia memarkir mobilnya di tempat biasa, menarik nafas panjang sebelum keluar dari mobil.

“Jangan jadi cemen, Dav!” katanya pada diri sendiri.

Lalu dengan mantap dia keluar dari mobil dan masuk ke dalam Espoir, sebuah tempat kursus balet.

Davina adalah seorang guru balet sekaligus menjadi pemilik Espoir. Tidak percuma Davina menyandang gelar Mahardhika di belakang namanya. Apa yang tidak bisa dilakukan keluarga terpandang tersebut?

Mendirikan sebuah tempat kursus balet agar Davina dapat mengaktualisasikan diri adalah hal kecil yang dapat mereka wujudkan segampang mengedipkan mata. Davina sebenarnya tidak butuh mencari duit sendiri, karena dia sudah punya asset dimana-mana atas namanya.

Tapi, ada satu kekosongan dalam dirinya, yang hanya bisa diisi saat dia menari balet. Ini adalah passion yang dia miliki sejak masih duduk di bangku sekolah. Davina cukup beruntung memiliki keluarga kaya yang membuatnya dapat menjalani apa yang dia sukai sehari-hari. Dia sadar betul tidak semua orang memiliki semua kenyamanan itu. Maka, satu-satunya yang bisa dia lakukan untuk mensyukuri keberuntungannya adalah menjalani hidupnya dengan cara yang terbaik.

Davina membuka pintu Espoir dan menemukan beberapa orang sedang duduk berbincang-bincang di ruang depan. Mereka semua langsung terkesiap begitu melihatnya muncul di pintu.

“Miss Davina? Kok udah datang aja? Bukannya masih cuti honeymoon?” Indira yang berdiri paling dekat dengannya, menyentuh tangannya.

Dia membatin. Mana mungkin kabar batalnya pernikahan dia dan Nikolas belum terdengar orang-orang Espoir ini? Indira terkadang suka kurang ajar!

“No comment ya, gue mau masuk kelas.” Davina melenggang pergi dari ruangan itu. Dia masih bisa menangkap bisik-bisik mereka sebelum masuk ke dalam kelasnya. Ah, gosip ini akan lama redanya.

Dia segera mengganti bajunya dan mengenakan sepatu ballet.

Dia melamun sejenak di tengah ruangan penuh cermin tersebut. Hari ini, sebenarnya dia tidak ada kelas, anak-anak didiknya tidak akan ada yang datang, karena dia sudah mengosongkan jadwalnya dari jauh-jauh hari.

Tapi, dia sengaja datang kesini, karena hanya menari yang akan membuatnya tenang saat ini. Oleh karena itulah, dia rela menahan malu dan datang ke tempat ini.

Ruangan kelas ini adalah satu-satunya tempat persembunyian favoritnya, dia selalu bisa menenangkan pikirannya disini. Segala masalah akan terasa lebih ringan setiap kali dia keluar dari ruangan ini.

Dia mengambil remote dan memilih sebuah lagu. Musik instrumental berjudul River Flows In You dari Yiruma pun mengalun. Dia memejamkan mata, berjinjit, lalu mulai membiarkan lagu tersebut membimbing tubuhnya untuk menari. Irama piano tersebut perlahan bernafas di setiap gerakan tubuhnya. Dia melangkahkan kakinya dari satu tempat ke tempat lain. Tidak ada yang bisa mengalahkan keanggunan Davina saat menari balet. Tidak percuma dia pernah menyabet satu penghargaan internasional lima tahun yang lalu.

Davina terus menari dan menari. Dia selalu masuk ke dalam sebuah cangkang yang tidak mengenal waktu setiap kali dia sedang melakukan hal yang dia sukai ini.

Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul enam sore. Dia mengambil susu cokelat dari pantry, lalu menikmatinya dalam keheningan. Dia pun duduk di salah satu sudut ruangan kelasnya, tepatnya di depan jendela. Dia dapat melihat hiruk pikuk Jakarta dari tempatnya saat ini.

Setelah puas menari, barulah dia dapat berpikir jernih. Barulah dia dapat benar-benar merasakan ketiadaan Nikolas hari ini. Dia segera mengambil ponselnya lalu menghubungi sebuah nomor. Dia perlu mendengar suara Nikolas.

“Halo?” sapa laki-laki itu dari ujung sana.

“Niko?”

“Ya, sayang? Siapa lagi?” Nikolas tertawa mendengar pertanyaan Davina. Kan wanita itu sedang menelepon nomornya, kenapa pula Davina bertanya.

“Kamu ngantor?”

“Enggak, di rumah.”

“Oh.”

“Kan kita lagi cuti honeymoon sebenarnya.” Nikolas tertawa miris.

“Yeah, right.”

“Jangan sedih-sedih, ah! Kamu kangen gak sama aku?”

“Banget.”

“Terus kenapa gak mau ketemuan?”

“Aku lagi di studio.”

“Jadi lebih milih balet dari aku?”

Davina tertawa kecil.

“Menurut kamu, sekarang kita harus gimana, Nik?”

“Om Azel dan Tante Nay lagi ngurusin semuanya kan? Mereka lagi nyariin Raka.”

“Iya.”

“Kamu tenang aja ya, semuanya bakal baik-baik aja. Kita bakal segera nikah."

“Iya.”

“Eh, aku dipanggil Mama nih. Bentar ya, Dav.”

“Iya.”

Davina pun menunggu sambil tetap menempelkan ponsel di telinganya. Dia berharap Nikolas-nya segera kembali.

Perhatian Davina tersita saat sebuah bayangan memantul di kaca di hadapannya. Dia berharap dia salah lihat, tapi kini orang itu sudah melingkupinya dalam pelukan.

“Kamu ngapain kesini?” Suaranya meninggi, dia mencoba berontak, tapi orang itu memeluknya erat.

“Devni,” panggil Raka, lembut.

“Rakaaa! Stooop!” Davina merintih.

“Kamu lagi nelepon siapa?” tanya Raka.

Davina tidak mau menjawab.

“Niko ya?” Raka berbisik di telinga kanan Davina, karena ponsel masih menempel di telinga kirinya.

“Raka, please, berhenti kayak gini!”

“Enggak,” bisik Raka lagi.

“Dav? Kamu masih disana?” Tiba-tiba Nikolas berbicara kembali di ponselnya. Jantungnya memompa dengan cepat. Apakah Nikolas tadi sempat mendengar suaranya?

“Masih,” jawab Davina. Dia sebenarnya ingin berteriak minta tolong, tapi dia tidak berani ambil risiko. Meskipun Raka brengsek, dia tetap tidak ingin laki-laki itu habis babak belur dipukuli oleh Nikolas. Dia telah mengenal Raka seumur hidupnya. Ini satu-satunya fakta yang membuat dia bertahan untuk tidak membunuh Raka dari kemarin.

“Aku harus nganterin Mama nih.” Nikolas berbicara lagi di telepon.

“I-iya.” Suara Davina terbata, karena kini Raka mempererat pelukannya di pinggang Davina.

“Besok aku main ke rumah ya?” tanya Nikolas. Davina baru akan mengiyakan permintaan calon suaminya itu, tapi sesuatu mengagetkannya…

“JANGAN!” jerit Davina, begitu merasakan bibir Raka mulai menyusuri lehernya.

Davina sadar bahwa Nikolas terkejut di ujung sana. Raka sendiri sudah terkekeh tanpa suara. Keisengannya membuahkan hasil.

“Nik, aku gak enak badan! Aku pulang dulu ya?” Dia cepat-cepat berbicara di telepon sebelum dia melakukan kesalahan lagi dan Nikolas menjadi curiga dengannya.

“Iya, Sayang. Cepat sembuh ya! Hati-hati!”

“Iya. Bye!”

Telepon ditutup.

Davina segera berontak di dalam pelukan Raka.

“KAMU TUH MAUNYA APA SIH, KA??? PLEASE, LEPASIN AKU!!!”

“Kamu. Aku maunya kamu,” kata Raka sambil menumpukan dagunya di bahu Davina.

“Kamu selalu begini setiap kali aku punya orang lain di hidupku. Nanti, di saat aku udah sepenuhnya punya kamu lagi, kamu juga akan ninggalin aku lagi. Jadi please, biarin aku bahagia kali ini, Ka.”

“Enggak, Devni, Sayang. Aku yakin bisa bahagiain kamu sekarang.”

“Perlu gak aku ingatkan kalau kamu juga ngomong hal yang sama dua tahun yang lalu?”

“Tapi waktu itu aku belum tahu apa mauku.”

Davina menggeleng.

“Apa jaminannya kamu tahu apa yang kamu mau sekarang, Ka?”

Raka memutar tubuh mungil Davina. Airmata sudah berjatuhan di pipi wanita itu. Raka tahu dia sudah terlalu sering menyakiti wanita di hadapannya, tapi dia ingin berubah. Sekarang yang ada di pikirannya hanyalah dia ingin mengusahakan yang terbaik dari dirinya untuk membahagiakan Davina.

Raka mengusap airmata wanita itu, kemudian mengecup singkat pipinya.

“Devni, aku udah sadar kalau satu-satunya yang aku mau di dunia ini cuma kamu.”

 

***

Jangan lupa like dan comment ya bebeb-bebeb kesayangan author 😘

IG Author : @ingrid.nadya

1
Borahe 🍉🧡
Haha gila si Raka
Vina
uhuy
Shifa Burhan
novel egois wanita

aku tantang author nya jika kau diposisi raka apakah kau akan Terima saja diperlakukan kayak gitu

jadi wanita punya hati sedikit dalam berkarya lihat juga perasaan pemeran utama pria jangan egois hanya semua tentang pemeran utama wanita (posisi diri kalian)

kalian bangga lihat novel yang merendahkan lelaki, di novel kelihatan sekali kalian tidak peduli perasaan pemeran utama pria kalian buat pemeran utama pria kayak orang bodoh yang Terima saja diperlakukan dan dipermain

ini contoh kalian merendahkan karakter raka (pria)
*dibuat kayak pengemis yang terus mengemis cinta
*dibuat kayak lelaki bodoh diperlakukan seperti apapun dia Terima begitu saja
*dibuat hanya sebagai pelarian dia Terima begitu saja
*raka yang ditolak dan campakkna tapi dia juga yang terus mengejar devina
*dipermalukan didepan banyak orang kayak pengemis
*digantung dan dibuat kayak boneka yang bisa dipermainkan begitu saja
*saat diperlukan dia harus ada tapi saat tidak dibutuhkan dia di campakan kayak sampah

author punya hati, coba kau diposisi raka apakah kau Terima begitu saja,

novel memang bagus tapi keegoisan mu sebagia wanuta sangat jelas disini
Fareza Gmail.Com: baper keknya..
total 3 replies
Shifa Burhan
kasian sekali karakter pemeran utama pria di dalam nov buatan wanita

raka jelas hanya dibuat pelarian oleh davina tapi author seakan karakter raka jadi lelaki bodoh yang harus Terima saja dipermainkan devina, dipermalukan devina, dibuat pelarian devina

aku tantang author jika author diposisi raka, apakah author mau diperlakukan kayak gini

jadi novelis juga harus punya hati dalam membuat novel, jadi novel bisa adil

lihat saat raka melakukan kesalahan pada devina kalian buat devina tegas dan tidak mudah memaafkan raka
tapi saat devina yang mempermainkan raka kalian buat raga menerima begitu saja kayak lelaki bodoh

pakai hati sedikit saja thor dalam berkarya biar kelihatan betapa egois dirimu sebagai wanita dalam membuat novel
Indri Any: bener banget novel mom tree aku ngikuti novelnya semua
total 2 replies
Shifa Burhan
enak ya jadi pemeran utama wanita dalam novel bebas berbuat apa saja dan semua perbuatannya pasti dibela author (karena authornya wanita jadi dia hanya melihat dari posisi ini)

dan mirisnya jadi pemeran utama pria ketika dia salah dia akan dibuat dapat balasan dan kayak pengemis, tapi ketika dia disakiti dia dibuat harus menerima begitu saja dan kayak lelaki bodoh yang selalu siap untuk pemeran utama wanita


*aku tantang kalian (author) jika kalian diposisi raka apakah kalian akan Terima begitu saja diperlakukan kayak gitu

pakai hati sedikit dalam membuat novel jadi kalian juga memikir pemeran utama pria jangan hanya melihat dari sudut pandang pemeran utama wanita

sekian
Andi Andi
puas banget bacanya. sesuai keinginan ku. 🥰
Andi Andi
nggak sadar diri banget sih si yuni. dari awal dia muncul dicerita ini. aku uda benci banget.
Andi Andi
mantaap raka utk pertama kalinya bersikap dewasa😄
Andi Andi
assyk ini yg aku mau. aku sukaaaa.
Andi Andi
akhirnya ketahuan kan siapa yg lebih tulus mencinta. mana si yuni yg sok sok an. dukung teman. yg di dukung kurang ajarrr. 😁
Andi Andi
akhirnya terucap juga. rasa yg terpendam selama ini
Andi Andi
ya aku juga benci julia
Andi Andi
aku benci yuni.
Andi Andi
niko kamu tu yg masuk dalam kehidupan raka dan dav bukan raka yg masuk dlm hubungan kalian. lupa ya. klu aku mah ogah punya camer kayak mama niko
Andi Andi
aku dari awal uda benci banget sama si yuni ini.
Andi Andi
uda balikan lagi aja.
Andi Andi
nggak banget nih mamanya niko.
Andi Andi
sumpah aku tak bisa lagi menahan air mata ku. tes.. yes jatuh deh. mewek ha.. 😂
Andi Andi
nyesek ya. nyesek nggak. nyesel nggak. bangeeet pake iya. ya mau gimana lagi. Terima aja walau pahit.
Andi Andi
kok aku nggak rela ya niko sama dav. pake cium2 lagi.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!