NovelToon NovelToon
Langit Yang Menyimpan Janji

Langit Yang Menyimpan Janji

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bang Jigur

Dunia kultivasi terbagi menjadi banyak sekte dan keluarga besar. Orang-orang berlomba mencapai tingkat tertinggi demi keabadian.
Tapi protagonis kita?
Seorang pemuda biasa yang dianggap sampah oleh semua orang.
Dia nggak punya bakat kultivasi yang bagus. Bahkan keluarganya sendiri malu mengakuinya.
Sampai suatu hari, dia bertemu dengan seorang gadis dari sekte besar.
Cantik, dingin, berbakat, dan statusnya jauh di atasnya.
Awalnya mereka saling benci.
Lalu mulai saling peduli.
Lalu muncul masalah...
Si gadis ternyata sudah dijodohkan dengan seorang jenius dari sekte lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Jigur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Beberapa hari berlalu. Di Kota Qinghe, Shen Yunche berlatih sendirian. Sejak Gu Qingli pergi, dia tidak punya teman latihan.

​Anehnya, kultivasinya meningkat ke Pengumpulan Qi tingkat lima, lalu tingkat enam. Tapi setelah itu berhenti. Tidak peduli seberapa keras dia berlatih, dia tidak bisa menembus.

​Yunche duduk di atas batu. "Kenapa berhenti?"

​Dia mencoba mengalirkan energi. Gagal. Sekali lagi. Gagal.

​"Brengsek. Kenapa cuma sampai sini?"

​Tiba-tiba sebuah suara terdengar.

"​Karena kau belum siap."

​Yunche langsung bangkit. "Siapa?!"

​Hening. Yunche melihat sekeliling. "Keluar!"

​Tidak ada siapa-siapa. Kemudian suara itu kembali.

"​Kultivasi bukan hanya tentang kekuatan."

​Yunche menatap dadanya. "Jadi kau siapa?"

"​Aku?" Suara itu tertawa sangat samar. "Aku adalah sesuatu yang pernah dimiliki ayahmu."

​Yunche membeku. "Apa maksudmu?"

"​Sesuatu yang seharusnya diwariskan kepadamu."

​"Warisan?"

"​Ya."

​Yunche mengepalkan tangan. "Kalau begitu ajari aku."

​Hening. Kemudian... "Belum waktunya."

​Yunche langsung emosi. "Kenapa semua orang selalu bilang belum waktunya?!"

​Suara itu tertawa lagi. "Karena kau terlalu terburu-buru."

​Yunche mendengus. "Kalau aku tidak terburu-buru, kapan aku bisa menjadi kuat?"

"​Ketika kau punya alasan untuk menjadi kuat."

​Yunche terdiam. "Alasan?"

"​Ya."

​Suara itu perlahan menghilang. "Kau ingin menjadi kuat demi apa, Shen Yunche?"

​Yunche tidak menjawab. Selama ini dia hanya ingin kuat karena tidak ingin diremehkan. Namun sekarang, bayangan Gu Qingli muncul di pikirannya—rambut panjang, tatapan dingin, suara tenang yang mengucapkan jangan malas berlatih.

​Yunche tersenyum. "Entahlah." Dia menatap langit. "Mungkin..."

​Yunche berhenti. Dia tidak mau mengatakannya, bahkan kepada dirinya sendiri.

​Hari berikutnya, rombongan keluarga Gu memasuki Kota Qinghe. Yunche yang sedang membawa dua kantong makanan mendadak berhenti.

​Kereta berhenti dan Gu Qingli turun dengan jubah putihnya. Mata mereka beradu.

​Yunche tersenyum lebar. "Gu Qingli!"

​Gu Qingli terdiam. Yunche berlari mendekat. "Kau kembali!"

​Gu Qingli mengangguk. "Ya."

​"Kapan?"

​"Hari ini."

​"Kenapa?"

​"Karena urusanku selesai."

​"Oh." Yunche tersenyum, lalu mengangkat dua kantong makanan. "Lihat."

​Gu Qingli menatapnya. "Apa?"

​"Aku baru beli."

​"Aku tidak tanya."

​Yunche membuka salah satu kantong. "Ada kue osmanthus."

​Gu Qingli terdiam. Yunche mengeluarkan kotaknya. "Kau suka, kan?"

​Gu Qingli membeku. Yunche mengulurkan kotak itu. "Aku ingat."

​Untuk sesaat Gu Qingli tidak bergerak, hanya menatap kotak itu. Kemudian perlahan dia mengambilnya. "Terima kasih."

​Yunche tersenyum. "Sama-sama."

​Gu Qingli menatapnya. "Kau menungguku?"

​Yunche langsung menggeleng. "Enggak."

​"Benarkah?"

​"Benar."

​"Kau ingat aku suka kue ini."

​Yunche berpikir. "Ya, kebetulan."

​"Kebetulan?"

​"Ya." Yunche mengangkat kantong makanan. "Aku beli banyak."

​Gu Qingli membuka salah satu kantong. Kosong. Dia menatap Yunche.

​Yunche membeku, menunjuk kantong lainnya. "Yang satu... yang satu lagi juga kosong."

​Gu Qingli terdiam. Yunche tersenyum canggung. "Aku lapar."

​Gu Qingli akhirnya tertawa sangat kecil. Yunche melihatnya dan tidak mengalihkan pandangan, begitu juga Gu Qingli. Keduanya saling menatap sampai sebuah suara memecah suasana.

​"Qingli."

​Xiao Hanzhou turun dari kereta lain. Senyum Yunche perlahan menghilang.

​Xiao Hanzhou mendekat, menatap Yunche lalu ke kotak kue di tangan Gu Qingli. "Sudah lama."

​Yunche mengangguk. "Ya."

​Xiao Hanzhou tersenyum. "Sepertinya kalian cukup dekat."

​Yunche hendak menjawab, namun Gu Qingli tiba-tiba berkata, "Dia temanku. Teman latihan."

​Yunche tersenyum kecil. "Ya."

​Mendengar tambahan kata "teman latihan", senyum Gu Qingli sedikit meredup. Bukan teman biasa, bukan seseorang yang istimewa, hanya teman latihan. Dia merasa kurang menyukai sebutan itu.

​Xiao Hanzhou menatap Yunche. "Kalau begitu... besok kita lihat."

​Yunche mengerutkan kening. "Lihat apa?"

​Xiao Hanzhou berjalan melewatinya. "Siapa yang lebih pantas berdiri di sampingnya."

​Yunche terdiam. Gu Qingli menoleh. "Kakak Xiao."

​Namun Xiao Hanzhou sudah pergi. Yunche menatap Gu Qingli. "Apa maksudnya?"

​Gu Qingli memejamkan mata. "Jangan dipikirkan."

​"Dia menantangku?"

​"Yunche. Jangan."

​Yunche terdiam, lalu tersenyum. "Tenang. Aku tidak akan melakukan apa-apa."

​Gu Qingli menatapnya curiga. Yunche mengangkat dua tangan. "Aku serius."

​Namun di dalam hatinya muncul bisikan: Siapa bilang aku tidak pantas berdiri di sampingnya?

​Yunche terkejut sendiri lalu membuang pikiran itu. "Sudahlah."

​Untuk pertama kalinya, Shen Yunche merasa ingin menjadi lebih kuat—bukan demi dirinya sendiri atau orang yang merendahkannya, tetapi karena ada seseorang yang ingin dia lindungi.

​Di balik senyum tipis Gu Qingli, ada perasaan yang perlahan tumbuh. Pelan, sangat pelan, namun semakin sulit dihentikan.

1
Deutsch
mantap thor
Gia Uw
lanjut lagi
Alia Chans
Datang tiba-tiba, tujuan nya Darah 😭😭
apa gk syok tuh thor
obeng min
luar biasa
obeng min
hurra
obeng min
josss
obeng min
mana nih ketua
DeZigur: besok bang. 5 bab crazy up.
total 1 replies
obeng min
joss
obeng min
mantap
obeng min
lanjut thor
obeng min
gas thor mantap💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Semoli Ginon
blom waktunga yunche. sabar 🤭
Semoli Ginon
🤣🤣
Semoli Ginon
duh yunche celamitan pula/Cry/
Semoli Ginon
dasar mc koplak emang 🤣
Semoli Ginon
merepet aja mulutnya yunche. husss diam dulu
Semoli Ginon
sangat tidak sopan 🤣
Semoli Ginon
mc nya rada koplak ini ya? 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!