NovelToon NovelToon
Aku Kembali

Aku Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam / Hantu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: UmakAy

Fitnah keji dan pengkhianatan merebut segalanya dari Nina, seorang gadis desa yatim piatu yang dituduh berzina dan dibuang ke hutan bersama putri kecilnya, Gendis. Di bawah naungan sihir hitam dan racun dendam mertua serta kakak iparnya, Roni, suami yang dulu sangat mencintainya, tega membiarkan mereka ..
Kini, dari kegelapan hutan belakang desa, Nina kembali. Satu per satu, mereka yang terlibat dalam kematian tragisnya akan membayar hutang darah ini dengan nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UmakAy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Rencana kepindahan ke desa sempat memicu perdebatan sengit. Rukmini dan Ruhi meradang, tak terima Roni hendak meninggalkan rumah apalagi berniat pindah ke rumah tua di desa. Namun, keputusan Roni sudah bulat. Mereka akan angkat kaki dari rumah toxic tersebut.

Cekrek..

Suara bidikan kamera mengejutkan Nina yang sedang berkutat di dapur memasak makan siang. Ia membeku, berbalik perlahan, dan mendapati Herman suami baru Ruhi sedang duduk di meja makan sembari mengupas apel dengan senyum miring.

"Mas Herman memotret saya?" tanya Nina, mengencangkan pegangannya pada pisau dapur.

Tanpa menjawab, Herman bangkit dan melangkah mendekatinya. Aura mengintimidasi terpancar dari pria itu. Nina yang diliputi ketakutan bergerak mundur, hingga punggungnya membentur tembok dapur yang dingin. Ia terkepung.

"M-mau apa Mas?" suara Nina bergetar saat Herman tiba-tiba meraih pergelangan tangannya.

"Sejak pertama kali melihatmu di rumah ini, entah mengapa aku sangat tertarik padamu, Nin," bisik Herman dengan suara berat, matanya memandang Nina dengan ekspresi menjijikkan.

"Tolong jangan begini, Mas! Aku istri Mas Roni, adik iparmu sendiri!" bentak Nina berusaha memutar tangannya.

Herman tertawa sinis. Tanpa menghiraukan perlawanan Nina, tangannya melayang hendak mengelus pipi Nina. Namun, sebelum sentuhan haram itu terjadi..

"Mas Herman!! Apa yang kalian lakukan?!"

Ruhi berdiri di ambang pintu dapur dengan mata membelalak lebar. Ia berlari menghampiri mereka dan menarik kasar lengan suaminya.

Herman yang tersentak langsung memasang raut wajah panik dan gugup. "A-anu, Dek... Tadi Mas cuma mau mengambil pisau di samping Nina. Tapi tiba-tiba dia, dia malah memegang tangan Mas dan mencoba merayu Mas!"

Nina terbelalak, tak percaya dengan kebohongan keji itu. Ia menggeleng cepat. "Bohong, Mbak! Mas Herman bohong! Dia yang.."

PLAKK!

Belum sempat Nina menyelesaikan kalimatnya, tamparan keras mendarat mulus di pipinya. Rasa panas dan nyeri menyengat seketika. Nina memegangi pipinya yang memerah.

"Beraninya kau menggoda suamiku, Nina! Dasar wanita tak tahu diri!" bentak Ruhi melengking.

"Ada apa ini ramai-ramai?!" Rukmini bergegas masuk ke dapur.

Saat Nina hendak membela diri, Ruhi lebih dulu menghambur memeluk ibunya sembari terisak, memutarbalikkan fakta sesuai skenario licik Herman. Tanpa bertanya sepatah kata pun, Rukmini mendekati Nina dan mengayunkan tangannya...

PLAKK!

Satu tamparan lagi mendarat di pipi satunya. Nina tersungkur ke lantai, menangis memegangi wajahnya yang lebam. Mbok Siti yang baru kembali dari warung terperanjat melihat keributan itu, lalu bergegas berlutut memeluk tubuh Nina yang merintih kesakitan.

"Ngapain kalian kumpul di sini?" Suara berat Roni memecah kegaduhan. Pria itu baru saja melangkah masuk. Nina mendongak menatap suaminya dengan mata membasah. Namun sebelum Roni sempat menghampiri istrinya, Rukmini lebih dulu mencegatnya, menjejalkan kebohongan bahwasanya Nina telah menggoda Herman.

Wajah Roni berubah datar dan dingin. Rukmini tersenyum puas, menyangka putranya akan murka pada Nina. Namun, emosi Rukmini justru mendidih saat melihat Roni malah melewatinya, berlutut merengkuh tubuh Nina yang gemetaran di lantai.

Rukmini berteriak histris, terus meracuni pikiran Roni dengan tuduhan zina. Namun, Roni berdiri tegak membentengi istrinya. Ia menatap ibu dan kakaknya dengan dingin.

"Aku kenal siapa istriku, dan aku yakin Nina tidak setipis itu imannya," tegas Roni. Ekor matanya melirik tajam ke arah Herman yang mendadak salah tingkah dan menghindari kontak mata. "Aku sendiri yang akan mencari tahu kebenarannya."

Roni membimbing Nina masuk ke kamar. Di tepi tempat tidur, Roni menggenggam erat jemari istrinya yang masih gemetar terisak.

"Mas. Aku sudah tidak kuat berada di sini." Ucap Nina sesegukan.

"Semua akan baik-baik saja, Dek, tunggu sebentar lagi" ucap Roni lembut, mengusap bekas tamparan di pipi Nina dengan tatapan penuh penyesalan. "Aku tahu kamu tidak bersalah. Percayalah padaku, aku akan buktikan bahwa mereka salah."

Nina mengangguk pasrah, menemukan setitik harapan di tengah kepungan fitnah.

*

Malam harinya, Roni menuntun Nina turun ke ruang makan. Rukmini menatap mereka dengan raut kekecewaan mendalam karena gagal memprovokasi pertengkaran di antara pasangan suami istri itu.

Makan malam berlangsung hening dan mencekam. Sebelum menyapu bersih sisa makanannya, Roni tiba-tiba memecah keheningan. "Aku tidak jadi pindah besokk pagi aku harus keluar kota sebentar untuk urusan dinas pabrik."

Roni menatap lurus seluruh orang di meja. "Kuharap selama aku pergi, tidak ada yang memperlakukan istriku dengan buruk."

Ekor mata Roni menangkap senyum licik yang tersungging di bibir Herman. Pria itu tampak menyembunyikan rencana busuk. Roni mengepalkan tangannya di bawah meja, menyimpan kecurigaan yang makin membuncah.

Pagi harinya, Roni berkemas terburu-buru. Sebelum melangkah pergi, ia merengkuh Nina dalam pelukan hangat. "Aku akan segera kembali. Percayalah padaku, jaga dirimu baik-baik."

"Hati-hati di jalan, Mas," bisik Nina menahan rasa cemas yang tak beralasan.

Setelah kepergian Roni, Nina mengalihkan pikirannya dengan berkutat di dapur. Mbok Siti sedang kurang enak badan dan beristirahat di kamarnya, sehingga Nina menyiapkan segalanya sendirian. Saat ia sedang sibuk memotong sayuran, sebuah langkah kaki mendekat.

"Wah, Nina... masakanmu selalu menggoda," ucap Herman yang tiba-tiba sudah berdiri di ambang pintu dapur dengan senyum mesumnya.

Nina tersentak, namun berusaha mengontrol emosinya. "Terima kasih, Mas. Permisi, saya sibuk," sahutnya dingin.

Herman justru makin merangsek maju, memangkas jarak. "Tidak usah terlalu kaku. Aku cuma mau memastikan adik iparku yang cantik ini baik-baik saja."

"Tolong keluar, Mas! Jaga jarak!" sentak Nina tegas, mengacungkan pisau dapur di tangannya.

Namun bukannya takut, Herman mala tersenyum mengejek.

Sementara itu, di dalam mobil yang melaju di jalan raya, Roni merogoh tas kerjanya untuk mengambil ponsel. Ia membongkar seluruh isi tas, namun benda pipih itu tak ditemukan. Ponselnya tertinggal di rumah.

Firasat buruk mendadak menghantam dada Roni. Wajah Herman yang tersenyum licik semalam berputar-putar di ingatannya. Tanpa berpikir panjang, Roni memutar balik kemudinya, menancap gas sedalam-dalamnya kembali ke rumah.

Di dapur, Herman yang gelap mata tak mengindahkan gertakan Nina. Ia berhasil merebut pisau dari tangan Nina dan membuangnya ke lantai. Pria bejat itu mencengkeram kedua bahu Nina, memojokkannya ke sudut ruangan. Nina berontak dan berteriak histeris, menangis memohon pertolongan.

Mobil Roni berhenti mendadak di pekarangan. Ia berlari masuk ke dalam rumah. Baru satu langkah kakinya menginjak anak tangga untuk mengambil ponsel di lantai dua, rungunya menangkap suara tangisan parau dari arah dapur.

Darah Roni mendidih seketika.

Pria itu berbalik dan mendobrak pintu dapur. Matanya menangkap pemandangan yang membuat napasnya tertahan. Herman sedang berusaha menghimpit dan memeluk paksa istrinya!

"HERMAAANNN!!!" teriak Roni menggelegar.

Bagaikan kesetanan, Roni menerjang kakak iparnya. Pukulan mentah dihantamkan tepat ke rahang Herman hingga pria itu tersungkur. Tak memberi ampun, Roni membanting tubuh Herman dan menghajarnya secara membabi buta. Pukulan demi pukulan mendarat di wajah dan dada Herman hingga pria itu lebam, berdarah, dan tak berdaya di lantai dapur.

Roni berdiri dengan napas tersengal-sengal, kepalan tangannya berdarah. Ia berbalik dan menghampiri Nina yang meringkuk gemetar di pojok ruangan.

Roni berlutut, merengkuh tubuh Nina yang terguncang hebat. "Kamu tidak apa-apa, Dek? Maafkan aku, maafkan aku terlambat..." suara Roni bergetar sarat kepedihan dan amarah.

Nina hanya bisa menangis sesenggukan dalam pelukan suaminya.

Roni menggenggam tangan Nina erat-erat, matanya berkilat penuh tekad. "Cukup. Kita keluar dari neraka ini sekarang juga! Aku akan laporkan bajingan ini ke polisi!"

Saat Roni menuntun Nina keluar, Ruhi yang baru saja kembali dari luar rumah berjalan menuju dapur karena mendengar keributan. Ia terperanjat hebat melihat suaminya tergeletak babak belur bersimbah darah.

"Mas Herman!! Apa yang terjadi?! Siapa yang melakukan ini padamu?!" jerit Ruhi histeris, berlutut memangku kepala suaminya yang babak belur.

Dengan suara parau dan terbata-bata, Herman menunjuk ke arah pintu. "R-Roni... Roni yang menghajarku..."

1
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Oooh... Jadi begitu, ya... Cara licik keluarga Roni...

🤨🤨🤨🤨🤨
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Pengen rasanya masuk ke cerita di BAB ini, terus bantuin Roni buat nonjokin Herman!!! /Determined//Determined//Determined/
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Ah, sumpah... Merinding pas baca adegan ini... /Panic//Panic//Panic/
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
MANTAP!!! SAYA SUKA GAYAMU RONI!!!
UDAH, PINDAH AJA KE DESA NINA, RON...

💪💪💪
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Kalo saya yang jadi Nina, pasti udah bales ngomong, "Masih mending kangkung yang saya masak, Bu! Tadinya malah pengen saya masakin OSENG PAKU SAMA BAUT!"

🤣🤣🤣🤣🤣
UmakAy: ngakak kak 🤣
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Duuuh... Sabar ya Nina... 😭😭😭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Seru juga ceritanya...

Terus, gimana Ruhi (kakaknya Roni) bisa punya calon suami? Lah wong sikapnya aja seperti itu sama adiknya sendiri...

Dan Nina, karakternya langsung bikin meleleh... 🤭🤭🤭
UmakAy: biasanya jodoh adalah cerminan diri 🤭
total 1 replies
the virtuso
saling support thor
UmakAy: siap 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!