"Dia hanya orang asing di zebra cross."
Kataku dulu.
Sampai 3 hari kemudian aku melihat wajahnya di TikTok.
Dengan caption: "Duke termuda Spanyol. CEO. Milyader."
Gila. Yang nolongin aku nyebrang itu... orang sekaya itu?!
Aku Bintang. 17 tahun. Ketua kelas. Calon dokter.
Dia Mateo. 25 tahun. Duke. Orang yang bahkan tidak seharusnya aku temui.
Pertemuan kami singkat. 10 detik.
Tapi kenapa rasanya seperti sudah mengenal selama 10 tahun?
Cinta tidak akan kemana-mana pertemuan singkat itu membawa cinta pada diriku hingga suatu hari kami bertemu dan menikah tetapi perang terjadi dan negara itu merdeka dan kami gugur setelah nya
kami di akui dan di kenang oleh warga warga sebagai pahlawan dan cinta kita melukiskan sejarah manapun.
pencipta, penulis, penerbit, pengarang: bintang_nrl28 star.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang star_nrl22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Sakit.
𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗮𝗸𝘂 𝗱𝗶 𝗿𝘂𝗮𝗻𝗴 𝗿𝘂𝗺𝗮𝗵 𝘀𝗮𝗸𝗶𝘁...
Mateo berdiri di depan ku lalu dokter pun datang dengan susternya, aku melihat jas Mateo yang sedikit berantakan dan ada darah di bagian kemeja putihnya.
Dokter langsung memeriksa aku yang duduk di atas bed, Mateo mundur selangkah tangannya gemetar sekali, "gimana dok?! " ucapnya dengan tegas tapi ada rasa khawatir, lalu dokter menjawab "Benturan punggung, ada luka lecet dan memar disana, harus di bersihkan dan di perban secara rapih! " ucap dokter, lalu aku mendengarnya langsung terkejut.
Pas perawat izin membuka sleting baju ku yang belakang tetapi susah, "Biar saya saja yang buka! " ucap singkat Mateo, ia langsung berdiri di belakang dan membuka sleting bajuku dengan mudah, luka yang banyak itu terlihat dengan mata Mateo sendiri.
Napas Mateo ketahan, dia makin khawatir melihat ini, lalu dia kembali berlutut di depan ku sambil mengusap tanganku.
Dokter langsung mengoleskan obat dan berkata "kamu dokter juga kan? " tanya nya, lalu aku menoleh dan mengangguk kecil, dokter itu tersenyum.
Dokter mengoleskan antiseptik dan mem perbani luka ku yang di punggung, "2 harian juga sembuh! " ucap dokter itu, lalu aku tersenyum singkat.
Selesai di perban rapih, Mateo bergerak lagi untuk menutup sleting bajuku lalu berlutut di depan ku lagi sambil mengusap pipi ku, dokter pergi dengan perawat, lalu dia berkata "kenapa kamu jauh-jauh dari aku? Aku tidak nyalahin kamu tetapi ini semua memang salah aku! " ucapnya dengan nada khawatir, lalu aku tersenyum "maaf aku tadi pensaran pengen keluar... " ucapku dengan nada memohon minta maaf, lalu ia berdiri memelukku dengan erat.
Aku menerima pelukan itu, lalu setelah itu kami melepaskan, "ayuk anter aku pulang.. Besok aku harus kembali jadi dokter di rumah sakit! " ucapku, lalu Mateo terdiam dan berkata "kamu keadaan lagi sakit, tidak boleh! " ucapnya tegas, lalu aku terdiam dan berfikir "tidak ini hanya luka kecil kok tidak terlalu sakit, udah tidak apa-apa.... Ayok pulang! " ucapku, lalu ia menghela nafas dan langsung menggendong ku lagi.
Setelah itu dia membuka pintu dan menaruhku di kursi mobil, lalu ia menutup, dan ia langsung membuka pintu mobil lagi dan duduk di kursi pengemudi, lalu dia menyetir dengan hati-hati, aku bersandar pada pundaknya, lalu ia tersenyum dan tangan kirinya mengusap punggung ku yang ada luka dengan pelan.
"𝓜𝓮𝓼𝓴𝓲𝓹𝓾𝓷 𝓴𝓮𝓪𝓭𝓪𝓪𝓷 𝓼𝓮𝓹𝓮𝓻𝓽𝓲 𝓲𝓷𝓲 𝓽𝓮𝓽𝓪𝓹𝓲 𝓪𝓴𝓾 𝓷𝔂𝓪𝓶𝓪𝓷 𝓼𝓮𝓴𝓪𝓵𝓲 𝓭𝓮𝓴𝓪𝓽𝓷𝔂𝓪".
Aku memejamkan mata sebentar, Mateo mengusap pipi ku dengan lembut itu yang membuatku mengantuk, lalu ia tersenyum melihatku yang sedikit mengantuk, " sebentar lagi sampai sayang, nanti aku anter masuk ke dalam rumah ya sekalian mau ngasih sesuatu! " ucapnya singkat, lalu aku mengangguk.
-----
Saat sampai rumah, dia tetap menggendong ku dan membawa totebag yang tebal, lalu aku di turunkan di atas sofa dan dia langsung mengambil barang di tote bag itu, tiba-tiba dia memberikan aku ponsel ip yang dia beli tadi, aku kaget, dia tersenyum "ini buat kamu sayang" ucapnya, lalu aku menolaknya "tidak, buat kamu aja... Aku bisa beli sendiri... Gak usah repot-repot.. " ucapku, lalu ia memaksa dan menaruh kotak ponsel itu di tanganku, lalu aku berterimakasih.
Dia memelukku dengan erat lagi, lalu mengusap kepalaku, aku pun menerima pelukan itu, lalu dia berkata "Jangan khawatir aku selalu ada uang dan aku selalu memberikan apa saja untukmu, nanti kalau ingin makan bilang aku ya telepon aku nanti aku pesankan sesuatu! " ucap dia, lalu aku terdiam dan mengangguk pelan sambil tersenyum.
Lalu dia pamit untuk pulang, sebelum dia keluar dia mengelus kepalaku dulu, baru dia keluar.
𝘔𝘢𝘵𝘦𝘰: "𝘮𝘢𝘢𝘧 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘶, 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘥𝘪 𝘬𝘦
𝘒𝘢𝘯𝘵𝘰𝘳 𝘱𝘰𝘭𝘪𝘴𝘪! " 𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘔𝘢𝘵𝘦𝘰 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘬𝘦 𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭, 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘪𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘬𝘦 𝘮𝘰𝘣𝘪𝘭 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘵𝘪𝘳.
Aku di rumah menunggu ibu pulang besok, aku berjalan ke kamar mandi melihat luka ku di cermin, aku langsung tersenyum karena sudah di perban dengan rapih
"𝓐𝓴𝓾 𝓫𝓮𝓻𝓾𝓷𝓽𝓾𝓷𝓰 𝓶𝓮𝓶𝓲𝓵𝓲𝓴𝓲 𝓹𝓻𝓲𝓪 𝓼𝓮𝓹𝓮𝓻𝓽𝓲 𝓭𝓲𝓪, 𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓫𝓮𝓻𝓽𝓪𝓷𝓰𝓰𝓾𝓷𝓰 𝓳𝓪𝔀𝓪𝓫 𝓫𝓪𝓱𝓴𝓪𝓷 𝓹𝓮𝓻𝓷𝓪𝓱 𝓶𝓪𝓷𝓳𝓪 𝓽𝓮𝓽𝓪𝓹𝓲 𝓳𝓲𝓴𝓪 𝓭𝓲 𝓵𝓾𝓪𝓻𝓪𝓷 𝓭𝓲𝓪 𝓵𝓪𝓷𝓰𝓼𝓾𝓷𝓰 𝓼𝓲𝓯𝓪𝓽 𝓭𝓲𝓷𝓰𝓲𝓷. "