NovelToon NovelToon
Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miarosa

"Tanda tangani surat cerai ini atau keluargamu membusuk di penjara!"

​Difitnah atas kejahatan yang tidak dilakukannya, Flossie diusir oleh suaminya, Alfie Kincaid, ke tengah badai malam. Pria itu tidak pernah tahu, Flossie pergi dengan membawa rahasia yang terkunci rapat di dalam rahimnya.

​Lima tahun kemudian, wanita yang disangka telah mati itu kembali sebagai sosok berkuasa yang siap membalikkan keadaan.

​Saat kebenaran masa lalu mulai terungkap satu per satu, Alfie berlutut memohon kesempatan kedua. Namun, sepasang mata dingin sang mantan istri menatapnya tanpa emosi.

​Apakah Alfie sanggup membayar harga dari sebuah pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Kram itu semakin menjadi-jadi dan menyiksa fisiknya yang sudah berada di ambang batas. Flossie mencoba bertumpu pada satu tangannya untuk berdiri, namun seluruh kekuatannya seolah lenyap dari tubuhnya.

​Saat dia menundukkan kepala menahan sakit, kilatan petir kembali menyambar di langit dan menerangi jalanan sejenak. Di sela-sela kedua kakinya, Flossie melihat aliran air hujan yang mengalir di aspal perlahan berubah warna.

Cairan kemerahan mulai merembes, larut dan bercampur dengan air hujan yang mengalir deras di kakinya.

​"Tidak! Jangan!"

Flossie berteriak histeris. Air matanya tumpah ruah dan mengalir deras bersama air hujan yang membasahi wajahnya. Ia mengusap pahanya yang berdarah, lalu menatap telapak tangannya sendiri dengan tatapan penuh kengerian.

"Tuhan, kumohon! Tolong selamatkan bayiku! Jangan ambil dia dariku. Aku memohon pada-Mu."

​Flossie menangis tersedu-sedu sambil memeluk perutnya dengan keputusasaan. Rasa sakit fisik dan hancurnya batin berpadu yang merenggut sisa-sisa kesadaran yang ia miliki.

​Dunia di sekitar Flossie perlahan mulai berputar. Suara gemuruh guntur dan rintik hujan yang tadinya memekakkan telinga lambat laun terdengar menjauh dan berdengung samar di kepalanya.

Pandangan matanya yang buram perlahan-lahan memutih dan melenyapkan kegelapan malam.

​"Alfie, kenapa kamu sekejam ini."

​Kalimat terakhir itu terucap sebelum akhirnya Flossie tidak mampu lagi menahan beban tubuhnya. Pandangannya gelap gulita dan tubuh ringkihnya langsung ambruk dan terkapar tidak berdaya di atas aspal pinggir jalan yang sepi dan dingin.

***

​Mansion megah keluarga Kincaid malam itu terasa mencekam dan diselimuti keheningan yang menyesakkan setelah kepulangan sang tuan muda.

Di dalam ruang kerjanya yang luas, Alfie berdiri terpaku di depan jendela kaca besar yang menghadap langsung ke arah kota. Ia sudah mengganti pakaiannya yang basah dengan kemeja flanel longgar, namun kehangatan kain itu sama sekali tidak mampu mengusir rasa dingin yang perlahan menjalar di dadanya.

​Ia menuangkan wiski ke dalam gelas sloki dan meneggaknya dalam sekali teguk. Sial. Alkohol mahal itu terasa hambar di lidahnya dan pikirannya benar-benar kacau dan berputar-putar tanpa arah.

Bayangan Flossie yang berjalan limbung di pinggir jalan raya di bawah derasnya hujan terus menari-nari di pelupuk matanya dan menolak untuk pergi.

​"Dia wanita ular, Alfie. Dia berselingkuh dan meracuni ibumu," bisik Alfie pada dirinya sendiri dan mencoba memanggil kembali rasa amarah yang sempat membakar dadanya beberapa jam lalu.

Namun, nihil, karena yang tersisa di dalam hatinya justru sebuah kekosongan yang diiringi oleh rasa cemas yang tidak beralasan.

​Pria itu melirik jam dinding. Sudah lewat satu jam sejak dia meninggalkan Flossie di jalanan tol yang sepi itu.

​"Brengsek!" umpat Alfie keras.

Gelas wiski di tangannya diempaskan ke atas meja kerjanya hingga isinya memercik ke mana-mana.

​Perasaannya tidak tenang dan merasakan ada firasat buruk yang mendesaknya untuk melakukan sesuatu. Tanpa berpikir panjang lagi, Alfie menyambar kunci mobil sport miliknya di atas meja, lalu melangkah keluar dari ruangan dan mengabaikan para pelayan yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.

​Lampu sorot depan mobil sport milik Alfie membelah malam dan menyisir jalanan tol yang basah dan mulai menyepi. Hujan deras telah mereda menjadi rintik-rintik kecil dan meninggalkan kabut tipis yang menggantung di atas aspal.

Kecepatan mobilnya di atas rata-rata dan digerakkan oleh kepanikan yang secara perlahan mulai merayapi hatinya.

​"Di mana dia?" gumam Alfie dan matanya menyipit, lalu memperhatikan dengan saksama setiap jengkal pinggiran jalan tol yang dia lewati.

​Mobilnya perlahan melambat saat mendekati titik di mana dia terakhir kali melihat bayangan Flossie dari kaca spion. Alfie menghentikan mobilnya di tepi jalan dan membiarkan lampu hazard berkedip-kedip memecah kegelapan.

Ia membuka pintu dan melangkah keluar dan tidak memedulikan rintik hujan yang kembali membasahi kemejanya.

​"Flossie!" teriak Alfie. "Flossie! Keluar kamu!"

​Tidak ada jawaban hanya ada suara desau angin malam yang dingin dan gemercik air yang mengalir ke selokan jembatan di dekat tebing jalan.

Alfie melangkah maju beberapa meter dan pandangannya mendadak terkunci pada sesuatu yang membuat seluruh darah di tubuhnya mendadak membeku.

​Sebuah bercak kemerahan samar yang sedang perlahan-lahan memudar karena tersapu oleh sisa-sisa air hujan.

​"Darah?" bisik Alfie dan suaranya tercekat di tenggorokan.

​Ketakutan aneh yang teramat sangat seketika merayapi hatinya. Pikiran buruk langsung memenuhi kepalanya.

"Apakah Flossie mengalami kecelakaan fatal? Ataukah dia terjatuh ke dalam tebing pembatas jembatan ini?" batinnya.

Alfie melangkah ke tepi pembatas jalan dan menengok ke bawah tebing yang gelap gulita tanpa dasar.

​"Flossie! Ini tidak lucu! Keluar!" teriak Alfie lagi dan kali ini suaranya dipenuhi oleh kepanikan yang tidak bisa lagi dia sembunyikan.

"Flossie!"

​Namun, yang menjawabnya hanyalah gema suaranya sendiri yang tenggelam di dalam kegelapan di bawah sana.

​Beberapa menit sebelum Alfie tiba di tempat itu, sebuah mobil Rolls-Royce hitam dengan kaca yang sangat gelap perlahan-lahan melambat dan berhenti tepat di samping tubuh Flossie yang terkapar tak berdaya.

Sinar lampu depan mobil mewah itu menerangi sosok Flossie yang tampak sangat rapuh seperti boneka kain yang dibuang di pinggir jalan.

​Pintu penumpang bagian belakang terbuka. Seorang pria dengan setelan jas mahal yang sangat rapi melangkah turun. Postur tubuhnya tegap dan tinggi, memancarkan aura kekuasaan yang sangat kuat, bahkan mampu menandingi dominasi Alfie Kincaid.

​Pria itu melangkah mendekati tubuh Flossie. Sepasang matanya yang tajam setajam elang menatap ke bawah dan memperhatikan wajah Flossie yang pucat pasi bagaikan mayat dengan sisa noda darah yang mengering di sudut bibirnya.

Tatapannya beralih ke sela-sela kaki Flossie yang ternoda oleh cairan kemerahan.

​"Tuan, wanita ini ...."

Seorang asisten pria berpakaian serba hitam buru-buru turun dari pintu depan sambil memayungi tuannya.

"Dia sepertinya pingsan karena pendarahan hebat. Apakah kita harus meninggalkannya? Kita bisa terlibat masalah dengan otoritas lokal."

​"Bawa dia masuk ke dalam mobil!" perintah pria itu.

​"Tapi, Tuan, wanita ini adalah istri dari Alfie Kincaid. Jika keluarga Kincaid tahu ...."

​"Aku tidak peduli siapa suaminya," potong pria itu dingin dengan tatapan tajam yang membuat sang asisten langsung menundukkan kepala ketakutan.

"Dan justru karena dia adalah istri Kincaid, dia tidak boleh mati di sini."

​Tanpa memedulikan pakaian mahalnya yang akan kotor oleh darah dan air hujan, pria itu membungkuk. Dengan kedua lengannya yang kekar, dia mengangkat tubuh Flossie yang terasa sangat dingin dan sekarat ke dalam dekapannya, lalu melangkah membawa wanita itu masuk ke dalam mobil Rolls-Royce yang hangat.

​Pintu mobil tertutup, lalu melesat pergi, membelah kegelapan malam hanya beberapa menit sebelum mobil sport Alfie tiba di lokasi.

​Di dalam kabin mobil yang sunyi dan beraroma kayu cendana, Flossie dibaringkan di atas jok kulit yang mewah. Pria itu duduk di sampingnya dan menatap wajah pucat Flossie yang masih memejamkan matanya erat-erat, sesekali merintih lirih dalam ketidaksadarannya.

​Pria itu merogoh saku jasnya dan mengeluarkan ponsel miliknya dan menekan sebuah nomor.

​"Hubungi tim medis pribadi di bandara dan siapkan jet pribadi kita sekarang juga," perintah pria itu langsung kepada orang di seberang telepon dan matanya tidak pernah lepas dari wajah Flossie.

​"Kita akan melakukan penerbangan darurat malam ini?" tanya asistennya dari kursi depan untuk memastikan.

​"Ya. Kita bawa wanita ini ke Paris. Fasilitas medis di sana jauh lebih lengkap untuk menangani kondisinya," jawab pria itu datar.

Ia kemudian menatap asistennya dari kaca spion tengah.

"Dan ingat satu hal. Hapus semua jejak kita di jalan ini. Jangan biarkan satu pun anggota keluarga Kincaid tahu bahwa Flossie masih hidup."

1
tia
lanjut thor
sunaryati jarum
Lega Flossie dan kedua bayine selamat dan sehat
sunaryati jarum
Semoga berhasil dalam.karir dan membesarkan dua anakmu Flossie
sunaryati jarum
Jangan kesuksesan kamu terbuka Emma
sunaryati jarum
Dendammu jangan sampai.membuatmu jadi monster tapi jadi wanita tangguh yang berkualitas
sunaryati jarum
Pembalasan baru dimulai dengan.penolaksn pembelian desain
sunaryati jarum
Good job ternyata kamu punya.keahlian desain perhiasan Flossie semoga sukses dengan bimbingan Xavier
sunaryati jarum
Penyesalan kamu makin dalam.Alfie apalagi jika kebenaran tentang teh herbal dan foto
sunaryati jarum
Flossie semangat demi kedua janin di rahimmu dan membalas perlakuan Madam Willa dan Alfie
sunaryati jarum
Berarti.foto- foto editan perselingkuhan Flossie itu kerjasama Wiila dan Nadia
sunaryati jarum
Xavier mafia dan musuh Kincaid
sunaryati jarum
Kau cari sepanjang sungai sampai muara laut tidak akan ketemu,Alfie
sunaryati jarum
Ada maksud lain Xavier menolong kamu
sunaryati jarum
Setelah tidak terlihat menyesal
sunaryati jarum
Semoga bayimu kuat seperti kamu Flossie
sunaryati jarum
Akhirnya dapat pertolongan
sunaryati jarum
Kuat dan jadi orang hebat Flossie
sunaryati jarum
Kuat dan tabah semoga kau menemukan kesuksesan bersama anak yang kau kandung Flossi
sunaryati jarum
Baru mampir
Miarosa: makasih sdh mau mampir 😍
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
ditunggu lanjutannya kk 💪
Miarosa: sudah lanjut ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!