Burhan menikahi Tania karena perjodohan, Tapi ini adalah awal neraka untuk Tania, menikahi Burhan yang tak pernah mencintai dirinya, har-hari Tania dilalui dengan hinaan, cacian dan perselingkuhan Burhan.
Bagaimana perjuangan Tania untuk kembali bangkit, ikuti kelanjutan ceritanya di novelku ya. Berjudul "Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully di Novel Toon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4 GAJI PERTAMA
Sudah satu bulan Tania bekerja di restoran Pecal ayam Buk Seno. Dia sudah memakai seragam khas Resto yang berwarna Navy dengan stiker Ayam, Tania sangat bangga memakai pakaian itu walau dia hanya sebagai pelayan dan bekerja direstoran tapi dia bangga karena sekarang dia telah bekerja dan menghasilkan uang dengan keringatnya sendiri.
Sejak Tania bekerja disana nampak restoran Buk Seno lebih ramai lagi karena kecantikan Tania dan keramahannya dikenal oleh Pelanggan, Buk Seno merasakan Tania membawa keberuntungan buatnya.
Hari ini adalah hari dimana dia terima gaji perdana nya. Dari pagi jantungnya berdebar-debar, dia ingin membeli Handphone tapi dia berniat dengan gaji itu dia ingin membelikan baju untuk ibunya, dan pasti gaji itu belum cukup untuk membeli Handphone, karena dia sangat ingin sekali memiliki Handphone dari sekolah dulu tapi karena ibunya pas Pasan dia tidak berani minta.
Memang lucu sebenarnya dizaman sekarang Tania belum mengenal namanya Handphone, tapi mau gimana lagi itulah faktanya. Hari ini Tania datang lebih awal karena dia berniat membersihkan halaman taman didepan restoranbya membantu pak Sukri tukang kebun Restoran.
Tania menata bunga-bunga taman Restoran lebih indah lagi dan mengunting daun yang sudah panjang, Buk Seno sangat kagum dengan gadis ini dia sangat ringan tangan dan mudah bergaul. kekaguman Buk Seno kepada Tania sudah ada sejak dia masuk, dia tidak pernah mengeluh disuruh apapun dan setiap pekerjaan Selesai dengan puas.
Setelah menolong Pak Sukri Tania kembali kepada pekerjaannya dibagian pelayan dan dapur dengan sigap dia membersihkan meja meja direstoran, pengunjung sudah banyak yang datang padahal baru pukul sebelas siang, biasanya pelanggan datang soe hari sampai malam penuh, tapi sejak Tania Ada pukul sepuluh tamu-tamu yang akan makan disana sudah rame.
Semua bekerja dengan semangat dan menjalankan pekerjaannya dengan tolong menolong. pukul sembilan Malam restoran sudah mulai tutup dan Buk Seno memanggil karyawannya satu persatu termasuk Tania membagikan gaji mereka. Wajah kecerian nampak dimuka pegawai Buk Seno karena terima gaji.
"Tania ini gaji kamu"
"Sesuai kesepakatan karena kamu masih traning gaji kamu saya beri Delapan puluh persen"
"iya buk Ngak apa-apa Tania senang kok"
"Tapi pembagian bonus kamu tetap sama walau kamu training sekali tiga bulan sekali."
"Wah makasih banyak Buk"
Tania sangat bahagia sekali dan tak sabar ingin membuka amplop gajinya bersama ibunya.
""Wah kamu pasti senang Tan, sudah terima gaji pertamamu"
"Iya Kak Santi, Tania senang sekali terima Kasih ya kak sudah membawa Tania kerja."
Tania yang kebetulan hari itu pulang dengan Santi naik motornya tak henti-hentinya bersyukur. Setelah sampai didepan rumah diantar oleh Santi, Tania memanggil ibunya.
"ibuk....ibuk"
"Iya Nak"
Buk Karti muncul dari dalam kamarnya sambil tergesa-gesa karena putrinya telah pulang
"Ibu Tania sudah terima gaji, coba ibu buka deh"
"walau belum penuh Gaji Tania tapi Tania senang Buk, ini gaji Tania pertama"
Tania memberikan Amplop itu ke ibunya, Buk Karti mengambil Amplop itu dan duduk dikursi makan kayunya. Hati sangat berdebar, iya teringat pada suaminya kalau saat terima gaji, pasti Buk Karti yang pertama membuka amplop dan melihat gajinya, sekarang kesamaan itu ada pada putrinya sekarang.
"Ayo buk buka "
"iya Nak"
Buk Karti merobek Amplop putih itu berlahan dan melihat uang yang tersusun rapi lembaran kertas warna merah.
"Wah, coba hitung Buk "
Buk Karti mengeluarkan uang tersebut dari amplop dan menghitungnya yang berjumlah Dua Juta Tiga Ratus Rupiah.
"Dua juta Buk "
Mata Tania melotot dia tidak menyangka gajinya sebanyak itu karena dia hanya lulusan SMK dan ini adalah gaji yang belum Full diterimanya.
"Alhamdulillah Nak"
"Kamu simpan uang ini baik baik beli kebutuhan kamu"
"ngak Buk uang ini ibuk simpan saja, Tania besok ingin ajak Ibuk jalan-jalan kita beli baju untuk ibuk dan Tania karena kita sudah lama tidak beli baju baru, ini gaji pertama Tania sisanya nanti kita tabung dan sedekah ya Buk"
"Kamu saja yang simpan Nak takut ibu kepakai nanti"
"ngak apa-apa ibu pakai aja kalau ibuk perlu Tania iklhas Kok"
Buk Karti memeluk anaknya itu hatinya sangat terharu putrinya sangat baik sama dengan mendiang suaminya.
"Nanti Tania kalau ada bonus Tania mau kridit Handphone ya Buk"
"Boleh kamu beli saja apa yang menjadi kebutuhan kamu, kamu pantas menikmati hasil keringatmu Nak"
"Ngak Buk Tania beli Handphone aja, setelah itu nabung untuk kuliah Tania kalau nanti terkumpul"
"Iya ibuk nurut aja Nak yang penting kamu sehat "
"InshaAllah ibuk, Tania pasti jaga kesehatan "
"udah kamu mandi sana dan makan udah malam kali"
"Baik buk"
kebahagiaan yang terpancar dari ibu dan anak itu nampak dengan setiap rasa syukurnya.
**
Besok paginya Tania yang libur hari Minggu dimana off nya giliran jatuh padanya membawa ibunya jalan-jalan ke Mall tempat yang tak pernah dikunjungi Buk Karti, Tania pernah ke Mall itu karena dipernah Magang disana waktu disekolah.
Tania memilih baju untuk ibunya dan dirinya, setelah itu merekapun memilih sendal dan sepatu. Buk Karti nampak memilih yang sederhana saja untuk dirinya karena dia tidak mau gaji anaknya habis untuk itu.
Sehabis belanja Meraka makan direstoran Mall tersebut menikmati Nasi goreng dan es teh lemon. Nampak kadang Tania menyuapi ibunya, keceriaan Dimatanya nampak, hatinya bahagia bisa membuat ibunya bahagia dan merasakan semua ini.Yang tak pernah dirasakan Buk Karti yang hanya sibuk berjualan.
Menjelang Magrib merekapun pulang dan dirumah kembali mereka mengeluarkan belanjaan mereka dan merapikan semua.
"Makasih ya Nak kamu sudah traktir ibu hari ini"
"Ah ibu masa pakai terima kasih segala itu sudah kewajiban Tania"
Mereka saling berpelukan merasakan kebagian itu semua dan tak henti hentinya bersyukur.
**
Semangat kerja Tania semakin tumbuh hari-kehari sampai akhirnya Tak terasa Tania sudah Tiga bulan bekerja disana dan diapun berhasil lulus traning, menjadi pegawai tetap Restoran Buk Seno, Teman-temannya merayakan keberhasilan Tania menjalani pekerjaannya direstoran itu sehabis restoran tutup karena itu waktu yang mereka miliki karena Restoran sudah penuh pengunjung mulai buka pagi.
"Selamat ya Tania kamu sudah menjadi pegawai tetap saya hari ini"
"Buk Seno memberikan Tania kue special dan kue yang lain untuk dinikmati bersama"
"Mereka menikmati keceriaan itu bersama"
Dan ketika kegembiraan malam itu dirayakan sesudah restoran tutup, Tiba-tiba Burhan hadir di acara itu.
"Wah sepertinya ada yang ulang tahun Ni"
"Mas Burhan, tidak Mas hari ini Tania sudah menjadi pegawai tetap kita dan training sudah habis jadi kami merayakannya Mas"
Rangga chef Buk Seno menjelaskan semua.
"Oh gitu..."
"Mari Mas Nikmati kuenya"
Santi menawarkan kue tersebut untuk bersama-sama dengan pegawai lainnya suasana nampak bahagia, Santi yang sudah akrab dengan Burhan dari dulu nampak bersemangat bercerita tentang pekerjaan mereka masing-masing. Sedangkan Tania duduk dengan pegawai lainnya.
Sesekali Mata Burhan melirik Tania yang paling cantik diantara pegawai wanita ibunya. Tania tahu dia sering dilihat oleh Burhan tapi pura-pura tidak tahu.
Gadis berusia Sembilan belas tahun itu belum pernah pacaran atau mengenal laki-laki dari sejak dia sekolah dulu karena mayoritas dikelasnya adalah perempuan tidak banyak cowok dikelasnya. Makanya Tania tidak tahu bagaimana rasanya dekat dengan laki-laki. Jarak dia dengan Burhan pun cukup jauh hampir sebelas tahun.
Burhan yang berusia Tiga puluh satu tahun nampak lebih dewasa dari usianya karena wibawanya sebagai Bos Kuliner.