NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Tuan Arjuna

Istri Rahasia Tuan Arjuna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: e_Saftri

"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"

Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya

Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak

Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu

"Kondisi ibu kamu semakin buruk, beliau harus segera dioperasi dan segera dipasangi ring pada jantung nya!"

Ucapan seorang dokter pria menghantam dada Aluna hari itu. Matanya sembab karena terlalu banyak menangis, terlebih kenyataan jika kondisi sang ibu yang tidak baik-baik saja

Sang ibu adalah satu-satunya orang tua yang dirinya miliki dan ia akan melakukan apapun demi kesembuhan Wanita yang paling berharga baginya itu

"Kalau boleh saya tau, biayanya berapa yaa dok?" Tanya Aluna ragu

"Sekitar 150 juta, untuk biaya operasi sekaligus pemasangan ring"

Tubuh Aluna seolah ingin luruh, rasanya tulang-tulangnya tidak sanggup lagi untuk menopang berat tubuhnya

Dari mana dirinya mendapat uang sebanyak itu, dirinya hanya bekerja disebuah toko pakaian dengan gaji yang kecil, sementara sang ibu hanya berjualan kue keliling kampung

"150 juta?"

"Iya, saya akan berikan kemudahan. Kamu bisa membayar 50 juta lebih dulu!" Ucapan sang dokter tidak serta-merta membuatnya tenang

Uang 50 juta bukanlah angka yang kecil, bahkan untuk makan saja mereka kadang kesulitan

"Bisa gak dok, kalau saya minta ibu saya dioperasi dulu! Saya akan mencari uang itu secepatnya!" Pinta Aluna dengan penuh harap

"Maaf Aluna, tapi itu tidak bisa. Setidaknya kamu harus bayar setengah biayanya lebih dulu, baru ibu kamu bisa dioperasi! Saya sudah memberi kemudahan dengan hanya membebani kamu dengan 50 juta"

"Baik dok, saya akan segera menyiapkan uangnya!" Ucap Aluna pada akhirnya, entah kemana dirinya akan mendapatkan uangnya

Aluna tidak bisa lagi menahan air matanya, tubuhnya bersandar di dinding depan ruang pribadi sang dokter

Pertahanan nya runtuh, bagaimana dirinya bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat, namun ia juga tidak ingin kehilangan ibunya

Hanna masuk keruang perawatan ibunya, disana sang adik tengah menangis disamping brankar dimana seorang wanita paruh baya tengah terbaring lemah

"Gimana kak?"

Aluna memaksakan senyumnya, ia tidak akan membebani gadis remaja ini dengan masalah yang menimpa keluarga mereka

"Ibu harus segera dioperasi" Jawabnya lemah "Kamu jaga ibu sebentar yaa! Kakak akan cari uangnya!"

"Kakak mau cari kemana?" Tanya gadis berusia lima belas tahun itu

"Kakak masih belum tau, tugas kamu hanya jaga ibu! Biar kakak yang pikirin ini!" Aluna mengusap lengan sang adik, mencoba menyalurkan kekuatan agar sang adik tidak merasa sedih

"Cepat yaa kak! Aku gak mau kehilangan ibu" Remaja cantik itu sudah menangis' dan Aluna membawanya dalam dekapan. Saling berbagi kekuatan untuk menjalani cobaan hidup yang tidak mudah

Aluna memasuki toko tempatnya bekerja, beberapa rekan kerja telah memulai pekerjaannya dan Aluna segera bergabung

"Ada apa Lun? Muka kamu keliatan banyak pikiran?" Tanya seorang teman

"Ibu aku masuk rumah sakit"

Sahabat Aluna itu terlihat terkejut, ia tahu bagaimana sayangnya Aluna pada ibunya itu

"Sabar yaa Lun!" Aluna tersenyum menampilkan wajah yang seolah baik-baik saja

"Makasih yaa Ra"

"Kalau kamu butuh bantuan, kamu bisa bilang sama aku!"

Aluna tampak ragu, Rani tidak mungkin memiliki uang 50 juta. Tapi dengan bicara mungkin saja sahabatnya ini punya solusi

"Aku butuh 50 juta untuk biaya operasi ibu, kamu punya kenalan gak? Yang bisa aku pinjem uangnya gitu?"

Aluna berharap jika Rani memiliki jalan keluarnya, tidak masalah jika dirinya harus berhutang pada seorang rentenir

"Aku gak punya sih, tapi apa kamu mau kerja? Mungkin kamu bisa dapat uang segitu"

Aluna tanpa ragu mengangguk, sekarang pekerjaan apapun akan dirinya lakukan demi kesembuhan sang ibu

"Aku mau Ran! Aku mau kerja apa saja"

Rani tampak ragu, namun hanya ini yang bisa ia lakukan "Kamu yakin?"

Aluna mengangguk lagi "Kamu mungkin gak akan suka Lun, tapi aku gak punya solusi lain"

Senyum diwajah Aluna meredup, sepertinya ia tahu pekerjaan apa yang sahabatnya ini maksud kan

"Kamu jadi wanita malam, apa kamu bersedia?" Tanya Rani ragu

Aluna diam, pekerjaan yang Rani berikan sangat bertentangan dengan ajaran yang ibunya berikan

Sang ibu juga tidak akan setuju jika dirinya bekerja sebagai wanita malam. Tapi dari mana dirinya bisa mendapatkan uang dengan cepat

"Gimana? Aku gak akan maksa" Rani menyadari perubahan raut wajah sahabatnya itu

"Aku mau!" Tidak ada pilihan lain, jika hal ini adalah satu-satunya jalan maka akan ia lakukan

"Kamu yakin?"

Aluna mengangguk lagi "Aku akan lakukan apapun untuk kesembuhan ibuku"

"Oke! Nanti malam aku bawa kamu ketempat nya!" Ujar Rani

"Makasih yaa Ran"

"Jangan bilang makasih Lun! Ini bukan hal yang baik"

Aluna tersenyum, akhirnya ada jalan untuk menyembuhkan sang ibu walaupun ia harus menjadi wanita 'kotor' setelah ini

Malam harinya, Aluna dan Rani benar-benar mendatangi tempat yang siang tadi Rani ucapkan

Hal ini sudah Aluna pikirkan dengan matang, baginya tidak ada yang lebih penting dari kesembuhan sang ibu

Mereka masuk kesebuah club malam, Aluna yang baru sekali mengunjungi tempat seperti ini jelas saja tidak nyaman

Dentuman musik yang begitu memekakkan telinga, serta lampu yang remang-remang membuat nyalinya menciut

"Kita keatas!" Ajak Rani dan Aluna mengangguk

Mereka tiba disebuah ruangan, cahaya dikamar ini juga tidak begitu terang. Ada seorang wanita paruh baya dengan pakaian minim ditemani dua orang pria muda

"Tante"

"Rani! Ayo masuk!"

Rani masuk sambil memegangi tangan Aluna yang sudah sedingin es

"Tante Zora, aku bawa sahabat aku yang tadi aku bilang" Ujar Rani mengenalkan Aluna

"Dia cantik, kamu yakin dia masih virgin?" Tanya wanita dengan riasan tebal itu

"Pasti Tante! Dia butuh uang untuk biaya berobat ibunya"

"Kamu yakin mau bekerja disini?" Tanya Zora pada Aluna yang dibalas anggukan kepala oleh gadis cantik itu

"Kamu butuh berapa?"

"Li-ma puluh ju-juta" Aluna tergagap, ada sisi dirinya yang menolak pekerjaan ini namun bayangan kesakitan sang ibu ikut membayangi

Zora menarik sudut bibirnya "Saya akan berikan kamu 50 juta jika pekerjaan kamu memuaskan"

Aluna terlihat berbinar, ibunya akan segera mendapat penanganan dan bisa sembuh

"Tapi hanya setelah kamu melayani tamu pertama!" Aluna kembali menganggukkan kepalanya membuat Zora berdiri

"Bagus! Besok malam kamu kesini lagi! Mengerti"

Aluna mengangguk takut, entah kenapa ia merasa tatapan wanita dihadapannya begitu mencekam

"Bawa teman kamu ini Rani!"

"Baik Tante!" Jawab Rani "Ayo Aluna!"

Malam berikutnya Rani tetap mengantarkan Aluna kembali ketempat sebelumnya. Zora tersenyum saat melihat kartu AS miliknya datang

"Bagus Aluna!" Zora tersenyum "Pakai itu!" Titahnya dan Aluna hanya mengangguk patuh

"Antar dia ke hotel! Tuan besar menunggu disana!" Titah Zora pada seorang pria muda disampingnya

"Kamu siap-siap dulu Aluna! Dan jangan membuat ulah, mengerti!"

Lima belas menit mobil yang membawa Aluna tiba di depan sebuah hotel berbintang

Pria muda yang membawanya tadi telah pergi setelah menyerahkannya pada seorang wanita

"Cepat!" Wanita yang berpakaian formal itu melangkah lebih dulu dan Aluna mengikutinya

"Tunggu disini sampai tuan besar datang! Jangan mencoba untuk membuat ulah!" Aluna mengangguk, lalu wanita itu berlalu keluar dari kamar

Kini ia telah berada didalam kamar hotel, kamar yang besar dan mewah. Bahkan dalam mimpi pun ia tidak pernah berpikir ada ditempat seperti ini

Aluna menunggu sambil saling meremas jemari nya. Ia benar-benar gugup. Bayangan seorang pria tua dengan perut buncit menyentuhnya

"Ini semua demi ibu, Aluna! Kamu pasti bisa"

Ia meyakinkan dirinya untuk menerima semuanya demi kesembuhan sang ibu. Biarlah ia menjadi buruk asalkan ia bisa melihat senyuman dari wanita yang sudah melahirkan nya itu

1
Oma Gavin
aluna yg sabar ya ... kebahagiaan mu juga pasti akan datang meskipun bukan dgn arjuna biarkan ayah anak mu menikmati kebahagiaan palsu nya semoga jodoh aluna kedepannya bener" mencintai dan menerima aluna apa adanya
sunaryati jarum
Arjuna jangan buat istrimu yang hamil stres karena merindukanmu,nanti kamu yang rugi.Jujur sama kakekmu jika Zoya selingkuh dengan ayahmu itu penyebab ibumu meninggal ,dan kamu sudah beristri yang telah hamil anak kembar.
Lisa
Arjuna harus berani melindungi Aluna..klo g Aluna lari aj bersama Dokter Samuel yg jelas lebih baik drpd Arjuna.
sunaryati jarum
Jangan sampai ada yang menyentuh Aluna, Thoor.Arjuna terlalu pengecut seharusnya perselingkuhan mereka segera dibongkar.
sunaryati jarum
Kamu harus lindungi Aluna,posisimu seharusnya lebih kuat dari William ,dia hanya menantu.Pura- pura baik pada William dan membantu kampanye namun masukkan orangmu untuk jadi mata-mata merekam semua kecurangan William.Dan berikan pada saingannya.
sunaryati jarum
Kenapa belum ,pasang kamera di kamarmu bersama Zoya,Kau akan menemukan banyak bukti yang membuatnya bertekuk lutut.Pokoknya emak tidak ingin Aluna diketahui William, dan celaka.Jika itu terjadi emak berhenti mengikuti kisahmu .
sunaryati jarum
Cerita bagus
sunaryati jarum
Terlalu Arjuna membuat bumil selalu kelelahan,tapi itu juga menguntungkan Aluna,besok agar persalinan lancar tanpa Cesar.
sunaryati jarum
Jangan sampai keberadaan Aluna diketahui William dan Zoya.Mereka tenggelam dalam urusan kampanye pemilihan wakil walikota.
sunaryati jarum
Nah istri kecilnya telah melelehkan es kutub Utara,Arjuna. Semoga kau candu dan tumbuh benih cinta pada Aluna.Biarkan Zoya bebas bersama ayah brengsekmu.
sunaryati jarum
Makanya lemes dikit jangan seperti kanebo kering dan robot
sunaryati jarum
Yakin mau membebaskan Aluna, Arjuna.Bebaskan saja Zoya.Agar tidak hanya William yang dilayani.
sunaryati jarum
Sedikit berkurang kakunya Tuan Arjuna
sunaryati jarum
Semoga Aluna bisa melunakkan sikap kaku dan kejam Arjuna
Oma Gavin
akhirnya zoya ngga bisa bohong lagi udah di skak sama arjuna makanya jadi perempuan jgn gatel mertua sendiri diembat memang zoya dan william cocok lucknut mereka
Oma Gavin
demi kebaikan aluna terpaksa arjuna harus kejam jgn sampai aluna jadi sasaran william dan zoya
sunaryati jarum
Sungguh besar pengorbanan kamu demi ibumu
sunaryati jarum
Baru mampir
Eva Safitri: Makasih yaa udah mampir 😍
total 1 replies
Oma Gavin
makanya arjuna itu muka jgn jutek melulu kayak kulkas 8 pintu serem banget ngga salah dong aluna jujur apa adanya semoga twins nya cowo semua biar aluna dpt uang 2 ember dan saat lahiran tiba yg ada arjuna ngga bakalan melepas aluna
umi nur azizah
kka up lbh bnyak
Eva Safitri: Terimakasih udah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!