NovelToon NovelToon
Unexpected Scenario

Unexpected Scenario

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lunes_

❣️ Update : 19.00 WIB ❣️

Bagaimana jika skenario hidup yang selama ini kamu anggap menyedihkan ternyata adalah skenario terindah yang Tuhan siapkan untukmu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunes_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4 - Unwritten

Kami masuk ke mobil Om Roni. Aku duduk di dekat jendela, seperti saat berangkat tadi.

Perasaanku masih sama—kesal.

Aku masih tidak percaya… aku akan dijodohkan dengan pria yang bahkan baru kukenal hari ini.

Mobil mulai melaju, meninggalkan rumah makan itu.

“Om…” panggilku.

Om Roni melirik lewat kaca spion.

“Kenapa Om jodohin aku nggak bilang-bilang dulu sama aku sih?” gerutuku kesal.

“Maaf, Nay. Soalnya Pak Jamal bilang dia pengen banget anaknya nikah, tapi nggak nikah-nikah. Ya udah, Om cerita tentang kamu.” jelas Om Roni.

“Tapi seharusnya Om ngomong dulu sama aku. Ketemuin dulu aku sama Javier. Jangan langsung kayak tadi.” ucapku.

“Lha tadi kan kamu udah ketemu sama Javier, kan?" timpal Tante Elisa.

“Itu ketemu cuma sebentar, Tan. Yang aku maksud, nggak ada keluarga. Biar aku bisa tahu Javier itu seperti apa. Kalau kayak tadi… rasanya kayak dikirimi paket isinya bom.”

“Ya ampun, Nay… bom? Serem banget. Om Roni niatnya baik, lho. Kami juga nggak mau kamu sendirian terus.” ujar Tante Elisa.

“Iya, tapi caranya Om Roni aku nggak suka.” ucapku sambil cemberut.

“Nay, jangan begitu. Meskipun menurut kamu caranya salah, tapi Om Roni nggak mungkin menjodohkan kamu dengan orang sembarangan. Dan Javier itu ganteng, lho. Nggak kalah sama aktor Korea favoritmu itu.” ucap Ibu.

“Ihh, Ibu… sembarangan kalau ngomong. Gantengan Jun-ha oppa ke mana-mana.” sangkalku cepat.

Ibu hanya menggeleng pelan.

Tante menoleh ke belakang. “Ya ampun, Nay… Nay…” Lalu ia menatap Ibu. “Mbak, Naya udah parah ini.”

“Nay…” suara Ayah tiba-tiba terdengar.

Aku menoleh.

“Meskipun menurut kamu Javier nggak seganteng aktor favoritmu, tapi yang Ayah lihat dia laki-laki yang baik. Dari cerita Pak Jamal, dia pekerja keras dan bertanggung jawab. Laki-laki seperti itu yang cocok jadi suami dan imam. Kegantengan itu akan pudar saat tua, tapi sifat baik, kerja keras, dan tanggung jawab… itu yang bertahan.”

Aku langsung diam.

Kata-kata Ayah terasa seperti menamparku.

“Denger tuh, Nay. Om Roni nggak akan menjerumuskan kamu ke hal yang nggak baik. Lagian kamu juga udah setuju tadi. Kenapa sekarang protes?” ujar Tante Elisa.

“Iya, Nay. Ibu juga penasaran. Kenapa kamu setuju?” tambah Ibu.

Deg.

Aku tidak mungkin mengatakan perjanjianku dengan Javier.

“Ehm… biar Tante Elisa nggak ngoceh terus ke aku.” cetusku.

“Apa?” Tante Elisa terlihat terkejut.

“Udah ah… aku mau tidur. Bu, nanti kalau udah sampai bangunin aku, ya.” ucapku.

Ibu mengangguk.

Aku menyandarkan kepala ke jendela dan memejamkan mata.

Aku tidak benar-benar ingin tidur.

Aku hanya… lelah berdebat.

Mataku terpejam, tapi pikiranku kembali ke kejadian tadi.

Pengumuman perjodohan itu.

Percakapanku dengan Javier.

Janessa yang begitu antusias.

Keluargaku dan keluarganya yang tampak bahagia…

Dan… Javier.

Setelah kupikir lagi…

wajahnya… lumayan juga.

Eh?

Aku langsung membuka mata, lalu menggeleng cepat.

Apa-apaan sih aku ini?

Kenapa aku malah kepikiran wajahnya?

Aku kembali memejamkan mata, buru-buru mengganti bayangan itu dengan wajah Lee Jun-ha.

Beberapa menit kemudian, mobil Om Roni berhenti di depan rumahku.

“Nay… sudah sampai.” suara Ibu terdengar pelan sambil menyentuh lenganku.

Aku membuka mata, berpura-pura baru terbangun.

“Hmm…” gumamku pelan sambil merapikan posisi duduk.

“Bu, kuncinya mana?” tanyaku.

Ibu langsung membuka tasnya, lalu menyerahkan kunci rumah kepadaku.

Aku mengambilnya, kemudian membuka pintu mobil dan turun.

Tanpa banyak bicara, aku berjalan menuju pintu rumah, membuka pintu, lalu masuk ke dalam.

Aku menuju kamar, menutup pintu, lalu segera mengambil ponsel.

Tanpa berpikir panjang, aku langsung menelepon Lila—sahabatku sejak kuliah. Kami satu jurusan, tapi dia sekarang bekerja di perusahaan swasta. Dia juga sama sepertiku menyukai Korea dan bisa berbahasa Korea.

—Ada apa, Nay?

“Lila…” ucapku dengan suara bergetar.

—Eh, ada apa? Kok suara kamu gitu? Apa ada berita kalau Lee Jun-ha mau nikah?

“Bukan Jun-ha oppa yang mau nikah… tapi aku… hiks…” jawabku.

—Apa?!

Lila terdengar sangat terkejut. Mungkin ekspresinya sama seperti ekspresiku tadi di rumah makan.

—Coba ngomong sekali lagi, Nay. Kayaknya aku salah dengar.

“Itu juga yang aku rasakan tadi, La. Aku kira aku salah dengar… tapi ternyata nggak. Aku bakal nikah sama anak temannya Om Roni… hiks… kami dijodohkan.” ucapku sambil menangis.

—Ya ampun… kasihan banget kamu, Nay. Kamu udah kayak tokoh drama aja, tiba-tiba dijodohin.

“Itu dia… tapi sayangnya aku bukan dijodohin sama pangeran atau CEO.” ucapku.

—Terus sama siapa?

“Kamu tahu rumah makan Ruang Rindu, kan?”

—Iya, tahu. Kenapa?

“Aku bakal nikah sama owner rumah makan itu.”

—Apa?!

Kali ini suara Lila terdengar lebih kaget dari sebelumnya.

—Kamu… bakal nikah sama owner Ruang Rindu? Serius?

“Iya…” jawabku lirih.

—Waduh… bakal banyak yang patah hati ini.

“왜? (Kenapa?)” tanyaku bingung.

—Soalnya banyak yang suka sama dia. Temen kantorku salah satunya.

“Hah? Segitu populernya dia?” ucapku, tak percaya.

—Iya. Waktu aku makan di sana sama temen-temen kantor, dia dilihatin terus. Banyak juga pengunjung yang curi-curi pandang. Kamu beruntung, Nay… dijodohin sama dia.

“Beruntung itu kalau aku dijodohin sama Jun-ha oppa.” balasku kesal.

—Iya, deh iya… Terus gimana? Kamu setuju nggak?

“Pengennya nolak… tapi aku udah capek ditanya kapan nikah terus.” ucapku pelan.

—Berarti kamu bakal nikah tanpa cinta?

“Iya… mau gimana lagi.” jawabku.

—Bener-bener kayak drama Korea, deh kamu sekarang. Tapi inget ya, Nay… di drama itu yang awalnya nikah tanpa cinta biasanya berakhir cinta.

Aku mendengus pelan.

—Nggak kebayang aku kamu jatuh cinta sama cowok real life. Jun-ha oppa bakal diduakan.

“Nggak akan terjadi! Aku nggak akan cinta sama dia.” ucapku cepat.

—Kenapa? Ganteng lho dia.

“Ganteng aja nggak cukup buat menembus hatiku yang udah penuh sama Jun-ha oppa.” balasku.

—Astaga… aku juga suka Song Min-joon, tapi kalau aku dijodohin sama owner Ruang Rindu, aku mah nggak bakal nolak. Kapan lagi nikah sama cogan.

“Ah, kamu nggak bisa lihat cogan sedikit. Harusnya kamu dukung aku.” protesku.

—Iya, aku dukung semua keputusan kamu, tapi… kalau kamu mau bersikap biasa aja sama dia, aku nggak setuju.

“Ah udah lah… kamu nggak menghibur sama sekali.” ucapku kesal.

—Nay, aku—

Belum sempat Lila menyelesaikan kalimatnya, aku sudah lebih dulu mematikan telepon.

Aku melempar ponsel ke atas tempat tidur, lalu menjatuhkan tubuhku di sampingnya.

Aku menatap langit-langit kamar.

Sunyi.

Pikiranku kembali berputar ke kejadian hari ini.

Tentang perjodohan itu.

Tentang Javier.

Tentang semua orang yang tampak begitu yakin… kecuali aku.

Aku tidak pernah pacaran dengan siapa pun.

Tidak pernah ada laki-laki yang benar-benar mendekat.

Dan sekarang…

aku akan menikah.

Bukan karena cinta.

Bukan karena pilihan.

Tapi karena keadaan.

Aku menghela napas pelan.

Hidupku selama ini biasa saja—bahkan cenderung datar.

Tapi sekarang… kenapa tiba-tiba berubah sejauh ini?

Apakah memang ini skenario Tuhan untukku?

1
Mamah Dini11
teruss aja tanya dirimu sendiri, umur kmu 30 bkn kok gk dewasa2 atau blm dewasa cara pola pikirnu nanti oon beneran loh naya.
Mamah Dini11
ko si naya gk ada perubahan baik gitu ke javer , javer juga bisa baik walaupun blm ada cinta , jadi kesel ihhh bacanya juga
Mamah Dini11
ya jgn ikut bodoh karna kmu bodoh.
Mamah Dini11
hai naya bodoh bin oon , javer perhatian sm masa kmu gk bisa menyimpulkan javer kayaknya mulai menerimamu, tpiiii kata2mu itu yg bikin javer bingung apa yg di lakuin javer selalu. salah di matamu , dasar perempuan yg kurang bersukur kmu mh. apa itu hasil istrihorohmu, atau gk jadi solat istihorohnya .
Mamah Dini11
nah otakmu lgi berpungsi ya nay, kemarin2 kmu ngebleng kan otaknya atau rada miring gitu , mulutmu di agak di jaga naya kalau gk bisa mending jait aja sekalian.
Mamah Dini11
walaupun kmu gfk cinta atau blm cinta tpiiii perempuan kayak si tara perlu di waspadai nay, gelagatnya mencurigakan .
Mamah Dini11
pikiran kmu betulin nay ke bengkel itu2 aja yg ada di otakmu, coba belajar dengar isi hati. kmu naya jgn cepat menepis , dasar otakmu. mh koslet
Mamah Dini11
kmu perempuan yg kurang bersukur nay. kurang apa coba javer orang baik ngertiin kmu sabar cari cowo seperti apa lagi nay, coba kmu pikir mungkin sekarang blm ada cinta di antara kalian siapa tau lama2 cinta datang dgn sendirinya , baru kmu bilang aku cinta kmu. begitupun javer , udh gk sabar. nunggu momen iti .lanjut thor. buat mereka secepatnya jatuh cinta ya thor pliiiiissss 🙏🙏
Mamah Dini11
nah situ ngerti , makanya jgn suka ngehalu. ketinggian bisa jatuh kmu, coba jadi permpuan itu sdikit bisa memahami situasi, di otak kmu kn cuma nikah terus cerai cerai karna gk cinta. pemikiran kmu beda sm javer , kmu mh oncom naya
Mamah Dini11
makanya otak jgn ke mana2 dulu , umur udh 30 pemikiran gk dewasa banget. lihat tuh javer santai tenang kalem,, kmu absrud banget kayak umur 17 thn , banyak nonton tuh perbaiki mulutmu naya
Mamah Dini11
ini pemeran si nay kenapa di oon kan thor. gk di saring lgi tuh mulutnya, kan dia. itu perpendidikan kerja di bang , masa gk tau tatak rama sedikit pun , jadi sebel dehhh , sering nonton drakor juga gk segitunya kali .
Mamah Dini11
sebenarny kmu itu nay oon atau loding sih bkn nya mulai menerima yg du otakmu cerai dan cerai aja gk punya frinsip banget. ,kan kmu itu pegawi bang ko sebodoh itu pemikiranmu. liat javer gk. kayak kmu Dia santai tenang gk mikirin hal2 aneh ,mungkin di pikirannya jalani aja dulu, nah kmu nay blm apa2 udh ribet pikiranmu .lanjut
Mamah Dini11
kok takut bknnya bagus., dan teganya javer biarkan kmu hujan2an,kalau dia. punya mobil kan bisa anterin kmu. jadi gk kehujanan , atau blm punya kali.
Mamah Dini11
kmu terlalu jauuuh mikirnya nay , coba mikirny yg positif2 aja biar ringan kedepan nya, ok. permisi thor ikutan ni..
Mamah Dini11
thor maaf setiap episodnya. bisa tambah bhs, indo. kuring ngerti aku mh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!