NovelToon NovelToon
SANG NAGA PURBA

SANG NAGA PURBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

SANG NAGA PURBA (Garis Darah yang Terbuang)

​Di Benua Canglan, garis darah adalah segalanya. Terlahir dari pasangan prajurit kuat Klan Chi, bayi Chi Tian justru dibuang ke kasta terendah karena Altar Naga tidak memberikan respon sedikit pun. Dianggap sampah tak berguna, ia ditinggalkan untuk mati.

​Belasan tahun berlalu, Chi Tian kembali menyamar di balik jubah hitam dan zirah perak, siap membalas dendam di Arena Penyisihan.

​Namun, empat klan agung tak pernah menyadari kebenaran mengerikan ini: Altar Naga hari itu bukannya mati, melainkan darah Chi Tian terlalu tinggi dan agung untuk dijangkau oleh altar biasa.

​Mereka pikir telah membuang sebuah sampah, tanpa tahu telah melepaskan seekor Naga Purba yang siap meruntuhkan seluruh takhta kesombongan benua!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan sang Tetua

​Dua tubuh yang terkapar bersimbah darah itu diangkut tanpa ampun oleh Komandan Rojh beserta pasukannya. Tian Xue dan Lu Shi, yang telah kehilangan kesadaran akibat daya rusak dahsyat dari Pukulan Gunung Kirin milik Kohl, dilemparkan begitu saja ke dalam jeruji besi bawah tanah milik Paviliun Ras Half-Kirin.

​Hari demi hari berlalu di dalam sel penjara yang dingin dan lembap. Tidak ada perlakuan khusus, tidak ada obat-obatan. Baik Tian Xue maupun Lu Shi hanya tergeletak kaku bagaikan mayat.

​Namun, di dalam keheningan yang mencekam itu, garis darah Naga Purba di dalam nadi Tian Xue terus bekerja tanpa henti. Setiap sel tubuhnya memicu regenerasi mandiri, merajut kembali jaringan otot yang robek dan menyambung pergelangan tulang yang sempat retak.

​Tepat pada hari kesepuluh, kelopak mata Tian Xue perlahan terbuka.

​Pemuda itu terbatuk pelan, merasai rasa pahit di tenggorokannya. Ketika pandangannya mulai memperjelas kegelapan sel, dadanya seketika tercekat. Di sudut jeruji yang lain, Lu Shi masih terbaring tanpa daya. Hawa nafas gadis rubah itu teramat lemah, tipis, dan hampir terputus.

​Tian Xue mencoba bangkit. Rasa nyeri masih menjalar di sekujur persendiannya, namun dengan mengandalkan sisa tenaganya, ia merangkak mendekati tubuh Lu Shi.

​"Lu Shi..." panggil Tian Xue dengan suara parau.

​Kelopak mata Lu Shi bergerak halus. Dengan usaha yang teramat berat, gadis itu membuka matanya sedikit.

​"Ti... an..." bisik Lu Shi lirih, diiringi senyum tegar yang dipaksakan di bibirnya yang pucat. "Tidak disangka, ya... di tempat asing ini ada orang yang sekuat itu..."

​Tian Xue menatap wajah gadis itu. Naluri pertempurannya memberi tahu satu hal pasti: Lu Shi berada di ambang kematian. Vitalitas fisiknya sudah hampir habis.

​"Jangan banyak bicara," potong Tian Xue dingin namun tegas. "Lu Shi, lepaskan cap jiwamu pada Cincin Ruangmu sekarang."

​"Ya..."

​Dengan sisa energi jiwa terakhir yang memudar, Lu Shi mematuhkan perintah tersebut, menghapus ikatan jiwanya dari cincin penyimpanan di jarinya.

​Tanpa membuang detik yang berharga, Tian Xue menarik cincin tersebut, mengosongkan sebagian isinya ke lantai batu, dan menyambar sebuah botol porselen berisi pil pemulihan tingkat tinggi.

​"Telan ini," Tian Xue menekan pil tersebut masuk ke dalam mulut Lu Shi. "Kau tidak akan kubiarkan mati di sini. Serap energinya!"

​TAK... TAK... TAK...

​Belum sempat energi pil itu bekerja sepenuhnya, gema suara langkah kaki yang teratur berbunyi dari lorong utama penjara, mendekati sel mereka.

​'Sialan!' batin Tian Xue mengutuk situasi. 'Luka fisikku belum pulih sepenuhnya, dan Lu Shi masih sekarat!'

​Dari balik keremangan lorong, muncul dua sosok. Seorang lelaki tua berjanggut putih panjang dengan jubah kain kuno yang memancarkan ketenangan mendalam, serta seorang wanita muda berwajah anggun dengan gaun berhias ukiran batu permata.

​Tian Xue dengan cepat menggeser tubuhnya, bersandar pada dinding batu tebing. Ia menekan rapat-rapt aura energinya hingga ke titik terendah, berpura-pura masih terluka parah demi menyembunyikan regenerasinya.

​Lelaki tua berjanggut putih itu menghentikan langkahnya tepat di depan jeruji besi. Matanya yang jernih menatap Tian Xue dengan pendar keilmuan yang dalam.

​"Anak muda, tidak perlu menahan kekuatanmu," ucap lelaki tua itu dengan suara tenang namun berwibawa. "Selama sepuluh hari ini, aku terus menerima laporan bahwa tubuhmu memulihkan diri dengan kecepatan yang tidak masuk akal dibanding gadis di sebelahmu."

​Mata Tian Xue menyipit penuh kewaspadaan.

​KLEK!

​Lelaki tua itu membuka sel pintu besi tanpa kunci, lalu melangkah masuk. Refleks bertahan membuat Tian Xue menahan rasa sakit, memaksa tubuhnya bangkit berdiri dan memasang kuda-kuda tempur—siap menghadapi segala kemungkinan terburuk.

​Namun, begitu lelaki tua itu melangkah lebih dekat dan memindai gelombang hawa di sekeliling Tian Xue, sepasang matanya mendadak terbelalak lebar!

​Lelaki tua itu mengulurkan tangan kanannya ke arah bahu Tian Xue. Tian Xue secara refleks hendak mundur, namun tekanan gaib halus dari udara mengunci pergerakannya.

​"Jangan takut," bisik lelaki tua itu lembut.

​Telapak tangan keriput itu menepuk pelan bahu Tian Xue.

​Seketika itu juga, guncangan hebat terjadi di dalam dada sang tetua! Sebagai keturunan Half-Kirin berilmu tinggi, inderanya sanggup merasakan ke dalam lapisan terdalam sel darah Tian Xue. Densitas, keagungan, dan kemurnian yang memancar dari garis darah Tian Xue teramat pekat—sebuah pendar keagungan dari Ras Naga Purba Murni yang bahkan berada jauh di atas tingkat spiritual ras mereka!

​Lelaki tua itu menarik tangannya dengan tubuh yang gemetar hebat. Wajahnya yang semula tenang kini dipenuhi keterkejutan dan rasa hormat yang mendalam. Ia mundur beberapa langkah secara perlahan.

​"Vael! Cepat ambil Pil Keajaiban Kirin dari Paviliun Utama! Sekarang!" teriak lelaki tua itu pada wanita anggun di luar sel.

​Wanita bernama Vael itu terkejut mendengar nada panik sang tetua, namun ia tidak berani membantah dan langsung melesat pergi secepat kilat.

​Tian Xue berdiri mematung, benar-benar kebingungan melihat perubahan sikap yang sangat drastis ini.

​Lelaki tua itu membungkukkan tubuhnya dalam-dalam di hadapan Tian Xue.

​"Maafkan kami, Tuan Muda... atas kelancangan dan kebodohan prajurit kami terhadap keturunan agung seperti Anda," ucap lelaki tua itu penuh penyesalan.

​'Apa-apaan ini?! Keturunan agung?!' jerit batin Tian Xue heran.

​Tidak perlu waktu lama, Vael kembali dengan terengah-engah membawa sebuah kotak kayu cendana. Dari dalamnya, tercium aroma wangi obat yang sanggup menyegarkan jiwa.

​"Ini, Tetua Eldrin," ucap Vael terburu-buru.

​"Berikan satu pada gadis itu, dan berikan satu lagi pada Tuan Muda ini," perintah Tetua Eldrin.

​Tian Xue menatap pil berwarna merah keemasan di tangan Tetua Eldrin dengan keraguan besar.

​"Telanlah, Tuan Muda," ujar Tetua Eldrin lembut. "Ini adalah Pil Keajaiban Kirin. Obat ini akan memulihkan seluruh luka dalam dan kelumpuhan garis darah Anda secara sempurna."

​Tian Xue melirik kondisi Lu Shi yang makin kritis, lalu menatap Tetua Eldrin. Di hadapan lelaki tua yang tingkat kekuatannya berada di level teratas ini, tidak ada gunanya bersikap curiga secara berlebihan. Jika pria ini ingin membunuh mereka, ia bisa melakukannya tanpa perlu berpura-pura.

​Tian Xue mengambil pil itu dan menelannya. Vael pun dengan cekatan memasukkan pil kedua ke dalam mulut Lu Shi.

​Begitu pil itu meleleh di dalam tenggorokan, gelombang kehangatan murni membakar seluruh jaringan tubuh mereka! Luka dalam, tulang yang retak, hingga kelelahan garis darah memulihkan diri dengan kecepatan yang fantastis!

​"Aaaah!"

​Lu Shi mendadak terduduk, menarik napas panjang dengan mata membelalak penuh energi. Hanya dalam hitungan beberapa tarikan napas, seluruh rasa sakit yang menyiksa tubuh mereka sirna tanpa bekas!

​Namun, begitu sadar penuh dan melihat Tetua Eldrin berdiri di depannya, Lu Shi langsung berkacak pinggang dan memelototi sang tetua.

​"Orang tua! Kau sedang mau menyiksa kami, ya?! Menyembuhkan kami, lalu menyiksa kami lagi, lalu menyembuhkan kami lagi, hah?!" tuduh Lu Shi dengan nada barbar khasnya.

​Tetua Eldrin tidak marah. Ia justru terkekeh geli melihat tingkah laku gadis di depannya.

​"Apakah Nona Agung ini melihat lelaki tua sepertiku memiliki hobi buruk suka menyiksa orang, hmmm?" tanya Tetua Eldrin jenaka.

​"Ciiiih! Siapa yang tahu hati orang tua bangkotan?!" umpat Lu Shi pelan seraya berdiri mengibaskan gaunnya.

​melihat pemulihan total mereka, Vael melangkah mendekati Tetua Eldrin lalu berbisik sopan.

​"Kakek... lebih baik kita melanjutkan pembicaraan ini di Paviliun Utama. Kakek juga perlu memberi hukuman pada si bodoh Kohl yang telah bertindak gegabah, bukan?"

1
Arni Arlinawati pratiwi
waas eusi na ngaburial peujit hungkul.. /Sweat/
Arni Arlinawati pratiwi: mangga leb ok! 🤣🤣🤣
total 6 replies
Jumadil
jangan lupa mcnya ambil itu hartanya
Kausafiksi.id: 😁 tentu pasti
total 1 replies
Day Chuk
visual gambar nya coooy
Kausafiksi.id: 😁 selanjut setiap bab kedepan di usahain ada 😁🙏
total 1 replies
Day Chuk
hahaha mending l3nyap kan sajah dapat harta nya juga
Kausafiksi.id: tian xue seperti itu memang
total 1 replies
Day Chuk
tian xue mengerikan🫢
Kausafiksi.id: sangat dingin iya kan
total 1 replies
Day Chuk
wih sekarang ada visual gambar nya thor😁
Day Chuk
aku suka karakter lu shi, tetap bar bar
Kausafiksi.id: bayangin cantik anggun tapi bar bar😁
total 1 replies
Day Chuk
semoga menarik😁
helena
?? pasangan kh Thor?
helena: ilang deh image CEO ganteng.. 🤣 jadi CEO Kekar💪
total 7 replies
Anonim
seperti nya tian xue adalah keturuan naga agung
Kausafiksi.id: Mungkin iya mungkin tidak
total 1 replies
Anonim
apa kah mereka akan menjadi pasangan thor
Kausafiksi.id: bisa iya bisa tidak 😁
total 1 replies
Anonim
keputusan uang tepan tian xue, masa bawa bawa ibu kan repot juga kalau ada musuh 🫢
Kausafiksi.id: 😁 benar sekali kaka
total 1 replies
Anonim
Saya menyuka
Kausafiksi.id: terimakasih 🙏
total 1 replies
Kausafiksi.id
siap thor 🙏👍 otw
Firmahadi
izin mampir bg😄
Day Chuk
sangat seru, di tunggu updete selanjut nya 🙏
Kausafiksi.id: terimakasih, di tunggu ya 🙏
total 1 replies
Kausafiksi.id
karya luarbiasa
Day Chuk
Gokil thor, menantikan bab selanjutnya
Kausafiksi.id: sip bang👍
total 1 replies
Day Chuk
buset 🤣
Day Chuk
hahahaha mau mati malah halusinasi
Day Chuk: ia emang barbar banget😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!