NovelToon NovelToon
Menikahi Pangeran Nakal

Menikahi Pangeran Nakal

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: micemicu

Pangeran Nicholas Veer Ralph, putra bungsu dari Raja Luther pemimpin Kerajaan Tharvis, terkenal sebagai seorang yang angkuh, pemarah, dan pemberontak. Bahkan reputasinya sebagai seorang pemain wanita telah tersebar luas di seluruh negeri. Sikapnya yang sangat berbeda dari kedua saudara kandungnya membuatnya menjadi sorotan. Demi mengubah perilakunya, Raja Luther berencana menjodohkannya dengan Putri Madeleine, dengan harapan bahwa pernikahan akan membawa perubahan. Namun, Nicholas menolak dengan keras dan malah mencari pasangan yang bisa dia kendalikan. Dalam pencariannya, Nicholas bertemu dengan Anastasia Rosalie, seorang perempuan baik hati dan lembut dari kalangan bawah. Dia menjebak Anastasia agar mau menikah dengannya untuk memenuhi ambisi pribadi, tanpa memikirkan konsekuensi yang mungkin akan terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon micemicu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Dengan Para Lord

...⚜️⚜️⚜️...

LORD Agast sedang menikmati sesapan cerutunya di teras rumah yang tenang ketika keheningan itu mendadak buyar oleh deru kereta barang yang berhenti tepat di depannya. Dahinya mengernyit heran, matanya menyipit tajam guna memperhatikan lambang serta motif familiar yang terukir di badan kereta tersebut. Tunggu sebentar—sedetik kemudian, dadanya berdesir begitu ia mengenali dengan pasti dari mana asal kendaraan pembawa barang itu.

"Erast?" gumamnya sendiri. Mengapa kereta barang dari pulau itu ada di sini? Seingatnya, ia tidak memiliki urusan apa pun dengan pihak Erast bulan ini—bahkan untuk sekedar memesan pasokan bahan pangan.

Namun, baru saja Lord Agast melangkah hendak mendekat, pintu belakang kereta mendadak terbuka lebar-lebar dengan keras. Dari balik kegelapan kompartemen barang, sesosok tubuh melangkah turun, dan itu Nicholas, sang pangeran, dengan wajah kusut penuh noda dan aura lelah, sedang menggerutu kasar pada entah siapa.

"Di dalam ini panas sekali!" omel Nicholas sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah. Tubuhnya terasa lengket karena keringat.

Nicholas? Agast terbelalak. Mengapa sahabatnya itu datang ke rumahnya dengan kereta barang? Jangan bilang kalau ia sedang berada dalam masalah lagi? Rasanya Agast lelah harus terkena imbas setiap kali Nicholas membuat ulah di istana. Itu hanya membuat aggota kerajaan semakin mencapnya buruk setiap kali Nicholas membabi buta menentang Raja Luther. Seolah-olah itu adalah ajarannya.

"Ada apa?" tanya Nicholas saat datang menghampiri Agast dan melihat laki-laki itu memperhatikannya sambil berkacak pinggang.

"Nicholas, harusnya aku yang bertanya ada apa denganmu? Kenapa kau datang dengan kereta barang bukan dengan kudamu? Kau membuat ulah lagi?"

Nicholas menghela napasnya berat. "Panggil Ramond dan Eknath. Aku mau minum anggur bersama kalian dan membicarakan hal penting."

Agast melihat keseriusan di wajah Nicholas. Sepertinya ini memang sagat penting sehingga ia dengan segera memerintahkan pada suruhannya untuk memanggil Ramond dan Eknath agar bergabung dengan mereka.

Di ruang tamu, Nicholas duduk diam di atas kursi kayu berukir. Memandangi Agast yang sedang menuangkan anggur ke dalam cawannya. Dari raut wajahnya yang frustasi, sepertinya kali ini masalah Nicholas sangat berat menganggu pikirannya.

"Sebenarnya ada apa? Kau bisa cerita selagi menunggu kedua beban negeri itu datang."

Nicholas menatap lurus ke depan. Menyesap anggur di mulutnya, berusaha tenang. "Aku malas mengulang. Tunggu sampai mereka datang."

Agast mengangguk.

Tiga puluh menit mereka menanti, akhirnya Ramond dan Eknath tiba secara bersamaan. Wajah Ramond terlihat kesal, duduk dengan kasar di depan Nicholas.

"Ada apa, Nicholas? Bicaralah," tanyanya ketus.

"Kenapa dengan wajahmu? Kau seperti tak senang."

"Itu karena kau menggangguku. Kau tidak tahu kalau aku lagi bersenang-senang tadi, tapi terpaksa berhenti untuk menjumpaimu!"

"Cih! Pelacur mana lagi yang kau tiduri?"

"Nanti aku kenal kan padamu. Dia sangat manis."

"Tidak perlu. Kau tahu aku bukan sepertimu yang bermain dengan sembarang orang."

Urusan bermain perempuan, mereka berempat memang jagonya. Namun, Ramond adalah yang paling bejat karena bersedia meniduri siapa saja tanpa pandang bulu. Baginya, konsekuensi mengerikan seperti penyakit menular seksual sama sekali tidak ada dalam kamus hidupnya. Jangankan mengkhawatirkan dampak jangka panjang, bagi Ramond yang penting nafsu liarnya terpuaskan. Masa bodoh dengan logika.

"Kau akan menyesal bila menolak. Sekarang, katakan kau perlu apa?"

Nicholas mendengus. Menatap lekat mata ketiga sahabatnya satu-persatu. Eknath merasakan suasana menegang. Ini topik serius, sehingga ia melepaskan mantel kulitnya yang gerah, lalu mendudukan dirinya di sebelah Agast.

"Aku butuh bantuan kalian."

"Perihal apa?" tanya Eknath.

"Aku kabur dari istana. Raja Luther bersikeras ingin menikahkanku dengan Putri Madeleine. Tapi kalian sudah tahu aku tidak akan mau. Kasih aku ide supaya bisa menggagalkan niatnya itu."

"Kenapa kau harus bersusah payah? Kau tinggal menikahinya. Dengan menikah kau bisa menidurinya se-"

Plak!

Agast mendaratkan pukulan keras di kepala Ramond—manusia berpikiran dangkal yang isi otaknya tidak pernah jauh-jauh dari urusan selangkangan. Di situasi segenting ini, bagaimana bisa makhluk satu itu sama sekali tidak punya rasa serius? Apa Ramond sudah bosan hidup dan tidak takut jika Nicholas mendadak mengamuk lalu mencabik-cabiknya? Agast berdecit sinis, benar-benar habis pikir.

"Kenapa kau memukulku, monyet?!" Ramond menatap Agast tajam.

"Kau induk monyet yang isi kepalamu selalu tidak berguna!" balas Agast.

"Enak saja! Kau itu kakeknya monyet!"

"Kau ayah dari kakeknya monyet!!"

"Kau-"

"DIAM!" Nicholas membentak. Telinganya jengah mendengar Ramond dan Agast yang selalu bertengkar setiap kali bertemu. Monyet teriak monyet!

Hening.

"Bukannya kau sudah berencana mencari perempuan pilihanmu sendiri untuk dihadapkan pada Raja?" tanya Eknath, memecah keheningan.

"Sudah. Tapi sampai detik ini belum ada satu pun yang cocok," jawab Nicholas dingin.

"Pilih saja salah satu dari para lady yang pernah kau tiduri sebelumnya," timpal Ramond santai sembari menggigit apel yang ia ambil dari piring kayu di atas meja. Bunyi kriuknya terasa menjengkelkan.

"Aku bahkan tidak ingat siapa saja mereka. Ck!" Nicholas mengacak rambutnya frustrasi, gurat kejam di wajahnya sesaat luntur oleh rasa pening. "Apa kalian tidak punya kenalan yang bisa diseret ke hadapanku? Seseorang yang sekiranya patuh, mudah diatur, dan tidak banyak bicara."

Sahabat-sahabatnya serempak menggeleng.

Nicholas mendengus kasar. Rasanya ia ingin menegak sebotol penuh minuman keras malam ini, menenggelamkan diri demi melupakan tuntutan Raja yang kian mencekik lehernya. Sialan! Mengapa pria tua itu selalu pilih kasih? Joselynn dan William diberikan kebebasan penuh untuk menentukan pasangan hidup mereka sendiri. Sementara dia? Tidak sama sekali. Rahang Nicholas mengeras, amarahnya mendidih setiap kali mengingat perlakuan tidak adil tersebut.

Di sudut ruangan, Eknath mengalihkan pandangannya ke arah jendela, menatap kereta barang yang masih terparkir di halaman luar. Sejak ia tiba tadi, rasa penasarannya sudah terusik. "Ngomong-ngomong, Agast... kenapa ada kereta barang di depan rumahmu?"

"Tanyakan pada Nicholas. Karena aku juga tidak tahu."

Eknath mengernyit lalu menatap Nicholas untuk mencari jawaban.

"Aku kabur dari istana karena Putri Madeleine yang akan dijodohkan denganku hari ini datang. Untungnya aku bertemu seorang gadis dari Erast di pintu selatan istana. Aku memintanya mengantarku kesini."

"Terus, dimana dia sekarang?"

"Mana ku tahu. Mungkin masih di dalam kereta itu."

Eknath diam.

"Cantik, tidak?" giliran Ramond bertanya.

"Lumayan. Tapi bukan tipeku."

"Kenalkan pada ku saja." Ramond menyeringai penuh arti.

"Terserahmu kalau kau mau."

Ramond tersenyum girang mendengar itu. Bersorak dalam hati karena malam ini ia akan mendapatkan kesenangan lagi. Isi kepalanya yang tidak berguna itu sudah berkhayal jauh.

"Lalu, kenapa keningmu memerah? Kau jatuh?" Agast menyadari ada lingkaran merah di kening kiri Nicholas.

Nicholas memegang keningnya dan merasakan sakit. Ah, ia baru ingat kejadian memalukan di depan pintu selatan Istana Riverdale. Alih-alih menjawab pertanyaan Agast, ia memilih bangkit dari duduknya dan berjalan keluar menuju kereta barang tersebut. Ketiga sahabatnya ikut menyusulnya dari belakang. Penasaran dengan apa yang ingin Nicholas lakukan.

SREEG!

Pintu kereta barang itu mendadak terbuka lebar. Anastasia, yang sedang asyik mengunyah sisa buah-buahan yang masih layak makan, langsung melotot kaget mendapati Nicholas dan sahabat-sahabatnya sudah berdiri di sana. Wajah polosnya tampak syok dengan kedua pipi menggembung penuh makanan, membuatnya terlihat begitu lucu sekaligus menggemaskan.

"Wow," gumam Ramond yang langsung terbius karena terpesona.

Anastasia buru-buru menelan makanannya dengan susah payah agar bisa segera memberikan salam hormat. Di sisi lain, Agast dan Eknath ikut terpaku menatap gadis itu. Anastasia tampak cantik alami, memancarkan pesona memikat meski dalam balutan pakaian yang luar biasa sederhana.

"Turun. Ikut aku!" pinta Nicholas dengan nada datar.

Anastasia mengerjap. "Ampun, Tuanku. Kalau boleh tahu, untuk apa?"

Nicholas mengerang kecil. Ia selalu benci pada orang yang suka banyak tanya pada perintahnya. Ia tarik tangan Anastasia dengan kuat agar turun membuat gadis itu hampir terjatuh. Membawanya melangkah untuk segera masuk ke dalam rumah. Anastasia sangat kesulitan mengimbangi langkah Nicholas yang lebar dan cepat.

"Mau apa dia?" tanya Eknath bingung. Bertukar tatap dengan kedua sahabatnya.

"Aku juga tidak tahu. Suka-suka dia sajalah. Ayahnya yang punya negeri ini." Mereka ikut berjalan masuk ke dalam rumah.

1
Red Blossom
Thor Anastasia biar sama Lord Alfred aja.
micemicu: 🤭 nanti ceritanya jadi kisah cinta yg berbeda dong kak.. tp entar dipikirkan yaa
total 1 replies
paijo londo
kyaknya yg bakalan jadi budak cinta nih pangeran Nicholas deh sekarang kelihatan yg posesif sama Anastasia istri polosnya🤭🤭🤭
micemicu: iyaa nih, mulai rada rada diaaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!