NovelToon NovelToon
Takdirku Bersama Suami Mafiaku

Takdirku Bersama Suami Mafiaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: PUTRI

Zara, gadis sederhana dan polos, dipersatukan dengan Adrian Romanov — pria dingin berkuasa yang membuat hidupnya benar-benar menderita. Dituduh, disakiti, dikucilkan, ia terbelenggu takdir kematian yang mengikatnya erat, selalu membayangi setiap langkahnya.

Namun sebutir nyawa kecil yang tumbuh di dalam rahimnya yang memberi alasan untuk bertahan. Namun di balik semuanya tersembunyi rahasia besar. Nanti saat kebenaran terkuak, akankah ia lepas dari belenggu itu… atau justru terjerat makin dalam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PUTRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pertemuan di ujung malam

Rasa takut seketika melumpuhkan seluruh tubuhku, kedua tanganku gemetar hebat tak terkendali. Semua beban yang kupikul sendirian selama ini—kehilangan orang tua, luka parah Aslan, tagihan operasi yang mustahil terjangkau, hinaan orang-orang—seolah menumpuk dan menekan dadaku makin berat saat ini. Aku merapatkan bajuku yang lusuh dan kotor ke tubuhku sekuat tenaga, menatap mereka dengan mata berkaca-kaca penuh ketakutan namun masih berusaha bertahan demi janji pada adikku. Aku menggenggam tangan erat di dada, berusaha melindungi diri sekuat sisa tenaga yang tersisa.

Salah satu pria maju selangkah, nada bicara angkuh penuh niat jahat: “Hai gadis cantik, terburu-buru ke mana? Jangan pergi dulu. Bagaimana kalau layani kami sebentar?” Ia tertawa kasar, temannya ikut senyum jahat setuju.

Air mata menetes tak tertahan, tapi aku tetap berusaha memohon dengan sisa keberanianku. “Aku mohon… lepaskan aku… aku harus kembali ke adikku yang sedang menunggu ku…”

Pria itu hanya tersenyum sinis. “Menangis begitu? Jangan takut sayang, kemari saja, kami akan bersikap lembut.” Langkah mereka makin mendekat tanpa ampun. Aku mundur selangkah demi selangkah, setiap langkah terasa berat karena lelah dan putus asa yang sudah berhari-hari tak berhenti kuras tenagaku. Napasku tersengal, tangan dingin basah keringat ketakutan. Tiba-tiba kakiku tersandung batu kasar—terhuyung, jatuh telentang di aspal keras kasar, lututku lecet berdarah lagi menambah luka yang sudah ada.

Satu pria tertawa keras mengejek keadaanku yang tak berdaya. “Teriaklah sepuasnya! Tak ada yang akan datang di tempat sunyi begini!” Tawa puas mereka makin dekat, tangan hampir menyentuhku. Dalam keputusasaan itu, ingatan pada Aslan memberi sepercik kekuatan: aku tak boleh menyerah sekarang. Tangan gemetar merogoh saku mencari benda pemberian Ibu—tiba-tiba suara berat berwibawa, dingin penuh amarah tertahan terdengar dari belakang mereka:

“Bajingan… berani sekali mengangguku.”

Kami serentak menoleh. Langkah kaki mantap teratur mendekat dari kegelapan, lalu sosoknya tampak jelas: tubuh tinggi tegap, bahu lebar kokoh, kemeja putih rapi menonjol otot yang kuat namun luwes. Wajah sempurna rahang tegas, kulit putih bersih, rambut pirang keemasan bergelombang halus sedikit berantakan alami. Mata biru pucat jernih seperti es, tajam tenang tak tergoyahkan. Pakaian hitam pas rapi, rompi menegaskan bahu lebar, lengan digulung rapi sampai siku, jas panjang tergantung santai di tangan kirinya. Sepatu kulit hitam melangkah mantap memantul di aspal agak basah. Hanya berdiri diam, wibawanya menutupi seluruh lorong yang mencekam itu.

Ketiga pria lewatiku seolah aku tak ada, mendekatinya dengan sombong ejekan.

“Lihat pahlawan dadakan dari mana,” tunjuk pria tengah dengan jari kotor.

“Anak orang kaya nih, bajunya bagus mahal,” tambah yang lain menyipit menilai.

“Di sini tak ada orang tua lindungimu! Pergi sebelum kau terluka!” seru yang ketiga sambil tertawa puas.

Tanpa tunggu jawaban, satu menyerang pukulan keras ke wajah. Aku tahan napas cemas, berharap dia bisa selamat dan menyelamatkanku juga. Dia tak mundur sedikit pun—angkat tangan santai, tangkis pukulan itu seolah hanya menepis lalat. Satu gerakan cepat tak terlihat jelas, penyerang terhempas keras ke jalan diam tak bisa bangun. Dua temannya panik nyata, serang bersama-sama, tapi dia bergerak luwes tenang pasti, hasil latihan bertahun-tahun. Dalam sekejap detik, keduanya roboh berguling ke tanah. Ketiganya merangkak bangun gemetar ketakutan, lari sekencang mungkin tanpa menoleh ke belakang, lenyap di kegelapan.

Aku masih terbaring lelah di tempat itu, mundur perlahan menyusuri dinding dingin sisa tenaga yang hampir habis. Tubuhku gemetar hebat bukan hanya takut, tapi karena hari-hari panjang tanpa istirahat, lapar, luka-luka kecil, dan beban berat yang kupikul sendirian demi Aslan. Mata tak lepas dari sosok penyelamat itu yang tadi begitu kuat dan tak tergoyahkan.

Namun saat ia hendak lewat pergi, kakinya tiba-tiba lemas tak berdaya. Jatuh berlutut di aspal kasar, tangan kanan cengkeram erat lengan kiri menahan nyeri luar biasa hebatnya. Ternyata kekuatan itu tersembunyi di balik rasa sakit yang hebat juga.

Rasa takutku perlahan luntur, digantikan rasa iba dan keinginan berterima kasih yang tulus—aku tahu betapa beratnya menahan sakit demi orang lain. Aku bangkit gontai mendekat sebisa tenagaku yang terbatas.

“Terima kasih banyak… sudah menolongku,” ucapku pelan, suara serak karena lelah dan menangis seharian.

Dia tak menoleh, diam tak menjawab. Aku ikut berlutut di aspal kasar kotor itu, mendekat sedikit lagi, melihat darah segar merembes keluar dari sela jari yang menekan luka lengannya.

“Maafkan saya… meski kemampuanku sedikit, saya mau bantu obati lukamu itu, sebagai balasan kebaikanmu,” kataku sedikit lebih berani, meski sadar diriku hanya gadis miskin tak berdaya yang tak punya apa-apa selain ketulusan.

Wajahnya berubah dingin penuh keengganan menahan sakit tajam. “Pergi kau dari sini!” suaranya serak berat, penuh penderitaan yang dipendam rapi.

1
터닝
kasian Zara 🤧
Putry Chan: iya tapi semua akan baik baik saja mugkin
total 1 replies
Lasa Hardianti
Nyesek bgt, rumah yang dulunya hangat sekarang berubah total karena penyerangan itu
Putry Chan: benar sekali , sebenarnya cerita aslinya tuh GK Kek gini cuman dulu gara gara aku bikin banyak kesalahan karena pemula aku bikin ulang trus aku ubah sedikit ceritanya
banyak sih aku ubah kek lebih dark lah tapi Happy ending kok walaupun
total 1 replies
Lasa Hardianti
Terus keadaan ibunya gimna?😭
Putry Chan: mereka berdua baik cuman lagi bersembunyi dulu
total 1 replies
Lasa Hardianti
Kasian bgt ibunya sampai terluka demi melindungi anak-anaknya, moga aja mereka bertiga selamat, terutama ibunya/Scowl/
Putry Chan: tentu saja ibu dan ayahnya selamat karena sebenarnya asal usul mereka itu bukan adalah salah satu keluarga bangsawan , ketemu tapi masih lama mungkin antar hidup dan mati
total 1 replies
Lasa Hardianti
Hai kak, izin kasih masukan ya. Menurutku beberapa bagian narasinya mungkin bisa lebih dipersingkat atau diberi jeda supaya bacanya lebih enak. Terus, setiap kali ada pergantian POV, mungkin bisa diberi sedikit penanda atau transisi supaya perpindahannya nggak terasa tiba-tiba dan pembaca lebih mudah mengikuti alurnya. Semangat kak💪🏻/Determined/
Putry Chan: kasian udh mampir cantik semangat ya sama sama lagi berjuang 💪
total 3 replies
Kusyg Ki
sejujurnya aku suka baca ini kadang bikin senyum sendiri tapi aku lupa klo ini darkromansa jadi sebenarnya aku suka tapi di waktu yang sama aku benci greget bgt sama suaminya ngeselin bgt sumpah harus dpt karma sih aku GK peduli apapun alasannya
Putry Chan: di semangatin dong makacihh 🥰
total 7 replies
Kusyg Ki
Zara melawan nih bagus
Kusyg Ki
punya suami kok radar radar miring ya
Putry Chan: 🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
Arham Bugis
rekomen apa lagi bab nya uah banyak
Putry Chan: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Arham Bugis
baru baca lagi nih 🤭
Putry Chan: iyh kmu baru muncul lagi
total 1 replies
Wawan
Nah 🤭
Putry Chan: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Wawan
Iklan dan mawar buat cerita ini 💪✍️
Wawan: Clue cerita ini menarik .... 💪✍️
total 2 replies
Rian Aan
semangat 💪
Putry Chan: makasih 🥰
total 1 replies
터닝
Maya ini jahat bgt dah
putmelyana
ini chapter berapa perginya lama banget udah greget bgt soalnya gw bacanya harus cerai mereka jangan balikan pisahhh
Putry Chan: ngk salah sih emg itu nanti bakalan terjadi tapi bukan cerai , Zara sendiri yang memilih pergi , Adrian nyebelin ya tapi ada alasannya nanti juga berubah jadi obsesi parah smpai di borgol kaki istrinya ini biar GK kabur tapi masih jauh tenang aja Zara ini wanita yang kuat nanti juga Adrian dapat karma
total 1 replies
Kiara Maulida Aizaaa
saling support KK , Semangat mau
Putry Chan: tentu maksih ya udh mampir
total 1 replies
Rian Aan
suka nih KLO gini mau ngelawan
Rian Aan
apakah akan ada cinta segitiga
Putry Chan: ntah lah 😅
total 1 replies
Rian Aan
bininya di jadiin pembantu
Putry Chan: 🤧🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
Su Ci
semakin menarik
Putry Chan: makasih kmu bikin aku terharu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!