NovelToon NovelToon
KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Dua saudara berstatus kakak beradik tinggal bersama sejak usia remaja tanpa kedua orang tua. Karena kedua orang tuanya sudah bercerai dan memilih tinggal bersama keluarga baru masing-masing.

Hal itu membuat mereka harus berjuang untuk bertahan hidup, dan takdir mereka berubah ketika dewasa.

Namun, suatu ketika kedua orang tuanya memperebutkan anak kedua , di situlah kakak membela adiknya tidak membiarkan mereka mengambil adiknya.

Lalu, bagaimana mereka melalui masa-masa sulit?


Ikuti terus kisahnya dan dukung karya author,
Terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4.

Salindra terbangun sambil mengerjapkan mata, terkejut saat merasakan matanya basah. Ia teringat dalam mimpinya di pecat dari pekerjaan.

“Kok mataku basah padahal aku tidak menangis atau efek mimpi tadi aneh sekali padahal cuma mimpi," gumamnya.

"Semoga nanti lamaranku diterima,“ katanya lagi sambil berjalan ke kamar mandi dan bersemangat.

Di ruang tamu Jayanti kedatangan Fadil, teman dekatnya. Keduanya membicarakan tentang status mereka. Jayanti dekat dengan Fadil sudah lama dan tanpa kejelasan apapun karena Jayanti hanya menganggap teman dekat tidak lebih sedangkan Fadil mencintainya dan sering meluangkan waktunya untuk bertemu dengan Jayanti. Tapi, tak ada tanggapan apapun dari Jayanti membuatnya hampir putus asa.

" Kedua orang tuaku mengundangmu makan malam, kapan kamu ada waktu," kata Fadil penuh harap.

Jayanti berpikir antara menerima atau menolak. Ia belum kepikiran pergi makan malam apalagi makan malam bersama keluarga Fadil.

“Aku akan kabari lagi nanti kalau aku sudah selesai urusannya," katanya.

“Kita menjalin hubungan sudah lama apakah tidak ada keinginan untuk lebih serius tentang hubungan kita, kenapa kamu begitu keras kepala dan egois," nada suara Fadil meninggi.

Fadil merasa putus asa dan tidak tahu harus bagaimana meyakinkan Jayanti supaya mau diajak serius.

"Cukup ya, Fadil. Kamu tidak berhak mengaturku dan kita hanya sebatas teman tidak lebih," sahut Jayanti berdiri hendak meninggalkan Fadil. Tapi langkahnya berhenti, ketika melihat ayahnya turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah.

Wajahnya berubah dingin saat melihat ayahnya masuk. Yuda melihat anaknya, tersenyum dan berusaha bersikap biasa. Pandangannya jatuh pada pria yang sedang duduk dengan ekspresi sedih. Yuda merasa sedang ada masalah diantara mereka berdua.

"Apa kalian menjalin hubungan?" tanya Yuda menatap Jayanti dan Fadil bergantian.

"Tidak_"

"Iya_"

Jayanti dan Fadil menjawab bersamaan. Lalu saling menatap kemudian mengalihkan pandangan ke arah lain. Yuda melihat reaksi mereka curiga lalu tersenyum, namun matanya mencari keberadaan Salindra.

“Kalian harusnya segera menikah takutnya ada fitnah tetangga," kata Yuda seolah mengancam.

"Kenapa anda ke mari?“ tanya Jayanti mengalihkan topik pembicaraan karena tidak mau menjawab pertanyaan ayahnya.

Yuda mengabaikan perkataan Jayanti kemudian berjalan masuk ke dalam saat akan melangkah ke arah dapur, melihat Salindra keluar dari kamar. Salindra terkejut melihat ayahnya pagi-pagi datang ke rumah,

Salindra berjalan ke ruang makan dan meneguk minuman sebentar kemudian melangkah pergi keluar.

Melihat Salindra pergi, Yuda mengikutinya dan memperhatikan pakaian yang dikenakan Salindra. "Tunggu,"

Salindra berhenti tapi tidak menoleh, matanya justru melihat kakaknya dan teman pria sedang berbicara di ruang tamu, cuek. Yuda mendekatinya dan berisi di samping sambil berkata.

"Kamu mau mencari pekerjaan... Ayah akan carikan pekerjaan buat kamu, kamu pasti senang bekerja di sana," kata Yuda dengan senyum lebar.

Jantung Salindra berdegup cepat, ada perasaan takut menyelinap dalam dirinya, seperti ada magnet yang menariknya ke sana, tapi pikirannya tidak menginginkannya. Di balik senyum ayahnya ada makna tersembunyi.

Jayanti ikut terkejut mendengar permintaan ayahnya matanya melebar sempurna. “Apa yang ayah katakan, mencarikan pekerjaan buat Salindra..."

“Salindra, jangan mau lebih baik kamu cari tempat kerja sendiri jangan percaya dengan mulut manis dari seorang pria," lanjut Jayanti menatap ayahnya tidak suka.

Yuda tidak lagi berkata-kata dan memilih diam karena percuma ada Jayanti semua rencananya pasti gagal. Membuatnya marah dan kesal kepada Jayanti anak pertama yang dulu pernah ia banggakan.

"Ayah hanya ingin yang terbaik buat Salindra agar tidak salah memilih pekerjaan, siapa tahu cocok dengan keinginan Salindra," sahut Yuda.

Salindra merasa jengah melihat ayahnya yang masih berdiri menahannya pergi. “Sudah aku peringatkan ke ayah tidak usah datang lagi ke sini, apa ayah lupa?"

“Kalau kamu berubah pikiran kamu bisa menghubungi ayah," kata Yuda memberikan sebuah kartu nama perusahaan kepada Salindra.

Yuda berjalan masuk ke dalam mobil dan meninggalkan halaman rumah mereka. Salindra melihat mobil ayahnya menghilang dari pandangannya menghembuskan napas sambil melihat kartu nama pemberian ayahnya. Salindra tidak merasa curiga dalam kartu nama tersebut kemudian di simpan di dalam dompet dan disembunyikan dengan rapi.

“Aku pergi dulu, Kak. Awas jangan diapa-apain anak orang nanti ngadu ke orang tuanya, Kakak kena imbasnya," kata Salindra melihat Fadi berdiri di belakang Jayanti. kemudian menyalakan mesin motornya dan meninggalkan area rumah.

Jayanti melihat Fadil masih di rumahnya merasa jengah. "Ternyata kamu mendengarkan pembicaraan kami, awas saja kalau mulutmu tidak bisa di jaga aku akan buat perhitungan sama kamu," ancam Jayanti menatap Fadil.

"Jayanti, menikahlah denganku, apapun keinginanmu aku akan turuti," pinta Fadil sambil menangkupkan kedua tangannya.

Jayanti menoleh dan melihat sikap Fadil yang terlalu berlebihan. "Fadil, cukup. Aku tidak mau terus seperti ini, kalau kamu mau menikah, pergilah dan cari perempuan yang mau menikah denganmu dan menerima kamu apa adanya," bentaknya kemudian masuk ke dalam kamar.

Fadil berdiri berjalan keluar menuju motornya dan menyalakan mesin segera meninggalkan rumah Jayanti dengan rasa marah dalam hatinya karena Jayanti menolaknya mentah-mentah. Di dalam pikirannya ingin membuat Jayanti bertekuk lutut memohon padanya tapi semua hanya angan belaka. Ia sangat menyesal pernah mencintai Jayanti begitu besar, dan sekarang baru tahu kalau Jayanti benar-benar tidak mencintainya.

Salindra melajukan motornya di jalan raya. Sesekali ia menyemangati diri sendiri agar tidak rapuh. Salindra berhenti di sebuah kafe, ia turun dari motor dan berjalan masuk mencari tempat duduk yang nyaman.

Suasana hari itu tidak panas juga tidak mendung, udara terasa sejuk di kulit. Salindri duduk di dekat jendela sambil menikmati segelas teh tarik, ia merasa haus di teguknya minumannya sampai setengah gelas. Ponselnya berdering chat masuk dari teman dekatnya Salindra membuka dan membacanya kemudian membalasnya.

Beberapa menit kemudian seseorang masuk dan duduk di seberang Salindra. "Akhirnya sampai juga di sini," katanya sambil menyenderkan punggungnya.

Salindra melihat teman satu kelas semasa sekolah menengah atas wajahnya merah terkena sinar matahari. "Kamu tidak berubah, masih saja seperti dulu. Katanya mau mengajak kerja, ada lowongan kerja buat aku apa tidak?"

"Sabar dulu, aku mau pesan minuman dulu, haus nih tenggorokan," katanya sambil mengangkat tangan ke arah pelayan.

Beberapa menit kemudian pelayan datang membawa pesanan Hafsah. Hafsah langsung mengambil makanan dan memasukan ke dalam mulutnya.

“Kamu yakin mau kerja?" tanya Hafsah melihat wajah Salindra sedih.

“Iya lah, kalau tidak aku tidak mau ketemuan sama kamu di sini," jawab Salindra dengan yakin.

“Berhubung kamu memiliki gelar sarjana, aku kasih informasi sesuai dengan pendidikan kamu, agar bisa terarah dan kamu bisa menguasai pekerjaan, soalnya cari kerjaan itu sulit di jaman sekarang,“ sahut Hafsah.

“Memangnya pekerjaan itu sesuai dengan pendidikan?" tanya Salindra yang belum tahu dunia kerja.

"Harusnya sih begitu tapi kenyataannya yang bodoh aja kerjaannya santai tapi gaji banyak daripada pintar gaji sedikit kan aneh," sewot Hafsah kesal.

Salindra merasa terbantu dengan informasi dari Hasfah teman dekatnya yang selalu ada di saat ia butuh. Salindra juga tidak diam saja ketika Hafsah sedang kesulitan, ia selalu mengulurkan tangan membantu Hafsah.

1
Rain Aricia
Ga usah dipaksa. Ga semua orang itu mau nikah, lo aja yg dh nikah ga tentram tuh rumah tangga
Rain Aricia
Ayahnya perlu dicuci otaknya
Rain Aricia
Mau gebrek rumah orang? Ga sopan Cit
Rain Aricia
Citra ga usah cari gara2 deh, ntar hidupnya susah lho
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
maksud konsepnya gimana 🤷
Anyue: Muna dia-nya
total 1 replies
Protocetus
Thor saya minta maaf kalau ada salah Thor 🥹
Anyue: Sama-sama, aku juga minta maaf.

jadi, terharu hiks....
total 1 replies
Alia Chans
suk😣🌹
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good boy 🫰
Anyue: setuju
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good 🫰
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ih oon, harusnya klw laki² serius mah ya dia yg biayain dasar otak lu Jayanti di taroh dimana. nggak mungkin nyangkut di kepala author mah wk.
Anyue: Jadi pengen tertawa
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
bagus
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya biayain sama kamu atuh. nggak mungkin kan di sebut mokondo mah nggak terima malu atuh punya mobil tapi pelit.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Gw masih baca Hazel, 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
alah siah 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
kepo
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
eh nggak semua masalah pribadi org tuh bisa di ceritain yah.
Anyue: Benar sekali
total 1 replies
Rain Aricia
Ishh ada aja org yg iri
Anyue: Dimanapun selalu saja ada orang seperti ini
total 1 replies
Rain Aricia
Berarti kemampuan Salindra ga main2
Rain Aricia
Kalau ini sih yg paling deg2annya diwawancara
Anyue: sport jantung
total 1 replies
Rain Aricia
Negara eropa?
Anyue: belum di kasih tahu 🤔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!