salsa adalah seorang anak yatim piatu yang kehilangan sang ibu semenjak berumur 8 tahun, kini dia harus menghadapi kenyataan pahit lagi karena harus kehilangan sang ayah di umur 18 belas tahun. tak cukup sampai di situ salsa juga harus hidup dengan sang ibu tiri yang kejam dan selalu memperlakukan seperti seorang pembantu, nasib salsa juga bertambah buruk karena kk tirinya yang memperlakukan tak kalah kejam dengan ibu tirinya, sampai sebuah pertemuan dengan seseorang dan berakhir pernikahan mengubah hidup nya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pujakesuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 4 anak malang
Hal-hal yang terjadi hari ini, tambah lagi pikirannya yang over thinking dengan masa depannya. bertambahlah sudah kesedihan salsa, kesedihan yang saat ini tidak bisa dia ceritakan ataupun dia bagikan kepada siapapun, hanya menyimpan semuanya di dalam hatinya sambil berdoa semoga dia bisa melewati semua ini, dan pelan-pelan matanya pun mulai terpejam nafasnya beraturan tapi sesekali Isak kan masih keluar masih keluar dari mulutnya.
Salsa menangis sampai tak sadar dirinya tertidur, perlahan tapi pasti matanya mulai terpejam. walau masih tersisa isakan-isakan kecil yang sesekali masih keluar dari mulutnya, dan juga sisa-sisa air mata yang masih menggenang di matanya memenuhi pelupuk matanya tapi mungkin fisik dan juga mentalnya sudah lelah, walaupun di keadaan seperti ini salsa masih bisa tidur.
...****************...
Pagi ini, pagi yang cerah dan juga indah tapi semua itu harus rusak. karena salsa hari ini kesiangan bangun jadi pagi ini ibu tirinya sudah marah-marah di depan pintu kamarnya, mengomel Karena pada saat ibu tiri dan kakak tirinya salsa belum bangun dan sarapan belum tersedia, hal itulah yang membuat ibu tirinya salsa marah-marah di depan pintu kamar salsa.
karena mendengar suara ibu tirinya yang sudah marah-marah dengan nada tinggi, salsa langsung bangkit dan keluar menuju dapur menyiapkan sarapan sebelum ibu tirinya lebih marah lagi. akan ada hal buruk yang terjadi kalau sampai ibu tirinya marah-marah lebih apalagi sampai main fisik, tanpa sempat mencuci wajah ataupun mengikat rambutnya dengan benar.
Kesadaran salsa langsung berkumpul, menyiapkan hidangan sederhana yang bisa disiapkan pagi ini. karena pagi ini selesai juga harus masuk kuliah setelah itu sore harinya selesai juga harus masuk kerja part time sampai jam 09.00 malam, jadwal salsa sudah penuh jadi salsa buru-buru menyelesaikan memasak agar dia bisa secepatnya berangkat kuliah karena nanti di jam 08.00 ada mata kuliah.
yang dosennya terkenal, jadi salsa tidak berani untuk datang terlambat. singkat cerita salsa sudah selesai masa pun menyajikan makanan yang sudah dia masak di meja makan setelah itu buru-buru ke kamarnya untuk mandi, dan bersiap-siap berangkat kuliah, tak hanya menyiapkan buku-buku untuk materi kuliahnya hari ini selesai juga menyiapkan baju ganti untuknya nanti.
Saat bekerja part time, menyiapkan seragam kerjanya dan memasukkan ke dalam tote bag nya yang muat banyak barang. setelah menyiapkan semua itu barulah salsa mandi dan bersiap-siap turun ke bawah untuk sarapan sebelum pergi ke kampus, saat salsa sampai di meja makan pemandangan yang dia dapatkan adalah meja makan yang berantakan dengan sisa-sisa makanan.
yang berantakan, hanya menyisakan sayur kol yang tidak disukai oleh salsa, untuk lauknya sudah habis dimakan oleh ibu tiri dan juga kakak tirinya, padahal salsa berharap masih ditinggali lauk agar dia bisa sarapan pagi ini padahal yang dia masak tadi cukup untuk mereka makan bertiga, pada akhirnya selesai sarapan hanya pakai nasi dan kuah dari tumis kol.
Sementara untuk sayur kol nya tidak dimakan oleh salsa karena dia tidak suka sayuran itu, tapi salsa tidak mengeluh sama sekali baginya ini sudah lebih dari cukup. dia masih bisa makan hari ini, pernah sekali salsa tidak di sisain makanan oleh mereka, seluruh sisa makanan yang dimasak oleh salsa hari itu di simpan oleh ibu tirinya.
Tidak disisain sedikitpun untuk salsa makan, dan hari itu selsa terpaksa menahan lapar. karena tidak memiliki uang juga untuk membeli makanan, itu juga yang membuat salsa sampai hari ini setiap kali melihat makanan selalu bersyukur, dan tidak pernah mau untuk menyia-nyiakan makanan sesedikit apapun itu, salsa pasti habiskan ataupun dia simpan untuk dia makan nanti kalau tidak habis.