NovelToon NovelToon
Aku Dan Anakku Bisa Hidup Tanpamu

Aku Dan Anakku Bisa Hidup Tanpamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Ketika suaminya berselingkuh hingga menghamili wanita lain, tak ada lagi kata maaf yang tersisa di hati Nadia.

Dengan tekad yang bulat, ia mengajukan gugatan cerai. Tanpa menoleh ke belakang, Nadia memilih meninggalkan rumah megah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya, beserta segala kemewahan yang pernah ia nikmati.

Baginya, harga diri dan ketenangan batin jauh lebih berharga daripada hidup bergelimang harta bersama seorang suami yang telah mengkhianati kepercayaan dan cinta yang selama ini ia jaga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

"Aku ingin kamu bicara dengan mereka."

"Bicara apa?"

"Katakan kalau aku ini istrimu. Mereka harus menghormatiku. Kalau mereka punya masalah denganku, sampaikan baik-baik. Jangan terus-terusan menyindir atau membandingkanku dengan Nadia."

Reno terdiam cukup lama. Ia tahu hubungan Karin dengan keluarganya memang memburuk. Di sisi lain, ia juga menyadari bahwa ia tidak bisa mengendalikan bagaimana setiap anggota keluarganya menilai seseorang. "Karin..."

"Aku serius."

"Aku bisa meminta mereka untuk menjaga sikap saat berinteraksi denganmu," jawab Reno pelan. "Tapi aku tidak bisa memaksa mereka mengubah perasaan atau pendapat mereka."

Karin mengepalkan tangan. "Yang penting aku tidak mau diperlakukan seperti kemarin lagi."

Reno mengangguk pelan. "Aku akan bicara dengan mereka." Meski demikian, jauh di dalam hatinya, Reno tahu percakapan itu tidak akan mudah. Rasa kecewa keluarganya terhadap berbagai keputusan yang ia ambil selama ini bukan sesuatu yang bisa hilang hanya karena sebuah permintaan.

***

Beberapa bulan berlalu sejak berbagai badai menerpa hidupnya. Nadia memilih mengurangi aktivitas di media sosial dan lebih banyak memusatkan perhatian pada pekerjaan serta membesarkan Kian. Kesibukannya sebagai model membuatnya bertemu dengan banyak desainer, penjahit, hingga pelaku usaha di industri fesyen. Dari situlah muncul sebuah impian yang selama ini hanya ia simpan dalam hati.

Suatu malam, setelah Kian tertidur, Nadia membuka buku catatan yang sudah penuh dengan berbagai sketsa sederhana. "Aku ingin punya merek sendiri," gumamnya pelan. Bukan sekadar menjadi wajah sebuah produk, Nadia ingin menciptakan karya yang membawa namanya sendiri.

Beberapa minggu kemudian, ia mulai mengumpulkan tim kecil. Ia berdiskusi dengan seorang desainer, mencari penjahit yang teliti, serta memilih bahan-bahan yang nyaman dipakai sehari-hari. Nadia terlibat langsung dalam setiap proses, mulai dari menentukan warna, memilih motif, hingga mencoba sendiri setiap sampel pakaian. "Aku ingin busana yang anggun, nyaman, dan harganya tetap terjangkau," katanya kepada tim. Setelah melalui berbagai proses, lahirlah merek busana muslim pertamanya.

Di hari peluncuran, Nadia tidak membuat acara yang mewah. Ia hanya mengunggah sebuah video sederhana di media sosial. Dalam video itu, Nadia berkata, "Dulu saya memulai kembali hidup dari nol. Hari ini, saya ingin memulai mimpi yang baru. Terima kasih untuk semua yang selama ini mendukung saya. Semoga setiap pakaian yang kami buat bisa menemani langkah para perempuan untuk tetap percaya diri, nyaman, dan anggun."

Unggahan itu langsung mendapat sambutan hangat. Banyak pengikutnya yang memberikan ucapan selamat dan mengapresiasi keberaniannya membangun usaha sendiri.

Kian menjadi orang yang paling bangga. "Mama hebat!"

Nadia tersenyum sambil memeluk putranya. "Terima kasih, Sayang."

Baginya, usaha itu bukan sekadar mencari keuntungan. Merek busana muslim yang ia dirikan adalah simbol dari perjalanan hidupnya,vbahwa setelah kehilangan, dihina, dan diremehkan, seseorang tetap bisa bangkit, berkarya, dan membangun masa depan dengan usahanya sendiri.

***

Usaha busana muslim milik Nadia berkembang pesat. Berawal dari sebuah usaha kecil, kini produknya telah dipasarkan ke berbagai kota dan semakin dikenal oleh masyarakat. Kesuksesan itu tidak membuat Nadia melupakan orang lain. Ia mulai merekrut ibu-ibu tunggal sebagai penjahit dan staf produksi agar mereka memiliki penghasilan tetap dan bisa hidup lebih mandiri. Baginya, usahanya bukan hanya mencari keuntungan, tetapi juga membuka kesempatan bagi mereka yang membutuhkan.

Kian selalu merasa bangga melihat perjuangan ibunya. Ia menyaksikan sendiri bagaimana Nadia membangun bisnis itu dari nol hingga mampu menghidupi banyak orang.

Karena pesanan terus meningkat, rumah yang selama ini digunakan sebagai tempat produksi sudah tidak lagi mencukupi. Nadia kemudian mengontrak rumah yang berada tepat di samping rumahnya dan mengubahnya menjadi ruang produksi. Dengan tempat yang lebih luas, proses pembuatan pakaian menjadi lebih teratur, sementara para karyawannya dapat bekerja dengan nyaman.

Kian sangat senang melihat rumah produksi ibunya yang kini selalu ramai. Setiap pagi, para pegawai datang dengan senyum dan semangat bekerja. Mereka sudah seperti keluarga bagi Nadia.

Bagi Kian, hal yang paling membuatnya bahagia adalah ibunya tidak lagi sendirian saat ia berangkat ke sekolah. Dulu, ia sering mengkhawatirkan Nadia yang harus bekerja seorang diri di rumah. Kini, selalu ada banyak orang yang menemani ibunya bekerja, bercanda di sela-sela istirahat, dan saling membantu.

"Sekarang Ibu punya banyak teman," kata Kian sambil tersenyum.

Nadia mengusap kepala putranya dengan lembut. "Iya. Berkat usaha ini, Ibu bukan cuma mendapat rezeki, tapi juga keluarga baru."

Mendengar jawaban itu, Kian merasa tenang. Ia semakin bangga kepada ibunya yang tidak hanya membangun usaha yang sukses, tetapi juga menciptakan tempat kerja yang hangat bagi banyak orang.

Di antara semua pegawai, Mirna adalah orang yang paling dipercaya oleh Nadia. Mirna punya latar belakang sama seperti Nadia dan rata-rata perempuan di sini. Ia single mam, suaminya berselingkuh dan yang membuat Nadia yakin mempekerjakan, putri semata wayangnya Mirna sakit kanker darah atau leukimia. Sejak bergabung, Mirna menunjukkan dedikasi, kejujuran, dan tanggung jawab yang tinggi, sehingga sedikit demi sedikit Nadia menyerahkan banyak urusan kepadanya.

Kini, Mirna bisa dikatakan sebagai tangan kanan Nadia. Ia mengatur jadwal produksi, memastikan pesanan selesai tepat waktu, membagi tugas kepada para pegawai, hingga menangani berbagai keperluan operasional sehari-hari.

Setiap kali Nadia harus menghadiri pertemuan dengan mitra bisnis, mengikuti pameran, atau mengurus pekerjaan di luar, ia tidak lagi khawatir meninggalkan rumah produksi. Mirna mampu mengendalikan semuanya dengan baik, sehingga usaha tetap berjalan lancar. Bagi Nadia, Mirna bukan sekadar karyawan, melainkan rekan kerja yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan dan perkembangan usahanya.

Tahun itu menjadi salah satu tahun terbaik bagi usaha Nadia. Berkat kerja kerasnya bersama seluruh pegawai, usahanya berhasil meraih keuntungan yang cukup besar. Sebagian keuntungan tersebut tidak dihabiskannya untuk kemewahan. Nadia memilih menggunakannya untuk membeli sebuah mobil sederhana yang sesuai dengan kebutuhannya.

Mobil itu bukan sekadar kendaraan pribadi. Setiap hari, mobil tersebut digunakan untuk mengantar kain dan bahan baku, mengirim sampel kepada pelanggan, menghadiri pertemuan dengan mitra usaha, hingga mengawasi kegiatan di berbagai cabang usahanya. Kehadiran mobil itu membuat mobilitas Nadia jauh lebih mudah dan operasional usahanya menjadi lebih efisien.

Saat melihat ibunya mengendarai mobil baru, Kian tersenyum bangga. Ia tahu betul bahwa kendaraan itu adalah hasil dari kerja keras dan kejujuran ibunya selama bertahun-tahun. Bagi Nadia, mobil tersebut bukan lambang kemewahan, melainkan alat untuk terus mengembangkan usaha dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi banyak orang.

Mirna tersenyum bangga melihat perkembangan usaha mereka. "Bu Nadia memang keren. Baru setahun, merek kita sudah punya nama besar. Pesanan datang dari berbagai kota, bahkan terus bertambah setiap bulan. Saya bangga bisa bekerja di sini."

1
falea sezi
knp jd bertele tele thor😒 kayak ikan terbang🤣
falea sezi
kenapa Fachri jd goblokk🤣🤣 niat bantuin. g sih
Iffanaya 😽
kk aku ikutan mewek...pls Thor bikin kian balik ke ibunya trs bongkar kebusukan karin Thor gk tega liat kian tertekan 😭😭
Muji Lestari
lanjutt thorrr
falea sezi
lanjut
falea sezi
makanya jd istri jangan bego wkt jd istri nabung yg banyak kuras harta sembunyikan klo suami selingkuh qm cerai g susah 😒
Iffanaya 😽
ditunggu lanjutannya kk 🫶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!