NovelToon NovelToon
Ruang Hati Opi Yang Diminta Mereka.

Ruang Hati Opi Yang Diminta Mereka.

Status: sedang berlangsung
Genre:Chicklit
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: hopipahnp

(Terinspirasi kisah nyata, dikemas dengan imajinasi penulis)

Anak yang tak pernah diharapkan kehadirannya. Kelahirannya dianggap kesalahan, membuatnya dibenci dan menderita sejak lahir. Hingga akhirnya ia bangkit melukai rasa sakit itu, dan bersinar menjadi bintang yang tak akan terlupakan. 🕊️✨

⚠️ Siapkan tisu, cerita ini penuh air mata! Jangan penasaran setengah jalan, yuk baca sampai tamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hopipahnp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalah

Raka dan kawannya kelas 10 baru tiba di kantin, sementara Daka dan temannya kelas 11 juga baru datang. Mereka melihat adegan di mana Hopipah sedang terkena masalah dengan lima pria kakak kelas yang terkenal di sekolah.

Daka tersenyum dalam hati, “Ha! Akhirnya Hopipah mendapatkan apa yang pantas untuknya. Semakin banyak yang membully dia, semakin bagus.”

Raka juga tersenyum dalam hati, “Hopipah memang pantas untuk diperlakukan seperti itu. Gue tidak akan ikut campur, biar dia yang menghadapi masalahnya sendiri.”

Raka dan Daka saling menatap dan mulai berbisik meninggalkan teman-teman mereka, keduanya memiliki ekspresi yang sama.

“Gue senang melihatnya seperti ini, Daka,” kata Raka dengan nada dingin.

“Gue juga senang, Raka. Semakin banyak yang membully dia, semakin lemah dia,” jawab Daka dengan ekspresi yang sama.

Mereka berdua hanya menonton dari jauh, sementara Hopipah berusaha untuk menyelesaikan masalahnya dengan lima pria tersebut.

“Gue tidak akan membantu dia, Daka. Biar dia yang menghadapi masalahnya sendiri,” kata Raka dengan nada tegas.

“Gue setuju, Raka. Dan lebih bagusnya nanti kita tambah deritanya,” jawab Daka dengan ekspresi yang sama.

Keduanya hanya diam dan menonton, sementara Hopipah berusaha untuk bangun dan menghadapi lima pria tersebut.

“Gue rasa kita harus pergi dari sini, Raka. Tapi gue senang melihat adegan ini,” kata Daka dengan nada puas.

“Gue setuju, Daka. Gue juga senang melihatnya,” jawab Raka dengan ekspresi yang sama.

Mereka berdua berbalik dan pergi meninggalkan tempat itu, meninggalkan Hopipah untuk menghadapi masalahnya sendiri.

 

Di sisi lain Hopipah ketakutan, dua kakak kelasnya ini melihatnya dengan tatapan tajam. Hopipah melihat sekelilingnya, semua orang melihatnya dengan ekspresi yang aneh, sinis dan tidak bisa ditebak.

“Eh buluk!” suara keras tersebut membuat Hopipah kaget dan melihat ke arah mereka.

“Elo jangan cuma diam doang monyet! Elo harus pijitin tubuh gue akibat elo tubruk seenaknya aja,” ucap Hendryk yang sedikit melangkah mendekati Hopipah.

“Sekali lagi, aku minta maaf, Kak,” ucapnya lemah.

“Gitu doang gak cukup, ikut gue,” ucap Keleo yang berjalan ke arah Hopipah, lalu menarik baju Hopipah dan pergi, yang lainnya pun mengikuti. Entah mau dibawa kemana Hopipah, dirinya bingung dan takut.

Yang lain pada melihat. Ada yang saling berbisik.

“Apa yang akan terjadi pada siswa itu?” bisik seseorang.

“Gue tidak tahu, tapi pasti tidak akan baik-baik saja,” jawab orang lain.

“Mereka kan ganteng-ganteng, bisa aja kan melakukan hal-hal yang aneh. Bahkan bisa aja mereka memperkosa!??” ucap dari salah satunya.

“Ih elo, pikiran elo aneh-aneh aja,” ucap teman sebangkunya yang menyenggol lengan temannya itu.

“Ih apa sih lo!”

Linzy yang mendengarnya pun merasa khawatir dan ngeri.

“Duh semoga Opi baik-baik saja,” gumamnya pelan penuh khawatir.

Tiba-tiba ada geng wanita datang dengan tubuh yang terlihat sedemikian rupa.

“Eh, mereka itu gak bakalan ngelakuin itu, ya gak selera merekalah. Cewenya aja burik, yakan girls,” ucapnya. Mereka tidak suka cowok populer kesukaan mereka, ada cewek lain yang dekat selain mereka.

“Ingat yah, mereka itu tidak sembarangan, apa lagi buang-buang cairan. Mereka gitu aja sama cewek buruk tadi gak bakalan sayang juga dong,” ucap salah satu temannya.

“Ya paling mereka kasih pelajaran, karena mereka akan menyimpan itu untuk diberikan pada orang yang tepat untuk mereka. Ya itu, untuk kita. Calon ibu masa depan anak-anak mereka,” ucap dari salah satunya lagi dengan begitu yakin dan pedenya.

“Yups, betul itu,” timpal ketua dari tiga temannya.

Yang duduk dan tadi berbisik membicarakan hal itu, mereka yang mendengarnya pun jijik dan hanya menganggukkan kepala sampai senyum kecut.

Linzy yang mendengarnya merasa geli melihat mereka dari belakang.

“Idih najis, gila halu tingkat obesitas,” gumamnya pelan. Ia memilih pergi, muak mendengarkannya.

Di sisi lain Hopipah hanya bisa mengikuti Keleo dan yang lainnya, mengikuti segala langkah karena terus diseret. Tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Mereka menuju arah gedung belakang sekolah, sudah mulai terlihat ada tempat kosong. Hopipah dibawa ke sana.

Mereka pun tiba, salah satunya membuka pintu. Dan saat pintu tersebut dibuka, keenamnya masuk hingga duduk di kursi besar mereka.

Hopipah melihat sekeliling ruangan itu, luas dan rapi. Keleo membuka bajunya dan terpampang tubuh atletisnya, Hopipah menutup matanya dengan tangannya. Keleo melemparkan baju tersebut ke wajah Hopipah, ia pun membuka baju yang dilemparkan Keleo ke wajahnya.

“Elo harus cuciin baju gue, yang tadi elo siram dengan minuman elo!” perintahnya dengan penuh tekan dan mata tajam tidak bisa dibantah.

Pada akhirnya Hopipah pun pasrah saja.

“Ya udah, kalau gitu toiletnya di mana?” tanya Hopipah.

Jefarel pun menunjukkan letak kamar mandi yang ada di sana, ia duduk dan lanjut main game.

Hopipah pun melangkahkan kakinya ke sana.

Tiba-tiba Ryker berkata saat ia sedang main game.

“Oh iya, sekalian yang di keranjang juga!” perintah Ryker. Sambil matanya mengkode ke arah keranjang dekat lemari mereka.

Hopipah mengikuti arah mata itu. Dengan berat hati dan keikhlasan yang dikumpulkannya, ia harus mencucinya.

Hopipah pun mencuci semua baju itu. Mengambil satu persatu dari keranjang, ia mulai mengisi air ke mesin cuci. Saat air mulai penuh ia memasukkan deterjen dan satu persatu memasukkan baju lima pria tersebut.

“Ih ganteng-ganteng pada jorok,” monolognya saat memasukkan baju basket, baju olahraga dan semuanya.

Saat semua baju itu sudah dicuci, giliran baju yang putih-putih termasuk baju Keleo.

Ia berharap bisa menyelesaikan tugas ini secepat mungkin agar bisa kembali ke kelas. Setelah selesai mencuci, Hopipah mengeringkan pakaian-pakaian tersebut dan menjemurnya.

Setelah itu ia pun ke ruang utama di mana ada lima pria yang lagi pada main game tersebut.

“Kak, semuanya sudah, aku pergi dulu ke kelas,” ucapnya.

Keleo yang asik main game di sofa bersama teman-temannya, mengalihkan pandangannya ke arah cewe cupu yang di ujung meja yang menghadap padanya.

Keleo pun menunda permainan gamenya.

“Nggak, setelah musibah yang elo buat hingga makan gue tertunda. Elo pesankan makanan!” perintah Keleo yang dingin dan datar, dengan tatapan tajam menusuk pada Hopipah.

Dengan enteng dan cukup beranikan diri Hopipah menjawab.

“Tapi kan, Kakak bisa pesan sendiri, ini aku sudah waktunya masuk kelas,” ucap Hopipah yang memberanikan diri walau sedikit tegang.

Hendryk yang mendengarkannya pun langsung menghentikan main gamenya itu dan langsung menyahuti.

“Apa susahnya tinggal lakuin. Beli makanan sekarang juga, itu emang hukuman elo yang belum selesai!” tekan Hendryk dengan tatapan tajam.

“Tapi aku bukan babu kalian,” balas menantang Hopipah.

“Nggak ada yang nganggap elo babu kami, babu kusam kaya elo. Apa yang elo sombongi cewe kumel kaya elo?! Pergi pesan sekarang bawa ke sini, jangan membantah!” perintah Keleo penuh tekan dengan raut wajah yang marah tapi ia tahan, lalu ia kembali main game lagi.

Hopipah yang melihat dirinya yang kumel dan kusam pun tidak bisa berkata apa-apa. Dan mau tak mau ia pun menerima perintah tersebut.

“Tuh dengerkan, jadi elo pergi beli pesanan dan bawa pesanan ke sini, habis itu elo pijitin punggung gue! Karena ditabrak elo itu bagaikan dilempar gajah besar ke punggung gue,” sahut Hendryk penuh tekan dengan tatapan tajam sambil mengeluarkan uang lalu menyimpannya di atas meja. Walau Hendryk melihat tubuh Hopipah itu kucel, kurus, dan gak terawat.

Hopipah dengan wajah kesal yang coba ia tahan, ia melangkah ke arah meja dan mengambil lembaran uang tersebut. Dan ia pun berbalik badan menuju keluar pintu.

Tiba-tiba Jefarel berkata, “Yang ikhlas ya Adek manis? Ingat lima porsi menu sama mie ayam kuah bakso pedes sedang semua, minuman sama!” ucap Jefarel sedikit teriak.

Hopipah yang mendengarkannya pun sambil berjalan memutar bola mata dengan raut wajah kesal.

*

*

Like, komen dan follow akun aku, serta hadiah dan votenya dan ikuti terus kisah ini dan mampir yuk ke novel ku yang lain

judu Novel : Beautiful, Previously Injured (Berlian di Pelukan CEO MAFIA)

1
-Thiea-
syukurin...😁
-Thiea-
rasakan kalian semua. karma akan segera datang 😅
-Thiea-
jadi dia anak angkatmu pak. biar ada wali yg bisa ngelindungi dia.
-Thiea-
oh, kakaknya kaleo, aku kira ayahnya 😁
-Thiea-
bapaknya si kaleo ini ya
-Thiea-
jangan mau ditindas lagi hopipah. sudah saatnya kamu melawan.
-Thiea-
sekarang kan udah ada orang yang membantu. jadi laporkan aja. biar mereka terima hukumannya.
-Thiea-
kasih pelajaran pak yang berat. sekeluarga kalo perlu.
-Thiea-
gak ada gunanya ngomong sama orang yg g punya hati. 😑
-Thiea-
semoga pak Adrian bisa menjebloskan mereka semua ke penjara. dah gedek banget aku..😡
-Thiea-
ngapain kau merasa terhina. emang udah hinanya kalian.😑
-Thiea-
lapor polisi dah setelah ini.
-Thiea-
emangnya gak ada security kan di sekolah itu. jeritan sekeras itu masa g ada yg dengar.
-Thiea-
kok anak kalian. adik kali Thor 😁
-Thiea-
salahin aja orang tua kalian. malah nyalahin dia. 😑
-Thiea-
beraninya cuma main keroyokan.
-Thiea-
mau apa lagi mereka. 😡
-Thiea-
ganggu aja satu makhluk ini.
tapi, gimana dengan keluarganya nanti kalo tahu Opi sudah sukses. apa mereka bakal tetap gangguin?
-Thiea-
apalagi nih anak-anak setan. ganggu aja. kapan sih mereka musnahnya.😑
-Thiea-
jadi makin cantik ya..😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!