NovelToon NovelToon
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

Dari balik retakan yang ia ciptakan, Ryden muncul kembali di sebuah bukit kecil di luar Shells Town, menatap kota yang mulai tenang kembali dari kejauhan. Ia terduduk, napasnya sedikit tersengal—penggunaan teleportasi jarak jauh masih menguras staminanya cukup besar, meski jauh lebih ringan dibanding enam tahun lalu ketika ia baru mendapatkan kekuatan ini.

Jadi awal ceritanya masih sama, pikirnya, mengingat pertemuan Luffy dan Zoro yang baru saja ia saksikan. Tapi entah kenapa aku merasa... ada yang berbeda. Firasat ini tidak bisa kuabaikan.

Ia membuka layar Sistem transparan di hadapannya, memeriksa notifikasi harian yang muncul.

[SISTEM LOGIN HARIAN]

[LOGIN HARI INI : GULUNGAN TEKNIK HAKI OBSERVASI]

Ryden tersenyum puas. Gulungan Haki Observasi adalah hadiah yang sudah lama ia nantikan—kemampuan untuk merasakan kehadiran dan niat orang lain akan sangat berguna dalam pertarungan maupun menghindari bahaya yang tak terduga di lautan berbahaya seperti Grand Line.

Namun pikirannya kembali melayang ke pertemuannya dengan Luffy. Ada sesuatu dalam mata bocah bertopi jerami itu—sebuah kilau tekad murni yang tak tergoyahkan—yang membuat Ryden merasa hangat sekaligus gelisah di saat bersamaan. Dalam kehidupan sebelumnya, ia hanya menyaksikan kisah itu lewat halaman kertas dan layar kaca. Kini, ia menjadi bagian dari dunia yang sama, menghirup udara yang sama, merasakan angin laut yang sama dengan tokoh-tokoh yang dulu hanya ia kenal sebagai fiksi.

"Aku harus berhati-hati," batinnya. "Kehadiranku saja, meski aku berusaha untuk tidak turun tangan, sudah cukup mengubah banyak hal kecil. Siapa tahu, keputusan sekecil apa pun dariku bisa mengubah nasib besar di masa depan."

Ia bangkit berdiri, menatap laut lepas yang membentang jauh di kejauhan. Firasatnya mengatakan, pertemuannya dengan Luffy hari ini bukanlah yang terakhir. Jalan mereka akan terus bersinggungan, entah sebagai sekutu, saksi, atau bahkan—suatu hari nanti—sebagai lawan.

Beberapa hari kemudian, kabar tersebar luas di seluruh East Blue: Kapten Morgan yang tiran telah dijatuhkan, dan seorang bajak laut baru bertopi jerami mulai mengarungi lautan bersama pemburu bajak laut bernama Roronoa Zoro. Berita itu menyebar cepat, sampai juga ke telinga Angkatan Laut pusat, yang mulai mencatat nama Monkey D. Luffy sebagai nama yang perlu diawasi.

Ryden, yang saat itu sedang berlayar menuju sebuah pulau kecil bernama Orange Town—tempat yang menurut ingatannya akan menjadi lokasi pertemuan Luffy dengan Nami—memutuskan untuk mengubah arah tujuannya. Ia tidak ingin terlalu sering muncul di sekitar Luffy, khawatir kehadirannya justru akan mengganggu jalannya takdir yang seharusnya mempertemukan bocah itu dengan kru-krunya di masa depan.

Biarkan mereka membangun ikatan mereka sendiri, pikirnya sambil mengarahkan kapal kecilnya ke jalur berbeda, menuju sebuah pulau yang tak pernah ia dengar namanya sebelumnya dalam kisah asli—tanda nyata bahwa dunia ini sudah tidak sepenuhnya sama dengan yang ia kenal.

Angin laut berhembus kencang, membawa kapal kecilnya menembus ombak menuju petualangan baru yang tak terduga. Di kejauhan, awan gelap masih menggantung di cakrawala—pertanda bahwa perjalanan panjang Ryden Vale, sang Peretak Ruang, baru saja memasuki babak yang jauh lebih besar dari yang pernah ia bayangkan.

Malam itu, di atas geladak kapal kecilnya yang terombang-ambing tenang oleh gelombang, Ryden duduk bersila sambil memejamkan mata, mencoba mempraktikkan gulungan Haki Observasi yang baru saja ia dapatkan. Konsentrasinya terpecah beberapa kali—rasanya seperti mencoba mendengar bisikan di tengah badai, samar dan sulit ditangkap. Namun perlahan, ia mulai merasakan sesuatu: getaran halus di udara, semacam jejak kehadiran makhluk hidup di sekitarnya yang sebelumnya tak pernah ia sadari.

Jadi seperti ini rasanya mulai membuka indra keenam, pikirnya, seulas senyum puas terukir di wajahnya meski keringat dingin membasahi pelipisnya karena kelelahan mental yang luar biasa.

Ia membuka mata, menatap langit malam yang dipenuhi bintang. Pikirannya kembali melayang pada satu pertanyaan yang terus mengusiknya sejak insiden di Shells Town—apakah keputusannya untuk memperkenalkan diri kepada Luffy dan Zoro adalah langkah yang tepat, ataukah ia baru saja menabur benih perubahan yang kelak akan tumbuh menjadi sesuatu yang jauh di luar kendalinya?

"Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak terlalu jauh mencampuri jalan cerita ini," batinnya, menghela napas panjang. Tapi bertemu dengan mereka secara langsung... rasanya seperti sebuah dorongan yang tak bisa kutolak. Mungkin, jauh di dalam diriku, aku memang ingin menjadi bagian dari kisah ini—bukan hanya sekadar penonton.

Ia membuka kembali layar Sistem transparan di hadapannya, memeriksa progres kekuatannya secara menyeluruh. Retakan ruang yang dulu hanya mampu memotong kayu tipis, kini sanggup menembus lempengan baja setebal beberapa senti. Jarak teleportasinya pun telah berkembang jauh, dari yang semula hanya beberapa meter, kini mencapai puluhan meter dalam sekali gerakan—cukup untuk membawanya kabur dari situasi berbahaya dalam sekejap mata.

Namun ada satu hal yang masih menjadi misteri baginya: skill keempat dari Rift Rift no Mi yang hingga kini masih terkunci rapat dalam status Sistemnya, hanya bertuliskan tanda tanya tanpa penjelasan apa pun. Ryden sudah mencoba berbagai cara untuk memancingnya muncul—melatih diri hingga batas kelelahan, memaksakan kekuatan dalam pertarungan sungguhan, bahkan bermeditasi berhari-hari—namun kekuatan misterius itu tetap bungkam, seolah menunggu momen yang tepat untuk mengungkapkan dirinya sendiri.

Cepat atau lambat, aku akan menemukannya, pikirnya penuh tekad, menutup layar Sistem dan berbaring di geladak kapal, membiarkan gelombang laut yang tenang mengantarnya perlahan menuju tidur. Di kejauhan, bintang jatuh melintas cepat di langit malam—sebuah pertanda kecil yang tak disadarinya, seolah semesta sendiri tengah menyiapkan babak baru yang jauh lebih besar untuk perjalanan Ryden Vale selanjutnya.

1
MALES NGETIK 3
mantap
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!