NovelToon NovelToon
Bertahan Mencintaimu

Bertahan Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Obsesi / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:357.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: adwiyah

Anastasya menikah dengan Abimayu karena perjodohan orang tua mereka. Namun setelah menikah Abimayu bersikap acuh kepada Ana karena dia belum bisa menerima Ana dalam hidupnya. Sedangkan Ana telah lama jatuh cinta kepada Abimayu sejak pertama kali melihatnya. Ana terus berusaha untuk membuat Abimayu agar bisa menerima dirinya. Tapi Abimayu tetap tidak bisa menerimanya setelah mengetahui Ana adalah wanita yang suka pergi ke klub malam.

Mampukah Ana meluluhkan Abimayu sampai Abimayu menerimanya?
Mampukah Ana bertahan mencintai Abimayu disaat Abimayu selalu mengabaikannya?

jangan lupa lanjutkan baca kisahnya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adwiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 4

Pukul 4 pagi, Abimayu bangun dari tidurnya. Dia ingin melaksanakan kewajaibannya sebagai seorang muslim. Saat dia bangun, pertama kali dia melihat ada seorang wanita yang tidur di sampinya. Bukannya senang, tapi dia menghela nafasnya dengan berat.

Abimayu turun dari ranjang dan pergi membersihkan diri ke kamar mandi. Saat keluar dari kamar mandi, dia menghidupkan lampu yang ada di kamar mereka karena dia ingin suasana terang saat sedang shalat.

Di saat lampu sudah menyala, Abimayu mengarahkan kembali pandangannya ke arah istrinya yang tidur di atas ranjang. Dia melihat wajah itu dengan lekat karena dia sama sekali belum pernah berkenalan dengan sang istri. Semakin lama melihat bola matanya semakin lebar terbuka. Dia pernah bertemu dengan Ana sebelumnya dan mengingat kejadian saat dia menandak mobil seseorang di pinggir jalan.

Abimayu memicit keningnya dengan pelan. Dia tidak menyangka bahwa wanita itu yang menjadi istrinya saat ini.

Setelah pagi tiba, Ana telah bangun dan membersihkan dirinya. Di kamar mereka masih terlihat Abimayu yang duduk di sofa kamar sedang memainkan ponselnya. Sejak Ana bangun, Abimayu tidak mengatakan sepatah kata pun kepada Ana, dan Ana merasa sedikit takut karena dia menyadari mungkin Abimayu telah mengenal siapa dia.

"Mas..." panggil Ana kepada Abimayu dengan suara sedikit pelan.

Abimayu mengalihkan pandangannya ke arah Ana dan melihat Ana telah selesai bersiap dengan menggunakan pakaian yang membuat Abimayu sedikit kesal.

"Apa pakaianmu tidak ada yang lebih bagus dari situ?" tanya Abimayu dengan sinis.

"Memangnya kenapa dengan pakaian-ku?"

"Lihat saja sendiri bayanganmu di depan kaca!"

Abimayu akhirnya memutuskan untuk keluar dari dalam kamar karena tidak tidak ingin melihat Ana lagi.

...----------------...

Setelah seminggu duduk di rumah orang tua Ana, Abimayu memutuskan untuk membawa Ana pindah ke rumah miliknya. Karena ia juga tidak bisa terlalu lama meninggalkan perusahaan.

Ia sudah memberitahu kepada Ana, bahwa mereka akan pindah dari rumah Ana sekarang, tapi Ana belum setuju. Ia masih ingin tinggal bersama orang tuanya. Jika mereka pindah, Inilah pertama kali ia hidup berpisah dengan orang tuanya.

"Memangnya harus tinggal di sana ya?" tanya Ana ketika Abimayu mengajak ia untuk pindah rumah.

"Ya, karena saya harus bekerja, jadi kita harus pindah secepatnya," jawab Abimayu tegas. "Jarak dari sini ke perusahaan itu lumayan jauh, akan memakan waktu yang lama di perjalanan kalau kita harus tinggal disini."

"Tapi Mas... ," Ana ingin membantah lagi dan langsung dipotong oleh Abimayu.

"Ana, kamu harus ingat! Seorang istri harus mengikut apa kata suami. Kalau kamu tidak mau, biar aku saja yang akan pindah dan kalau ada waktu, aku akan pulang melihatmu."

Ana tidak setuju kalau ia harus berpisah dari Abimayu, tapi ia juga belum bisa kalau harus tinggal berdua saja. Ia sangat malas jika harus menyelesaikan yang namanya pekerjaan rumah. Kalau mereka tinggal di rumah orang tuanya, semua pekerjaan bisa dilakukan oleh pelayan.

Saat makan malam bersama, Abimayu menyampaikan niatnya untuk membawa Ana pindah kepada orang tuanya, meskipun Ana masih belum setuju. Ardi dan Kiran tidak keberatan, mereka mengerti kalau Abimayu harus bekerja mengurus perusahaannya.

"Papa dan Mama tidak keberatan kalau itu sudah keputusan yang kalian ambil. Kami paham, kalau Nak Abi harus mengurus perusahaan." Ardi berkata dengan hati-hati, karena ia tidak ingin menambah kesal putrinya yang sejak Abimayu mengatakan niatnya akan pindah, Ana sudah memperlihatkan wajah masamnya.

"Terima kasih, Pa, Ma. Saya minta maaf kalau terlalu cepat membawa Ana untuk meninggalkan rumah ini."

Bunyi sentuhan sendok terdengar sangat kuat dari arah piring Ana. Ia terlihat sangat kesal ketika orang tuanya menyetujui rencana kepindahan mereka tanpa adanya penolakan sedikit pun.

Ardi dan Kiran saling pandang satu sama lain melihat kelakuan sang anak.

"Ana, makannya yang bagus! Kenapa harus membuat bunyi begitu?" Kiran malu kepada Abimayu melihat kelakuan putrinya.

Abimayu lebih dulu menghabiskan makannya, lalu pergi meninggalkan ruang makan terlebih dahulu. Ana tidak ingin menyusul dengan cepat, tidak seperti biasanya. Ia ingin protes dulu kepada orang tuanya yang sudah mengizinkan mereka untuk pindah dari rumah ini.

Dengan wajah yang masam Ana melihat ke dua orang tuanya.

"Kenapa Papa dan Mama mengizinkan?" Ana langsung bertanya setelah Abimayu pergi.

"Ana, kamu tidak boleh begitu. Sekarang, kamu sudah menikah, dan kamu sudah menjadi tanggung jawab suamimu," ucap Kiran perlahan.

"Oh. Papa dan Mama sengaja menjodohkan Aku dengan Mas Abi karena tidak ingin menanggung hidup aku lagi?"

Ana sudah salah paham dengan apa yang disampaikan oleh papanya.

"Bukan begitu Ana." Kiran cepat membantah ucapan Ana. Kalau tidak diluruskan, bisa-bisa kesalah pahaman ini akan menjadi tidak berujung. Ia sangat paham bagaimana pola fikir putrinya yang manja ini.

"Bukan sayang, jika sudah menikah, seorang istri yang baik adalah yang patuh pada suaminya. Begitu juga sebaliknya, suami yang baik, yang bertanggung jawab kepada istrrinya. Sekarang kamu dan Abimayu sudah menjadi sepasang suami dan istri, jadi kamu harus patuh dengannya selagi apa yang ia lakukan itu tidak salah. Kamu juga harus mengerti, dia punya pekerjaan yang harus ia selesaikan. Dia juga memilih mengajak pindah karena itu lebih baik. Jarak dari rumah kita ke perusahaan lumayan jauh, lebih baik jika kalian tinggal dekat dengan tempat ia bekerja, supaya ia tidak lelah. Butik kamu juga dekat dengan daerah di situ. Mama dulu juga begitu, ikut Papa kemana saja dia bawa. Karena Mama tahu, kalau Mama sudah menjadi tanggung jawabnya Papa."

"Tapi, Ma. Siapa nanti yang akan mengurus rumah? Aku tidak suka kalau harus bekerja mengurus rumah. Kalau di sini ada pelayan yang mengerjakan".

Kiran merasa sedih mendengar pernyataan dari anaknya. Salah mereka juga, terlalu memanjakan Ana sejak dari kecil. Sekarang, putri mereka tidak bisa melakukan apapun tanpa dibantu oleh pelayan.

"Kamu harus belajar sedikit demi sedikit, dan tidak boleh malas."

Ardi hanya duduk diam mendengarkan perdebatan antara anak dan istrinya itu. Ia membiarkan sang istri yang bicara karena ini adalah masalah kaum wanita, dan menurutnya hanya sesama wanita yang bisa mengerti bagaimana keadaannya.

"Ternyata tidak semudah yang dibayangkan," ucap Ana sambil menghela nafas. Ia berfikir setelah menikah ia bisa tetap tinggal bersama orang tuanya selamnya, tapi ternyata dalam hitungan hari setelah menikah, ia sudah harus pergi dari rumah orang tuanya.

"Kamu jangan sedih sayang! Kamu masih boleh datang ke sini kapan pun kamu mau. Ini tetap akan jadi rumah kamu juga," ucap kiran menenangkan putrinya.

Ana masih diam di tempat duduknya demgan wajah yang masih sedikit kesal.

1
Zahir Ibramim
bagus banget udah 4 kali baca kalau lagi gabut 😁
falea sezi
cerai aja nay pergi jauh
Fatimah Fatimah
Buruk
Elly
jangan egois ana demi fatimah
Solhany Hany
aku suka banget ceritanya..bagus👍
Aba Bidol
Tapi keren kok karyamu othor. Aku saja hanya bisa membaca blom tentu bisa bikin karya kayak kamu othor. Tetap semangat berkarya yahh othor, caayoooo ✊✊
Aba Bidol: Eehh nongol di sini lo. Ngapain lo carper di sini heh. Aku sering liat komen2 lo d beberapa karya author lain. Semoga doa2mu yang lo berikan ke semua author itu bakalan balik ke lo. Miris banget sama kelakuan lo. Yang aneh itu lo carper. Awas lo kalo lo doain yang aneh2 ke author. Semoga doa lo itu balik ke lo sendiri, Ngerti lo
total 2 replies
Aba Bidol
Pasti Abi auto nangis bombay kalo Ana nggak balik pulang 🤣🤣
Aba Bidol
Bagus dong naila sadar bhw kelakuannya itu salah. Wanita baik2 nggak akan mau jadi valakor
Aba Bidol
Naila aneh deh. Pas mo nikah dengan suami orang auto sembuh sakitnya. Valakor mah aneh2 aja deh siasatnya .....halus banget mainnya. Katanya wanita sholehah tapi malah ngembat suami orang ...ckk..ckk
Aba Bidol
Untung ini hanya cerita dunia halu, coba kalo di dunia nyata aku pasti sudah terheran2, kok orang sakit malah nyari obatnya dengan cara di nikahkan dengan suami orang. Dan anehnya si suami juga mau2 aja. Kesannya si Naila jadi kayak valakor tapi halus mainnya. Juga ortunya Abi kok santuy aja terima alasan ortu naila bhw anaknya akan sembuh kalo nikah ama Abi. Tapi untung ini hanya dunia halu ya othor
Aba Bidol
Kerenn 👍👍
Nurhayati Nia
memang penyesalan itu tidak pernah datang di awal mas abimanyu
Nurhayati Nia
begitu tega nya kamu abi manyuu
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
ya jangan dibuka juga aibnya istrimu didepan teman²mu vik
Angah Auni
/Proud//Proud/
Tri Utari Agustina
Cerita bagus banget thor semangat semoga novel lancar dan sukses selalu
Rere Sativa: alhamdulillah.. Terima kasih Kak😘
total 1 replies
Tri Utari Agustina
Semoga ketemu dengan istri nya
Siti Yuliatin
kesalah pahaman jk dibiarkan bs merusak segalanya
Siti Yuliatin
tabayun abi... cari bukti baru bicara
Siti Yuliatin
sepertinya perlu lebih saling mengenal, lbh banyak ngobrol agar bs saling memahami bukan saling berprasangka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!