NovelToon NovelToon
Rumah Hantu

Rumah Hantu

Status: tamat
Genre:Rumahhantu / Horor / Tamat
Popularitas:19.3k
Nilai: 5
Nama Author: Endah puji astuti

Karya ini menceritakan tentang kehidupan seorang manusia yang sulit bahkan hampir tidak mau berbaur dengan sesama. Bahkan selama hidupnya, hanya ia habiskan untuk keluarganya saja. Kehidupan dengan tetangga dan sekitar tak ia pedulikan. Bahkan untuk menyapa pun sangat enggan dilakukan. Hingga akhirnya ia di temukan telah mati membusuk dirumahnya. Tak ada seorang pun yang mengetahui akhir hayatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Endah puji astuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 Melihat Setan

Ibu dan Mira menemaniku tidur di kamar. Kami menggelar kasur lantai dan tidur berhimpitan bertiga. Sedangkan Bapak, beliau memilih untuk menggelar kasur di depan televisi. Ruang tengah yang di jadikan sebagai ruang keluarga menonton televisi berada tepat di depan kamarku. Sedang kamar Mira berada persis di sebelah kananku, dekat dengan ruang tamu. Sedang kamar Bapak dan Ibu ada di sebelah kiri kamarku, dekat dengan pintu dapur.

Malam begitu panjang ku rasakan. Suara hembusan nafas Ibu sudah terdengar. Sepertinya Ibu sudah tertidur. Begitu juga dengan Mira, nafasnya teratur dengan sedikit suara dengkuran keluar dari mulutnya yang sedikit terbuka. Sedangkan Bapak, sepertinya juga sudah terlelap karena terdengar suara nafasnya yang berat di depan pintu kamar. Kini hanya aku yang masih terjaga.

Dug...dug...dug...

Jantungku kembali berdegub kencang manakala terdengar suara langkah kaki seseorang berjalan di dapur. Suara langkah kaki seseoranh yang sedang mondar mandir seperti sedang mencari sesuatu. Aku meringkuk, memegang selimut kuat-kuat karena takut akan ada yang menariknya lagi dari bawah.

Suara itu masih terdengar. Aku mengatur nafas untuk tetap tenang, namun detak jantung tak pernah bisa berbohong. Aku melirik ke arah Ibu. Sepertinya Ibu juga mendengar, terlihat dengan sorot mata Ibu yang terbuka, menatap lurus kepadaku. Beliau memberikan isyarat padaku untuk tetap diam dengan meletakkan telunjuk jarinya di depan bibir. Aku mengangguk. Tangan Ibu memegang erat tanganku yang mulai dingin. Sedangkan Mira, dia masih tertidur pulas di sebelah kiri Ibu.

Suara dengkuran Bapak kini juga tak terdengar. Hanya ada suara langkah kaki yang berjalan mondar mandir dari dapur berjalan ke ruang tamu. Tentu saja melewati depan pintu kamarku dan juga melewati Bapak tidur. Namun tak ada suara apapun dari Bapak. Entah itu memang Bapak yang sedang mondar-mandir, atau memang ada orang lain selain Bapak. Kalau ada orang lain, entah mengapa Bapak hanya diam saja.

"Apa itu Bapak, Bu?" tanyaku lirih. Ibu menggeleng, entah apa maksudnya Itu.

Adzan subuh mulai berkumandang. Suara ayam jantan juga sudah mulai berkokok. Suara derap langkah kaki sudah tak terdengar lagi. Hanya suara deheman Bapak dari depan pintu kamar. Ibu bangkit dan beranjak menuju keluar. Aku turut serta di belakangnya. Sedangkan Mira, tentu saja dia masih pulas dalam tidurnya.

"Pak." panggilku lirih. Bapak yang sedang melipat kasur hanya melirik sekilas ke arahku. Lalu mengangkat kasur dan memindahkannya ke dalam kamar.

"Pak." panggilku lagi mengikuti langkah kaki Bapak menuju kamar.

"Ada apa, Nduk?" jawab beliau perlahan.

"Apa tadi Bapak yang mondar mandir di dapur?" tanyaku lirih. Bapak menggeleng. Tak ada obrolan lagi diantara kami. Bapak bergegas ke kamar mandi, membersihkan diri di lanjutkan dengan menunaikan ibadah wajibnya.

"Nggak ke Mushola, Pak?" tanyaku lagi. Lagi-lagi Bapak hanya menggeleng. Ibu menyusul Bapak dan juga menunaikan ibadah Sholat subuh.

"Bangunkan adikmu, Yu. Lalu kalian Sholat juga." perintah Ibu. Aku mengangguk.

Tak ada obrolan di antara kami semua saat sarapan. Aku bergegas menghabiskan sarapan, begitu juga dengan Mira. Bapak sudah pergi ke ladang sejak pagi. Sedangkan Ibu sudah pergi ke rumah Budhe Narti setelah selesai bersih-bersih dapur.

Suasana sepi dan suram kini terasa saat aku dan Mira harus melintasi rumah Bu Nuri. Rumah yang besar dan megah itu kini kosong di tinggal mati oleh penghuninya. Aku bergidik ngeri saat mataku sempat melihat ke dalam melalui celah pintu pagar.

"Kenapa, Mbak?" Mira mengejutkanku.

Bergegas aku mempercepat langkah kaki tanpa mengindahkan pertanyaan Mira. Karena kalau di ladeni, pembahasan Mira pasti akan sampai ke hal-hal yang tidak perlu.

"Mbak, semalam di tungguin sama Bu Nuri, ya?" tanya Mira sambil berlarian kecil menghampiriku, sedangkan aku lebih memilih untuk tetap diam dan menambah kecepatan jalanku.

"Mbak, jangan cepat-cepat toh jalannya." sungutnya. Aku menghentakkan kaki ku ke tanah, menampakkan wajah sebal karena dia menanyakan tentang Bu Nuri terus menerus.

"Kalau iya memangnya kenapa? Kamu mau juga di tungguin?" tanyaku ketus.

"Dih, gitu aja marah. Lagian Mbak Ayu nggak berdoa dulu sebelum tidur." ucapnya sembarangan. Aku menempeleng kepalanya hingga membuatnya sedikit terhuyung.

"Awas aja, nanti malam gantian kamu yang di tungguin sama Bu Nuri." ancamku. Mira malah terkekeh. Aku menatap heran pada adikku itu. Tak ada sedikit pun rasa takut dalam dirinya. Mungkin karena dia masih kecil, masih sepuluh tahun. Jadi dia belum mengerti tentang bagaimana menakutkannya penampakan orang yang sudah meninggal.

"Aku sudah lihat, Mbak." jawabnya enteng. Aku mendelik, menampakkan bola mataku yang lebar ke arahnya. Sedangkan Mira malah semakin tertawa puas.

"Kapan?" aku menghentikan langkahku tiba-tiba, membuat Mira terjatuh kebelakang karena menabrak tubuhku di depannya. Sedangkan aku juga ikut terhuyung, mengingat tubuh Mira yang memang lebih besar ketimbang aku, kakaknya.

"Bilang-bilang dong, Mbak, kalau mau berhenti. Sakit nih." Mira menepuk-nepuk rok bagian belakangnya. Kini giliran aku yang tersenyum puas.

"Kapan?" aku mengulangi pertanyaanku.

"Kapan apanya?" aku menghela nafas kasar kali ini. Ku tahu Mira hanya memancingku untuk menyebut nama Bu Nuri saat ini. Kembali aku melotot ke arahnya.

"Kemarin sore. Pas aku mandi." jawabnya enteng. Aku masih terdiam, sedangkan Mira sudah berjalan mendahuluiku.

"Mira, dimana?" tanyaku lagi. Mira menoleh, namun tak menghentikan langkahnya untuk pergi ke sekolah.

"Di kamar mandilah, Mbak. Memangnya dimana lagi." jawabnya ketus. Aku masih syok mendengar ucapannya. Jika benar apa yang di ucapkan Mira, itu artinya arwah Bu Nuri benar-benar jadi arwah penasaran yang bergentayangan dimana-mana. Aku bergidik ngeri sendiri dan memilih untuk berlari cepat mengejar adikku itu.

Sampai di sekolahan, suasana kelas juga ramai dengan beredarnya rumor Bu Nuri yang mati membusuk di rumahnya. Apalagi di tambah cerita jika beberapa anak ada yang melihat Bu Nuri berdiri di lantai atas rumahnya saat surup.

"Iya, kemarin sore pas aku pulang main kesorean. Orangnya berdiri di atas, di samping jemuran. Lagi liatin ke arah pohon selatan rumahnya." cerita Siti teman sekelas maupun sepermainan Mira. Aku yang baru sampai di depan kelas memilih untuk berhenti sebentar mendengarkan cerita adik-adik kelasku itu.

"Parah lagi, semalam di rumahku malah Bu Nuri banting-banting piring di dapur. Tapi pas di tengok sama Bapak, tidak ada apa pun di dapur." kali ini gantian Tini, teman sepermainan Mira juga. Pantas saja kemarin Mira pulang main sudah terlalu sore. Ditambah nafasnya juga ngos-ngosan seperti baru saja di kejar setan. Rupanya dia memang benar-benar melihat setan.

1
Yusrizal.75 Yusan
/Toasted/
Isnaaja
aku juga gitu yu,,awalnya bersikap ramah dan sopan,tapi kalau lama lama dicuekin jadinya enggan untuk bersikap ramah dan sopan.melengos aja lewatin orangnya
Endah_Merry: sama kak. aku jg gtu. males aja. nanti di kiranya kita cari perhatian 🤭
total 1 replies
Isnaaja
mungkin setannya bu nuri marah digibahin mira 😁
Endah_Merry: hahaha... iya. dia gk suka di gibahin. dia sukanya klo di ajak gibah 🤭
total 1 replies
Isnaaja
si mira update ya,,selalu lebih tau./Grin/
Endah_Merry: dia biang gosip cilik 😁😁
total 1 replies
Isnaaja
santuy banget ya jawabnya /Facepalm/
Endah_Merry: mau gimana lagi 😌😌
total 1 replies
Isnaaja
awas,nanti kamu dimarahin ibu.
Endah_Merry: hehehe.. Ibu sudah hafal, jdi gk marah 😅
total 1 replies
Isnaaja
apa gak bosen makan telur ceplok setiap hari?/Facepalm/
Endah_Merry: bosen kak, adanya cuma itu 🤣🤣🤣
total 1 replies
estycatwoman
good
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
😔😔syang'y tetangga sy klkuan'y hmpir mirip dngan Bu Nuri,mlah mgkin lbih parah..
Endah_Merry: iya bener. mending diemin aja.
total 5 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Mira hebat jg,mskipun mngaku takut tp msih mmpu mnyikapi keadaan..
Endah_Merry: hehehe... wajar sih. namanya jg takut🤭
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
kalau tarik2n slimut sma ayang sih seru,lah..ini tarik2n slimut sm setan😣😣
Endah_Merry: namanya juga setan. mana mau peduli orang yg di ganggu lagi ngapain 😄
total 5 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
mampir lg aku kak☺️
Lina Narseh
bagus critanya
Endah_Merry: terimakasih sudah mampir 🤗🤗🤗
total 1 replies
Ai Emy Ningrum
Tanam2an ,bunga2aan takut untuk layu ,rumput2an pun enggan untuk bertunas 😳😳😳 duuh sampe segitu nya efek demit bu Nuri 👻
by the way ,cerita ini tamat kah krn kampung nya sudh jadi kampung mati.Mira dan Ayu pun sudah dewasa dan berkeluarga...😗
Endah_Merry: 🤭🤭🤭🤭 saking cintanya kok
total 20 replies
Ai Emy Ningrum
ngapain lg bu Nuri tuh 😱😳🙀
maghrib maghrib udh keluyuran 👻👻👻
Ai Emy Ningrum: mending muter ,biar rada jauh tp aman dr jangkauan demit 👻👻
total 21 replies
yamink oi
luarrr biasaaaaaa
Ai Emy Ningrum: mantaap 👍🏻👍🏻
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
kemajuan.. hantu bu Nuri udah mau bantuin cuci piring, biasanya cuma banting2 piring doang, besok2 bantuin nyuci baju, masak, nyapu, ngepel 😁😁
Ai Emy Ningrum: meringan kan beban si ibuk lah jd nyah 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayu semaput ditanya sama hantu bu Nuri 🙈🙈🙈
Ai Emy Ningrum: 🤣😹🤣😹🤣😹😂😂😃😃😃
total 11 replies
yamink oi
benar saudara paling dekat adalah tetangga....
Endah_Merry: benar sekali. sekaya kayanya kita dan keluarga lainnya, tetap yang paling pertama nolong kita saat kesusahan emang tetangga.
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
recomended 👍👍👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ: sama2 lah yaaa.. 😚
total 8 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!