NovelToon NovelToon
In Times Of Rain

In Times Of Rain

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Contest / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:97k
Nilai: 5
Nama Author: Mila Y

Berawal dari menolong seorang laki-laki yang habis-habisan di hajar oleh ketiga preman. Maila juga harus bertemu kembali dengan laki-laki itu di sekolah barunya. Yang ternyata laki-laki itu adalah kakak kelasnya sendiri, yang merupakan laki-laki populer di sekolah. Yang ternyata namanya adalah Larbi.


Bukan hanya itu. Larbi juga terus mengusik dirinya. Sehingga, membuat Maila sebal pada Larbi sendiri. Namun, tanpa mereka sadari. Pertemuan mereka ada hubungannya dengan masa lalu mereka sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alun-Alun Kota.

"Lepasin! Gue nggak mau ikut kalian!" ucapku mencoba melepaskan tanganku yang di tarik oleh mereka berdua.

"Ayo ikut kami!" tegas mereka.

"Nggak mau! Lepasin!" ucapku dengan teriak-tetiak di depan mereka, tapi mereka menarik tanganku dengan kuat-kuat, sehingga aku meringis kesakitan. Aku pun menginjak kaki mereka berdua dengan keras, sehingga mereka melepaskan kedua tanganku. Aku mencoba berlari menjauh dari mereka berdua.

"Jangan kabur, lo!" ucap mereka sambil mengejarku dari belakang, aku mencoba berlari dengan sekencang mungkin, tapi justru mereka tetap bisa mengejarku. Dan kembali menarik tanganku. Aku mencoba memberontak agar tanganku terlepas dari mereka.

"Lo nggak akan bisa kabur dari kami," ucap salah satu di antara mereka.

"Apa yang ingin kalian mau dari gue?" tanyaku, sementara mereka berdua tertawa satu sama lain.

"Lo tanya apa yang ingin kita mau?" tanya mereka sehingga aku mengangguk untuk mengiyakan.

"Ayo ikut jadi budak kami, dan layani kami!" jawab salah satu dari mereka sehingga membuatku tertegun dengan jawabannya. Aku pun kembali mencoba melepaskan tanganku.

"Nggak mau!" bentakku pada mereka.

"Kalo tidak mau, dengan terpaksa kami harus membawamu secara paksa!" ucapnya sambil menarik-narik tanganku agar aku ikut dengan mereka.

Aku tidak tahu harus berbuat apa? Andai ada yang menolongku sekarang ini juga. Aku tidak mau ikut mereka, dan bahkan menjadi budak mereka.

Ya Allah tolonglah hamba, selamatkan diri hamba dari orang ini, mereka ingin menjadikan hamba menjadi budak mereka.

Aku menangis sambil berdoa di dalam hati, agar tuhanku bisa menyelamatkanku. Seharusnya aku mengikuti ucapan Larbi, untuk ikut dengan dia dan tidak pulang sendirian di jalan sepi seperti ini. Aku menyesal!

"LARBI!!!!" teriakku dengan kencang memanggil namanya.

"Mau teriak-teriak sekencang apa pun mencari pertolongan, nggak akan ada yang dengar! Jalan ini sepi!" ucap salah satu di antara mereka. Mereka pun tertawa renyah, sambil menarik-narikku. Aku hanya bisa menangis, dan berharap ada yang menolongku.

Tiiiiidddd!!!!

Sebuah suara klakson motor terdengar dari arah belakang, kilauan cahaya terpancar ke arah kami. Aku menoleh ke arah suara motor tersebut, dan syukurlah. Itu adalah motor milik Larbi. Larbi menghentikan motornya di depan kami dengan masih menggunakan helm. Ia menghampiriku dengan juga dua orang ini. Ia mengambil kerah baju salah satu di antara mereka, membalikan badan dan menghajarnya. Sehingga membuat orang itu terseungkur ke belakang. Begitu pun dengan satu lagi orang ini yang masih menarik-narik tanganku. Larbi menarik tanganku ketika kedua orang itu sudah di hajar olehnya.

"Mau ribut lo sama kami!" ucap mereka dengan lantang sambil berdiri setelah tersungkur ke bawah.

"May, kebelakang gue!" ucap Larbi padaku, dan aku pun mengangguk untuk mengiyakan. Aku pun mundur kebelakang Larbi.

Dua orang itu mendekati Larbi, dan juga menggepalkan tangan mereka dengan kuat-kuat, seperti sudah siap untuk segera menghabisi Larbi. Aku panik dan juga khawatir, aku takut Larbi akan babak belur oleh mereka berdua. Sama seperti saat pertemuan pertama kami di jalan waktu itu. Apalagi Larbi harus melawannya sendiri.

Tanpa ada aba-aba, dua orang itu langsung menghajar Larbi dengan bersamaan. Namun, Larbi langsung menghidari serangan mereka, dan malah menghajar balik mereka berdua. Aku berpikir sejenak, aku harus membantu Larbi melawan mereka. Tapi, aku tidak bisa berkelahi, dan aku pun harus mencari cara untuk menolong Larbi. Dan tiba-tiba aku kepikiran sesuatu, aku harus meminta bantuan pada kak Anggi. Siapa tahu ia bisa menolong kami. Aku pun mengambil ponselku di dalam tas selendang kecil milikku. Aku mencari nomor kak Anggi di kontak. Dan langsung saja ku telpon.

Tutt... Tutt... Tutt...

Nomor yang anda tuju tidak bisa di hubungi. Cobalah beberapa saat Lagi!

Nomor kak Anggi tidak bisa di hubungi. Aku pun menelpon lagi nomor tersebut.

Tutt... Tutt... Tutt...

Nomor yang anda tuju tidak bisa di hubungi. Cobalah beberapa saat lagi!

"Aduh, nggak bisa di hubungi lagi!" gerutuku.

Aku pun berpikir untuk menelpon kak Zio. Tapi, tiba-tiba ponselku mati karena Lowbet. Aku menaruh ponselku ke dalam tas kembali. Aku pun mencoba mencari benda-benda di sekitar sini untuk bisa menolong Larbi. Dan akhirnya aku menemukan sebuah balok kayu yang tergeletak di atas jalan. Aku langsung mengambil balok kayu tersebut.

"Dengan ini, gue bisa memukuli mereka!" ucapku. Aku menghampiri mereka dan langsung saja ku pukul salah satu diantara mereka menggunakan balok kayu yang ku pegang.

"Hiyaaaa!!!!" aku memukul lagi mereka dengan keras sehingga mereka meringis kesakitan, dan bahkan kesusahan merangkak untuk kembali menghajar Larbi. Aku memegang salah satu tangan Larbi, dan menariknya untuk menghampiri motornya.

"Ayo!" ucapku sambil menarik salah satu tangannya. Setelah sampai, Larbi langsung menaiki motornya, begitu pun denganku yang naik ke atas motor dengan di belakangnya. Larbi langsung menghidupkan motor tersebut dan langsung melajukannya. Dua orang itu tidak lagi mengejar kami, karena badannya meringis kesakitan akibat pukulan balok kayu yang ku pukul kepada mereka berdua.

Malam ini adalah malam yang begitu sial bagiku, dan malam yang begitu menyakitkan bagiku. Aku tidak bisa membedung air mataku, hati ku sakit, nafasku sedikit terasa sesak. Benar-benar menyakitkan.

"Hiks... Hiks... Hiks... Hiks..." dari tadi aku terus menangis dengan tersedu-sedu ketika Larbi terus melajukan motornya. Nampaknya ia dari tadi terus melirikku di kaca spion motornya. Kami sekarang sudah berada di jalan ramai. Malam ini adalah minggu, makanya jalan begitu ramai. Larbi menghentikan motornya di depan minimarket. Ia turun dari atas motor dan melepaskan helm yang ia pakai.

"Lo tunggu dulu disini!" ucapnya padaku.

"Lo mau kemana?" tanyaku.

"Udah, lo tunggu aja disini!" tegasnya lagi padaku, dan aku pun mengangguk untuk mengiyakan. Ia langsung beranjak menuju ke dalam minimarket, dan entah apa yang ingin dia beli. Sedangkan aku, aku masih duduk di atas motor sambil menunggunya. Aku mengambil tissue yang berada di dalam tas milikku, yang di kasih oleh kak Zifa ketika berada di sekolah. Aku mengelap air mataku menggunakan tissue tersebut, sehingga tidak tersisa air mata di wajahku. Walaupun wajahku terasa sembab akibat menangis tadi.

Tak lama kemudian Larbi keluar dari minimarket tersebut dengan membawa sekantong plastik kecil berwarna putih yang berisi belanjaan. Ia menghampiriku.

"Pakai helmnya!" ucapnya sambil menyerahkan helm yang tergeletak di atas jok motor di depanku.

"Nggak mau, lo aja yang pakai!" tolakku, karena helm yang ia bawa hanya satu. Ia pun meletakan belanjaan minimarket tersebut ke atas jok, dan memakaikan helm tersebut ke kepalaku.

"Ih, lo apaan sih! Gue bilang nggak mau! Ya nggak mau!" ucapku kesal padanya, dan akhirnya ia selesai memakaikan helm di kepalaku.

Ia naik ke atas motor kembali, menghidupkan motor dan melajukan kembali motor tersebut. Jalan di sekitar kota ini sangat ramai sekali.

"Kita mau kemana, sih?" tanyaku padanya. Ia pun langsung melirikku di kaca spionnya.

"Kita ke alun-alun kota," jawabnya sambil terus melajukan motornya.

"Mau ngapain?" tanyaku, tapi ia terdiam dan tidak menjawab pertanyaanku.

"Lo nggak denger apa yang gue ucapin? Kalo begitu gue turun aja disini, cepet turunin gue!" ucapku kesal padanya.

"Nanti juga lo tau!" ucapnya.

Tak lama kemudian kami berdua sampai di alun-alun kota, tempatnya luas dan sangat ramai. Banyak orang-orang berdatangan kesini, mengingat malam ini adalah malam minggu, jadi biasanya alun-alun akan sangat ramai di kunjungi. Aku turun dari atas motor dengan melepaskan helm di kepalaku. Setelah Larbi turun dari motor. Ia memegang lenganku dan mengajakku entah mau kemana. Ia mengajakku ke sebuah kursi taman yang kosong tersedia disana. Kami duduk berdua disana sambil melihat orang-orang yang sedang bersenang-senang di alun-alun kota sini.

"Nih minum!" ucapnya sambil menyerahkan minuman padaku dari dalam kantong plastik berwarna putih dari minimarket tadi. Karena aku haus, sehabis menangis tadi. Aku menerima minuman yang ia berikan padaku.

"Makasih," ucapku sambil menerima minuman tersebut.

Ia pun menggangguk." sama-sama," ucapnya.

Aku membuka tutup botol minuman tersebut dan langsung menekluknya. Sekarang aku sudah mulai lega, setelah menangis saat tadi.

"Kenapa sih lo baik banget sama gue? Dan peduli sama gue? Padahal lo adalah orang yang satu-satunya menyebalkan di hidup gue. Seharuanya lo nggak usah peduli sama gue, karena gue selalu bersikap kasar ke lo," ucapku padanya. Ia menoleh ke arahku setelah menekluk minuman yang ia beli.

"Karena..." ucapnya dengan menjeda.

"Karena apa?" tanyaku.

"Ya, karena lo pernah banyak nolongin gue! Jadi nggak ada salahnya kan gue peduli sama lo," jawabnya.

"Cuman karena itu?" tanyaku lagi.

"Iya. Terus mau lo, gue peduli sama lo karena apa?" tanyanya padaku yang malah membuatku bingung padanya.

Mau aku peduli sama dia karena apa? Entahlah aku bingung dengan ucapannya.

"Mau gue?" tanyaku bingung, ia pun mengangguk untuk mengiyakan.

"Gue nggak ngerti apa yang lo ucapin," ucapku.

"Jangan pura-pura nggak ngerti! Gue juga tau, lo mau gue peduli sama lo karena gue harus suka sama lo gitu? Hah? Begitu?" tanyanya yang membuatku sebal padanya.

"Apaan sih, lo geer banget!" ucapku kesal padanya, dan ia pun hanya tertawa di hadapanku.

"Bercanda!" ucapnya sambil terkekeh.

"Candaan lo itu garing tau nggak!" ucapku dengan masih kesal padanya.

"Siapa tahu candaan itu bisa jadi kenyataan," ucapnya sambil menekluk minumannya kembali. Sementara aku hanya menatap kesal padanya sambil menekluk minumanku kembali.

"Ada tukang jagung bakar, lo mau?" tanyanya padaku, tapi aku terdiam dan enggan untuk menoleh ke arahnya.

Jangan lupa like, komen, vote, dan rate.

1
Ai laelasari
Aku udah mampir kak, jangan lupa mampir di novel aku ya "MY TROUBLE MAKER SECRET HUSBAND"
auliasiamatir
mari saling dukung yah Kaka auyhor
Lee anna
kok kota kediri? othor berasal dari kediri kah?
Hiatus: Hehe bukan, Author bukan orang Kediri. itu cuman pantun 😅🙏
total 1 replies
Ria Diana Santi
Alhamdulillah kalau kamu senang Maila! Aku juga ikut senang! 🥰

Oh, jadi gitu. Syukurlah, ingatan kamu balik Larbi. Semoga, kalian bisa semakin dekat lagi, ya!🥰🥰

Benar! Cinta pasti akan ada coba dan uji. Tidak mungkin akan selalu mulus² saja. 👍🏻❤️

Tetap semangat ya Dek! Semoga, Allah selalu menjaga dan melindungi kamu serta membimbing kamu di mana dan kapanpun itu. Sehat terus! Aamiin!!

Sukses terus buat kamu, Dek!🥰👍🏻❤️
Ria Diana Santi: Aamiin ya rabbal alamin!🙏🏻🥰 🤲🏻❤️🤗 Makasih banyak doanya, Dek.
total 2 replies
Ria Diana Santi
Pasti lah rasa rindu itu menguasai dirimu, Maila! Apalagi, kalian terpisah ruang, jarak dan waktu. 😔😔
Ria Diana Santi
Apa tuh yang dititip ke Anggi oleh Maila?🙄🙄
Ria Diana Santi
Buku diary itu bertuliskan kisah cinta kalian yang teramat indah, Maila. Larbi ... ayo kembali ... 🥺🥺
Yukity
mampir lagi Thor..
like😍
TK
next Thor
Mila sari
bakal rindu mereka😪😪
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
dah end ya☺️
tetap semangat thor
ditunggu karya barunya💪
Lenkzher Thea
Keren thor, lanjut 👍❤❤❤
IG: Saya_Muchu
lanjut
Lenkzher Thea
Lanjut ka semangat 👍❤❤❤💪💪
Roselia Dufan
next thorr
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat💪☺️
Ria Diana Santi
Ini namanya ujian hidup, Maila!

Kita tidak bisa menentang takdir yang sudah di tetapkan! 🤧🤧
Mila sari
lanjut thor
Roselia Dufan
smangattttt thorr
Lenkzher Thea
Lanjut ka mila, 👍❤❤❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!