NovelToon NovelToon
Istri Figuran Sang Pewaris

Istri Figuran Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Figuran
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Demi menyelamatkan nyawa sang adik yang mempunyai penyakit jantung bawaan, Alina Savina seorang figuran terpaksa menerima tawaran gila dari Leon Gennadi Alexander.

Leon, aktor mega bintang sekaligus pewaris tunggal imperium bisnis Alexander Group, membutuhkan istri instan demi menghindari perjodohan kolosal keluarganya.

Sebuah kecelakaan tak sengaja di basement apartemen membawa keduanya ke meja pernikahan kontrak yang rahasia, dingin, dan penuh batasan ketat.

Di balik dinding kaca penthouse yang megah, sandiwara pernikahan satu tahun dimulai.

Sanggupkah mereka menjaga hati agar tetap logis, ataukah skenario takdir akan meruntuhkan dinding keangkuhan yang telah mereka bangun?

JANGAN LUPA KEPOIN CERITANYA YAAAAA

FOLLOW IG @LALA_SYALALA13
SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sandiwara Dimulai

Namun, saat Alina mendongak untuk memeluk Naya karena gembira, dia menyadari ekspresi wajah sahabatnya itu mendadak berubah. Binar semangat di mata Naya meredup, digantikan oleh gurat kecemasan yang mendalam. Naya menggigit bibir bawahnya, menatap Alina dengan pandangan bersalah.

"Nay? Ada apa? Kok mukamu malah berubah tegang begitu?" tanya Alina, firasatnya mendadak tidak enak.

Naya menghela napas panjang, menarik cangkir kopinya mendekat namun tidak meminumnya.

"Al... ada satu hal yang belum sempat aku omongin di pesan singkat tadi. Dan jujur, hal ini yang bikin aku agak maju-mundur semalaman sebelum mutusin buat ngasih tahu kamu." gumamnya pelan.

"Soal apa? Jadwal syutingnya bentrok?" tanya Alina.

"Bukan," Naya menggeleng lemah. Dia menatap Alina lekat-lekat.

"Ini soal siapa yang bakal jadi lawan main utamamu. Tokoh antagonis utama yang bakal jadi majikan karakter Laras di drama ini... perannya baru aja dikonfirmasi kemarin sore jatuh ke tangan Clarissa Olivia." ucap Naya.

Deg.

Nama itu seketika membuat senyum di wajah Alina membeku. Jantungnya seolah merosot ke lambung. Nama Clarissa Olivia bukanlah nama yang asing bagi Alina, melainkan sebuah nama yang membawa memori buruk, penghinaan, dan air mata dari masa lalu kasarnya di industri ini.

Clarissa Olivia adalah aktris muda yang sedang naik daun, terkenal dengan wajahnya yang cantik bak boneka namun memiliki reputasi buruk di balik layar di kalangan para figuran.

Dua tahun lalu, dalam sebuah proyek sinetron harian di mana Alina menjadi figuran pembantu, Clarissa pernah menuduh Alina mencuri gelang berlian miliknya di ruang rias hanya karena Alina tidak sengaja menumpahkan kopi di dekat tasnya.

Meskipun akhirnya gelang itu ditemukan di bawah kursi Clarissa sendiri akibat kelalaiannya, Clarissa tidak pernah meminta maaf.

Sebaliknya, dia justru sengaja menjegal kaki Alina saat adegan berjalan, membuat Alina terjatuh di depan seluruh kru, dan menggunakan pengaruhnya untuk memastikan Alina tidak pernah mendapatkan peran dialog apa pun di rumah produksi tersebut selama satu tahun penuh.

Clarissa adalah definisi nyata dari seorang penindas yang memanfaatkan status sosialnya untuk menginjak orang-orang di bawahnya.

"Clarissa...?" suara Alina mendadak tercekat.

"Iya, Al. Dia," Naya memegang tangan Alina yang mendadak mendingin di atas meja.

"Begitu asisten sutradara bilang Clarissa yang jadi pemeran utamanya, aku langsung lemes. Kamu tahu sendiri gimana gilanya perempuan itu kalau di lokasi syuting. Dia dendam banget sama kamu sejak kejadian dua tahun lalu karena kamu gak mau tunduk dan minta maaf atas hal yang gak kamu lakuin." sahut Naya dengan bingung.

Naya menjeda kalimatnya, matanya memancarkan rasa takut yang nyata.

"Al, bayangin nasib kamu nanti di lokasi kalau dia tahu kamu yang jadi pelayan pribadinya di drama ini. Di dalam naskah, ada banyak adegan di mana karakter Clarissa harus memarahi, membentak, bahkan melempar barang ke arah karakter Laras. Aku takut... aku takut banget Clarissa bakal gunain adegan-adegan itu buat balas dendam pribadi dan menindas kamu secara fisik maupun mental di depan semua orang. Sutradara gak akan berani belain kamu yang cuma pemeran pendukung kecil kalau dibandingin sama Clarissa yang jadi magnet rating drama ini." tutur Naya dengan ketakutannya.

Keheningan yang mencekik mendadak merayap di antara mereka. Kata-kata Naya masuk akal dan sangat beralasan. Di industri hiburan yang kejam ini, posisi seorang aktor utama adalah segalanya, sementara pemeran pendukung seperti Alina bisa digantikan atau diperlakukan semena-mena kapan saja tanpa ada yang peduli.

Jika Clarissa menjadi majikannya di dalam cerita, maka di dunia nyata pun Clarissa akan memiliki 'legalitas' untuk menyiksa Alina atas nama profesionalitas akting.

Alina menatap lembar naskah di tangannya. Lembaran-lembaran kertas yang tadinya terlihat seperti tiket menuju impian, kini mendadak terasa berat dan menakutkan, seperti sebuah jebakan yang siap mencabik-cabiknya.

Namun, di sela-sela rasa takut yang mulai merayap, bayangan wajah Agra yang sedang terbaring di rumah sakit dan janjinya kepada mendiang ibunya kembali muncul ke permukaan. Alina juga teringat ucapan Leon pagi ini di dalam mobil.

"Jika kamu menggunakan nama aslimu, kamu harus menanggung risikonya sendiri."

Alina mengepalkan tangannya di bawah meja hingga buku-buku jarinya memutih. Dia telah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak menjadi wanita lemah yang terus-menerus bersembunyi di balik ketakutan.

Jika dia mundur sekarang hanya karena kehadiran seorang Clarissa Olivia, maka seumur hidup dia tidak akan pernah melangkah maju. Dia tidak bisa terus-menerus menjadi figuran yang ketakutan di sudut ruangan.

Alina menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya perlahan, lalu menatap Naya dengan binar mata yang mendadak berubah menjadi sangat tegap dan penuh tekad.

"Aku akan tetap ambil proyek ini, Nay." ucap Alina, suaranya terdengar datar namun tidak menerima bantahan.

Naya terbelalak kaget. "Al! Kamu gila? Kamu tahu kan apa yang bisa dia lakuin ke kamu? Dia bisa bikin kamu malu di depan seluruh kru syuting!"

"Aku tahu, Nay. Aku tahu persis seberapa jahatnya Clarissa," Alina meremas tangan Naya, mencoba menyalurkan keberanian yang dia paksakan ada.

"Tapi ini adalah kesempatan pertamaku untuk dapat peran dialog di lima episode penuh. Kalau aku mundur sekarang cuma karena takut sama dia, artinya aku membiarkan dia menang lagi atas hidupku, seperti dua tahun lalu. Aku di sana untuk bekerja, untuk berakting secara profesional sesuai naskah. Selama aku tidak melakukan kesalahan dan tetap patuh pada arahan sutradara, Clarissa tidak akan punya alasan sah untuk mendepakku." ucapnya dengan yakin dan percaya diri.

Alina tersenyum tipis, sebuah senyuman yang sarat akan keteguhan hati seorang wanita yang sudah kenyang ditempa badai kehidupan.

"Lagipula, Laras hanya pelayan di dalam naskah, Nay. Begitu kamera mati dan sutradara bilang 'Cut', aku adalah Alina Savina yang merdeka. Dia tidak punya hak atas hidupku yang sebenarnya."

Naya menatap sahabatnya dengan pandangan campur aduk antara kagum, cemas, dan tidak berdaya. Dia tahu jika Alina sudah mengeluarkan tatapan seperti ini, tidak akan ada satu orang pun yang bisa mengubah keputusannya atau bahkan dirinya sendiri sebagai manajer.

"Kamu... beneran siap mental, Al? Kalau dia keterlaluan di lokasi, kamu harus janji buat langsung ngomong sama aku." ujar Naya akhirnya dengan nada pasrah.

"Aku janji, Nay. Terima kasih karena selalu ada di pihakku," jawab Alina tulus.

Di balik ketegasan sikapnya, Alina tahu bahwa badai besar sedang menunggunya di lokasi syuting beberapa hari ke depan. Namun, dia tidak tahu bahwa status barunya sebagai istri rahasia dari Leon Alexander yaitu pria tertinggi di industri yang sama mungkin akan menjadi plot tingkat tinggi yang tidak akan pernah diduga oleh seorang Clarissa Olivia sekalipun.

Sandiwara di luar rumah baru saja dimulai, dan Alina siap menghadapinya dengan kepala tegak.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Silvia
lanjut
Euis Amalia
sombong banget clarissa... berat berat lahir bathin yaa Alina... tetap semangat...
partini
peran figuran,, biasanya sering interaksi sama aktor wah boleh itu
kiky
next...😍😍
Asni Mariati
haduhhhh bakal sekamar nih🤭🤭🤭
rinifikalisa
mampir 👍
Lala_Syalala: selamat datang kak,,, semoga ceritanya menghibur yaaaa🙏🙏😊😊🤗🤗😍😍😍😍😍
total 1 replies
Asni Mariati
lagii up ny
kuraanggg terus
kelamaan nunggu bsok thor😭😭😭😭
Lala_Syalala: sabar ya kakakku,, author masih nulis tungguin aja pokoknya kelanjutan cerita nyaa😍😍😍😍
total 1 replies
Rarik Srihastuty
akting yang sebenarnya akan segera dimulai
Silvia
perjuangan baru di mulai💪💪
Silvia
semangat Alina 💪💪 perjuangan baru di mulai
partini
aku ga yakin Alin bisa bertahan tetep anyep ga ada rasa suka ke Leon
Silvia
cerita nya bagus
Lala_Syalala: Terima kasih atas ulasan baiknya kak,,, semoga bisa selalu menghibur ya ceritanya🙏🙏😊😊🤗🤗🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Silvia
walaupun miskin tapi harus punya harga diri Alina semangat💪💪
kiky
next
partini
aihhh aduh ngmng kaya gitu perasan itu gampang berubah lah alamak 🤦
apa lagi perasaan wanita yg lemah lembut kaya lelembut wehhh melot duluan
Asni Mariati
kita lihat saja siapa dluan yg bakal jatuh cintrong 🤣🤣🤣
partini
pikiran adikmu aja jangn jatuh cinta Alin berbahaya karena kamu yg akan menderita
Euis Amalia
buktian alina... terpenting adik dapatbpengobatan terbaik...💪💪💪👍🙏
Asni Mariati
lanjuttttt tambah seru
gak sabar nunggu leon bucin akut 🤣🤣🤣
Koesbandiana
berakhir pernikahan sampai mempunyai cicit 🤣🤣🤣😜🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!