Dijuluki sosok yang ditakuti bahkan oleh para dewa, ia menghabisi segalanya tanpa emosi selama masa hidupnya yang panjang. Tapi setelah pembantaian besar terakhirnya, sesuatu berubah emosinya yang lama terkubur akhirnya bangkit. Detik berikutnya, ia membuka mata di bumi, dalam tubuh baru, memulai kehidupan yang benar-benar berbeda dari masa lalunya yang kelam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30 : SANG PENGUASA
Namun saat itu juga banyak murid pun yang sudah keluar dari kelas dan berlalu lalang dengan tenang
"Vivian siapa ini..?" tiba tiba seorang pria dengan seragam, sekolah yang sedikit berantakan pun berbicara dengan mendominasi
Mahendra dan Vivian yang mendengar itu pun sontak secara bersamaan langsung berbalik dan menatap ke arah pemuda yang di mana terdapat sebuah tindik di kuping nya
"Hei kau membawa seorang gadis kecil ke universitas ini, apa kau tahu di universitas tidak ada yang memperbolehkan membawa orang yang tidak dikenal.." ucap pemuda itu dengan berbicara dengan begitu mendominasi
Beberapa teman dari pemuda itu pun langsung mengepung Mahendra dan pemuda yang sebelum nya pun kini berjalan ke arah Vivian
"Vivian kau hanya lah milik ku dan tidak ada yang boleh dekat dengan mu jika tidak ingin mendapatkan masalah seperti pria yang memiliki anak ini.." ucap nya dengan dingin
"Doni apa yang kau lakukan..." Namun saat itu pria sama sekali tidak peduli dan melambaikan tangan nya
“serang dia.. " Doni pun langsung memerintah para teman teman nya itu untuk menyerang Mahendra
Mahendra yang melihat itu pun langsung mengerutkan kening nya dan setelah itu dengan tenang dia menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh siswa siswa tersebut
Empat orang yang secara bersamaan menyerang Mahendra pun sama sekali tidak bisa menyentuh nya dan mereka tampak tidak bisa menyentuh pakaian Mahendra sehelai pun, Namun salah satu dari para siswa itu diam diam menyerang dari belakang
Buk..!!
Namun Mahendra yang sedang menggendong Nana pun langsung memiringkan tubuh nya dengan santai dan lutut nya pun langsung menghantam bagian perut siswa yang sebelum nya ingin menyergap nya
Buk!!
Namun tak berselang lama kemudian ke empat siswa lain nya pun langsung jatuh ke bawah dan meringis kesakitan, dan saat itu juga Mahendra pun menatap ke arah siswa yang memiliki tindik itu
"kau ingin memukul ku secara tiba tiba dan kau sama sekali tidak memiliki tata krama yang baik hari ini sebagai orang yang lebih dewasa dan sudah mengalami begitu banyak hal aku akan memberikanmu pelajaran yang pantas.." ucap Mahendra dengan dingin
Namun saat Doni ingin berbicara tiba tiba dia merasakan sakit yang luar biasa di bagian dada nya dan setelah itu dia pun langsung terpental ke di dinding dengan kuat
"Khuk..khuk..sial kau akan ku bunuh.." Doni yang merasa kan sakit yang luar biasa pun langsung mengumpat dengan marah dan mengancam
namun saat itu juga Vivian pun tersadar, karena tahu satu keburukan yang diketahui dari friska tentang ayah nya, Yaitu tidak ada ampun bagi orang yang menyerang nya dan dengan cepat dia pun langsung berteriak keras kepada Mahendra yang sudah melayangkan tinjunya ke arah Doni
"ayah berhenti..!!" Vivian pun langsung berteriak dan membuat Mahendra menggeser arah tinju nya
Bam..!!
Mahendra pun langsung meninju dinding yang berada di belakang Doni dan seketika dinding itu langsung berlubang dan Mahendra pun langsung menarik tangan nya dan menyisakan lubang yang juga terdapat retakan di sisi lain
"Vivi, apa kau tahu jika kita menghadapi seorang musuh maka jangan berbelas kasih kepada mereka.." ucap Mahendra
"Ayah berhenti atau aku akan memberitahu ibu kalau ayah berkelahi.." Vivian yang sudah mengetahui kelemahan sang ayah pun langsung meng counter dengan ibu nya
benar saja setelah itu Mahendra pun dengan patuh berjalan ke arah putri nya sambil menggendong Nana yang sedang menutup matanya dengan kedua tangan kecil nya
"Vivi Ayah melakukan nya untuk kebaikan mu dan lagi pula bukan ayah duluan yang memukul mereka jadi jangan katakan kepada ibumu, oke.." ucap Mahendra yang langsung berbicara setiba nya di sisi Vivian
Saat mendengar itu Vivian pun menatap ke arah tangan ayah nya dan sama sekali tidak ada yang terluka
"Ayah apa tanganmu terasa sakit..?" tanya Vivian dengan penasaran
Mahendra yang sedang berbicara dengan Nana pun langsung melirik ke arah putrinya itu dan tersenyum
"Jujur saja ini sangat sakit namun jika kau tidak memberitahu kepada ibumu maka rasa sakit nya akan segera menghilang.." ucap Mahendra
Vivian yang mendengar itu pun langsung mengerucutkan bibir nya dan dia berpikir sia sia saja mengkhawatirkan orang yang takut kepada istrinya
"Ayah, Vivian kenapa kalian ada di sini..?" seorang gadis dengan seragam yang sama dengan Vivian dan wajah yang mirip dan sedikit lebih dewasa pun langsung berjalan dan membelah kerumunan
Hening..!!
Hening..!!
"Sialan ternyata dua primadona kampus adalah saudara dan memiliki satu ayah, pantas saja dua primadona ini sangat kembar.." ucap beberapa siswa yang baru mengetahui fakta ini
saat itu juga perhatian mereka pun sudah tidak tertuju kepada Dony dan para teman nya yang tergeletak melainkan fokus terhadap orang orang yang sedang berkumpul itu
[ Fakta baru ternyata dua primadona universitas memiliki ayah dan ibu yang sama dan kedua nya adalah saudara kandung…]
Berita nya pun langsung menyebar ke seluruh universitas dan banyak orang yang heboh dengan berita itu dan mencari tahu potret Mahendra dan Evelyn
"sial pantas saja kedua primadona universitas Vonix sangat cantik itu karena Gen dari orang tua nya yang nyaris sempurna dan terlebih lagi ayah nya memiliki wajah yang sangat tampan dan postur tubuh yang kokoh dan ibu nya yang sangat cantik.."
Orang orang yang melihat potret Mahendra dan Evelyn pun mulai berbondong bondong berbicara di kolom komentar.
___________________________
Namun di tempat yang sama
Beberapa petugas kepolisian sedang di gantung di sebuah atap dan seorang pria bertopeng sedang duduk dengan tenang
"Yo..inspektur Olivia bukankah saat itu kau mengatakan bahwa, kau bisa menangkap kami dalam waktu dua puluh empat jam..? tanya salah satu dari pria bertopeng itu
Oktavia yang mendengar itu pun terlihat sedang dalam kesulitan dan tak lama kemudian seorang pria dengan tenang pun perlahan lahan berjalan dengan seragam Polisi nya
"Haha Oktavia akhir nya kau gagal dalam menjalankan misi mu.." sosok itu pun berkata dengan jijik kepada Oktavia
Oktavia yang mendengar itu pun langsung menatap ke arah tempat orang bertopeng itu dan melihat orang yang sangat familiar
"bajingan itu ternyata kau, pantas saja aku selama ini mencari cari siapa mata mata di balik ini semua dan ternyata kau Dika Vale..!!" teriak Oktavia dengan marah
Dika Vale adalah seorang tuan muda kaya yang saat ini keluarga nya mengalami penurunan dan menghadapi krisis yang sangat berat
"Haha Oktavia jika aku bisa menyandera mu aku pasti bisa meminta tebusan kepada keluarga Wilton dan pergi dari negara ini dan memulai hidup yang baru.." ucap Dika Vale dengan tenang
saat mendengar itu wajah Oktavia pun langsung menjadi menggelap dan pantas saja dia mendapatkan informasi tentang ke lima buronan yang selama ini dia cari dan informasi yang diterimanya adalah kebenaran sekaligus jebakan dari pihak sekutu
>>>>>>>>>>